
sepulang kuliah Naya Raya menemani indah fitting baju dan dan di sana sudah ada ibu sisil dan juga Siska bahkan si kembar juga karena ibu sisil membawa mereka
saat sampai di butik langganan keluarga Brian, mereka masuk bersama
" kalian sudah datang " ucap ibu sisil
" maaf menunggu lama ,kami baru ke luar Bu " ucap indah
" Kaka " Siska tersenyum lembut menatap indah
" langsung saja iya " indah mengaguk lalu di bawah masuk oleh karyawan butik
sementara indah di dalam Brian dan Alex menghampiri mereka
" Bu " panggil Brian dan Alex bersamaan
" ayo sini, apa nanti kembali lagi ke kantor " ucap ibu sisil ,Brian hanya tersenyum
"sekalian pulang Bu, indah mana " tanya Alex
" di dalam " Alex mengaguk
" Abang " Brian tersenyum lalu memeluk istrinya " gimana apa Ade rewel " Naya menggeleng
saat tirai terbuka semua mata tertuju ke depan menunggu indah
melihat indah dengan gaun pengantin membuat Alex susah berkedip begitu juga yang lainnya
" cantik " gumam Alex
" Kaka suka " Alex mengaguk tanpa tau siapa yang bertanya
" berarti kamu setuju dengan pilihan siska kan " tanya ibu sisil
" iya Bu , makasih dek " siska mengaguk
" kamu juga mau " Naya menggeleng lemah ,bukannya iri tapi melihat indah memakai gaun itu membuatnya ingin juga
" sudah ibu juga menyiapkan untukmu, mba bawa dia ke sana juga " Naya menatap ibu Sisil
" pergi lah hati² iya ,dia sedang hamil " ucap ibu sisil
" baik nyonya " ucap pelayan
" apa istri mu belum tau bang " tanya ibu sisil
" belum Bu, Brian belum cerita " Brian tersenyum
iya mereka sepakat jika acara resepsi nanti Brian dan Alex akan bersamaan !!??
sehingga Naya tidak merasa di bedakan !!!!
dan semua itu atas usulan Alex yang selalu mengutamakan kenyamanan keluarga Brian !!!
" kalau Ade " tanya Raya menunjuk dirinya
" memang Ade mau acara resepsi juga " tanya ibu sisil ,raya menekuk wajahnya kesal,membuat siska tersenyum
saat tirai kembali terbuka semua mata menatap kembali ke depan Naya tersenyum canggung
" ibu perut Naya ketahuan " ucap Naya
" kamu cantik Nay " pekik raya dan indah yang sudah ikut bergabung
" tapi perutku .....
" tidak papa sayang ,kamu cantik " Brian mendekati istrinya bahkan tanpa malu dia mencium bibir Naya
" Abang " Naya menunduk kepala nya karena malu , sedangkan karyawan toko langsung memalingkan wajahnya
" tapi apa tidak ada yang lebih tertutup lihat lah punggung nya terlalu terbuka lalu ini tangannya " ucap Brian
"kalau yang mau tertutup Abang kasih Naya pakai daster " cibir Raya ,Brian menatap ke arah adiknya
" hanya sementara Abang, kan Naya juga sedang hamil nanti dia kelelahan " Brian menatap indah lalu Alex yang sudah selesai juga urusan nya
" iya Bu, nanti indah yang temani Naya jadi mereka tidak terlalu berdiri " ucap Brian ,ibu sisil hanya mengangguk saja
" kalau Ade " tanya raya
" kamu temanin mertua mu " ucap ibu sisil membuat raya malu
" berarti sudah ini iya ,kalian gimana pakaian kalian " Brian dan Alex menggaguk
" indah coba pakaian satunya lagi buat akad " indah mengaguk , sedangkan Naya di bantu karyawan untuk membuka gaun dan di bantu Brian juga
" kamu baik² saja " tanya Alex ,indah tersenyum
" iya kak ,tenang saja " ucap indah lalu kembali masuk dalam ruang ganti
setelah menunggu beberapa menit tirai kembali terbuka,
__ADS_1
" gimana apa kalian suka " mereka mengaguk
"berarti deal iya yang ini ,atau mau coba yang lain masih ada lagi pilihan yang lain " ucap ibu sisil
" yang ini saja Bu " ucap Alex karena dia tidak mau indah kelelahan apa lagi dia sedang hamil muda
" baik lah, mba yang ini saja " ucap ibu sisil
" iya nyonya " ucap pelayan
setelah selesai semua urusan kini mereka kembali ke masion begitu juga indah yang ikut pulang ke masion
" kamu baik² saja indah " tanya Brian
" iya tuan " ucap indah
" jika kamu menginginkan sesuatu bicara saja tidak usah sungkan " indah menelan ludahnya paksa
" memang indah kenapa Abang " tanya Naya ,syukur raya ikut dengan ibu Sisil
" dia sedang hamil " indah menutup rapat matanya menunggu reaksi Naya
" serius " Brian mengaguk tersenyum
" kenapa kamu kaget " Naya mengaguk " kenapa " tanya Brian
" dia terlihat biasa saja tidak seperti Naya " ucap Naya , sebenarnya banyak pertanyaan di kepalanya tapi dia takut nanti indah tersinggung sehingga dia memilih nanti menanyakan pada Brian
" selamat Nda akhirnya aku punya teman juga " ucap Naya tulus ,indah menatap Naya bingung
" kamu tidak marah atau malu " selidik indah
" karena " tanya Naya,indah diam saja
" jangan di pikirkan,harusnya kamu bersyukur karena hadirnya dia itu bukti cinta Kaka sama kamu ,jadi kamu tidak meragukan Kaka lagi tapi jika nanti dia macem² bawa kabur saja anaknya " ucap Naya
" makasih " ucap indah ,Brian dan Alex tersenyum setidaknya Naya tidka terlalu banyak bertanya tapi entah di belakang nanti
" berapa usianya " indah tersenyum " dua Minggu " Naya tersenyum
" tapi koh kamu seperti tidak hamil " indah menggeleng " aku juga tidak tau aku mual hanya pagi saja ,hanya memang aku suka makan saja " ucap indah
"pantasan kamu kemarin makan rujaknya seperti orang yang tidak makan sebulan lalu sambalnya bahkan kau tidak kepedesan hanya keringat ,lalu tadi kamu makan bakso ,kini aku mengerti " ucap Naya panjang lebar sedangkan Brian bingung bagaimana menutup mulut istri nya
" bukannya biasanya seperti itu juga Nay " tanya indah
" tidak " ucap Naya ,indah Menelan ludah nya paksa dalam hati Naya peka ternyata tidak
" sayang mau beli sesuatu " tanya Brian mengalikan pembicaraan
setelah sampai di masion mereka semua masuk ke dalam, ibu sisil juga sudah sampai di masion
" dek mau ke rumah sebelah " tanya Siska
" nanti kami ke sana iya ,Kaka mau bicara dulu sama indah " ucap alex
" iya kak, Kaka tunggu iya " indah mengaguk tersenyum
" ayah " indah mendekati pak Mamat mencium punggung tangan mertuanya
" kami ke kamar dulu iya Nda ,mau mandi setelah itu turun ke sini " ucap Naya
" kalau kamu mau mandi ,ke kamarku saja ok ' ucap raya
" iya " ucap indah
" iya sudah ayo kita mandi dulu baru kumpul di ruangan keluarga " ucap ibu sisil
lalu mereka berpencar ke kamar mereka masing² sedangkan Alex membawa indah ke paviliun
" Abang ,apa Naya salah bicara "Brian tersenyum
" tidak papa ,Alex tidak akan marah dia hanya akan memberi tahu indah karena dia sedang hamil " ucap Brian lembut
" maaf " Brian memeluk istrinya " tidak papa sayang jadi indah nanti bisa kontrol makanan nya juga " ucap Brian
" tapi lain kali di tahan iya " Naya menggaguk " ayo mandi dulu kasian Ade apa lagi kita dari luar " Naya mengaguk lalu masuk dalam kamar mandi begitu juga Brian
" Kaka " Alex menatap indah "kamu tau apa kesalahan mu " indah mengaguk
" indah juga tidak tau kak,rasanya enak saja makan yang pedas² " Alex menarik napasnya panjang
" aku tidak melarang mu mau makan apa saja ,tapi kamu sedang hamil dear aku harap kamu paham , aku tidak ingin kalian kenapa² " ucap Alex lembut
" maaf " Alex memeluk indah ,saat mendengar suaranya terdengar lemah
" it's ok ,aku tidak marah ,aku hanya khawatir saja " ucap Alex
" hiks hiks ma...maf kalau aku ti...dak....
" iya tidka papa " Alex menatap indah lalu menghapus air matanya " apa dia baik² saja " indah mengaguk
" tidak meresakan papa " indah menggeleng
" mau steak " Alex menelan ludahnya paksa
" sekarang " indah mengaguk " baiklah ,kamu mandi dulu aku suruh pelayan masakan steak iya " indah mengaguk
__ADS_1
" pakaian mu ada di lemari ,kamu hati² di kamar mandi " indah mengaguk lalu masuk dalam kamar Alex , sedangkan Alex masuk di masion menuju dapur
" bikinkan steak untuk dua posri " titah Alex
" untuk siapa nak " Alex menatap ayah nya
" indah lapar yah * pak Mamat hanya mengangguk
" baik tuan " ucap pelayan setelah itu Alex pergi ke paviliun membersihkan diri di kamar yang lainnya
kini mereka semua sudah berkumpul di ruangan keluarga bahkan ada Siska hanya saja tidak ada Bobby karena dia masih di perusahaan dan belum waktunya pulang
" Alex " Alex mengambil steak nya lalu memberikan pada indah
" makasih ayah " ucap indah tersenyum
" kamu lapar nak " tanya ayah abbas
" i...iya " ucap indah gugup " maaf yah Bu " ucap indah lagi
" bukannya tadi kamu makan banyak juga Nda bahkan bakso dua porsi " ayah dan ibu menatap indah ,yang hanya tersenyum
" makanlah " indah mengaguk ,Naya menelan ludahnya
" Nda bisa bagi " Brian menatap istrinya " kamu mau " Naya mengaguk ,lalu menunjuk steak milik indah
" sini kita makan sama² " Naya mendekati indah
" kalian seperti sepasang ibu hamil ....celetuk raya
uhuk uhuk uhuk
" minum Nda " Naya memberikan air minum pada indah
Brian dan Alex menatap Raya
" makasih " Naya hanya mengangguk saja
" sudah kenyang. " tanya Brian saat Naya sudah bersandar pada kursi karena mereka duduk di bawah dengan indah
" aku ngantuk " ucap Naya
" kebiasaan " ucap Raya
" sini sayang " Naya duduk di pertengahan kaki suaminya , sedangkan Brian mengelus kepalanya
" besok indah sudah tidak kuliah kan " tanya ayah abbas
" masih yah "ucap indah
" mulai besok kamu libur ,jangan ke kampus " titah ayah abbas ,Alex hanya mengangguk
" dan mulai besok ,Alex dan indah di larang bertemu iya " Alex menatap ibu sisil
" kenapa Bu " tanya Alex
" Kaka harus di pingit kan 3 hari lagi sudah sah ,jadi sementara berjauhan dulu " ucap Siska
" tapi ....
" itu sudah aturannya " potong ibu sisil
" baik lha " ucap Alex
" kalau Naya yang ke sana bisa dag Bu " tanya Brian
" bisa " ibu sisil ,Brian hanya mengangguk
"keluarga indah gimana " tanya ayah abbas
" yang jauh mereka akan datang besok sehingga mereka punya waktu untuk istirahat ,jadi mereka langsung ke hotel saja " ayah Abbas mengaguk
" kalian lanjut dulu ,ibu sama Siska mau lihat dulu seserahan di rumah sebelah " ucap ibu sisil
" iya Bu " ucap mereka
" ayah ikut " ucap ayah abbas
" Ade juga " raya mengikuti mereka , sedangkan pak Mamat juga meninggalkan mereka
" kamu tidak usah pikiran nanti Naya ,yang antar susu nya indah " ucap Brian
" tapi
" iya Kaka tidak papa ,nanti sebelum ke kampus Naya ke sana dulu " ucap Naya
" Raya nanti sopir yang antar ,kamu tenang saja " Alex menatap indah
" maaf " indah hanya tersenyum "aku baik² aja Kak " ucap indah
" tapi kamu tiap pagi mual dear " ucap Alex
" aku bisa mengatasi nya ,hanya untuk sementara " ucap indah
" baiklah " ucap Alex
maaf nak membuat mu berada di posisi ini ,Papa harap kamu mengerti iya tunggu lah setelah ini kita akan bersama dengan mama batin Alex
__ADS_1