Sayangi Aku

Sayangi Aku
nonton


__ADS_3

" apa indah absen lagi hari ini " tanya ricko ,karena ini sudah waktunya makan siang jadi mereka berkumpul di ruangan Naya


" dia sakit, dan di rawat di rumah sakit tapi pagi tadi sudah bisa pulang " ucap Naya


"dia sakit apa ,apa parah " tanya Ricko khawatir


" asam lambung dia baik² saja ,mungkin besok akan kembali kuliah " ucap Naya lagi


" syukurlah " ucap Ricko lega,Dafa menatap ricko


" apa kamu menyukai indah " tanya Dafa to the poin


" ayo kita makan dulu " ucap raya mengalikan pembicaraan


" iya kita makan dulu aku sudah lapar " ucap Naya apa lagi pesanan nya pagi tadi sudah di antar oleh pelayan,mereka mengaguk


setelah makan siang Dafa dan ricko masih duduk di ruangan Naya dan Raya


" sebentar kalian sibuk tidak " tanya Dafa


" tidak,kenapa " tanya Naya


" kamu bisa ke mall " tanya Dafa menatap Naya


" aku tidak tau,tapi kayanya tidak bisa " ucap Naya


" padahal ada film baru loh,aku kira bisa jadi kita bisa nonton sama² " ucap Dafa,ricko hanya diam saja


" Kaka bisa pergi bersama Raya dan Kaka Ricko " ucap naya


" Abang sama Kaka nanti marah " ucap Raya


" tidak ,nanti aku yang bicara dengan mereka " ucap Naya,karena semenjak Naya hamil Raya tidak pernah menghabiskan waktu sendirian dia selalu menjaganya ,mungkin ini kesempatan untuk nya membiarkan Raya menghabiskan waktu sendirian


" tapi ...


" kamu tenang saja oke " ucap Naya memotong ucapan Raya


" iya sudah nanti kapan² saja kita jalan² " ucap Dafa, Raya melihat Dafa terlihat ada rasa kecewa


" iya Nay " ucap Raya tersenyum


" tidak papa,kalian pergi lah kan kada Kaka Ricko juga nanti aku di antar sopir ke kantor Abang " ucap Naya


apa kamu tidak sadar Naya jika Dafa ingin kamu pergi batin ricko lalu dia melihat Raya kasian


" iya nanti aku ikut juga " ucap ricko


" itu Kaka ricko mau ,pergi saja tidak papa " ucap Naya meyakinkan Raya


" tapi .....


" tidak boleh menolak " ucap Naya tegas


" nanti saja Nay, jika kamu sudah di bolehkan ke mall ,jadi kita bisa pergi sama² " Ucap Dafa,lagi² membuat Raya dan Ricko menatapnya


" maaf aku tidak janji jadi kalian pergi saja, serius aku tidak papa " ucap Naya kekeh


" baik lah " ucap Dafa sedikit kecewa


segitunya kamu mencintai Naya ,terus buat apa Kaka meminta ku membantu Kaka untuk melupakan nya batin Raya


" sudah lain kali saja " putus raya


" kan aku sudah bilang tadi pergi saja " ucap Naya


" sudah² sakit kepala ku ,kita pergi ok lagian Naya juga mau ke perusahaan mau lihat suaminya " ucap ricko tegas,Dafa menatap Naya ,begitu juga Raya yang menatap Dafa


" iya " ucap Dafa lemah, Raya hanya tersenyum saja


" oke sekarang kita balik ruangan nanti kita masuk ,setelah ini nanti kita ketemu di parkiran iya " ucap Ricko


" iya kak " ucap Raya


Dafa dan ricko pun pergi meninggalkan Naya dan Raya karena masih ada mata kuliah setelah makan jam makan siang ,begitu juga Raya dan Naya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


kini mereka sudah ada di parkiran,sesuai pembicaraan tadi Dafa ricko dan raya akan nonton sedangkan Naya akan ke perusahaan


" Naya aku tidak usah pergi iya " ucap Raya ,karena takut akan di marahi Abang dan Kaka nya


" ehs batu bangat sih ,Naya cape loh ngomong terus pergi saja apa sih susah nya ,nanti aku yang bicara sama Abang dan kaka" Ucap Naya kesal,karena raya selalu saja membahas itu membuatnya jengah

__ADS_1


" baik lah ,tapi kamu hati² iya nanti sebelum sampai kamu telepon Abang atau Kaka " ucap raya lagi


" iya²,kan ada pengawal jadi kamu tenang saja " ucap Naya


" iya sudah aku tinggal iya " ucap Naya lagi


" tunggu" Raya membuka pintu depan " pak nanti antar Naya sampai ruangan Abang iya " ucap Raya pada sopir pribadi mereka


" iya nona muda " ucap sopir


" iya sudah kamu boleh naik, nanti hubungi aku iya jika sudah sampai " ucap raya ,Naya hanya mengangguk


" aku duluan iya " mereka mengaguk


" ayo sekarang kita berangkat " ucap Ricko


" kita mau ke mana dulu " tanya Raya


" kita langsung ke mall saja " ucap Dafa


" seperti Kaka kurang sehat, kita tidak usah pergi saja iya " ucap Raya Karen melihat Dafa tidak semangat


" aku baik² saja ,ayo kita berangkat " ucap Dafa memaksakan senyumnya


" jangan membuat nya semakin rumit sob " bisik ricko, Dafa hanya mendengus kesal ,sedangkan Raya hanya diam saja menuju mobil Dafa , sedangkan mobil Ricko di tinggalkan di kampus nanti di ambil sopir .


"maaf tuan mengganggu ,nyonya muda sedang menuju ke sini " bisik Brian,karena saat ini mereka sedang rapat,tadi sebelum ke perusahaan sopir pribadi mereka memberi tahu Alex lewat pesan


" suruh Irma menjemput nya " ucap Brian ,Alex menggaguk kepala nya ,lalu mereka melanjutkan rapatnya


" selamat datang nyonya muda " ucap Irma,saat melihat Naya turun dari mobil


" iya kak, koh Kaka tau Naya ke sini " ucap Naya


" tadi asisten Alex memberi tahu saya nyonya muda " ucap Irma ,Naya melihat sopir pribadi


" maaf nyonya tadi saya mengirim pesan pada tuan Alex " ucap sang sopir


" iya pak tidak papa, makasih iya bapak bisa pulang istirahat nanti aku pulang sama Abang dan kakak " ucap Naya


" iya nyonya muda , permisi " ucap sang sopir ,Naya mengaguk


" ayo nyonya muda " ucap Irma


" Kaka panggil Naya saja ,aku masih muda loh berasa tua kalau di panggil nyonya " ucap Naya mengikuti langkah Irma masuk dalam lift


" gini saja saat kita berdua Kaka panggil Naya senyaman nya saja tapi jika banyak orang Kaka bisa panggil Naya seperti itu gimana " ucap Naya menatap Irma


" hebm baik,maaf jika saya kurang sopan apa saya panggil mba saja " tanya Irma gugup


" koh mba sih" ucap Naya kesal ,membuat Irma ketakutan


" Ade gimana " tanya Irma lagi, Naya mengaguk


"itu lebih baik " ucap Naya tersenyum


" kenapa Kaka yang jemput aku ,Abang sama Kaka kemana " tanya Naya ,saat mereka sudah sampai di lantai khusus CEO


" tuan muda dan asisten Alex lagi rapat nyo.....dek " ucap Irma sedikit gugup


" apa sudah lama " tanya Naya lagi


" lumayan, sekitar satu jam lebih " ucap Irma


" iya sudah aku tunggu di sini saja iya sama Kaka " ucap Naya menatap Irma


" tapi dek, nanti tuan mudah dan asisten Alex marah " ucap Irma ,mana bisa dia membiarkan istri seorang CEO menunggu di suaminya di kursinya


" aku bosan di dalam sendiri ,aku janji tidak ganggu Kaka kerja Naya cuma duduk saja koh setidaknya ada teman " ucap Naya memelas


" bukan begitu dek, tapi


" please " ucap Naya dengan mata puppy eyes nya,membuat Irma tidak tega


" baiklah ,tapi kalau butuh papa bilang saja ,nanti saya siapkan " Ucap Irma


" iya Kak,aku boleh pinjam iPad Kaka " tanya Naya ,Irma memberikan iPad nya pada Naya ,toh itu iPad kantor juga pikir Irma.


" makasih Kak " ucap Naya ,Irma membalas nya hanya dengan senyuman lalu dia kembali dengan kerjaan nya , sedangkan Naya langsung duduk dengan tenang dengan iPad yang di berikan Irma


" sayang " panggi Brian


Irma langsung berdiri saat mendengar suara Bariton Brian ,Alex menatap tajam Irma karena membiarkan Naya di luar membuat Irma menelan ludahnya paksa

__ADS_1


" Abang sudah selesai " tanya Naya tersenyum


" kenapa Di luar " bukannya menjawab Brian malah bertanya pada istrinya


" aku bosan di dalam jadi aku nunggu saja di sini sama Kaka Irma, tapi Naya dag ganggu kerjaan nya koh " ucap Naya meyakinkan Brian ,sedangkan Irma jangan di tanya lagi mungkin sekarang hanya tubuhnya saja yang ada di ruangan itu tapi jiwanya sudah berada di alam lain


"itu iPad siapa " tanya Brian lagi


" Naya pinjam punya Kaka Irma ,tapi Naya tidak nonton film koh " ucap Naya sambil memperlihatkan layar yang iPad di mana Naya melihat video tentang kandungan saat usia tiga bulan


" tapi tunggu Ade Mana kamu kenapa sendiri" tanya Brian yang baru sadar tidak ada Raya


" kita masuk dulu,Kaka makasih iya iPad nya " ucap Naya lembut lalu mendekati suaminya dan mengajaknya masuk di ruangan


" iya nyonya muda " ucap Irma menunduk kepalanya


" lain kali jangan membiarkan nyonya muda menunggu tuan di luar " ucap Alex datar ,saat melewati meja Irma


" maaf tuan " ucap irma ,padahal Naya sendiri yang memaksa untuk duduk dengan nya tapi lebih baik mengalah demi keamanan


" coba jelaskan Raya mana " tanya Brian saat sudah duduk di sofa dengan Naya ,sedangkan Alex masih berdiri di dekat mereka


" duduklah Lex " ucap Brian saat melihat Alex masih berdiri


" baik tuan " ucap Alex lalu duduk di sofa


" Raya ke mall nonton " ucap Naya ,Brian menatap Alex tajam


" Lex " panggil Brian,Alex sudah siap dengan amukan Brian


" jangan marah sama Kaka ,Naya yang paksa Raya,lagian dia pergi sama Kaka Dafa sama Kaka ricko kasian Raya bang, selama aku hamil dia tidak punya dunia sendiri ,semuanya berubah semenjak Naya hamil dia selalu menjaga Naya jadi biarkan dia bebas hari ini " ucap Naya


" tapi kenapa dia tidak meminta izin sama Abang atau Alex " tanya Brian


" apa Abang sama Kaka akan memberikan izin , Tidak kan makanya Naya melarang nya untuk bilang sama Abang " ucap Naya lagi ,Brian menghembuskan nafasnya kasar


" iya sudah tapi tidak untuk lain kali " ucap Brian mengalah , Naya mengaguk


" maaf tuan karena saya juga baru tau saat rapat selesai " ucap Alex karena memang dia sendiri tidak tau ,saat sang sopir mengirimkan pesan dia tidak tau tentang Raya yang akan pergi ke mall ,jadi saat anak buahnya yang selalu menjaga Naya dan Raya melaporkan nya lewat pesan dan video Alex baru membuka nya saat rapat selesai


" jangan terlalu menekan Raya, Naya tau Abang sama Kaka sayang sama dia tapi dia punya kehidupan sendiri biarkan dia bebas toh Kaka juga selalu memantau " ucap Naya


" iya², tapi lain kali izin dulu " ucap Brian ,Alex hanya diam saja


" apa nanti di izinkan " tanya Naya


" tergantung " ucap Brian


" Raya bukan anak kecil dia sudah besar dia tau mana yang baik dan buruk selama ini Abang sama Kaka sudah bisa melihat nya apa dia melakukan hal yang aneh² bahkan temannya Naya saja,indah kakak Dafa Kaka Ricko mereka ketemu saat Raya kuliah ,biarkan saja bang , lagian kalian selalu memantau dia bukan " ucap Naya mencoba meyakinkan suami nya dan Alex


Brian dan Alex memilih untuk mengalah ,dari pada urusan nya makin panjang


" iya,tadi ngapain di kampus " tanya Brian mengalihkan pembicaraan


" dag ngapain² kuliah seperti biasa ,sama makan siang ramai² " ucap Naya ,Brian menggaguk


"apa Abang sudah selesai kerja " tanya Naya


" kenapa ,apa kamu ingin pulang " tanya Brian balik


" tidak, kalau masih ada Abang Sama Kaka kerja saja ,Naya tunggu di sini saja " ucap Naya


"tuan " panggil Alex ,Brian menggaguk mengerti


" sudah selesai koh sayang, kamu mau pulang atau gimana " ucap Brian bohong padahal di atas mejanya berkas yang belum di periksa dan di tandatangani masih bertengger di meja


" Abang serius, tapi itu berkas apa " tanya Naya menunjuk meja kerja Brian


" itu sudah selesai tinggal di lihat ulang lagi " ucap Brian ,Naya mengaguk mengerti


" kita jalan² di taman boleh, biasanya sore² sepeti ini banyak orang olahraga " ucap Naya ,Brian menatap Alex


" ini masih jam 4 sore sayang memang tamannya sudah ramai,lagian mau ke taman mana " tanya Brian


" mungkin, kita ke taman dekat rumah saja sekalian pulang " ucap Naya ,Alex menggaguk


" iya sudah tunggu sebentar iya ,Abang mau beresin dulu yang di atas meja " ucap Brian ,Naya mengaguk


setelah mendapat persetujuan dari Naya, Brian dan Alex membereskan kerjaan mereka masing² sebelum mereka pulang ,sepeti biasa Brian akan membawa pulang kerjaannya ke rumah begitu juga dengan Alex


" Kaka,Naya duluan iya " ucap Naya saat melewati meja Irma,Irma hanya tersenyum


" kamu pulang lah ,nanti besok saja kamu selesaikan " ucap Alex

__ADS_1


" iya tuan , terimakasih " ucap Irma menundukan kepalanya


Brian Alex dan Naya berjalan kearah lift khusus CEO hanya orang² tertentu saja yang memakai lift itu.


__ADS_2