
" sayang bangun ayo "
Brian membangun kan istrinya dengan lembut
mungkin karena lelah Naya tidak menyadari jika Brian sudah kembali ke kamar semalam
" sayang " Brian mengelus lembut perut dari Naya
perlahan Naya membuka matanya saat merasakan ada sentuhan halus di bagian perutnya
" Abang " ucap naya serak
"ayo mandi baru sarapan di bawah sama² " ucap Brian
" Abang semalam masuk jam berapa " tanya Naya
" jam 12 sayang,maaf iya ninggalin kamu sendirian " Naya menggaguk
" tidak papa ,kan tamu nya banyak " ucap Naya
" selamat pagi dek, maaf semalam ayah tidak menyapamu dan menemani ade sama ibu istirahat ,maaf iya sayang " Brian mencium perut Naya
" ayo Abang bantu " Naya merentangkan tangannya ,Brian hanya geleng²n kepalanya
Brian mengangkat istrinya lalu di bawah ke kamar mandi untuk mandi
karena pasti di bawah sudah ada yang menunggu mereka
sedangkan di kamar sebelah mereka ,Alex yang kaget karena gerakan indah memaksanya untuk membuka matanya ,sayup² dia melihat indah berlari ke arah kamar mandi
pikiran Alex mungkin indah akan buang air kecil tapi seketika dia langsung bangun saat mendengar suara indah muntah
Alex ikut masuk dalam kama mandi ,dia melihat indah masih saja muntah
" dear " Alex membantu mijat tengkuk indah
" lemas " Alex mencuci mulut indah ,lalu memeluknya
" langsung mandi iya " indah menggeleng dia masih memeluk erat tubuh Alex
huekkk huekkk
Alex memejamkan matanya ,apa seperti ini yang Brian dulu rasakan
sungguh Alex tidak tega jika setiap pagi melihat indah
seperti ini apa lagi hingga 3 bulan
" sudah " indah mengaguk saat akan berdiri
indah kuruh ke lantai mungkin karena tenaga nya habis
Alex dengan sigap memegang bahu istrinya
dia mengangkat indah ke luar dari kamar mandi dan membaringkan di atas tempat tidur
" maaf " hanya itu yang bisa Alex ucap kan
" apa setiap pagi seperti ini " tanya Alex ,indah hanya tersenyum
" Kaka mandi saja duluan iya, mungkin di bawah sudah Mulai sarapan " ucap indah lirih
" tidak papa, kamu baikan saja baru kita turun sarapan " ucap Alex
"Kaka mandi dulu setelah itu aku yang mandi " ucap indah
Alex langsung mengakat tubuh indah ,membuat indah kaget
" Kaka " pekik indah
" lebih hemat waktu " ucap Alex
" tapi
CUP
indah menyembunyikan wajahnya di bidang dada Alex karena malu
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" wih pengantin baru sama pengantin lama kirain tidak jadi turun " goda Ivan ,Alex hanya menatap nya saja begitu juga Brian
setelah itu mereka duduk bergabung dengan keluarga yang lainnya
" jangan hanya berani menggoda orang kamu kapan ,malu sama umur " cibir ayah abbas
" anaknya yang di goda , pawangnya yang jawab " ucap Ivan
" Ivan " tegur ibu Widya ,Ivan hanya diam saja
__ADS_1
" susunya " ucap Alex
" iya tuan " ucap pelayan
" sejak kapan kamu minum susu " tanya Ivan
" setelah ini kembali ke rumah sakit dan kemasi barang mu " Ivan menelan ludahnya paksa
" bercanda Lex, Brian kamu tidak mungkin membuang ku jauh kan " Brian hanya diam saja
" cih " cibir Ivan
" Abang " panggil fajar
" selesai kan sarapan mu ,baru kita bicara " ucap Alex fajar menekuk wajahnya
" aura nya bikin aku merinding kak " ucap Tante Erika pada ibu Widya
" makan saja dengan baik dan telan " Tante Erika mengaguk
sedangkan suami mereka terpaksa harus sarapan lebih dulu karena harus kerja sedangkan Tante Erlin harus kembali tadi malam karena anak² mereka menunggu di rumah setelah akad anak² kembali ke rumah duluan
begitu juga pak Mamat ,Siska serta Bobby harus kembali ke rumah sejak dini hari karena Bobby harus masuk kerja , sedangkan pak Mamat dia tidak akan meninggalkan rumah lebih lama
Dafa dan keluarga nya juga sudah berpamitan selain Daddy nya kerja ,Dafa juga harus masuk kuliah
" Ade " panggil Naya
" sayang " Naya kembali fokus sama makanan nya
setelah menyelesaikan sarapannya mereka masih duduk di meja makan itu
" sering² ke rumah Bu, jangan hanya Ivan " ucap ibu sisil menatap Bu Widya
" iya Bu " ucap ibu Widya canggung
" wajah ibu tidak pantas seperti itu sangat tidak cocok " ibu Widya menatap tajam anaknya
" maaf Bu, mulutnya memang sedikit kotor " Ucap ibu Widya
" kami sudah terbiasa dan kami suka ,tidak usah sungkan kapan² datang lah " ucap ibu sisil
" maaf tuan " Alex menerima susu yang ada di tangan pelayan ,lalu memberikan pada indah setelah itu dia memberikan vitamin juga pada indah
semua yang Alex lakukan tidak lepas dari pasangan mata yang ada di meja makan itu
" sejak hari ini " ucap indah asal
" itu obat apa " tanya ibu indah
" vitamin , program " semua orang tersenyum
" segera lah ,ayah sudah siap menggendong cucu " ucap ayah ,indah hanya tersenyum
"yang banyak iya ,jadi mama bisa minta satu " ucap ibu Widya ,Ivan memukul lengan ibunya
" maaf " ucap ibu Widya saat menyadari ucapan nya
Brian berdiri mengambil Nathan dari gendongan mertuanya
" Ade belum mandi " ucap mama Lila
" tidak papa ma " mama Lila memberikan Nathan pada Brian dan botol minumnya juga
" Ade " Naya langsung mencium pipi Nathan
" bapak mana ma " tanya Brian
" sudah pulang sejak tadi kan harus mengajar " ucap mama Lila
" belum juga " mama Lila tersenyum " tinggal tunggu persetujuan nya " Brian mengaguk
" apa nanti kalian akan tinggal di masion kalian sendiri " tanya ayah indah
" tidak yah, mungkin masih di masion utama 2 hari setelah itu ke sana karena masih ada yang di rubah beberapa " ucap Alex
" apa tidak nginap di rumah dulu nak " tanya ibu indah
" nanti setiap weekend kita ke sana " ibu indah mengaguk
" apa yang ingin kamu bicarakan " tanya Alex pada fajar
" tentang semalam " Alex menaikan alisnya begitu juga Brian
" lalu " tanya Brian ,fajar masih memikirkan apa yang akan dia ucapkan
" apa boleh " tanya fajar
" itu urusan pribadi kalian, tidak ada sangkut pautnya dengan kami " ucap Brian
__ADS_1
" tapi Irma ...
" dia hanya bekerja di sana, jadi jangan membuat pekerjaan nya terganggu ,bukannya harusnya kamu meminta izin sama ayah dan ibu " tanya Alex ,fajar menundukan kepalanya
" Ade kenapa " tanya Brian , Raya mengangkat wajah nya " Kenapa matamu sembab hah " bentak Alex membuat mereka semua kaget tidak kecuali yang sudah tau memang
" Abang sama Kaka sudah menikah ,Ade nanti sama siapa ,Kaka Ivan jarang ke rumah sibuk sama rumah sakit ,Kaka sebentar lagi pindah ,kan di paviliun juga luas untuk di tinggalin Kak kenapa harus pindah rumah " ucap raya di sela tangisnya
" Kaka janji nanti ke masion lihatin Ade, maaf kalau Kaka sibuk " raya menatap Ivan " sama saja nanti kalau Kaka di telepon ada papa pasti langsung ke rumah sakit " ucap raya lagi
semua orang masih terdiam mendengar keluhan Raya,karena memang dia besar di antara tiga pria itu
" kan Kaka tinggal dekat masion dek, ade bisa ke sana kalau mau main " ucap Alex
" tapi suasananya beda " Ucap Raya
" Ade juga nantinya kan kalau menikah akan pisah sama ayah dan ibu begitu juga Abang sama Kaka mereka kan punya kehidupan sendiri nak " ucap ayah abbas lembut
" baiklah " putus raya
" apa perlu kakak tinggal di rumah " ibu Widya memukul kepala Ivan
" sakit Bu " pekik Ivan , sedangkan tersangka hanya tersenyum kuda
" jangan bicara omong kosong ,jika kamu ingin meninggalkan rumah setidaknya beri kami cucu dulu ,jadi jika kamu pergi dan tidak kembali tidak papa " ucap ibu Widya
" iya benar ,lihat indah sudah menikah ,Fajar sudah memperkenalkan calonnya kamu yang paling tua pacarannya hanya sama meja operasi tidak sekalian kamu pacarin sama pasien mu " ucap Tante Erika tajam
" ibu² kalau sudah ngomong mulutnya iya " ucap Ivan kesal
" apa ayah perlu kenalkan dengan anak teman ayah " tanya ayah abbas
" cantik " ayah mengaguk " tinggi putih body gitar Spanyol " tanya Ivan beruntun
" nanti ayah minta fotonya " ucap ayah abbas
" deal " ucap Ivan tersenyum
"kamu serius " tanya ibu Widya antusias
" untuk pajangan Bu " ucap Ivan sekenanya ,ibu Widya dan Tante Erika memukul jidatnya sendiri
"koh ada yang beda dari Raya " ucap Naya tiba²
" apa nya yang beda sayang ,wajahnya masih sama " ucap Brian sambil bermain dengan Nathan yang di dudukan di meja makan
" tuh " tunjuknya pada leher Raya ,seketika raya memasukkan Kalungnya sambil tersenyum kikuk
" coba aku lihat " ucap indah sekalipun kepalanya pusing tapi dia berusaha mengangkat kepalanya
" tidak ada mata Naya sudah katarak " sanggah Raya
" benarkah Tapi aku benar Melihat nya " ucap Naya
" itu hanya kalung sayang, di berikan Dafa semalam " ucap Brian ,raya menghembuskan nafasnya sudah pasti mereka tau tidak mungkin dua pengawal sialan itu hanya diam saja
" Kaka Dafa semalam datang ,ah iya mama masih ingat kan dafa yang teman Naya dulu tetangga rumah " mama Lila mengingat² kembali
" anaknya pak Anggara" Naya Mengaguk " iya kenapa " tanya mama Lila
" dia satu kampus dengan Naya , sekarang dia pacaran sama Raya" mama Lila menatap raya
" serius nak " raya hanya mengangguk lemah
" Titip salam iya buat dia ,suruh dia ke rumah ,dulu dia sering di rumah malahan nginap karena suka main sama Naya " seketika Naya menelan ludahnya paksa saat merasa kan suasana semakin dingin
" siapa bilang ma ,tidak koh " sanggah Naya
" tidak apa nya ,bahkan kamu sering nangis jika dia sudah pulang ke rumah ,jadi terpaksa dia nginap dan kakak yang harus meminta izin sama Daddy dan mommy nya " ucap mama Lila ,Naya tersenyum dia menatap wajah Raya yang tampak ekspresi ,Naya tidak berani menatap Brian
" itu kan aku masih kecil ma ,jadi belum tau papa " sanggah Naya memaksakan senyumnya
" ayo kita siap² sudah jam 9 karena kami masih ada urusan lagi " ucap ayah abbas
" ah iya tidak terasa iya ,kalian mau langsung balik atau masih di hotel dulu " tanya ayah indah
" balik yah, nanti weekend kami ke rumah " ucap Alex
" baiklah kami tunggu " Alex menggaguk
setelah itu mereka kembali ke kamar mereka mengambil barang yang mereka perlu , sedangkan yang lainnya itu nanti urusan hotel
" Abang " Brian hanya diam saja
" Abang "masih sama
" Abang " pekik Naya ,nihil Brian masih diam
Naya mengambil barang² yang menurut nya penting setelah itu ke luar dari kamar nya tanpa peduli pada Brian ,lalu dia ke kamar mamanya untuk pulang bersama ke rumah sebelum nanti mamanya kembali ke kampung
__ADS_1