Sayangi Aku

Sayangi Aku
mengantar indah


__ADS_3

saat ini tiga wanita sedang berhadapan dengan laptop mereka masing masing, sesuai perjanjian mereka akan mengerjakan tugas mereka, agar tidak menumpuk nantinya, saat pulang tadi mereka langsung ke rumah Raya


" ayo sedikit lagi " ucap Raya


" iya kaki ku sudah mulai keram " ucap indah


" iya pantat ku juga sudah mulai kempes karena kelamaan duduk " ucap Naya


" sudah jam berapa " tanya Raya


"jam 04.15 " ucap indah


" apa kita selama ini duduk , pantesan pantat ku terasa panas " ucap Raya


" sudah ayo kita selesaikan aku sudah mulai lelah " ucap Naya


sejam telah berlalu akhirnya mereka menyelesaikan juga tugas mereka Raya Naya indah langsung berbaring di karpet bulu,buku dan laptop mereka masih terbuka dan menyala mereka meregangkan badan mereka


" sayang kamu ngapain tiduran di setho " Naya melihat suaminya yang menatap mereka aneh ,indah langsung bangun dan duduk kembali


" Abang sudah pulang ,cape bang lelah habis kerjakan tugas " ucap Naya


" sudah mandi " Naya menggeleng


" iya sudah ayo mandi ini sudah sore " ucap Brian sambil membantu istrinya bangun


" Raya Naya aku langsung pulang iya " ucap indah sambil membereskan laptop dan bukunya


" nanti saja makan malam dulu " Ucap Raya


" nanti saja karena aku sendirian " ucap indah karena dia sudah menyuruh Ester pulang duluan .


" iya sudah hati hati iya " indah hanya mengangguk saja


" permisi tuan " ucap indah saat sudah di depan Brian dan Alex


" biar aku mengantar mu " ucap Alex


" tidak perlu tuan ,saya bisa sendiri " tolak halus indah


" sudah di antar kakak saja ,kan tadi kamu bilang sendirian tidak ada bodyguard mu " ucap Naya


" tapi ...


" sudah sana nanti ke buru malam " ucap Raya


" mobilku " tanya indah


" nanti di antar " ucap Alex sambil berjalan ,indah pun mengikuti langkah alex


" makasih tuan ,maaf sudah repotin " ucap indah saat mereka sudah dalam mobil,Alex hanya melihat sekilas lalu menjalankan mobilnya


" ada tempat yang kamu ingin singgahi " tanya Alex


" apa boleh " Alex hanya mengangguk saja


"singgah sebentar di in*****" ucap indah , Alex menggaguk saja


" ayo turun " ucap Alex


" iya tuan" ucap indah lalu turun masuk ke dalam dan di ikuti oleh Alex


Alex melihat indah membeli beberapa jajan dan buah serta keperluan wanita lainnya masih asik memilih tiba tiba ada yang memanggil mereka indah memejamkan matanya


" indah "


indah mengabaikan orang itu memilih mencari apa yang akan dia beli


" ada yang memanggil mu " ucap Alex


" anggap saja makhluk astral " ucap indah cuek sambil memasukkan barang dalam keranjang nya


" indah kenapa kau mengabaikan aku " ucap nya lagi ,tapi sama saja indah tidak menggubris nya sedangkan Alex masih melihat saja Tanpa mengatakan papa


" indah " laki laki itu memegang tandang indah tapi di melepaskan oleh indah dengan kuat

__ADS_1


" indah " panggilnya lagi


"apa kenapa, ada urusan apa lagi " ucap indah sambil menatap tajam laki laki itu


" maaf " ucap laki laki itu


" untuk " tanya indah


" semuanya " ucap laki laki itu


" aku sudah maafkan ,jadi pergilah aku masih sibuk " ucap indah


" apa kamu sibuk dengannya " tanya nya sambil menatap Alex


" bukan urusanmu " ucap indah


" seperti nya bukan aku saja yang bermain ,ternyata kamu juga dan kamu menyalakan ku seolah olah aku yang salah " ucap laki laki itu sinis


"urusannya sama kamu apa, tidak usah mengurus ku urus saja wanita wanita mu di luar sana " ucap indah ketus


" aku sudah meninggal kan mereka " ucapnya lagi


" bukan urusanku " ucap indah


" apa karena dia " tanya nya lagi


" aku sudah bilang bukan urusanmu " bentak indah


" kau tidak lebih dari perempuan di luaran sana " ucapnya sambil mencibir


PLak


" jangan pernah samakan aku denganmu ,yang menurutmu suatu hubungan hanya mainan sehingga dengan mudahnya kau berjalan dan menjalin hubungan dan wanita lain ,ingat jangan pernah menemuiku dan jika kita tidak sengaja bertemu anggap saja orang ,lain " ucap indah berjalan menjauhi nya tapi tangannya di tahan olehnya ,Alex langsung menghempaskan tangan laki laki itu


" dia sudah menolak mu bukan " ucap Alex menatap tajam pria itu


" apa urusannya denganmu,aku hanya berurusan dengannya " ucap pria itu


" tentu akan menjadi urusanku ,karena dia kekasih ku " ucap Alex ,indah langsung menatap tak percaya pada Alex


" jangan mengatakan hal yang bodoh dia tidak akan pernah lepas dari aku " ucap pria itu dengan percaya diri


" bagaimana apa aku mau bukti Yang lain " tanya Alex tersenyum mengejek saat sudah melepas ciuman nya pria itu langsung pergi dari hadapan mereka ,sedangkan indah masih mematung di tempatnya


" kau masih ingin di sini atau mau pulang ini sudah mulai gelap " tanya Alex,indah langsung tersadar dari lamunannya


" ah iya maaf tuan ,saya bayar dulu ini " ucap indah langsung berjalan ke arah kasir


sampai depan kasir indah mengeluarkan semua belanjaan nya


" semuanya 269 rbu nona " ucap sang kasir


" pakai ini saja " Ucap Alex sambil memberikan kartunya pada kasir


" tidak usah tuan " ucap indah tapi Alex diam saja


" ini kartunya tuan " ucap kasir


indah mengambil belanjaan nya dan ke luar dari toko itu mereka menuju mobil


saat dalam mobil tidak ada yang bersuara sama sekali,indah memalingkan wajahnya ke luar jendela sedangkan Alex menatap lurus ke arah jalanan hingga mereka sampai depan rumah indah


" terimakasih tuan sudah repot-repot mengantar saya " ucap indah


" masuklah ini sudah malam " ucap Alex dingin


" baik tuan, sekali lagi terimakasih " Alex hanya mengangguk saja,saat indah sudah masuk ke dalam Alex langsung melajukan mobilnya kembali ke masion


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" apa rumah indah sangat jauh " tanya Brian yang menunggu Alex sedari tadi


" hebm "


" cih mandi sana aku sudah karatan menunggumu " cibir Brian

__ADS_1


" iya " lalu dia berjalan meninggalkan Brian yang masih mematung di depan pintu utama


" paman apa benar dia anakmu " tanya Brian pada pak Mamat


" iya tuan muda " ucap pak Mamat


" apa kau tidak menyesal memiliki anak seperti nya benar benar menjengkelkan " pak Mamat hanya tersenyum


kini mereka berkumpul di meja makan untuk makan malam sekarang pak Mamat sudah tidak canggung lagi makan satu meja dengan mereka tapi dia tetap menghormati majikannya


" Kaka tadi antar indah ke mana " tanya Raya


" rumah " ucap Alex


" koh lama "tanya Raya lagi


" ada urusan " ucap Alex


" sama siapa " tanya Naya


" pacar " ucap Alex


" Kaka punya pacar siapa koh Ade tidak pernah tau " Tanya Raya


" indah bukan Kaka " ucap Alex


" Kaka temani indah pacaran ,Kaka jadi obat nyamuk " tanya Naya ,Alex mengembuskan nafas nya pelan


" dia singgah membeli sesuatu ,jadi Kaka temani tidak sengaja mereka ketemu di sana berantem jadi Kaka nunggu makanya lama " ucap Alex


" terus Kaka diam saja saat mereka berantem " tanya Raya


" itu bukan urusan Kaka dek " ucap Alex


" tapi .....


" kalian kaya polisi lagi interogasi penjahat sudah ayo makan kapan kita selesai nya " ucap ibu sisil


" ibu ini ,kapan lagi kita dengar Kaka bersama wanita " ucap raya


" makan atau Kaka .....


" iya iya Ade makan ,selalunya potong uang Ade ,apa Kaka tidak takut korupsi uang Ade " ucap Raya kesal


" tidak " ucap Alex


" sudah Abang mau makan saja jadi susah dengar suara cempreng mu " ucap Brian, Raya hanya mencibir saja


" memang Kaka Alex tidak pernah pacaran " tanya Naya dengan sedikit berbisik ,Brian menggeleng


" kenapa " Brian menaikan bahunya


" apa dia gay " tanya Naya


bbbyuuuuurrrrr


" ABANG" teriak Raya kesal karena terkena sebagian bajunya , sedang Brian menatap tajam Naya


" dia normal Sayang jadi buang jauh jauh pikiranmu sebelum kamu di potong kecil-kecil " Naya mengaguk cepat


" kau takut " Naya menggaguk


" jadi jangan pernah bicara sembarangan " Naya menggaguk lagi


" makanlah " ucap Brian


" Abang kenapa sih " tanya Raya


" kaget karena Naya " ucap brian


" tapi kenapa harus ke ade juga " ucap raya sambil melap pakaiannya pakai tisu


" dari pada di depan makanan mendingan ke Ade saja " ucap brian lalu melanjutkan makannya


" dasar manusia tidak ada akhlak " Ucap Raya

__ADS_1


" sudah ayo makan " ucap ayah abbas


" iya " ucap Raya sambil menyimpan tisu bekasnya


__ADS_2