
saat Naya sudah tertidur, Brian turun perlahan dari kasur lalu menyimpan bantal guling untuk Naya peluk
sebelum ke luar Brian mencium kening istrinya ,lalu dia berjalan ke luar kamar ke ruangan kerja yang sudah ada Alex di sana.
" Lex " panggil Brian ,Alex melihat Brian masuk
hebm
" apa masih banyak " tanya Brian
" tidak ,kan kamu tinggal tanda tangani saja tapi periksa dulu siapa tau ada yang tidak sesuai , yang empatnya itu nanti saja aku belum periksa " ucap Alex sambil menatap layar laptop di pangkuannya
" yang mau di tanda tangani Sudah kamu periksa " tanya Brian
" sudah tadi sebelum kamu ke sini " ucap Alex
" iya sudah aku tanda tangani saja " ucap Brian ,sambil membuka berkas yang ada di depannya
" ah iya besok ada pembahasan kontrak kerja dengan perusahaan xxx " ucap Alex
" kamu sudah memeriksa nya " tanya Brian
" sudah, besok jam 10 di kantor " ucap Alex
Alex dan Brian terus membahas tentang kerjaan hingga melupakan waktu ,perhatian mereka terhenti saat mendengar ketukan pintu
tok...tok...
" sayang ini aku " ucap seseorang dari balik pintu
" aku saja Lex " ucap Brian saat melihat Alex berdiri
" kenapa bangun sayang " ucap Brian saat sudah berhadapan dengan Naya
" lapar " Brian dan Alex melihat jam pukul 1 dini hari
" kamu lapar " Naya mengagguk
"tapi ini jam 1 sayang ,kamu yakin mau makan " tanya Brian lagi
" iya aku lapar ,pengen mau makan lalapan " ucap naya
" lalapan itu apa sayang " tanya Brian bingung
" ehs masa tidak tahu lalapan " ucap Naya kesal
" kan memang aku dag tau sayang,maaf " ucap Brian sambil mencium kening istrinya
"aku bangunkan dulu pelayan " ucap Alex berdiri
" kakak,Naya mau beli di dekat sekolah Naya waktu SMA " ucap Naya Brian dan Alex melihat Naya
" yakin " tanya Alex
" iya di sana enak ,aku pernah makan sama Kaka Ilham ucap Naya
" tapi ini malam sayang , kamu tunggu di rumah saja iya nanti kamu masuk angin " ucap Brian lagi
" ehs iya sudah kalau tidak mau " ucap Naya kesal lalu meninggalkan mereka berdua
" kejar dia Brian ,aku siapkan dulu mobilnya " Brian langsung mengikuti istrinya
" sayang dengar dulu " Ucap brian sambil menahan lengan tangan istrinya
" hiks hiks hiks Naya cuma mau lalapan yang dekat sekolah saja " ucap Naya sambil menangis histeris Brian memeluk istrinya sambil mengelus rambutnya
" ok kita ke sana tapi paket jaket iya, tunggu aku ambilkan dulu " ucap Brian setelah melepas pelukannya pada istrinya lalu berlari ke arah kamar mengambil jaket untuk istrinya
" ayo sayang pakai jaketnya " Ucap Brian saat sudah dekat Naya dia membantu memakaikan jaket pada naya
__ADS_1
" sudah ayo kita jalan Alex sudah tungguin di luar " ucap Brian sambil merangkul pinggang istrinya
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" sayang kamu yakin makan di sini " ucap Brian sambil Melihat Naya
" iya " ucap Naya
" tapi sayang nanti kamu sakit perut " ucap Brian apa lagi melihat tempat yang di bicarakan Naya di pinggir jalan banyak mobil motor yang lewat debu dan lain sebagainya
" tempatnya bersih koh yank , tenang saja ayo cepat Naya sudah lapar " ucap Naya ,akhirnya Alex dan Brian turun dari mobil dengan terpaksa
" kang pesan lalapan bebeknya 4 iya " ucap naya
" iya neng " ucap penjualnya
" banyak sekali sayang kamu bisa habisin nya " ucap Brian
" Naya 2 ,sayang 1 ,Kaka Alex 1 " ucap Naya
" kami tidak makan nyonya " ucap Alex , Naya menatap memohon pada mereka
" iya kita ikut makan sayang " ucap Brian tersenyum
Brian menatap Alex ,Ale hanya mengangguk pasrah untuk pertama kalinya mereka makan berat larut malam
" kang teh hangat nya 3 iya " teriak Naya
" sayang jangan teriak " Naya hanya tersenyum
sambil menunggu pesanan mereka Brian dan Alex melihat sekeliling nya ,Naya hanya tersenyum saja syukur ini sudah larut jadi sudah sunyi biasanya saat dia datang bersama Ilham mereka harus menunggu lama
" neng pesanan nya " ucap penjualnya sambil menyusun di meja mereka
" sayang yang ini apa untuk apa " tanya Brian sambil menunjuk wadah kecil yang berisi air
" kamu yakin " Naya menggaguk , Brian dan Alex mengikuti saja
" apa tidak ada sendok garpu atau apa " Naya hanya menggeleng
" ayo makan Naya sudah lapar " ucap Naya lalu mengambil bebek dan sambal serta kol dan kemanginya baru di masukan dalam mulutnya beserta dengan nasinya ,Brian dan Alex melakukan hal yang sama dengan Naya saat akan menyuapi ke dalam mulut mereka Brian dan Alex bertatapan sambil mengaguk
" gimana sayang ,kakak " tanya Naya saat melihat dua orang itu sudah melahap makanannya
" enak " ucap mereka berdua
" kan apa Naya bilang makan lagi ,nanti tambah kalau masih mau " ucap Naya sambil memasukan makanan lagi dalam mulutnya
Brian dan Alex sambil melap keringat mereka karena kepedesan tapi mereka tetap memakan nya karena enak hingga Brian dan Alex menambah satu porsi lagi membuat Naya tertawa kecil
" apa kalian lapar " tanya Naya tersenyum
" ini enak nyonya,nanti aku ke sini lagi " ucap Alex setelah meneguk segelas teh yang sudah dingin
" pak teh nya satu lagi iya " ucap alex
" iya kang " ucap penjualnya
" dua pak " Ucap Brian lagi ,penjual hanya mengangguk saja
" kamu sayang " tanya Brian
" aku masih ada " ucap Naya sambil menunjuk gelas di samping kotak tisu
" kalau tahu ada makanan seperti ini sudah lama aku makan " ucap Brian
" iya ,bahkan rasany tidak kalah sama di restoran " ucap alex lagi
" den minuman nya " Alex hanya mengangguk saja
__ADS_1
" minuman ku Lex " Alex memberikan minuman Brian
" ah kenyang " ucap Brian
" aku juga kenyang ,besok kayanya harus olahraga berat " ucap Alex sambil mengelus perut nya
" iya makan larut malam ,makan berat " ucap Brian lagi
" sayang sudah " Naya mengaguk
" Lex bayar " ucap Brian sambil mengeluarkan uang 100 rbu 5 lembar ,Naya melihat itu hanya menggeleng saja
" pak ini uang nya " Ucap Alex
" den ini banyak sekali " ucap penjual
" ambil saja kang rezeki nya " ucap naya tersenyum
" terimakasih neng den semoga di limpah kan Rezeki nya " ucap penjua sambil mencium uang yang di kasih laex
" iya kang , makasih makanan nya enak " ucap Naya ,lalu mereka berjalan ke arah mobil
" kita pulang " tanya Brian saat mobil mereka sudah jalan
" iya sudah ngantuk " ucap Naya
" tidur saja ,nanti aku bangunin kalau sudah sampai rumah " ucap brian sambil memeluk Naya
" iya " ucap Naya memejamkan matanya
" Lex baru beberapa menit dia sudah terlelap " Ucap Brian saat mendengar dengkuran halus dari istrinya
" mungkin kekenyangan ,kita saja yang tubuhnya besar makan dua porsi pengap rasanya " ucap Alex
" iya tapi kenapa kita bisa makan banyak " tanya Brian bingung
" mungkin karena melihat nyonya makan dengan lahap " ucap Alex lagi
" besok makan siang beli lagi kaya gitu Lex " ucap Brian
" bukanya hanya malam kalau siang tidak buka " ucap Alex
" tau dari mana " tanya Brian
" tadi bapak penjual nya ngomong saat aku tanya " Ucap Alex
" jadi besok kita makan apa , istriku sudah tidak masak bahkan cium aroma makanan saja bikin dia mual " ucap Brian
" di tempat biasanya atau seafood Biasanya kamu suka " ucap Alex
" setelah makan masakan Naya ,semua makanan tidak selera aku Lex ,karena sudah biasa makan masakan Naya " ucap Brian
" tadi kamu makan lahap sampai nambah " cibir Alex ketus
" kaya kamu tidak saja bahkan sampai nambah minum teh " ucap Brian ketus
" kaya kamu tidak saja " Ucap Brian
" Lex buka pintu nya " ucap Brian saat mereka sudah sampai depan rumah ,dia enggan membangun istrinya yang masih terlelap
Alex turun dari mobil,lalu membuka pintu belakang untuk Brian
" kamu langsung istirahat Lex Biarka saja mobilnya di situ " ucap Brian saat sudah di luar sambil menggendong istrinya
" iya " jawab Alex lalu membuka pintu rumah untuk brian masuk setelah itu dia ikut masuk dan mengunci pintu utama
lalu mereka ke kamar masing-masing untuk istirahat karena sudah larut malam
Brian membuka jaket dan mengganti pakaian istrinya karena dari luar ,setelah itu dia mengganti pakaiannya juga ,lalu ikut berbaring di samping istrinya dan memeluknya
__ADS_1