
" dear bangun ayo ,sudah pagi " indah menggelit saja dan mempererat pelukannya " hei ayo sudah pagi, atau mau libur hari ini " indah membuka matanya , seketika pandangan nya mengarah ke bawah saat merasa kulitnya terasa hangat ,lalu menatap Alex
" kenapa hm " tanya Alex sambil mengelus pipi nya " apa yang terjadi " Alex tersenyum " aku juga tidak tau " ucap Alex
" kakak ...
" sudah kamu tenang saja, mau ke kampus atau libur dulu " tanya Alex
" tapi ...
CUP
" mau ke kampus, tapi buku ku " tanya indah
" nanti di antar di kampus ,kamu tenang saja " indah mengaguk " ayo mandi dulu " ucap Alex
" tunggu sebentar ,Kaka duluan saja " ucap indah
" kenapa hm " indah hanya meringis " maaf dear maaf jika aku menyakiti mu maaf " ucap Alex mencium kening indah lama
" aku takut " Alex memeluk indah " kamu tenang saja, aku di samping mu selalu " indah menatap Alex
" kamu percaya kan sama aku " indah mengaguk
" kalau gitu mandi iya " ucap Alex
" iya kak " ucap indah
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Alex mana paman " tanya Brian
" maaf tuan muda ,Alex menginap di apartemen " Brian hanya tersenyum saja tanpa mereka sadari jika di apartemen ada indah
" Abang boleh tidak Naya ke mall " Brian menatap istrinya
" mau ngapain " tanya Brian
" hebm hebm pengen saja sudah lama tidak ke sana ,janji tidak ngapain² hanya jalan² saja " ucap Naya
" baiklah tapi nanti di kawal iya" Naya mengaguk
" terimakasih Abang " Brian membalas nya dengan senyuman
" Ade Abang minta tolong temani Naya iya ,kalian bisa pergi bersama teman kalian " ucap Brian
uhuk.....uhuk....
" hati² Ade ,kaya anak kecil saja dek " Ucap ayah sambil menyerahkan air minum untuk Raya
" ayah bukannya di sayang malah di Omelin " ucap raya setelah meminum air yang di berikan pada ayah nya ,lalu dia menatap Naya
" iya bang ,Ade akan jaga Naya " ucap raya
" boleh nonton " Brian mengaguk " makasih abang " Brian hanya tersenyum
" tapi ingat hati² jika kamu kenapa² kamu tau kan apa yang terjadi " Naya mengaguk " aku pasti hati² bang " ucap Naya semangat
" nanti ayah temani kalian sama ibu " Naya dan raya menatap ayah Abbas
" kenapa harus ikut " tanya raya
"memastikan kalian baik² saja " ucap ibu sisil
" baiklah " Brian hanya tersenyum kuda melihat wajah kusut Raya
setelah selesai sarapan dan berpamitan pada orang tua mereka ,hari ini Brian yang akan mengantar istri dan adiknya ke kampus
" hati² sayang " seperti biasa Brian selalu melindungi kepala istrinya jika sudah masuk dalam mobil ,setelah memastikan istri dan adiknya masuk baru lah Brian masuk dalam mobil
"Kaka memangnya semalam di rumah indah iya bang,tumben nginap di apartemen biasa tetap pulang biar sudah larut " ujar raya
" mungkin dia pengen istirahat di sana dek,kan sudah lama dia tinggalkan " ucap Brian
" iya juga sih " ucap Raya sambil mengaguk kan kepalanya
" Abang minta uang banyak boleh " Brian menatap istrinya
" pakai kartumu saja sayang ,kan kamu ke mall, lagian mau beli apa sih "Naya mengaguk " sebenernya tadi malam aku lihat pakaian bayi cantik bang pengen mau cari itu saja " Brian tersenyum kuda
" kenapa tidak pesan saja sayang ,jadi kamu ke saja cuma untuk itu " Naya mengaguk
" aku pengen lihat sendiri bang ,kalau cuma lihat di gambar kaya nya dan sesuai dengan pikiran ku " ucap Naya
" baiklah, beli lah yang kamu suka sayang " ucap Brian
" tenang Abang Ade ikut pilih nanti Ade pilih yang cantik" ucap Raya
" kamu pakai uangmu sendiri, anggap saja hadiah " ucap Naya
" kamu kalau sudah masahlah uang, iritnya luar biasa " ujar Raya
" harus memanfaatkan keadaan " ucap Naya polos
__ADS_1
" sudah² kan debat lagi,kalau ada yang kamu beli untuk mu juga boleh sayang " ucap Brian ,tapi Naya menggeleng " di lemari masih bnyak yang baru " Brian hanya mengangguk karena itu selalu jawaban yang Naya pakai
setelah menempuh beberapa menit kini mereka telah sampai di kampus
" itu mobil kakak " ucap Raya
" mungkin dia antar indah " ucap Brian
sedangkan di mobil Alex ,indah masih memeriksa bukunya yang di bawah anak buah Alex
" dear ,mereka Naya sudah sampai " indah Melihat ke arah samping di mana mobil Brian sudah berhenti di samping mobil Alex
" Kaka " Alex hanya tersenyum " kiss me now " indah mencium bibir Alex
" risih " ucap indah ,Alex mengelus pipi indah
" maaf dear, apa aku antar pulang saja " indah menggeleng
tok.....tok....
Alex membuka kaca mobilnya
" ayo turun " indah mengaguk
" aku turun iya " Alex menggaguk " bisa " tanya Alex
" pelan² " ucap indah,Alex mencium kening indah lalu mencium bibirnya " maaf " indah mengaguk lalu turun dari mobil dengan sedikit menahannya
setelah kepergian Alex dan Brian ,mereka pergi menuju ruangan mereka , tenyata mereka sudah di tunggu para pria
" sayang " raya tersenyum, Dafa memeluk raya
" koh lama " Naya dan indah hanya geleng² kepalanya " ini masih pagi Kak " ucap Naya
" namanya kangen Nay " ucap Dafa
"kalian pulang jam berapa Kaka " tanya Naya
" memang kenapa Nay " tanya ricko
" bisa temani aku ke mall " tanya Naya
" kamu yakin meminta kami menemanimu " tanya Ricko ,Naya mengaguk
" kamu sudah izin " tanya Dafa ,Naya mengaguk
"koh kami ikut juga " raya menarik napasnya " Abang yang bilang tapi kalau kalian tidak mau tidak papa " ucap raya
" kami ikut " ucap Dafa dan ricko bersamaan
"kan memastikan saja Nda " ucap Ricko
" boneka ku mana " Dafa tersenyum " ada sebentar sudah di antar di rumah ku dulu " Naya hanya mengangguk
" iya sudah kami ke ruangan dulu , sayang aku balik dulu iya " Raya mengaguk
" jangan lupa entar ke mall " Dafa dan ricko hanya mengangguk saja
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" kamu semalam tidur di apartemen * tanya Brian
" iya tuan " ucap Alex
" sendiri " selidik Brian ,Alex hanya diam saja
" cih lihat kah wajahmu ketahuan sekali " cibir Brian ,Alex hanya menampilkan wajah datarnya
BRAK
" yaaakkkk Alex " teriak Ivan yang baru masuk
" apa " tanya Alex, Ivan mendekati Alex dengan napas memburuh menahan emosi
" apa kau sudah gila hah " bentak Ivan, Alex dan Brian hanya menaikkan alisnya
" karena " tanya Brian
" kenapa kau menampar Nisa ,dan melarang nya kembali ke sini " Alex dan Brian menarik napasnya
" aku menampar nya karena dia yang menampar indah duluan " Ivan menatap Alex " serius kapan kenapa bisa " tanya Ivan
" makanya tanya dulu sebelum mengamuk seperti orang gila saja " cibir Brian ,Ivan mendudukkan dirinya di samping Alex " maaf " ucap Ivan
" kemarin dia ke kampus menemui indah ,entah lah apa yang mereka ucapkan tapi indah cerita dia memaksa nya untuk menjauh dari ku ,mungkin karena indah sudah kesal dia mengatai Nisa model terkenal yang mengemis suami orang " ucap Alex
" dan untuk yang kau ucapkan barusan itu hanya sementara setidaknya membuat dia lebih berpikir lagi " ucap Brian menimpali
" apa adik ku baik² saja di mana pengawal kalian anak buah kalian ,apa mereka sudah kabur karena tidak memberi gaji " cerca Ivan
" sudah diam lah kembali ke rumah sakit ,kau membuatku sakit kepala " ucap Alex
" aku khawatir Alex " ucap Ivan
__ADS_1
" bukannya tadi kamu khawatir sama Nisa "Ivan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " itu kan tadi " ucap Ivan tersenyum
"ah iya ada yang aku ingin bicarakan tapi nanti saja " Brian menatap curiga
" katakan saja apa " ucap Brian
" aku minta beberapa pengawal menjaga di rumah sakit " ucap Ivan
" untuk apa ,sudah ada security, rumah sakit juga baik² saja tidak ada masalah untuk apa penjagaan " tanya Alex
" lakukan saja " ucap Ivan
" baiklah " Ivan tersenyum " kau terbaik " Alex menggaguk
" sudah aku balik ke rumah sakit dulu by " setelah itu Ivan benar² meninggalkan Ruangan Brian
" cari tau apa yang terjadi di sana " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
karena hari ini jadwal di kampus tidak terlalu padat jadi mereka pergi ke mall setelah makan siang
" pakai mobil siapa " tanya Ricko
" kami pakai sopir saja ,kalian ikut belakang " ucap indah
" sayang kamu dag ikut aku " tanya Dafa
" Kaka Ricko sama kami saja ,kamu sama Kaka Dafa saja ,aku yakin Kaka ricko enggan bersama kalian " ucap Naya
" kau memang teman terbaik Nay " ucap ricko
" tidak usah, aku sama kalian saja " tolak indah
" sayang " raya menarik napasnya " iya² aku ikut Kaka " Dafa tersenyum
" iya sudah ayo " mereka masuk dalam mobil mereka masing²
" Kaka kenapa harus satu mobil " tanya Raya
" kangen sayang, vitamin dulu sayang " ucap Dafa menunjuk bibirnya ,raya menatap sekeliling nya
" tidak akan kelihatan yank " mau tidak mau raya mencium dafa " makasih sekarang kita pergi "raya hanya mengangguk
sedangkan di rumah sakit setelah semua pekerjaan nya selesai dia pergi ke ruangan pasien yang semalam dia operasi
tok ....tok....
" selamat siang dok " ucap sang wanita
" iya ,apa mereka masih mengganggu kalian " wanita itu menggeleng
"iya sudah kamu jaga saja ayahmu dia juga sudah melewati masa kritisnya " ucap Ivan
" terimakasih dok " Ucap nya
" kita belum kenalkan Lo, aku Ivan kamu " ucap Ivan
" saya Anggi dok " ucap anggi
" kamu sudah makan siang " tanya Ivan
" pasti belum,ayo kita makan di kantin rumah sakit " ucap Ivan
" maaf dok, ayah tidak ada yang jaga aku takut meninggalkan sendirian " ucap Anggi
" ayo ikut saja,kamu harus mengisi perut mu untuk menjaga ayah mu jika tidak kamu akan ikut sakit " ucap Ivan
" baik lah " ucap Anggi lalu mereka ke luar dari ruangan perawatan Anggi
" jaga dengan ketat ,jangan biarkan siapa pun masuk dalam ruangan ini selain aku sendiri dan dia " ucap Ivan saat sudah depan ruangan
" baik tuan " ucap penjaga
"ayo kamu harus makan " Anggi mengikuti Langkah Ivan dari belakang ,setelah sampai di kantin Anggi menatap bingung pada buku menu
" pesan saja " Ucap Ivan Seolah mengerti apa yang di pikirkan Anggi
" aku makan roti saja dok " ucap Anggi
" mba seperti biasa iya, tapi dia porsi dan jeruk hangat 1 minuman ku mba sudah tau kan " ucap Ivan
" iya Dok ,kalau begitu saya permisi " Ivan hanya mengangguk
" nanti saya ganti uangnya dok "ucap Anggi
" simpan saja " ucap ivan
" tapi ....
" sudah tidak usah di pikirkan , sekarang yang harus kamu pikirkan jauh dari jangkauan mereka , terlepas dari apa masahlah kalian " ucap Ivan ,Anggi mengaguk lemah
__ADS_1
" sudah tidak usah terlalu di paksakan ,kamu harus kuat demi ayah mu jika keadaan nya tambah membaik kemungkinan dia juga bisa pulang cepat " Anggi mengaguk
" terimakasih atas bantuannya dok ,semoga dokter selalu sehat " ucap Anggi ,Ivan hanya mengangguk saja