
setelah pulang dari makam ibu Alex mereka langsung bergegas untuk membersihkan diri ke kamar masing² begitu juga Siska dan si kembar apa lagi suaminya sudah kembali dari kantor
" sudah lama pulangnya mas ,maaf iya tadi kelamaan di makam " ujar siska saat melihat suaminya duduk di sofa bahkan sudah mandi
" iya sayang,kamu mandi dulu nanti Azzam sama azzura aku saja yang mandi kan " ucap Bobby tersenyum
"tidak usah mas ,mas Pasti lelah dari kantor bekerja seharian istirahat saja dulu biar aku yang mandikan mereka setelah itu baru aku yang mandi " ucap siska menolak halus
" nanti kamu sakit sayang,ini sudah malam Lo ,sudah kamu mandi sana anak² biar sama mas saja nanti kita makan malam sama² " titah Boby
" makasih mas ,i love you " Boby tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil tapi itu lah Boby tetap menyukainya
" manja "
sambil mendorong paksa tubuh Siska untuk masuk kamar Mandi , sedangkan dia anak memandikan putra dan putri nya di kamar mereka yang berada di sebelah kamar nya
sedangan di masion mewah Brian masih mengurut kaki Naya yang sedang mengalami keram sekalipun Naya menolak tapi siapa yang akan membantah nya
" sudah baik kan " tanya Brian
" iya bang ,tapi koh tiba² keram apa karena ke lamaan di mobil iya ,tapi kan kita sering pergi pakai mobil " ujar Naya
"bukan sering nya sayang, tapi karena terlalu lama apa lagi tadi macet karena orang² pulang kerja juga " ucap Brian
" Abang besok Sudak mulai kerja lagi " Brian mengaguk
" kenapa kamu masih pengen sama Abang ,kalau begitu Abang perpanjangan " ujar Brian
menatap Naya sambil menaik turunkan alisnya
" apa sih bang ,Naya kan cuma tanya besok juga Naya sudah masuk kuliah " ucap Naya malu²
" ayo mandi dulu,ini sudah gelap nanti kalian kedinginan " Naya menggaguk
" tunggu saja di situ sayang ,aku siapkan airnya dulu "
Brian menahan Naya untuk berdiri,setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi
" Abang ,Naya saja " teriak Naya
" kamu diam saja di situ " ujar Brian dari balik kamar mandi dengan tapi Naya masih mendengar nya
" batu " Naya berdiri menyiapkan pakaian mereka sambil mengelus perut nya yang makin hari makin membesar
" mana istriku " ujar Brian saat ke laur dari kamar mandi sudah tidak melihat Naya lagi
" sayang .....Naya " panggil Brian
" di ruangan ganti Abang "
Brian menyusul Naya di ruangan ganti yang masih memilih pakaian yang akan mereka kenakan
" kamu tidak usah banyak bergerak yank , perut mu sudah membesar Abang Takut " ucap Brian dengan wajah khawatir dan matanya menatap perut istrinya
" aku tidak papa bang ,kalau hanya duduk saja bosan juga " ucap Naya sambil mengambil pakaian untuk suaminya
" tapi yank ,Abang ngilu nanti Ade lahir kalau kamu kelamaan berdiri sepeti itu " ucap Brian
" Abang tenang saja iya, ayo Abang atau Naya dulu yang mandi " Brian tersenyum lembut pada istrinya
" iya sudah ayo " ucap naya
ini yang Brian suka dari Naya ,dia selalu tau apa yang dia inginkan sekalipun Brian selalu saja takut jika melihat Naya berdiri atau berjalan .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" kamu kenapa nak "
indah membuka matanya tersenyum saat melihat ayah mertua nya sudah di depannya
" ayah koh tadi nengok ibu tidak ajak indah "
bukannya menjawab indah malah balik bertanya pada pak Mamat
" kalian lagi di hotel nak ,jadi tidak sempat " ucap pak Mamat
" kamu kenapa ,Alex mana " tanya pak Mamat lagi
" lagi terima telepon yah, indah baik² saja " ucap indah membetulkan duduknya
" kamu yakin nak, wajahmu pucat " indah mengaguk mantap
" ayah pulang jam berapa tadi " tanya indah
" saat kalian pergi ,ayah baru nyampai di sini " ucap pak Mamat
__ADS_1
" ayah sudah makan " pak Mamat mengaguk
" sudah nak " jawab pak Mamat
" makan di mana,kan ayah pergi nya dari pagi pulang nya sudah sore " tanya indah
" ayah bawa makanan nak " pak Mamat tersenyum, indah tidak hanya perhatian pada Alex tapi dengan nya juga
" dear "
indah dan pak Mamat menatap Alex yang baru datang
padahal sejak tadi Alex melihat mereka berinteraksi
dan Alex merasa bahagia bisa bersama indah
yang juga menerima ayah nya
" sudah " Alex menggaguk
" kalian bersihkan diri dulu ,setelah itu makan malam ,ayah ke depan dulu " ucap pak Mamat
" iya yah"jawab indah
Alex membawa istrinya ke dalam kamar untuk mandi
" Kaka "
" kenapa hm, apa ada yang sakit " tanya Alex , indah menggeleng
"boleh aku ngomong sesuatu " Alex mengaguk
" apa besok kita juga sudah pindah " Alex mengaguk lagi
sambil membawa indah duduk di sofa
" hebm itu apa namanya hm
" kenapa bicara saja ,aku tidak akan marah " potong Alex saat melihat ketakutan pada indah
" Kaka sudah tau kan aku tidak bisa masak,terus apa rumah kita besar,kan kakak belum kasih lihat aku juga tidak terbiasa bersih² kecuali kamar ku sendiri " ucap Indah menatap Alex
Alex mengelus pipi indah dengan lembut
" tapi masa Kaka di layani orang lain " ujar indah menekuk wajahnya
" pelan² saja iya,kamu harus ingat kesehatan mu " ucap Alex
" apa nanti kita pakai pelayan " Alex mengaguk " berarti nanti aku boleh bantu² juga sambil belajar " tanya indah
" tapi tidak untuk yang berat² " indah mengaguk
" ada lagi " indah mengaguk ,lalu berdiri mengambil sesuatu dari koper miliknya
" ini " Alex menerima yang barusan di berikan indah
" kenapa " indah tersenyum " itu milik ayah kembalikan saja ,pasti itu berharga buat ayah indah takut nanti hilangin " Alex tersenyum
" iya nanti aku kasih ayah kembali, punya ku dulu sepertinya ada di laci "
Alex berdiri membuka laci yang di dekat tempat tidur mereka ,mengambil kotak cincin lalu memasukkan cincin yang di berikan indah
" ayo kita mandi ,nanti telat makan malamnya " indah mengaguk ,mungkin karena buru² atau tidak melihat langkahnya ,indah hampir saja jatuh jika Alex tidak menahannya
" indah " teriak Alex ,
Alex mengatur napasnya yang memburu agar tidak menyakiti istrinya dan membuat nya takut
" maaf " ucap indah lirih ,yang kini sudah menangis
" it's ok, lain kali hati² iya kamu sedang hamil dear aku tidak mau kalian kenapa² sekalipun kamu tidak hamil ,jangan pernah terluka kamu ngerti kan " indah mengaguk
Alex menghapus cairan bening di pipi istrinya lalu mencium keningnya ,setelah itu dia berjongkok
" maafkan papa sayang, karena meninggikan suara " ucap Alex
" kamu mandi dulu iya, sini aku antar baru itu aku siapkan pakaianmu " ucap Alex
" Kaka saja yang duluan biar aku yang siapkan baju nya " tolak indah
"aku janji akan hati² ,biarkan indah melayani Kaka iya " Alex menarik napasnya
" tapi hati² iya " indah tersenyum
" Kaka mau pakai baju apa " Alex berhenti " terserah dear " indah mengaguk lalu berdiri ke arah tempat pakaian Alex , sedangkan Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
kini mereka sudah berkumpul di meja makan dan ini makan malam indah bersama mereka
" makan nak ,jangan malu² " ujar ibu sisil ,indah mengaguk
"iya Bu " ucap indah
setelah menyelesaikan makan malam mereka kini mereka masih duduk di meja makan,tapi tidak dengan pak Mamat yang sudah undur diri
" besok kalian sudah masuk kantor " tanya ayah abbas
" iya yah " jawab mereka
" kalian juga sudah kuliah " tanya ayah abbas
" iya yah ,kan sudah 2 hari libur nya " ucap raya
" tadi Ade kemana saja " tanya ibu sisil
" hanya ke mall Bu " jawab Raya
" belanja " Raya mengaguk
" di traktir atau bayar sendiri " tanya ayah abbas
" di belikan ayah " jawab Raya
" sepertinya Raya tidak butuh uang jajan lagi " ujar Naya tersenyum licik
" mana bisa seperti itu " bentak Raya tapi Naya biasa saja
" kan sudah ada yang belanjain berarti tugas suami Naya selesai " ujar Naya sambil menaikkan tangannya menopang dagunya dan tersenyum pada Raya
" itu hanya sesekali Naya " ucap raya
" iya sesekali sekalian belajar kan,apa nanti Kaka Dafa mampu " ujar Naya lagi
" Abang sama Kaka tidak akan mendengar nya ,mereka itu tidak akan tega membiarkan aku tanpa uang jajan secara mereka itu sayang sekali sama aku Ade mereka satu² nya yang cantik ini " ucap Raya sombong
" yakin sekali " cibir Naya
" dengarkan saja ,mereka selalu seperti itu " indah tersenyum , tenyata sikap Naya dan Raya sangat bertolak belakang saat mereka di kampus
" Kaka nanti kirim nya 20 persen aja iya " raya melotot kan matanya
" yaakkk bahkan untuk beli makan saja itu tidak cukup Naya " teriak raya
" nanti makan di rumah saja " raya duduk kembali saat Brian dan Alex menatap nya datar
" apa kalian belum selesai ibu sudah sakit kepala " ucap ibu sisil
" sudah Bu " ucap Naya tersenyum
" belum ,Abang Kaka jangan dengarkan kata Naya Iya " ujar raya ,mereka hanya mengangguk
" lihatlah bahkan suamimu masih berpihak padaku " ujar raya
" yakin ,Abang jangan kirim kan dia uang bulanan kalau Abang kirimkan jangan tidur di kamar tidak ada jatah 3 bulan " Brian hanya mengangguk dia tau jika istri nya hanya menggoda adik nya
" Mana bisa seperti itu ,jika Abang memilih Naya maka Ade akan menyuruh Kaka Dafa untuk kawin lari " ancam Raya lagi
" astaga,apa di kehidupan sebelumnya kalian musuhan kenapa selalu tidak ada yang mau mengalah " ujar ayah abbas
" raya /Naya ayah " ucap mereka bersamaan
" sudah " mereka menutup rapat mulut mereka saat mendengar suara Brian yang terdengar sangat datar dan dingin
"iya bang " ucap mereka
" Abang Kaka, apa besok kakak Dafa bisa jemput raya " mereka mengaguk
" makasih " ucap indah tersenyum
" biasa saja,Abang sama Kaka izinkan karena besok kami pergi bersama, sangat tidak lucu jika kamu ikut nanti jadi obat nyamuk " raya derdecak saja
" terserah ,aku lagi malas berdebat dengan mu " ucap raya
" sayang sudah iya ,Abang sudah sakit kepala " Naya mengaguk
"maaf Abang " Brian mengaguk
kini sudah pukul 10 malam mereka kembali masuk ke kamar masing-masing setelah saling duduk di meja makan dan bertukar cerita atau hanya mendengar ocehan Naya dan raya
Brian dan Alex membuat kan susu untuk istri mereka sebelum mereka tidur ,jika biasanya Alex akan langsung istirahat atau kembali bekerja kini dia harus memastikan istri nya minum susu dan istirahat baru dia akan istirahat begitu juga Brian
__ADS_1