Sayangi Aku

Sayangi Aku
belanja


__ADS_3

setelah selesai dengan urusan perkuliahan kini mereka bergegas ke parkiran di mana di sana sudah ada Dafa dan Ricko yang menunggu mereka


" bisa minta tolong " tanya indah saat sudah di dekat Dafa dan ricko


" apa " tanya Ricko


" temani aku belanja iya " Dafa dan Ricko saling melirik


" aku sudah izin sama Kaka Alex, tenang saja " ucap indah meyakinkan mereka padahal dia belum izin


pikir nya pasti para bodyguard nya akan melaporkan nanti


lalu untuk apa dia meminta izin toh sebelum nya dia sudah bicara sama Alex


" kamu serius " indah mengaguk


" Raya sama Naya " tanya Ricko


" aku tidak ikut, ingin cepat bertemu dengan tempat tidur " ucap Naya sangat terlihat jelas wajah lelahnya selain perutnya yang memang sudah besar dan membuatnya cepat lelah jika terlalu lama berdiri kegiatan di kampus juga tidak kalah melelahkan


" sayang kamu mau ikut atau gimana " tanya Dafa menatap Raya


Raya menatap Dafa lalu menatap Naya


" apa bisa aku tidak ikut, kasian Naya kalau pulang sendirian " ucap Raya


" ikut mereka saja ,aku tidak papa " ucap Naya


" iya sayang tidak papa , langsung istirahat iya nanti kapan² saja baru kita jalan " ucap Dafa


" iya kak , makasih iya " Dafa hanya tersenyum


" maaf iya Ray Nay " ucap indah


" sudah sana cepat ,nanti keburu makin sore " ucap Naya


" ayo " indah mengikuti langkah Dafa dan ricko


lalu masuk dalam mobil Dafa


seketika langkah indah berhenti saat pintu mobil itu mulai terbuka


" kenapa " tanya Dafa


" maaf apa pengharum nya bisa di buka " Dafa dan Ricko mengeritkan alisnya


" aku mual " ucap indah


" you pregnant " indah hanya diam saja


Dafa dan ricko saling melirik " baiklah tunggu aku buka dulu " ucap Dafa tersenyum


" ayo masuk sudah di Buang " ucap ricko


indah masuk dalam mobil sekalipun masih ada bau² pengharum lavender tapi tidak separah tadi


" maaf iya kak " mereka mengaguk


" kenyamanan mu lebih baik, selamat sebelumnya " ucap ricko ,indah hanya diam saja


" tidak perlu kamu sembunyikan,kami bisa memahaminya " timpal Dafa yang mengerti kegelisahan indah


" maaf bukan menyembunyikan,hanya takut saja dengan reaksi orang² " ucap indah lirih


" orang yang bereaksi berlebihan itu karena merasa lebih dari kita, bahkan kita bahagia akhirnya akan mempunyai keponakan lagi " ucap ricko

__ADS_1


" makasih karena sudah mengerti " mereka mengaguk


" tenang lah, kami selalu ada buat kalian " ucap Dafa tersenyum


" maaf apa yang lainnya juga sudah tau " tanya ricko dengan wajah khawatir


" Raya belum tau " Dafa dan ricko melotot kan matanya


" are you serious " tanya Dafa ,indah mengaguk


" pacarmu polos sekali Daf,keadaan di sekitar nya dia benar² tidak tau " cibir Ricko


" sangat polos dan manja " sanggah Dafa ,membuat mereka tertawa


" Kaka ricko apa tidak ada niat ingin seperti Kaka Dafa " tanya indah ,ricko menarik napasnya panjang


" jika ada ,apa kamu akan melihat ku bersama nya terus " tanya balik ricko


" apa kamu kira aku Sudi bersamamu jika tidak terpaksa " ucap Dafa ketus


" jika bukan karena aku apa kamu sekarang bisa bersama Raya saat tahu Naya sudah menikah bahkan sudah hamil " cibir Ricko


sekalipun matanya fokus pada jalanan di depan


tapi tatapan nya bisa membuat Dafa berdecak


" kalau nanti aku punya kenalan perempuan nanti aku kenal kan sama Kaka " ucap indah


" kalau cuma mau kenalan di jalanan juga banyak Nda " ucap Dafa ,di anggukan kepala oleh ricko


" maksudnya teman, iya teman " ralat Indah


" kalau dia seperti kalian dengan senang hati aku menerima nya " ucap ricko tersenyum


" baiklah akan aku usahakan, yang sepeti apa Kak yang tua,atau yang muda atau seumuran " tanya indah


" Baik ,siap pak " ucap indah tertawa kecil


tidak terasa mobil mereka sudah sampai di sebuah mall besar, Dafa dan ricko turun duluan


Dafa membukakan pintu untuk indah lalu di tutup kembali


" mau beli apa " tanya ricko mengintari mobil Mendekat ke arah mereka


" terserah makanan atau apa lah soalnya larut malam Suka lapar " mereka mengaguk lalu mengikuti langkah indah dan berjalan di samping wanita itu


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


saat mobil sudah berhenti tepat depan pintu rumah besar itu


Raya dan Naya ke luar dari mobil tanpa menunggu di bukakakan pintu


" bibi minta tolong jus alpukat di ruangan tengah iya " ucap Naya saat melihat pelayan yang melintas di dekat mereka


" sama jus mangga bi " timpal raya


" baik nyonya Naya ,nona Raya " ucap pelayan


" indah lagi belanja paman " ucap Indah saat melihat pandangan pak Mamat yang selalu menatap ke mobil


"dia pergi sendiri nak " tanya pak Mamat


" tidak paman sama Dafa dan ricko,paman Tenang saja pasti pengawal mengawasi mereka " ucap Raya ,Naya mengaguk membenarkan


" kami ke dalam dulu iya paman ,badan Naya pegal " ucap Naya

__ADS_1


" iya nak , istirahat lah " raya dan Naya masuk ke dalam rumah menuju ruangan tengah sambil menunggu jus pesanan mereka


sesampai di ruangan itu mereka membuat Asal tas serta buku mereka di atas karpet bulu ,lalu membaringkan badan mereka di sofa


" aku ingin menikah saja " keluh Raya membuang napasnya kasar


" badanku seperti mau patah " keluh Naya lagi


" Lo kenapa tidak langsung ke kamar saja istirahat nya " tanya ayah abbas yang datang bersama istrinya


" kami lelah yah, biarkan kami istirahat sebentar sebelum ke kamar ,bahkan Ade sudah tidak punya tenaga untuk melangkah lebih jauh lagi " ucap Raya dramatis


" iya yah, bahkan badan Naya juga seolah mau pisah dari tulang² ku " timpal Naya lagi tak kalah miris


" apa yang kalian lakukan di kampus " tanya ibu sisil


" apa lagi kalau bukan tugas praktek dan yang lainnya " ucap Raya


" apa aku bisa menikah saja dan duduk enak sepeti ibu " ucap raya lagi


" jika ingin menikah tinggal kan sifat manja dan keras kepala mu " ucap ayah abbas


" apa Ade kira menikah itu gampang " Raya menekuk wajahnya kesal


" iya² Ade hanya bicara saja " ucap raya


" jika kamu sudah dewasa sedikit tidak manja dan merengek lagi apa lagi keras kepala ayah akan menikah kan kamu " ucap ayah abbas


" tuan, nyonya pesanan nona Naya dan nona Raya " ucap pelayan


" sini bi " Raya mengambil jus nya begitu juga Naya


setelah itu pelayan berpamitan dan kembali ke belakang melanjutkan tugasnya


srup


srup


" lega " gumam mereka berdua


" minum lah setelah itu kalian mandi langit mulai gelap " ucap ibu sisil


" iya Bu " ucap mereka berdua


" gimana sudah semua " tanya Dafa sambil menatap troli bukan hanya makanan bahkan sayur daging ikan dan yang lainnya tidak luput dari jangkauan mata indah


" iya sudah ayo ke kasir " Dafa mendorong troli yang sudah terisi penuh


" kamu belanja bulanan " indah menggeleng " aku hanya membelinya sekalian belajar memasak sama pelayan " ucap indah


" tapi ini sangat banyak ,kamu mau masak apa " tanya Ricko


" apa saja yang penting aku bisa masak " ucap indah


Dafa mengeluarkan semua belanjaan indah dan di bantu oleh Ricko


indah ingin membantu juga tapi di tahan oleh dua pria itu


sehingga dia hanya berdiri saja layak nya patung hidup


setelah selesai dengan urusan kasir dan juga membayar mereka langsung ke tempat parkiran sedangkan barang belanja indah di urus sama bodyguard


" masih mau singgah lagi " tanya Dafa


" langsung pulang kak, sudah gelap juga takut nya Kaka Ivan sudah di rumah ' ucap indah

__ADS_1


' baiklah " ucap Dafa dan ricko


lalu mereka keluar dari area mall itu,tujuan mereka mengantar indah dulu sebelum kembali ke rumah mereka masing²


__ADS_2