
"ah iya sayang ayah sama ibu akan ke luar kota,kamu tidak papa kan di rumah sendirian sementara kakakmu di rumah sakit " ucap ayah Ivan
"iya yah, kan ada bibi juga di sini " ujar Anggi
"jangan pulang terlalu malam Van , adikmu sendirian " ujar ibu Widya
" berapa lama perginya ?? karena Ivan juga akan pergi selama 3 hari " ucap Ivan lalu meminum jus buah nya
"kapan kamu pergi ??? karena ayah sama ibu paling seminggu di sana " ucap ibu Widya
" jika Alex sudah menyuruhku pergi !!! karena ini sudah di jadwalkan jauh hari " ucap Ivan
" Anggi tidak papa sendiri Bu, ada juga pelayan dan security di depan " ucap Anggi
" benar kamu tidak papa " tanya ibu Widya
" iya Bu jika Anggi takut nanti minta pelayan saja yang temani di kamar " ucap Anggi tersenyum
" baiklah, ayah sama ibu berangkat setelah makan siang, nanti ibu sering telepon kamu untuk sementara sopir yang akan mengantar Dan menjeput mu " ucap ibu Widya lagi
" iya Bu " ucap Anggi
kini Anggi sudah berada di sekolah, dia memikirkan kembali percakapan di meja makan tadi pagi
jika di apartemen dia berani karena memang tidak terlalu besar
tapi di rumah Ivan, sekalipun ada pelayan dan security tetap saja itu beda
karena rumah Ivan sangat besar belum lagi ruangan kosong mengingat itu Anggi merinding
apa aku minta bantuan Putri batin Anggi
tidak² nanti apa kata ayah dan ibu jika aku memasukkan orang asing di rumah sekalipun itu sahabat ku batin Anggi lagi
PLak
" aaww sakit putri malu " pekik Anggi sambil mengusap lengannya
" biarin, aku bicara dari tadi kamu hanya melamun !! lihat bahkan mulutku sudah berbusa " ucap putri sambil menunjuk mulutnya sendiri
Anggi memutar bola Nya karena jengah dengan wanita yang di samping nya ini
cerewet !!!!
"lagian kamu lagi mikirin apa ?? apa ada masalah " Anggi menggeleng lemah
" ibu sama ayah ku akan ke luar kota siang ini kemungkinan mereka seminggu di sana ,terus Kaka ku juga akan pergi urusan pekerjaan 3 hari " ucap Anggi
__ADS_1
" lalu apa masalahmu dengan kepergian mereka " tanya putri Bingung
mereka hanya pergi kan !!! bukannya minggat
kenapa harus di buat pikiran
" aku sendirian putri duyung " ucap Anggi kesal
" lalu kenapa kalau kamu sendirian ?? bukannya kamu sudah biasa sendiri karena sebelumnya kamu tinggal di apartemen juga sendiri " tanya putri
karena memang Anggi sudah cerita jika dia pernah tinggal di apartemen
tapi tidak tentang hubungannya dengan keluarga Ivan hingga bagaimana bisa dia di angkat jadi anak mereka
" apartemen dengan rumah beda putri !! " ucap Anggi frustasi
" apa bedanya ?? bukannya sama saja " Anggi menarik napasnya kesal
bukannya tenang malah semakin pusing
" ah iya sama sangat sama " ucap Anggi kesal
" aneh sekali " ucap putri menggeleng
" jika kamu takut aku bisa menemanimu " ucap putri lagi
dia tidak mau mengiyakan ajakan Putri
lebih baik dia bertanya dulu nanti pada orang tuanya dan Kaka nya
" baiklah ,tapi jika kamu butuh teman katakan saja jadi aku bisa izin sama orang tuaku " Anggi mengaguk
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
kini di perusahaan sudah ada Ivan, karena tadi di minta ke perusahaan sama Alex kini mereka sudah duduk di sofa .
" besok kamu yang menyabut coass besok pagi kamu ke luar kota karena ini sudah terlalu lama di ulur " ucap Alex memberi tahu Ivan
" apa tidak bisa di undur,soalnya Anggi di rumah sendirian ayah sama ibu pergi ke luar kota seminggu " ujar Ivan jujur
" bukannya dia biasa sendiri ??? di apartemen juga begitu " tanya Brian menatap Ivan
" aku cuma khawatir karena ini Pertama sendiri di rumah " ucap Ivan
" apa apartemen dan di rumah beda ??? bukannya di rumah ada pelayan dan juga security sedangkan di apartemen dia hanya sendirian tapi bisa " ucap Alex
" ada apa dengan mu ??? ada yang kamu sembunyikan " selidik Brian menatap tajam Ivan
__ADS_1
" jangan gila, aku hanya khawatir " ucap Ivan ketika Brian menatapnya tajam
" kamu yang gila !!! sejak kapan kamu peduli dengan orang lain bahkan saat dia di apartemen kamu jarang melihat nya hanya terhitung jari " cibir Alex menatap sengit Ivan
" siapkan saja keberangkatan ku sama hotel " ucap Ivan mengalikan pembicaraan
" cih kentara sekali " ucap Brian
" jika dia membuatmu tidak nyaman karena di tinggal sendiri antar dia ke rumah, adik sepupumu itu pasti senang dia ada teman di rumahnya " ucap Alex
" nanti aku tanya dulu orang nya " ucap Ivan
" kau semakin mencurigakan Van " ucap Brian menatap Ivan
" apa nya yang bikin curiga?? " tanya Ivan menaikan alisnya
" sikapmu terhadap nya " Ivan menghembus kan napas nya
" dia adik ku tidak lebih dari itu " ucap Ivan tegas
" kamu yakin " tanya Alex mengintimidasi
" kau bisa pegang kata²ku " ucap Ivan yakin
" kalau ingkar " tanya Brian
" kau menginginkan apa ??? " tanya balik Ivan
" kau yakin mampu, bahkan kau tidak lebih kaya dari ku " cibir Brian ,Ivan hanya berdecak saja
" iya kamu yang paling kaya ,lalu kenapa menantangku " ucap Ivan sedikit berteriak
" karena kau pengecut " cibir Alex, Ivan menatap tajam Alex
" lalu apa bedanya denganmu, bahkan kau sangat pengecut " skamat Ivan sinis
" kalian sama saja !! tidak ada bedanya " ucap Brian
" di walk in close mu ada kaca besar khan ??? berkaca lah " ucap Ivan sinis
"suruh dia ke rumah sakit Lex " ucap Brian
" aku bisa pergi sendiri tanpa di suruh Alex " ucap Ivan
"maka pergi lha " Ivan berdecak kesal
" jika jadi ke sana nanti sopir yang akan mengantar nya " Alex hanya mengangguk
__ADS_1