
" gini amat iya kuliah " keluh Raya
" kamu kenapa Ray " tanya indah
" aku ingin nikah saja nda,sumpah baru masuk tapi sudah di kasih tugas apa dag sekalian di kasih ujian " ucap Raya kesal
" apa kamu berharap di kasih ujian " tanya indah
" ini saja aku sudah malas ,baru juga pertemuan pertama sudah kasih tugas " ucap raya
" kerjakan saja, Nay kamu kenapa dari pagi tadi kamu hanya diam " tanya indah
" ah aku tidak papa ,sama kaya Raya lagi kesal " ucap Naya sambil tersenyum
" sejak kapan kamu kesal di kasih tugas " tanya Raya selidik
" sejak tadi " Ucap Naya sekenanya
" sudah lupakan tentang tugas kita mau ke mana ini ,mumpung masih ada waktu " ucap indah
" ke mall Giman Nay " tanya Raya
" kalian saja iya ,nanti kapan kapan aku ikut ,aku langsung pulang saja mau kerja kan tugas " ucap Naya
" koh gitu sih , Ray kamu gimana " ucap indah
" kalau Naya dag ikut ,aku juga dag ikut apa lagi dia mau kerjakan tugas ,aku harus kerja kan,kamu tau aku paling pintar bukan " ucap Raya tertawa kecil
" baik lah tapi kapan kapan kita main bareng iya,jangan lupa kirim sama aku lewat email " ucap indah tersenyum
" astaga aku kira cuma Raya saja, baiklah nanti aku krim lewat email ,jangan lupa krim alamat email mu " ucap Naya
" baik kanjeng ratu " ucap indah sambil menunduk kepalanya lalu mereka tertawa bersama
" sudah ayo pulang ini sudah sore " ucap Naya ,lalu mereka ke luar dari ruangan itu menuju tempat parkiran di mana mobil mereka berada
" by Nda hati hati iyaa ,jangan ngebut Kaka Ester kalau di ngebut ketok saja kepalanya " ucap Raya
" baik Ray " ucap Ester tersenyum
" sudah sana itu sopir Lo sudah nungguin " ucap Raya
akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
sesampai di rumah Naya langsung masuk dalam rumah menuju kamarnya
" nanti aku krim lewat email iya Ray " ucap naya
" baik " ucap raya lalu masuk dalam kamarnya begitu juga Naya
Naya langsung membersihkan tubuhnya karena sudah merasa lengket.
setelah selesai mandi dia masuk ke ruangan walk in close,lalu dia ke luar dari ruangan itu sambil membawa leptop nya menuju balkon untuk mengerjakan tugasnya secepat mungkin sebelum Brian pulang,.larut dengan tugasnya hingga membuatnya lupa jika sudah malam ,dia merenggangkan ototnya kerena terlalu lama berhadapan dengan leptop mengerjakan tugasnya
" ah sudah 2 jam ,apa Brian belum pulang " gumam Naya sambil mengirim tugas pada dosennya
lalu dia mengirim kan pada Raya dan indah setelah itu dia kembali menutup laptopnya lalu ke luar dari kamar itu menuju dapur
" maaf Bu ,Naya dag bantuin soalnya baru selesai kerja tugas " ucap Naya bersalah
" tidak papa nak ,tugasmu lebih penting ,sekalian ibu sambil belajar sama bibi " ucap ibu sisil
__ADS_1
" apa Raya juga punya tugas nak " tanya ibu Sisil
" iya Bu,tapi koh dia belum turun " ucap Naya
" sudah biarkan saja ayo kita makan " ucap ayah abbas
" iya Bu ,ucap Naya
" apa Brian belum pulang " tanya ayah abbas
" belum tuan ,mereka ada kerjaan sedikit " ucap pak Mamat yang ada di kursi ujung
" apa tidak bisa di kerjakan besok saja ,selalu saja " ucap ibu kesal
" sudah ayo kita makan ,tidak baik berbicara depan makanan" ucap ayah abbas
mereka pun makan dengan tenang,sesekali Naya melihat ke arah pintu masuk ruangan makan tapi tidak ada yang muncul
setelah selesai makan dan membersihkan dapur dan yang lainnya mereka masuk dalam kamar masing-masing
" apa aku hubungi saja iya tapi nanti gangguin gimana nanti dag selesai kerjaannya " gumam Naya
Naya memilih untuk menunggunya sambil menonton drakor kesukaannya ,tiba tiba hpnya bunyi dia segera mengambilnya berharap Brian yang menghubungi nya ternyata indah
indah cerewet
π₯makasih Nay kau terbaik dan ter the Bets
π€ traktiran nya besok jangan lupa π€π€
π₯ tenang saja bisa di atur
Raya bawel
π€ apa begitu malas nya untuk ke luar kamar sehingga berterimakasih lewat pesan π‘π‘π‘π‘π‘
π₯maaf kesayangan Raya ,aku masih susun tugas yang kamu kirim ππππ
π€ lebay ,sudah selesai kan dulu tugasmu nanti habis waktunya
π₯ baik nyonya Brian
naya tersenyum melihat pesan terakhir dari Raya ,tapi seketika senyumnya hilang
dia kembali menonton Drakor dengan tenang,hingga waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 tapi belum ada tanda-tanda Brian pulang
Naya mematikan laptopnya dan turun ke bawah seperti biasanya menunggu Brian pulang kerja
" paman belum tidur " tanya Naya melihat pak Mamat duduk di sofa ruang tamu
" lagi tungguin tuan muda nak ,kenapa belum tidur kan besok kuliah " ucap pak Mamat
" tungguin brian paman ,paman istirahat saja nanti Naya yang bukain pintu " ucap Naya
" tidak papa nak ,mereka juga sudah pulang tadi Alex mengabari paman " ucap pak Mamat
" iya dha kita tungguin saja iya paman " ucap naya tersenyum
" baik lah ,apa kamu tidak lelah seharian kuliah " tanya pak Mamat
" tidak paman ,Naya juga belum ngantuk jadi Naya turun ke sini saja " ucap Naya
" mungkin nona Raya juga belum tidur ,karena tadi paman lewat kamarnya masih menyala ,setelah paman ketok pintu nya dia masih bersuara " ucap paman
__ADS_1
" palingan nonton Drakor lagi " ucap Naya
pak Mamat tertawa kecil " dia akan berhenti begadang jika nanti laptopnya di sita sama Alex " ucap pak Mamat
" ah itu mereka sudah datang ayo nak " ucap pak Mamat lalu berdiri bersama dengan Naya
pak Mamat membuka pintu mobil Alex berhenti pas depan pintu utama
" parkir kan di tempat nya " ucap Alex sambil melemparkan kunci mobilnya pada penjaga
lalu masuk dalam rumah
Naya mengambil tas kerja Brian dan jasnya
" Jagan mengantarku istirahat aja " ucap Brian lalu dia berjalan ke arah kamarnya di ikuti Naya
" baik tuan " ucap Alex dan pak Mamat
" apa semuanya sudah di periksa " tanya Alex
" nona Raya seperti biasa masih menonton ,sudah beberapa malam ini selalu tidur terlambat " ucap pak Mamat ,Alex hanya memijit pangkal hidungnya
" biarkan saja dulu nanti saya yang urus " ucap Alex ,pak Mamat hanya mengaguk saja
" weekend ini ayah bisa libur ,jenguk lah mereka ayah pasti merindukan si kembar pergi lah Sabtu pagi nanti di antar sopir nanti Senin pagi ayah pulang di jemput sopir bilang Ade nanti Minggu saya ke sana " ucap Alex
" iya nak " ucap pak Mamat tersenyum
lalu mereka berjalan ke paviliun untuk istirahat
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
sesampainya di kamar Brian langsung membuang dirinya di sofa sedangkan Naya menyimpan tas dan jas Brian ,lalu masuk dalam kamar mandi menyiapkan air untuk Brian
setelah selesai dia menghampiri Brian yang masih memejamkan matanya
" sayang airnya sudah siap ayo mandi dulu, aku buatkan minuman hangat nya " Brian membuka matanya melihat Naya di depannya ,dengan gerakan cepat Brian menarik tangan Naya hingga duduk di pangkuannya ,Brian mencium bibir Naya dengan kasar ,dia menarik pinggang Naya agar tidak mengisahkan Jarak
Brian meluapkan kekesalannya sedari tadi pagi dia tahan, setelah selesai dia menutupi tubuh Naya dengan selimut sedangkan dia masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan diri
setelah selesai dia masuk dalam ruangan walk in close mengambil piyama tidurnya lalu ke luar menuju ranjang untuk istirahat tidak butuh waktu lama Brian sudah terlelap dalam tidur nya
Naya bangun ketika merasa Brian sudah tertidur , sebenarnya tadi Naya hanya memejamkan matanya karena kelelahan ,dia turun dengan pelan agar tidak membangunkan Brian dia mengambil pakaian yang ada di lantai lalu menyimpan dalam keranjang kotor
dia masuk untuk membersihkan dirinya , setelah slesai semuanya dia kembali tidur di samping Brian
anggap saja ini bayaran yang aku terima selama ini batin Naya
lalu mulai memejamkan matanya menyusul brian dalam mimpinya
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
pagi ini Brian bangun lebih cepat ,tapi dia melihat Naya sudah lengkap dengan pakaian nya
" apa semalam dia bangun " gumam Brian ,dia menarik paksa rambutnya mengingat kejadian semalam hingga membuat Naya bangun karena goyangan dari tempat tidur
" koh sudah bangun yank " tanya Naya lembut sambil mendudukan tubuhnya ,Brian menatap Naya tidak percaya apa dia tidak marah dengan kejadian semalam
" istirahat saja dulu ,nanti aku bangunkan itu masih jam 5 lewat " ucap Naya ,lalu dia menurunkan kakinya dia menahan sakit tapi dia paksakan untuk berdiri ke arah kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka
Brian melihat Naya hanya bisa diam dia mendengar banyak meringis Tapi dia bingung mau buat apa ,Naya ke luar dari kamarnya tanpa melihat ke arah Brian
Brian hanya membuang nafasnya kasar,lalu kembali memejamkan matanya kepalanya tiba tiba merasa pusing
__ADS_1