
kini keluarga Brian dan Naya sedang mengadakan pesta BBQ ,mereka mengadakan di belakang villa yang luas
" sayang kamu tidak papa " tanya Brian
" iya aku baik baik saja " ucap Naya
" kamu duduk di sini saja iya " Naya mengaguk
" Kaka Ilham mau berenang " tanya raya
" Kaka tidak bawah baju ganti dek " ucap Ilham
" iya sudah Raya aja , Tante boleh bawa Nathan berenang " tanya Raya
" adek jangan macem-macem iya ,nanti Nathan kenapa napa " ucap ibu sisil
" pinggir saja Bu , di tangga dag sampai masuk jauh ke dalam kolam " ucap Raya
" Tante buka bajunya dulu iya " ucap mama Lila
" adek hati hati awas kalau sampai Nathan kenapa napa " ucap Brian
" ini nak " ucap mama Lila
" popoknya di lepas sama Bu,tidak papa " tanya ibu sisil ,mama Lila membuka popok Nathan,lalu raya dan nathan masuk dalam kolam di awasi oleh pak Mamat
" Sayang " panggil Naya
"hebm"
" apa masih lama " tanya naya
" sudah lapar " Naya mengaguk
" sabar sedikit iyaa kita makan sama sama " ucap brian
" iya bang " ucap Naya
" ini Kaka punya kue " ucap Ilham
" kakak ambil di mana " tanya Naya
" di kamar mama tadi " ucap Ilham
" kakak kebiasaan curi kue nya mama " ucap Naya tertawa kecil
" jika tidak begitu mana mau mama kasih " ucap Ilham
" karena Kaka terlalu rakus suka habisin kue " ucap Naya
" kan enak dek, apa Kaka boleh mengelus ponakan ku " tanya Ilham
" jangan berani menyentuh nya jika ingin masih hidup " ucap Brian
" kan Naya adik aku bang " ucap Ilham
" sekalipun " ucap Brian
" suamimu posesif " Naya hanya tertawa kecil
kini meja makan yang berada di taman itu sudah di isi dengan berbagai makanan yang mereka bakar tadi
" adek sudah nanti Nathan masuk angin ayo makan dulu " ucap ibu sisil ,raya ke luar dari kolam langsung memakai bathrobe begitu juga dengan Nathan sekalipun kebesaran
" kayanya enak nih " ucap Raya
" ganti baju dulu nanti masuk angin " Ucap ayah Abbas
" tidak yah ,tenang saja Raya sudah lapar " ucap raya
" iya sudah ayo kita makan " ucap ayah abbas
sedangkan Nathan di urus sama pelayan
" sayang mau yang mana " tanya Brian
" Semuanya bang " ucap Naya dengan mata puppy eyes nya
Brian tersenyum " iya sudah aku ambil kan " Brian mengambil yang ada di atas meja menyimpan dalam piring Naya
" makasih Abang " ucap Naya
" makanlah " ucap Brian mengelus pipi Naya
Ilham tersenyum melihat tingkah Brian yang begitu lembut pada adiknya
" Abang " panggil Ilham
" hebm "
" apa pengawal dan penjaga di rumah Abang semuanya dari dunia bawah " tanya Ilham
" hebm "
" serius "tanya Ilham
" iya " ucap Brian
" apa nanti bisa saat aku lulus aku seperti mereka " ucap Ilham tiba tiba
" kenapa " tanya Brian menatap Ilham
" aku hanya ingin menjaga Naya , tadi Raya sedikit cerita tentang keluarga Abang , sebenernya bukan cerita sih lebih tepatnya Ilham yang Tanya karena Ilham tidak tau papa dan penasaran " ucap Ilham
" bekerja lah sesuai cita citamu bukannya kamu bilang ini keinginan mu dari kecil ,Naya sudah ada yang menjaganya kami juga pasti menjaga walaupun tidak 24 jam ,tapi kami selalu memantaunya " ucap Alex
" iya kak " ucap Ilham
" sudah kamu tenang saja ,anak buah Alex sangat kuat " ucap ayah abbas
" iya om " ucap Ilham
" orang lagi serius bicara dia makan saja " cibir Raya
" adek " ucap Brian
" hanya bercanda " ucap raya tersenyum
setelah mereka selesai makan siang ,pelayan yang mengurus villa membawahkan buah kelapa sedangkan Raya dan Nathan sudah berganti pakaian
" emang cocok ini siang siang minum air kelapa " ucap pak Jhoni
" iya Jhon ayo " ucap ayah abbas
" apa kalian tidak kenyang " ucap ibu sisil
" cuma minum airnya Bu " ucap ayah abbas
" sayang mau " tanya Brian
" iya " ucap Naya
__ADS_1
" pak,Naya juga mau " ucap Brian
" tunggu iya,bapak buka banyak saja supaya siapa yang mau bisa ambil " ucap pak Jhoni
" iyaa pak " ucap brian
mereka bercerita sambil meminum air kelapa bahkan Naya memakan dengan isinya setelah itu dia tertidur di kursi duduknya hembusan angin membuat mereka lebih tenang dan nyaman
" bas ada tikar " tanya pak Jhoni
" buat apa " tanya ayah abbas
" ada tidak " tanya pak Jhoni
" bibi ada tikar tidak kalau ada bawah k sini kasih sama manusia aneh ini " ucap ayah Abbas
" baik tuan " Ucap pelayan lalu masuk ke dalam villa
"kamu mau buat apa dengan tikar itu " tanya ayah abbas setelah tikar yang di minta sudah ada
" lihat saja " ucap pak Jhoni,lalu dia merentangkan tikar itu di teras villa setelah rapi dia membaringkan tubuhnya di ikuti Ilham dan Nathan yang di baringkan mama Lila
" tidurlah ini sangat nyaman " ucap pak Jhoni
" apa tidak sakit badan mu " pak Jhoni menggeleng
ayah mencoba ikut baring di ikuti oleh Alex dan pak Mamat ,sedangkan Brian bersama Naya di atas kursi menjaga istrinya agar tidak jatuh ,ibu dan mama Lila juga ikut membaringkan kan tubuhnya begitu juga Raya yang tertidur sambil memeluk ibu nya
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Naya mulai membuka matanya dengan pelan ,lalu dia melihat tangan di atas perutnya ternyata tangan Brian dia melihat ke samping Brian masih terlelap dia berbalik ke arah sebelahnya karena merasa sunyi , matanya melotot melihat semua orang tidur di tikar bahkan Alex dan paman juga ikut tidur ,dia tersenyum membiarkan saja dia tidak ingin membangunkan mereka jadi dia hanya duduk diam saja sambil menatap wajah suaminya
" apa aku tampan sayang" tanya Brian dengan suara serak baru bangun ,saat Naya berbalik tadi dia sudah bangun karena merasa tangannya yang di atas perut Naya goyang
" sangat ,makanya Naya suka " ucap Naya ,Brian membuka matanya tersenyum lalu mencium bibir Naya
" apa aku mengganggu tidur mu " tanya Naya
" tidak ,aku juga sudah lama tidurnya enak di sini adem anginnya juga segar jadi bikin ngantuk " ucap Brian
" iya makanya mereka tidur seperti itu "ucap Naya
" itu karena ulah bapak minta di ambilkan tikar lalu di rentang kan di setho baru tiduran" Ucap Brian
" Abang boleh tanya " Brian mengaguk
" Abang mau jenis kelamin nya Adek apa " tanya Naya sambil melihat Brian karena kini posisinya menghadap Brian sambil mengelus dada Brian sedangkan brian mengelus pipi Naya
" Abang terserah saja sayang , tapi Abang pengen nya yang pertama cowok agar dia bisa menjaga adik adiknya nanti ,tapi jika di kasihnya cewe Abang akan tetap sayang ,intinya apa pun yang di kasih kalau kamu mau nya apa " ucap Brian
" terserah mau cewe atau cowo kalau bisa dua juga sekalian dag papa " ucap Naya tersenyum ,Brian mencium bibir Naya
" kamu tau ,kamu itu menggemaskan " ucap Brian sambil mengacak rambut Naya
" cih di kamar kalau mau mesra-mesraan " cibir Raya
" ah kamu sudah bangun " tanya Brian yang mengakat kepalanya sedikit
" semuanya sudah bangun ,lihat lah " ucap Raya ,Naya langsung membalikkan badannya ternyata benar mereka semua sudah bangun ,Naya tertawa kecil
" ini sudah sore mau balik sekarang " tanya ayah abbas
" iyaa ,karena Ilham juga harus balik " Ucap Brian
" Kaka mau balik sekarang " tanya Naya
" iya dek ,kan Kaka masih pendidikan ke sini saja karena suamimu " Ucap Ilham
" Kaka lama lagi baru ke sini " Ucap Naya sambil menunduk
" tapi Naya masih kangen " Ucap Naya
" apa Kaka berhenti saja " Naya menggeleng
" sayang nanti kalau kandungan mu sudah besar dan kuat kita pergi melihat nya , kita tidak bisa selalu menyuruhnya pulang ,bagaimana nanti tanggapan yang lain " Ucap Brian lembut
"baik lah tapi masih bisa telepon Kaka khant " tanya Naya
" nanti aku usahain " ucap Brian,Naya mengaguk
" Kaka di sana makan yang banyak ,kalau mau minta kaya tadi nanti Naya minta suami Naya kirimkan yang banyak ,terus jaga kesehatan Kaka kalau mereka siksa kakak telepon Kaka Alex nanti di mengirim pengawal buat Kaka di sana " ucap Naya
Ilham hanya tersenyum " iya nanti Kaka telepon kalau Kaka mau makanan enak dan meminta di kawal seperti mu " ucap Ilham
" janji " tanya Naya
" iya janji " ucap Ilham
" kakak dengar kan nanti kirim pengawal di sana " Alex hanya mengangguk
" Naya di sana mana hmmmmmm
"diam dek ,atau ibu jahit mulutmu " bisik ibu sisil Raya mengaguk
" kenapa Ray" tanya Naya
" ah di sana memang tidak ada makanan enak jadi Abang harus kirim makanan enak " ucap Raya
" Raya kalau depan Naya cuma bisa pasrah " ucap pak Jhoni
" jika tidak begitu bisa bisa uang jajannya di tahan" ucap ayah abbas
" Kaka di antar siapa ke sana, adek boleh ikut " tanya Naya
" Naya balik saja di rumah iya kasian semalam kamu keliling mall hari ini ke sini ,Ilham nanti mama dan bapak yang antar iya ,kamu ngerti kan " ucap mama lembut
" baik lah ,Kaka jangan lupa iya telepon Naya kalau mau minta makan dan pengawal " ucap Naya
"iya sekarang saja Kak Alex sudah menyiapkan nya " ucap ilham
" benarkah " Naya melihat Alex menggaguk
" terimakasih Kaka ,kau terhebat " ucap Naya
" boleh kita pulang sekarang nanti kemalaman di jalan " ucap Brian
" iya ,jadi nanti mereka bapak beda mobil " Brian menggaguk
"ayo kita siap siap dulu " ucap ibu sisil
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" Kaka hati hati iya hiks hiks " ucap Naya sambil menangis dalam pelukan Ilham
" pastinya dek " ucap Ilham sambil mencium kening adiknya
" Abang Kaka jaga Naya iya " mereka mengaguk
" by Raya nanti kita main lagi iya " ucap Ilham
" iya kak hati hati,nanti traktir raya ok " ucap Raya
__ADS_1
" pastinya " ucap Ilham tersenyum
" om Tante ,Ilham balik iya makasih untuk semuanya " ucap Ilham
" pulang lah dengan membawa kebahagian ,kami menunggumu di sini ,buat bapak dan mama mu serta kami bangga dengan jerih payahmu " ucap ayah abbas
" tunggu Ilham kembali ,Ilham akan membuat kalian bangga " ucap ilham
" sayang, " panggil Brian
" Ilham harus balik ,jangan nangis lagi iya " Naya menggaguk
" nanti barang mu di antar di rumah bapak sama orang jadi kamu tenang saja " ucap Brian
" ah iya Ilham lupa " Ilham membuka jam tangannya " Abang simpan di kotaknya lagi iya jangan sampai lecet itu hartaku " ucap Ilham ,Brian hanya tertawa
" iya pasti aku simpan di kotak nya " ucap Brian
" sepatuku bajuku celanaku sendalku semuanya mama simpan di lemari iya setiap dua hari mama Lap lemari Kaka " ucap Ilham
" astaga iya iya mama juga tau,sudah sana masuk " ucap mama Lila
" by semuanya ,by ponakan uncle " ucap Ilham saat sudah dalam mobil
" ayo sayang " ucap Brian saat mobil yang membawah Ilham sudah jalan
" hati hati sayang " ucap Brian saat Naya masuk dalam mobil di dalam sudah ada raya dan Alex
"Kaka tau tidak apa yang di bicarakan Ilham saat tadi kami keliling " ucap raya saat mereka sudah dalam mobil
" kan kamu belum kasih tau " ucap Alex , Raya mencibir
" dia bilang ingin seperti kakak di segani dan di takuti hanya dengan menatap saja mereka sudah takut, banyak diam hanya tindakan yang di lakukan,dia tadi sempat kaget saat tahu tentang keluarga kita " ucap raya
" memang Ade cerita apa saja " tanya Alex
" adek tidak cerita ,dia memakai hp Ade mencari informasi tentang Abang " ucap Raya
" terus " tanya Brian
"dia bertanya kenapa hanya tentang perusahaan saja,bahkan yang terlihat hanya ayah Abang dan Kaka " ucap raya
"terus kamu jawab apa " tanya Brian
" aku bilang jika itu privasi,karena kalian menjaga kami kita tidak tau di luar sana mana yang tulus dan tidak terhadap keluarga jadi mereka hanya melindungi kami,terus dia bertanya tentang Naya ,aku kasih tau jika Abang juga menutupinya karena bagaimana pun Naya istri Abang" ucap raya
" terus " tanya Alex
" makanya tadi dia ingin meminta jadi pengawal Naya " ucap raya
" cih bahkan saat Kaka bicara ,dia iya saja " cibir Alex
" karena dia takut sama Kaka, bahkan dia sampai kaget banyak pengawal yang mengikuti kita semalam, makanya dia tanya apa aku dan Naya seperti itu juga aku jawab kalau kami selalu pakai pengawal " ucap Raya
" Raya sama Kaka Ilham kaya orang PDKT an " celutuk Naya tiba tiba membuat raya menatap tajam
" Ilham kan kakamu sayang " ucap Brian
Naya tersenyum " iya aku tau tapi aku lucu aja lihat mereka dekat " ucap Naya
" jangan berbicara sembarangan " ucap Raya
" mereka cocok ,satu cerewet bawel satunya jail " ucap Naya tertawa kecil
" Kaka boleh ketok kepala nya " ucap Raya
" lakukanlah " Ucap Alex
tuuukkk
Brian dan Alex melotot kan matanya ,mereka kira Raya tidak berani
" adek " pekik Brian dan Alex ,Naya berdiri dari duduknya
" sayang duduk lagi ayo " ucap Brian menenangkan istri nya
" tidak , yakkk sini kamu " ucap Naya
" sayang ingat adek iya ,kamu harus istirahat perjalan masih jauh " Naya langsung duduk lalu melihat kebelakang menatap tajam Raya
" apa " tanya Raya
" awas kamu " ucap Naya
" bodoh amat " ucap raya, membuat Naya menangis
hiks hiks
" sayang,raya bercanda saja " ucap Brian sambil mengelus pundak istrinya
" Naya kesal bang " ucap Naya
" raya sudah di pukul Alex " ucap Brian
" benarkah " Brian mengaguk bingung melihat perubahan waja naya , sedangkan Alex hanya tertawa kecil
"kenapa bri " tanya Alex
"amazing change" ucap Brian
" kaka jangan lupa potong uang jajannya " ucap Naya
" hebm "
" awas nanti kamu utang sama aku lagi " Ucap Raya
" mana kembalian nya uang 50 ,kamu belum memberikan nya " tanya Naya
" kakak bilang tidak usah " ucap Raya
" itu uang suami Naya " ucap Naya
" dia Abang Raya lagian Kaka yang kasih uanganya " ucap Raya
Brian dan Alex memijat kepalanya jika sudah melihat Dua wanita ini berdebat
" tapi itu dari Abang " ucap Naya
" itu gajinya Kaka ,makanya dari dompet Kaka uangnya " ucap Raya
" tapi Abang bilang nanti Kaka yang bayar berarti uangnya Abang " ucap Naya tidak mau kalah
" sayang, mau Abang elus perut nya supaya tidur "Ucap Brian lembut
" iya bang ,Naya mau tiduran sebentar " ucap Naya
Brian dan Alex bernafas lega ,dari pada mereka dapat tidak papa buat Naya tidur saja walaupun tadi sudah tidur siang juga
" apa kamu ......
Naya menatap Raya membuat Brian dan Alex bingung
__ADS_1
" apa " tanya Naya
" kamu luar biasa tidur lah , aku juga mau tidur " ucap Raya setelah Alex melepaskan tangan nya dari mulut Raya