
" tadi kerja tugas " tanya Brian sambil memeluk Naya
" tidak karena pulang nya sudah sore ,nanti besok " ucap Naya ,Brian membawa Naya duduk di sofa
" setelah makan tadi kamu ngapain aja " tanya Brian sambil menyembunyikan wajahnya di leher Naya sedangkan tangannya mengelus perut Naya
" belajar saja setelah selesai pulang " ucap Naya sambil memainkan HP nya
" perutmu sudah membuncit sayang " ucap Brian
"Naya jelek iya bang " tanya Naya sambil meletakkan HP nya
" tidak ,aku suka bahagia bisa lihat perkembangannya " ucap Brian tertawa kecil
" makasih Abang " ucap Naya
" iya ,tapi sayang jika nanti di kampus kamu gimana " Tanya Brian
" iya dag papa ,kan Naya punya suami yang bisa apa saja ,jadi Naya tidak mau mikirin itu ,kan kata kaka Ivan dag bisa banyak pikiran " ucap Naya
" cih aku hanya di jadikan alat " ucap Brian memasang wajah sendu
" harus Abang ,kan Abang yang bikin Naya kaya gini " ucap Naya tersenyum
" apa tidak papa jika Dafa tau " tanya Brian sambil menatap istrinya dari samping
" tidak papa,kan nanti juga dia tau bang ,nanti Naya ngomong aja baik baik karena Naya dag mau sakiti perasaan orang " ucap Naya ,Brian menggaguk saja
masih asik bercerita hp Brian berdering,Brian melepaskan pelukannya lalu mengambil HP nya di atas meja samping tempat tidur mereka ,dia mengerutkan keningnya melihat yang menelpon nya ,lalu mendekati Naya
" Abang kenapa " Brian memperlihatkan layar HP nya , ternyata Dafa yang menelpon
Naya melihat Brian tersenyum kikuk,Brian mengakat nya lalu di louspeker
" hallo Nay "
" iya kak "
" Kaka ganggu iya , soalnya baru di angkat "
" ah tidak kak"
Naya melihat Brian ,yang hanya tersenyum sambil mengelus perut Naya
" Nay "
" iya Kak"
"kalau Kaka kangen sama kamu salah tidak "
Naya langsung melihat Brian yang hanya memasang wajah datarnya setelah mendengar ucapan Dafa
" hebm,kan tiap hari juga ketemu apa yang harus di kangenin kak "
" entah ,Kaka kangen saja sama kamu ,apa lagi tadi Kaka tidak lihat kamu di kampus, makanya aku berani telepon,kamu ngapain "
" kerjakan tugas Kak"
"Kaka ganggu iya maaf "
" ah tidak papa kak ,iya sudah Naya lanjut kerja tugas dulu iya soalnya besok di kumpul "
" Nay besok aku jemput iya "
" indah sama Raya sudah janji mau jemput kak, karena mau singgah beli sesuatu "
" iya sudah tidak papa ,nanti Kaka jemput tidak ada penolakan , selamat malam jangan tidur larut malam,sampai bertemu besok di kampus iya Nay "
" iya kak "
Brian mematikan sambungan telepon itu ,lalu menatap Naya, membuat Naya takut dan gugup
" maaf " ucap naya
" untuk " tanya Brian
" yang barusan " ucap Naya
" jelaskan dengan benar " ucap Brian
__ADS_1
" itu tentang kak Dafa yang telepon " ucap Naya
" terus " tanya Brian
" Naya minta maaf ,Janji Naya berusaha menjaga jarak dengannya " ucap Naya
" lalu " tanya Brian
" ehs Abang jangan mutar mutar Naya bingung ngomong nya " ucap Naya
" seperti nya malam ini aku harus menghukum mu sayang " ucap Brian menyeringai licik
" tapi.....
ucapan naya terpotong karena kekakuan Brian yang mencium nya tiba-tiba ,akhirnya malam ini Naya mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perkataan Brian
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" kenapa sayang " tanya Brian melihat wajah istrinya
" Abang nakal " ucap Naya sambil mengahap Brian memperlihatkan kelakuan Brian semalam
Brian tersenyum " maaf sayang " ucap Brian sambil mencium kening istrinya
" ayo sudah , kita turun di tungguin di meja makan "ucap Brian ,Naya hanya diam saja dan mengikuti Brian
" mau Abang tambah hukumannya " tanya Brian,Naya menggeleng cepat
" jangan macem-macem Naya mau ke kampus " Ucap Naya
" makanya jangan mendiamkan Abang " Naya menggaguk
" Naya malu nanti di lihat Raya " ucap Naya
" kamu tenang saja iya " Naya menggaguk
" pagi yah Bu" ucap Brian lalu menarik kursi untuk istrinya lalu dia Duduk di samping Naya
" pagi ,Naya kenapa bang " tanya ibu sisil
" makan sayang , tidak papa Bu ,biasa " ucap Brian tersenyum,sedangan alex hanya menggeleng kan kepalanya
" kamu kenapa Nay ,dari tadi diam saja " tanya Raya
" tidak papa Ray," Ucap Naya
" Abang minta uang " ucap Naya
" cih dari tadi diam,bersuara hanya untuk minta uang " cibir Brian,lalu memberikan uang 100 rbu selembar sesuai keinginan Naya
" makasih Abang " ucap Naya tersenyum
" wajahmu seperti Joker jika seperti itu Nay , mengeringkan " Ucap Raya,Alex langsung tertawa
" apa tadi " tanya Naya
" aku bilang kamu seperti princess Ana jika tersenyum tidak seperti tadi kusut seperti Joker " ucap Raya bohong ,Brian hanya tersenyum saja
" bohong " ucap Naya
" coba tanya Abang Sama Kaka " Naya melihat Brian dan Alex menggaguk
" benarkah, tapi tadi naya dengar nya tidak begitu " ucap Naya bingung
" itu karena kamu lagi senang habis terima uang dari Abang ,jadi kamu hanya dengar sebagian saja " ucap Raya
" begitu iya " Raya mengagguk
" kamu hebat dek " ucap Alex
" harus " ucap raya lalu mereka tertawa ,sedangkan Naya tidak menghiraukan mereka
kini mobil mereka sudah di parkiran kampus
" nanti kalau mau papa telepon saja iya " Naya mengaguk ,lalu mencium kening dan bibir Naya ,membuat Raya memekik hebat
" ABANG" pekik Raya " masih ada adek di sini ada kak juga " ucap raya
" vitamin pagi dek " ucap Brian ,sedangkan Naya jangan di tanya malunya seperti apa
__ADS_1
" vitamin pagi, emang bibir Naya vitamin " tanya Raya kesal
" iya vitamin mujarab " ucap Brian
" cih mata Abang itu yang mujarab " ucap Raya kesal lalu ke luar dari mobil membanting pintu mobil
" Abang " Ucap Naya dengan suara lirih
" kenapa hm " tanya Brian
tok...tok ..
" cepat ke luar jika tidak aku aku tinggal " Naya langsung ke luar dari mobil mendengar ancaman Raya tanpa melihat sekeliling nya ,sedangkan di parkiran yang sama Dafa menatap bingung pada mereka apa lagi sekilas Dafa melihat seorang pria dalam mobil saat Naya membukanya
saat mobil sudah jalan ,Dafa mendekati mereka
" hai " Ucap Dafa
" ah hai " Raya menatap Naya yang juga menatap nya
" baru datang " mereka mengaguk
" siapa tadi yang antar kalian " tanya Dafa selidik
" ah itu Kaka sepupu Raya " ucap Raya,Dafa melihat Naya
"kebetulan berkunjung ke sini ,jadi sekalian numpang dan jemput Naya " ucap Raya ,Dafa hanya mengangguk saja tapi terdengar aneh
"iya sudah ayo masuk ruangan " raya dan Naya mengagguk saja
sesampainya mereka di ruangan Raya dan Naya menghembuskan nafasnya kasar membuat indah bingung
" kalian kenapa " tanya indah
" Dafa sudah seperti polisi " Ucap Raya
" kenapa " tanya indah
" tadi dia lihat Abang ku kayanya saat Naya ke luar dari mobil " ucap Raya
" bukannya biasanya juga seperti itu " tanya indah
" iya sih ,tapi sudah dua hari ini Dafa selalu nungguin di parkiran " ucap Raya
" terus gimana " Raya dan Naya menggeleng
" tadi malam dia telepon di HP Abang " Ucap Naya ,membuat Raya dan indah melotot
" kamu serius " tanya mereka ,Naya menggaguk
" gila " ucap indah
" sudah sudah nanti saja mikir nya " ucap Raya
di tempat lain Dafa masih memikirkan kejadian di parkiran tadi membuat Ricko bingung
" kamu kenapa " tanya Ricko
" hm tidak tapi bingung saja " ucap Dafa
" bingung kenapa " tanya Ricko
" bingung kan Raya sama Naya ,mereka sedekat apa sih ,sampai harus tiap hari raya menjemput dan mengantar Naya " ucap Dafa
" mungkin mereka memang dekat Daf" ucap ricko
" tapi kaya ada yang di sembunyikan tau ric, coba kamu pikir setiap aku ajak bareng pasti ada saja alasan mereka ,terus sekarang mereka makan siangnya di ruangan ,baru biasanya mereka di antar sopir ,beberapa hari ini di antar mobil yang lain,mobil mewah lagi ,tadi tidak sengaja aku lihat pria dalam mobil itu saat Naya ke luar dari mobil tpi yang anehnya Raya duduk di kursi depan sedangkan Naya di belakang ,aneh tidak " tanya Dafa
" yang di jemput Naya kan " Dafa mengaguk
" seharusnya Naya dong yang di depan " Dafa mengaguk lagi
" kamu tau saat aku tanya ,jawaban mereka jika yang mengantar mereka Kaka sepupu Raya yang sedang berada di sini ,apa sepupu Raya sedekat itu sama Naya sehingga dia harus duduk di belakang bersama dia " ucap Dafa lagi
" sudah tidak usah di pikirkan kita selidiki diam diam saja ,supaya mereka tidak curiga " Dafa menggaguk saja
" sudah tidak sudah di pikirkan " ucap ricko
" iya ric " ucap Dafa
__ADS_1
tapi bagaimana pun dia tetap memikirkan ,kaya ada yang janggal selama bertemu kembali pada Naya ,kaya ada yang di sengaja di sembunyikan apa lagi memikirkan Naya yang selalu memakai masker asam lambung apa harus seperti itu , Dafa benar benar pusing memikirkan itu sehingga dia menggeleng kepalanya ,ricko yang menyadari Dafa masih diam ,menepuk bahu sahabat nya itu membuat Dafa melihat ricko ,ricko menatap ke arah depan bahwa sudah ada dosen ,Dafa pun mengaguk saja