
saat akan pulang kuliah, Ternyata Abian sudah menunggunya di parkiran kampus saat melihat Raya semakin dekat dengan mobilnya dia ke luar dari
" my Jerry " Raya melotot kan matanya kaget menatap Abian
" yaakk apa yang kau lakukan di sini " tanya Raya
" hai bumil " sapa Abian pada Naya ,lalu menatap indah
" hai " indah membalas senyuman Abian
" kenapa ?? apa kau terharu karena aku datang ke sini !!! terimakasih banyak aku jadi terkesan " ucap Abian
PLak
" mulutmu memang iya !!! apa yang kau lakukan di sini apa ada urusan " Abian menggeleng
" aku kangen dengan mu " Abian tertawa kecil melihat wajah kesal Raya
" kebetulan aku lewat jadi singgah tadi aku sudah mau pergi tapi lihat kalian menuju ke sini jadi aku tunggu saja " ucap Abian
" bukannya kamu kerja " tanya Raya
karena sebelumnya Abian sudah memberitahu Raya jika dia dan Cakra sudah bekerja di perusahaan ayah nya
" ada yang aku urus di luar " mereka mengaguk
" lalu kamu mau ke mana lagi " tanya Naya
" mau ke perusahaan lagi " ucap Abian
" iya sudah sana,nanti kamu di pecat " ucap Naya , Abian mengaguk
" aku ke perusahaan dulu iya " Naya dan indah mengaguk
" jangan cemberut kamu jelek sumpah aku saja nyesel singgah ke sini " Abian mengacak rambut Raya sehingga membuat sang empedu berteriak
" yaakkk AaBbiinn jelek " Abian tertawa kecil lalu masuk dalam mobilnya
tuuutttt
"hati² " ucap Naya dan indah , sedangkan raya masih sibuk merapikan rambutnya
tanpa mereka sadari jika interaksi antar mereka sedang di perhatikan sepasang mata yang sejak tadi menahan emosinya
" Dafa " Dafa hanya menarik napas lalu di buang kasar
" hai "sapa Ricko
" kalian juga sudah mau pulang " tanya Naya
" iya " jawab Ricko sedangkan Dafa menyibukkan diri dengan HP nya
" aku duluan iya " ucap Dafa, saat melihat Raya akan mendekati nya
" Kaka " Dafa tetap melanjutkan langkahnya
" ikut saja ,nanti mobilmu aku yang bawa " raya langsung memberi kan kunci mobilnya karena memang tadi dia bawa sendiri tidak bersama indah dan Naya karena setelah ini mereka akan ke perusahaan
" makasih kak " Ricko hanya mengangguk
" apa ada masalah " tanya Naya
" tidak ada Dafa hanya lelah saja karena sebentar lagi kita mau coass belum lagi mau lamaran jadi sedikit lelah dan banyak pikiran" ucap Ricko
" terus Kaka mau ke mana " tanya indah
" mau bawa keliling dulu mobil raya kapan lagi kan " Ricko tertawa kecil
" iya sudah nanti Naya ,kasih tau Abang sama Kaka kalau Kaka yang pakai mobil Raya " ucap Naya
" jangan nanti aku di bunuh " ucap Ricko
" pakai saja, nanti aku bantu jelaskan " ujar indah
" kalian memang terbaik !!! kapan lagi bawa mobil orang kaya kan " ucap Ricko
" kami duluan iya kak,soalnya mau ke perusahaan dulu " ricko Mengaguk
" hati² " mereka mengaguk " Kaka juga hati² " ujar mereka sebelum memasuki mobil
" pasti " ucap Ricko
sedangkan dalam mobil Dafa mau pun raya masih saling diam
Raya yang tidak tau di mana letak masalah
dan Dafa yang malas membahasnya
" kita mau ke mana kak " tanya raya
" pulang " ujar Dafa ketus
" Kaka marah, apa Raya punya salah " tanya raya ,tapi Dafa hanya diam
" koh diam kak ?? kalau Raya punya salah,aku minta maaf tapi jangan diam bilang salah Raya itu apa " ujar Raya lagi tapi tetap Dafa diam saja
" maaf ,bisa antar raya ke rumah saja " Dafa tidak menjawab tapi dia membelokkan mobilnya mengambil jalur ke arah rumah Raya, raya hanya bisa tersenyum kecut
" masih ada waktu untuk kamu berpikir mau lanjut kan hubungan ini atau tidak " Raya menatap Dafa yang masih fokus ke depan
" maksud Kaka ??? apa Kaka berniat ingin mengakhiri nya " tanya Raya
__ADS_1
" bukan aku tapi kamu " ujar Dafa dingin
" kenapa jadi Raya " tanya Raya bingung, tapi Dafa hanya diam saja
setelah beberapa saat kini mobil Dafa sampai di rumah Raya
" Kaka tidak masuk dulu " tanya Raya
" masuk lah ,aku sibuk " ucap Dafa tanpa melihat ke arah raya
" hati² Kak " ujar Raya,lalu turun dari mobil
Dafa memutar mobil nya lalu pergi begitu saja tanpa melihat ke arah raya
raya hanya diam menatap mobil Dafa yang sudah mulai menjauh jika biasanya Dafa selalu mencium kening atau bibir nya kini tidak ada lagi
" aaaakkkkkhhhhh " Dafa memukul stir mobilnya mengeluarkan amarah yang sejak tadi dia tahan
beda sekali rasanya saat tahu Naya menikah dengan saat tadi melihat Raya dengan pria lain
ingin rasanya Dafa membunuh laki² itu
" kamu di mana " tanya Dafa,kini dia sedang menghubungi ricko
" di jalan,aku bawa mobil raya " ujar ricko
" ke cafe biasa " ucap Dafa lalu mematikan sambungan telepon nya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Kaka Irma " sapa Naya dan indah
" nyonya muda, nona indah maaf saya tidak menjemput kalian " ujar Irma kaget karena sebelumnya dia sudah di beri tahu
" aku duluan ke ruangan mas Alex iya " Naya mengaguk
" tidak Papa kak, kami di antar pengawal " tunjuk Naya pada pengawal yang ada di dekat mereka ,Irma mengelus dadanya lega
" terimakasih " ucap Irma , pengawal hanya mengaguk saja
" Naya boleh masuk atau ada tamu " tanya Naya lagi
" ah maaf nyonya ,anda boleh masuk " Naya mengaguk
ceklek
" apa aku menganggu ' tanya Naya saat melihat sepasang manusia sedang sibuk diskusi
" sampai di sini dulu Lex nanti kita lanjut lagi " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex,lalu merapikan berkas dan beberapa kertas penting
" maaf nona Naya ,indah mana " tanya Alex
" dia tidak ikut kak ,katanya tadi mau ke rumah orang tua nya karena kangen " Alex mengerutkan keningnya lalu mengambil HP nya
" maaf tuan saya ke ruangan dulu " ucap Alex lalu ke luar dari ruangan Brian
" kamu salah membohongi orang sayang " ucap Brian tertawa kecil
" Naya kira berhasil tetapi seperti nya Kaka lebih pintar dari dugaan ku " Brian merentangkan tangannya
Naya yang mengerti maksud suaminya pun mendekati nya dan masuk dalam pelukannya
" bagaimana tadi di kampus hm " tanya Brian sambil mengelus rambut Naya
" baik lancar sekalipun sedikit lelah tapi asik koh ,mereka juga tidak rewel " Brian menggaguk
" jangan terlalu paksakan iya ,jika kamu lelah istirahat saja " Naya mengaguk
" Abang Masih mau kerja " Brian melihat Naya
" temani naya istirahat boleh " ujar Naya sambil memainkan tangannya di bidang dada suaminya
" termaksud yang lain " Naya mengaguk malu ,brian menarik hidung Naya
" jangan biarkan siapa pun masuk dalam ruangan ku " ucap Brian yang entahlah siapa yang dia hubungi
setelah itu dia menemani Naya istirahat di ruangan pribadinya
sedangkan Alex yang tadinya kaget dengan ucapan Naya ,kini dia bisa tersenyum ketika melihat indah sedang berdiri menghadap kaca besar dan melihat dunia luar
" apa kau ingin bunuh diri " tanya Alex ,indah membalikkan badannya
" apa aku harus " Alex mengaguk
" tapi setelah anakmu lahir ,baru kamu bunuh diri " indah berdecak saja
" apa mereka lebih penting " tanya indah
" sangat " ucap Alex ,lalu memeluk indah
" makan apa hari ini " Alex membawa indah duduk di kursi kerjanya
" makan bebek,ikan lele terus ketoprak sama somay " ucap Indah
" rakus sekali " ucap Alex
CUP
" mereka terlalu rakus sehingga membuatku lapar terus dan makan banyak " ucap indah
__ADS_1
" tidak papa , yang penting kalian baik² saja " ucap Alex
" apa aku tidak papa terlihat gemuk " tanya indah sambil mengalungkan tangannya di leher Alex
CUP
indah mengecup bibir tebal Alex
" kamu sangat jelek " ucap Alex
" terimakasih pujian nya ,berarti nanti aku akan menambah Porsi makan ku " Alex mengaguk
" tapi jangan terlalu di paksa bukannya kata dokter tidak papa sedikit asal sering " indah mengaguk
" tapi air liur ku netes ketika tidak bisa mencoba nya ,tenang saja ada yang habiskan koh " ucap indah
" siapa, teman pria mu dan raya " indah mengaguk tersenyum
" jangan seperti itu ,tidak sopan " ucap Alex lembut
" indah hanya mencicipi sedikit saja milik mereka kalau suka indah pesan kalau tidak indah tidak pesan ,begitu juga Naya " Alex mengaguk
" sekalipun kalian teman kalian harus saling menghargai " indah mengaguk
" apa mas sudah selesai tadi indah lihat mas bawa berkas dan setumpuk kertas " tanya indah sambil melihat ke arah meja
"nanti bisa di selesaikan " ucap Alex
' Kenapa Raya tidak ikut bersama kalian " tanya Alex
kini mereka saling berhadapan
" dia ikut Kaka Dafa ,mobilnya di bawah sama kaka Ricko " ujar indah, Alex hanya mengangguk
tok ....
tok ....
" masuk "
"jangan turun " ujar Alex saat indah memaksa ingin turun
ceklek
" Kaka " fajar tersenyum lalu menunduk kepalanya
" Abang " Alex hanya mengangguk
lalu berdiri menggegam tangan indah menuju sofa begitu juga fajar
" ada apa " tanya Alex lalu mendudukkan indah di atas pangkuannya, indah sudah menunduk malu sekalipun itu dengan Kaka nya
" saya jemput Irma tapi kecepatan " ucap fajar tersenyum
" apa kakak sangat merindukan nya " fajar hanya diam saja
" pulang lah, bilang dia kirim semua lewat email " fajar tersenyum kuda
" terimakasih Abang " Alex hanya mengangguk
" salam buat ayah sama ibu " fajar hanya mengaguk lalu ke luar dari ruangan alex
" sayang ayo kita pulang " Irma menaikan alisnya
" aku sudah izin sama tuan Alex, dia bilang kirim semua nya lewat email " Irma mendengus saja
" mau aku bantuin yang mana sayang " tanya Brian
" minta tolong yang itu yank, karena mau di bawah pulang " fajar mengaguk lalu menyusun yang akan di bawah Irma
" nanti kita jalan dulu iya , mumpung masih ada waktu " Irma mengaguk
" kamu mau singgah beli sesuatu " tanya fajar
" tidak sayang, aku ikut saja " ucap Irma
" kita belanja iya " ucap fajar
" jangan belanja terus yank,kan yang di beli kemarin belum tentu kamu sudah pakai semuanya kan "
" buat kamu sayang " ujar fajar
"masih banyak yang belum aku pakai mubazir" ujar Irma
" iya sudah kita makan saja gimana atau mau kemana " tanya Irma
" kita singgah di taman saja dulu di sana biasanya ramai " ucap Irma
" sudah sayang " Irma melihat fajar
" makasih " fajar tersenyum lembut
" ayo " fajar menggegam tangan Irma
" apa tidak izin dulu " fajar menggeleng
sekalipun Irma lebih tua dari fajar tapi dia tetap menghargai fajar sebagai lelaki
dan jika fajar melakukan kesalahan Irma selalu menasehati nya dengan lembut layak nya seorang Kaka
itu lah yang di sukai dari Irma yang selalu membuatnya nyaman beda dengan yang lainnya
__ADS_1