Sayangi Aku

Sayangi Aku
pemeriksaan


__ADS_3

Brian dan Alex sudah berada di parkiran menunggu Raya dan Naya ,karena sesuai janji mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Naya ,tapi saat mereka melihat Raya dan Naya mata Alex menatap pada satu wanita yang sedang jalan bersama mereka mendekati mobil


" Kaka ,indah mau ikut lihat juga boleh " ucap raya saat sudah di dekat mobil dan membuka pintu depan, alex mengaguk lalu melihat Brian


" Tidak usah melihat ku " ucap Brian


" Kamu duduk di depan saja ,aku sama Naya di belakang " ucap Raya


" Aku pakai mobilku saja,nanti aku ikutin dari belakang " ucap indah


" Masuk saja " ucap Alex datar


"Ayo ,nanti Kaka marah ,dia tidak suka menunggu " ucap Raya,indah mengaguk lalu masuk dalam mobil ,begitu juga dengan Raya dan Naya ,tidak terlalu sempit untuk duduk bertiga karena badan Naya dan Raya tidak terlalu besar walaupun Naya hamil tapi badannya tidak berubah hanya perutnya saja yang sudah kelihatan membuncit dan pipinya semakin tembem


Sepanjang perjalan mereka hanya diam saja masing-masing dari mereka hanya bermain dengan HP nya selain indah dan Alex,indah sesekali menatap Alex lalu melihat ke arah depan lagi ,Brian yang menyadari itu hanya tersenyum saja sambil mengelus perut istrinya


Saat sampai di rumah sakit ayah dan ibu sudah menunggu mereka di pintu masuk


" Apa semuanya aman Lex " Tanya Brian


" Aman tuan " ucap Alex


" Pakai maskernya sayang " ucap Brian,Naya hanya mengangguk karena ini sudah biasa baginya begitu juga dengan Raya ,Alex menatap indah lalu memberikan masker padanya ,indah menerima nya tanpa berkata karena sebelum nya sudah pernah


Brian hanya tidak ingin wajah Naya dan Raya di ketahui orang karena dia tidak tau bahaya kapan saja datang ,sehingga sebisa mungkin dia melindungi keluarga nya begitu juga Alex yang selalu memantau semuanya dengan teliti bahkan anak buah mereka sudah berjaga di dekat rumah sakit


Saat turun dari mobil semua bodyguard menundukan kepalanya melihat bos mereka ke luar


Brian menggegam tangan Naya ,sedangkan raya berpegangan pada Alex,sedangkan indah berjalan mengikuti mereka dari arah belakang ,Alex yang melihat indah di belakang nya berhenti sejenak lalu menggegam tangan indah saat sudah di dekatnya ,membuat indah kaget begitu juga raya


" Tetap diam ,banyak yang melihat " indah mengaguk saja


Mereka mendekati ayah dan ibu tidak lupa Ivan yang sudah ada di samping ayah Abbas sedangkan di belakang mereka dokter dan perawat sudah berjejer menunggu mereka


" Selamat datang tuan muda " ucap mereka sambil menunduk kepalanya


" Ayah ibu " ucap Brian ,mereka hanya mengangguk saja


" Ayo kita masuk " ucap ayah abbas ,mereka mengikuti langkah kaki ayah abbas sedangkan perawat dan dokter yang tidak ada kaitannya dengan kedatangan mereka sudah bubar saat melihat tatapan Alex


" Lex apa kau tidak akan melepaskan tangan adikku " ucap Ivan yang dari tadi menatap tangan mereka ,Alex langsung melepas kan tangan indah tanpa berkata papa,Brian hanya tersenyum


" Kenapa kau mengganggu " bisik Brian


" Maaf aku tidak tau " ucap Ivan , sedangan indah sudah bersama Raya


Saat di depan pintu ruangan pemeriksaan, ibu Brian raya dan Naya masuk dalam ruangan setelah di persilahkan ,sedangkan ayah Alex dan Ivan di larang Brian untuk masuk,sedangkan indah memilih menunggu di luar sambil duduk di samping Ivan


" Apa dia takut ayah akan menyukai istrinya " Ucap ayah kesal saat mereka sudah masuk


" Sabar ayah " ucap Ivan


" Sabar kepala mu ,ayah cuma mau lihat saja bukan Mencuri " ucap ayah abbas frustasi


" Nanti saya minta dokter untuk memberikan tuan foto USG nya " ucap Alex ,membuat ayah Abbas menatapnya tajam


" Tuan ,tuan, panggil aku ayah atau mau aku potong lidahmu " ucap ayah abbas ketus


" Lagi di luar ayah ,aku masih kerja " ucap Alex pasrah


" Bukan urusan ayah " ucap ayah abbas


" Ikuti saja dia lagi kesal nanti tensinya naik " ucap Davin sedikit berbisik


PLak


" Apa kau mendoakan ayah sakit " ucap ayah Abbas


" Ayah tenang iya kan sebentar lagi kita lihat cucu ayah " Ucap Ivan sambil mengelus kepalanya sedangan indah hanya diam saja melihat mereka sambil tersenyum


" Ade sudah selesai kuliah " indah menggeleng


" Aku ikut mereka saja kak, selesai makan siang baru masuk lagi " ucap indah


" Terus kenapa tadi pegangan tangan sama Alex " tanya Ivan ,indah hanya diam


" Apa kamu cemburu " ucap Alex ketus


" Jika kalian tidak diam ,kamu Ivan bereskan barang mu jangan harap lagi memimpin rumah sakit ,dan kamu Alex ayah buang ke laut " ucap ayah Abbas membuat mereka Kemabli diam


Sedangan dalam Ruangan pemeriksaan Brian dan Naya duduk menghadap dokter kandungan sedangkan ibu dan Raya berdiri memperhatikan mereka

__ADS_1


" Apa ada keluhan nyonya muda " tanya dokter wanita


" Tidak ada dok,mualnya juga hanya sesekali " ucap Naya


"Ini sudah mau masuk bulan tiga iya , insyaallah baby nya baik baik saja ,tapi untuk memastikan nya kita cek dulu iya " ucap dokter,Naya mengaguk


Naya dan Brian berdiri menuju ke arah tempat tidur yang sudah di siapkan dan di sampingnya sudah ada perawat ,Brian membantu istrinya untuk naik di atas tempat tidur,suster membantu menyiapkan alat USG sedangkan dokter mengolesi gel di perut Naya


" Tenang iya ,tidak usah tegang" Naya mengaguk saja ,Brian menggegam tangan istrinya


" Nah ini baby nya tuan " semua mata tertuju pada monitor USG "udah besar kan ? Dia juga Alhamdulillah sehat panjang nya 7,4 cm dan beratnya 23 gram juga pas,semuanya baik " ucap dokter ,Brian tersenyum mendengar perkembangan calon anaknya begitu juga dengan ibu dan Raya


" Mau dengar detak jantung si baby enggak,detak jantungnya sudah kedengaran " ucap dokter


" Mau " ucap Raya sedikit meninggi kan suaranya membuat Brian menatap nya tajam


" Tidak apa tuan muda " ucap dokter lembut sambil tersenyum


" Maaf dok " ucap raya ,dokter dan perawat hanya tersenyum


Sampai kedengaran suara


Dug....dug.....dug....


Detak jantung calon anak mereka untuk pertama kalinya terdengar membuat Brian dan Naya meneteskan air matanya begitu juga dengan ibu sisil sedangkan Raya sibuk merekam video itu sehingga dia mendekati monitor USG,Brian mencium tangan istrinya,menyalurkan rasa bahagianya


" Dokter apa jenis kelamin nya sudah bisa di lihat " tanya Raya masih menatap monitor tanpa melihat ke arah dokter


" Adek yang sopan " tegur ibu sisil


" Tidak papa nyonya besar ,belum bisa nona muda biasanya usia 4 bulan atau 5 bulan jenis kelaminnya baru bisa terlihat " ucap dokter


" Nanti Ade ikut lagi bulan depan " ucap Raya


" Suster nanti aku minta fotonya yang banyak iya " ucap raya


" Iya nona muda" ucap suster


" Adek ,ke luar " ucap Brian datar


" Maaf bang " ucap Raya lalu kembali ke samping ibunya


"Tidak papa tuan ,seperti nya dia sangat menunggu kehadiran keponakan nya " ucap dokter tersenyum


" Tetap seperi sebelumnya iya nyonya ,makan buah dan sayur ,susunya jangan lupa ,makan sedikit-sedikit saja tapi sering ,sering di ajak ngobrol iya karena di usia tiga bulan dia sudah bisa mendengar jadi usahakan sering ajak dia untuk bicara agar dia mengenali orang ² terdekatnya terutama ayah dan ibunya " ucap dokter


" Iya dok, kalau mendengar kan musik bisa tidak ,karena saya sering lihat di video seperti itu " Tanya Naya


" Bisa nyonya ,dan untuk kegiatan malamnya tidak perlu takut lagi iya tapi tetap mencari posisi yang aman agar tidak menyakiti mereka " ucap dokter,ibu langsung menutup telinga Raya membuat raya kesal , sedangan Naya sudah menunduk malu


" Maaf nyonya besar " ucap dokter gugup


" Ibu ,Ade itu sebuah besar ,ibu lupa Ade kuliah di jurusan apa " ucap Raya kesal


" Maaf Ade ,ibu refleks " Ucap ibu tersenyum


" Ada lagi yang mau di tanyakan " tanya dokter


" Tidak ada dok " ucap Naya


" Kalau begitu kami permisi dulu dok,maaf sudah menggangu waktu istirahat siang anda " ucap ibu sisil


" Tidak papa nyonya besar ,malah saya berterima kasih sudah di beri kepercayaan untuk menangani nyonya muda semasa kehamilan nya " ucap dokter tersenyum


" Makasih dokter " ucap Naya sambil menunduk kepalanya pada dokter dan suster sambil tersenyum


"Iya nyonya muda " ucap dokter


" Nyonya muda baik iya sopan dan ramah pada siapa saja " ucap salah satu perawat saat Brian dan yang lainnya sudah ke luar


" Iya bahagia sekali dapat wanita seperti dia,tidak memandang orang sebelah mata sekalipun suaminya yang punya rumah sakit ini " ucap satunya lagi


" Sudah sudah ayo kita istirahat ,bukannya ini waktunya sudah makan siang " ucap dokter


"Iya dok " ucap mereka


sedangkan di luar ruangan Raya dengan hebohnya memutar video tentang detak jantung calon keponakan nya pada ayah dan yang lainnya


" ayah sih dag masuk, " ucap raya sambil tersenyum


"mau ayah stop semua fasilitas yang kamu dapat " ucap ayah kesal karena Brian dia tidak bisa melihatnya langsung

__ADS_1


" ayah kenapa sih koh marah² " ucap ibu sisil ,sedangan brian malas tau seolah dia tidak tau tentang kemarahan ayah nya


" anakmu itu keterlaluan ,ayah cuma mau lihat saja masa di larang masuk " ucap ayah abbas


" sudah sudah malu ada indah ih ayah ini ,sudah kita makan siang dulu ,Naya pasti sudah lapar " ucap ibu sisil


" tenang ayah ,Ade punya fotonya ade bayi" ucap raya sambil membagikan mereka satu² foto USG Naya,bahkan indah juga dapat


" ingat di jaga baik² foto Ade bayinya Raya jangan sampai hilang simpan di dompet kalian atau di kamar kalian " ucap raya penuh penekanan


" itu foto anak Abang Ade,kenapa malah di bagi² " Ucap Brian


" tidak papa Abang biar banyak yang sayang dia " ucap Raya


" makasih " ucap indah ,raya hanya mengangguk


" iya sudah ayo kita cari makan dulu ,kamu Van tidak ikut " tanya ayah abbas


" ayah sudah tidak marah " ayah Abbas langsung menatap Ivan " maaf, Ivan ikut nanti Ivan bawah mobil sendiri " ucap Ivan


" iya sudah ayo ,ade juga mau masuk lagi setelah ini " ucap Raya


lalu mereka berjalan ke arah mobil mereka masing masing, kali ini Raya bersama dengan ayah dan ibunya ,sedangan di mobil Alex hanya ada indah Brian dan Naya , sedangan Ivan hanya sendiri nya


" Lex apa videonya ada " tanya Brian ,Alex memberikan iPad nya pada Brian ,Brian menerimanya dan membuka video tentang suara detak jantung anaknya


" sayang dengar, lucu iya " Naya hanya mengangguk saja sambil mengelus perutnya


Brian melihat perut Naya " hai nak ini ayah, kamu baik² iya di dalam perut ibumu " ucap Brian tersenyum begitu juga Naya


Alex dan indah tersenyum mendengar ucapan Brian


saat sudah sampai di restoran,mereka ke luar dari mobil lalu masuk dalam restoran lalu menuju ruangan yang sudah di pesan Alex


" Alex " Brian memberi kan HP nya pada Alex


" ganti layar depan nya, semuanya " Alex menggaguk mengerti ,lalu memasukkan hp Brian di saku bajunya


saat masuk dalam ruangan mereka mencari tempat duduk masing-masing ,Naya dan Raya langsung melihat menu yang ada di restoran itu


" Abang ,boleh cumi bakar sama cumi tepung Krispy" Brian menatap Ivan


" iya sayang boleh " jawab Brian saat Ivan mengizinkan nya


" Ade juga mau ,kalau kamu Nda mau apa " tanya Raya


"aku ikut saja " ucap indah


" memang boleh " tanya Alex ,indah mengaguk


"memang indah kenapa " tanya ayah abbas


" alergi seafood " ucap Ivan


" koh Alex tau " ucap ayah abbas


" ayah kepo " ucap raya tertawa kecil


" sudah ayo pilih supaya kita makan " ucap ibu Sisil


setelah memesan Makanan,Alex mengambil HP Brian yang di berikan tadi dia mengganti layar depan hingga sosmed nya menggunakan foto USG anaknya tadi , Brian enggan ambil pusing tentang komentar orang² atau kolega bisnis nya karena menurut mereka Brian belum menikah


saat pesanan mereka datang Raya dan Naya bersorak bahagia


" makan dulu sayang " Naya mengaguk


" enak sekali " ucap Naya saat satu gigitan cumi² bakar masuk dalam mulutnya ,Brian hanya menggeleng saja


lalu mereka makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara, Brian dan Alex menelan ludahnya melihat Naya makan namun mereka membiarkan saja


" Naya " panggil Raya


" adek makan saja " raya mengagguk saat mendengar suara Alex


setelah selesai makan Naya bersandar pada sandaran kursinya


" enak sekali ,sampai Naya kenyang " ucap Naya


" iya lah ...


" Ade " ucap Alex rendah , Raya hanya tersenyum saja

__ADS_1


" sudah,Kita istirahat sebentar baru antar mereka ke kampus " ucap ayah abbas


merasa sudah lebih baik mereka pun berdiri ke luar dari restoran itu , Ivan kembali lagi ke rumah sakit ,sedangkan ayah dan ibu mengantar Dulu Raya ,begitu juga Brian dan Alex mereka mengantar Naya dan indah


__ADS_2