
" maaf ,di depan ada nona Nisa " ucap pak Mamat
" biarkan dia masuk paman " Ujar Brian
" iya tuan " ucap pak Mamat
" kau tidak papa " indah mengaguk tersenyum menatap raya yang mengkhawatirkan nya
tidak berselang lama orang yang di tunggu datang
" selamat malam Tante om " ayah dan ibu tersenyum
"duduk Nis ,kenapa malam baru ke sini " ujar Brian mempersilahkan Nisa duduk
"soalnya tidak ada yang jemput selain anak buahmu " Ujar Nisa sambil melirik Alex
" mereka juga akan mengantar mu ke sini " ujar Brian
" apa mereka anakmu " tanya Nisa mengalihkan pembicaraan
" menurutmu ?? apa kamu melihat bayi selain mereka " Nisa tersenyum kuda
" selamat akhirnya kamu sudah jadi orang tua ,semalam Naya " Naya hanya membalas dengan senyuman paksa
Brian mengelus punggung Naya ,dia tahu jika istri nya tidak nyaman dengan kedatangan Nisa
mengingat bagaimana perlakuan nya pada indah dulu
" padahal dulu aku yang pengen cepat punya anak " Ucap Nisa tersenyum kecut
" ah iya ini hadiah buat si kembar maaf hanya ini yang bisa aku berikan " Brian menerima kado dari nisa
" terimakasih Kaka Nisa " Nisa mengaguk tersenyum
" kenapa harus bawa Kado ? kamu datang ke sini melihat mereka saja pasti mereka sudah senang " ujar Brian
" tidak papa, setidaknya mereka mengingatku sekalipun kami jauh ,iya kan " tanya Nisa menatap Abang Az yang ada di gendongan Brian
setelah itu dia menatap Alex lalu menatap indah tapi Nisa mengeritkan keningnya saat melihat perut indah
" koh perut indah besar sekali ? bukannya pernikahan kalian baru 5 atau 6 bulan iya " tanya Nisa bingung, sedangkan indah hanya diam saja
" indah hamil anak kembar juga sama seperti Naya " Nisa melihat ke arah Brian
" masa sih hamil kembar sebesar itu " tanya Nisa sinis
" lalu harusnya sebesar apa " tanya Alex datar
Naya dan Raya saling melirik kesal
" orang hamil kembar memang seperti itu Nisa ,bahkan dulu kami kira Naya hamil kembar 3 ternyata hanya dua " ujar ibu sisil lembut
" maaf Tante, Nisa hanya bingung saja " ucap Nisa tersenyum paksa
" ayah tinggal dulu ,ayo Bu " ibu Sisil mengaguk
" anak² biar sama ibu nak " Brian mengaguk lalu memberikan Abang Az pada ibunya begitu juga Naya memberikan Ade Ana pada ayah mertuanya
" selesaikan " ucap ayah abbas sebelum meninggalkan anak²nya ,Brian dan Alex hanya mengaguk
" Nisa jangan memulai, apa kamu akan seperti ini " ucap Brian setelah kepergian orang tuanya
" aku hanya bertanya apa salah " tanya Nisa
" salah, kandungan indah sudah memasuki 5 bulan, anak nya kembar dengan pertanyaan mu seperti tadi itu sama saja kamu merendahkan indah " ucap Brian
__ADS_1
" saya mengundang mu ke sini karena ingin berbagi kebahagiaan nis, bukan menyuruh mu mengusik kehidupan Alex ,carilah kehidupan mu kamu cantik pasti banyak orang yang menyukai mu jadi coba buka hatimu untuk mereka ,mungkin Alex bukan jodohmu " lanjutnya lagi
"maaf kalau karena indah membuat hubungan kalian rusak ,tapi indah tidak berniat merebut atau ...
" dek Bawa indah ke kamar " raya mengagguk
" ayo Nda " indah menggeleng cepat " jangan membantah indah, ikut raya ke kamar " ucap Alex dingin
" ayo Naya temani kita main di kamar raya " ucap Naya tersenyum
" ayo kita nonton drakor bukannya ada film baru kalian belum nonton kan " timpal raya
" iya " ujar indah lalu berdiri di bantu oleh raya
"kamu salah sudah mengusik nya ,mungkin aku masih bisa memberi toleransi tapi beda dengan nya " ucap brian lirih tapi masih bisa di dengar Nisa
" dengar baik² ,kamu mengusikku bukan hanya kali ini tapi sebelum aku menikah , sekarang istri ku sedang hamil jangan karena ucapan mu membuat kehamilan nya bermasalah, saya mengizinkan kamu ke sini karena permintaan Brian jadi jangan besar kepala karena aku masih saja membela mu dan main² terhadap ucapan ku, saya menarik kontrakan sama agensi yang menaungi mu itu karena ulah mu sendiri dan bersiap lah mungkin agensi mu juga akan membatalkan kontrak mu dengan mereka,saya akan diam jika kamu mengusikku tapi jika kamu sudah menggangu ketenangan istri ku kamu sudah salah " ujar Alex menatap tajam Nisa lalu mengambil HP nya
" apa segitu nya kamu .....
" seret dia dan bawa kembali ke mana asalnya " ucap alex setelah sambungan terhubung
lalu meninggalkan Brian dan Nisa di ruangan itu
" bukannya aku sudah memberi tahumu sebelum nya nis , sekarang aku pun tidak bisa membantumu lagi ,bukan karena membenci mu tapi kamu sendiri yang mencari masalah dengan nya " ucap brian
" tuan " Brian mengaguk
" aku bisa pergi sendiri " bentak Nisa ,Brian meninggalkan Nisa bersama pengawal menyusul Naya di kamar raya
ceklek
" Kaka " ucap raya dan Naya bersamaan
" kita ke luar dulu iya " indah mengaguk lemah
" kenapa dia masih membenci indah " tanya indah sesegukan
" jangan di pikirkan lagi !! itu urusannya mau membenci siapa yang harus kamu tahu sekarang kamu istri ku dan sedang mengandung anakku " ucap Alex lembut ,indah mengaguk
" i love you ,jangan menangis lagi nanti anak²mu seperti mu " indah tersenyum dalam tangisnya
" i love you to " Alex hanya mengaguk
sedangkan Naya dan raya menyusul ibu dan ayah di kamar mau tidak mau Brian pun ikut bersama mereka setelah tadi berpapasan di depan pintu kamar raya
ceklek
" sayang " panggil Brian pada ke dua anaknya
" jangan berisik Abang,mereka baru selesai minum susu mereka mengantuk " Brian langsung menutup mulutnya
" sudah " Brian mengaguk " kesal betul Ade sama Kaka Nisa "gerutu raya
" iya,tidak ada syukur² nya masih di baikin malah ngelunjak " timpal Naya
"pakai acara senyum sindir² " ucap raya lagi
" kalian ini,sudah jangan ribut Abang Az sama Ade Ana sudah tidur " ucap ibu menggeleng
" kesal Bu,syukur bukan Ade kalau Ade di gituin sudah aku acak ² wajahnya sampai tidak berbentuk " ucap raya
" kenapa kamu tidak praktek kan pada siapa yank yang suka Dafa " Naya tertawa kecil
" Monica Abang " Brian mengaguk " iya Monica kenapa kamu tidak mengacak wajahnya " ucap Brian
__ADS_1
" tunggu saja saat sudah ketemu akan ku buat wajahnya jadi jelek , sekali pun memang dia sudah jelek " ucap raya
" tapi sebelum itu kamu harus ke luar dari kartu keluarga ayah,dan hapus nama belakang mu " raya melotot kan matanya
" ayah tidak mau di kaitkan dengan masalah Ade " lanjutnya lagi
" ayah lebih mementingkan ...
" iya sangat penting jadi jangan membuat masalah " potong Brian
" aku akan menyuruh kaka Dafa menikahi ku setelah itu akan Ade ganti nama belakang memakai nama Kaka Dafa " ucap raya kesal
" berarti nanti Ade tidak dapat warisan " tanya Brian
" Abang " rengek raya manja
" mata duitan " cibir Naya tersenyum
" itu kehidupan Nay, papa itu kebahagiaan datang kalau kita banyak uang " ujar raya kesal
" memang kamu bahagia " raya mengagguk " sangat bahagia di saat bosan aku bisa shoping dan bisa ke mana saja " ucap raya
" coba kamu pikir ,saat kamu bosan ingin menangkan diri tapi tidak bisa papa karena tidak ada uang gimana coba " lanjutnya lagi
" bunuh diri saja gampang kan !! bukan hanya rasa bosanmu yang hilang tapi nyawa mu juga hilang " ucap Naya ketus
raya langsung berdiri mendekati Naya , mengetahui itu Naya langsung bersembunyi di belakang Brian
" sini kamu orang miskin " ucap raya kesal sambil memutari tubuh Brian
" sekarang aku sudah kaya bahkan lebih kaya dari kamu " ucap naya menjulurkan lidahnya
" Abang awas " pekik raya semakin kesal
" jajan 3x lipat " ucap Brian
" ini harga diri Ade Abang, tidak bisa di sogok jadi Abang minggir jangan lindungi orang miskin seperti Naya " Naya semakin tertawa kecil
" 5x " raya langsung berhenti Merapikan penampilan nya
" deal " ucap Raya tersenyum
" sadar murahan " Brian langsung menahan raya saat akan menarik tangan istrinya
" sayang jaga mulut mu sebelum raya menarik rambutmu " ujar Brian
sedangkan ayah dan ibu hanya diam menatap mereka sambil memukul pelan bokong ke dua cucunya agar tidak terganggu karena ulah mereka
" Naya bicara yang benar Abang " ujar Naya tidak mau di salah kan
" Naya " pekik raya tertahan karena mengingat. keponakan nya ,Naya menatap raya dari balik punggung Brian
" apa " tanya Naya ketus
" kau miskin ,jelek ,bau, dekil " umpat raya kesal
" sekarang aku sudah ka.....
" diam iya jangan nakal atau nanti Abang akan membawa si kembar ke perusahaan lagi " potong Brian membuat Naya menutup mulutnya
" minta maaf " Naya ke luar dari punggung Brian
" raya maaf " ujar Naya
" yaaaakkkkkk " raya langsung menarik rambut Naya pelan
__ADS_1
" Ade " pekik mereka ,Naya membalas perlakuan raya
sehingga terjadilah Jambak menjambak Brian langsung mendekati mereka untuk memisahkan ke dua wanita yang selalu saja tidak akur sekalipun mereka saling menyayangi