Sayangi Aku

Sayangi Aku
suka nyosor


__ADS_3

setelah acara makan malam, Dafa mengantar Raya menggunakan mobil yang iya bawa tadi Sedangkan mobil sport putih di biarkan di rumah Dafa kuncinya pun bersama Dafa


" kita ke mall cari HP untukmu " ucap Dafa


" tidak usah kak,di rumah masih ada HP yang masih bisa aku pakai " ucap Raya tanpa menatap ke arah Dafa


" apa kau marah karena aku membanting HP mu " tanya Dafa


" jika itu bisa buat kamu senang,aku bisa apa " ucap Raya


" Raya " panggil Dafa tapi Raya masih menatap ke arah luar


" aku cape Dafa " ucap raya


Dafa meminggirkan mobilnya lalu berhenti


" lihat aku " titah Dafa " Raya " raya menatap Dafa


" apa kamu tahu apa yang aku marah kan " tanya Dafa


" marah mu tanpa alasan Dafa " ujar Raya ,Dafa menatap tajam raya


" tanpa alasan !!! apa aku salah jika cemburu kamu dekat dengan pria lain " tanya Dafa


" apa kamu harus marah tanpa mendengar penjelasan orang " tanya balik Raya


"kamu hanya salah paham, aku dan Abian hanya teman kamu bisa tanya Naya dan indah bahkan Abang sama Kaka juga tau , Kami berteman sejak SMA Dafa, aku hanya membantunya layaknya teman karena perusahaan ayah nya kolaps dan dia mencari pekerjaan ,apa aku salah membantu nya" tanya Raya


" jika salah ,aku akan bicara sama Kaka untuk menarik semua bantuan yang sudah mereka lakukan " ucap Raya


" apa kamu pernah bicara dulu dengan ku " raya menarik napasnya kasar


"apa yang perlu aku bicara kan dulu Dafa, apa kamu pernah bertanya kamu lebih mementingkan ego mu " teriak Raya yang sudah tidak tahan lagi


" kamu terlalu egois, apa aku marah terhadapmu saat tau kenyataan nya ???? tidak yang di pikirkan ku saat itu hanya bagaimana caranya perasaan ku terbalas karena aku sendiri sudah menyukai mu!!! tapi sekarang aku tidak akan memaksa kan itu jika kamu ingin membatalkan tidak papa ,kamu masih tetap dekat dengan Naya tanpa ada hubungan kita " ucap Raya


" tidak usah khawatir .....


Dafa sudah tidak tahan mendengar ocehan raya


dia menarik tangan raya dengan sekali tarikan dan mencium bibir raya membuat wanita itu melotot kan matanya


" maaf " ucap Dafa setelah melepas kan ciuman mereka


" hiks hiks Kaka jahat " Dafa memeluk erat Raya sekalipun raya menolak nya


" maaf,aku hanya cemburu sayang !!!kamu tau aku orangnya gimana maaf sayang "


" tapi tidak harus marah² " ucap Raya


" iya maaf sayang ,maka jangan membuatku marah apa pun yang kamu lakukan cerita lah tanpa aku minta apa lagi itu berhubungan dengan laki² " ucap Dafa


" pemarah , pencemburu " cibir Raya memukul dada Dafa


CUP


" maaf "Raya hanya diam, Dafa menarik tengkuk Raya kembali mencium nya


" apa kita langsung menikah saja " tanya Dafa, sedangkan raya masih mengatur napasnya


" kenapa " tanya Raya


" aku tidak tahan sayang " bisik Dafa , langsung mendapat kan hadiah pukulan dari Raya


" ayo pulang " ucap Raya


"masih ada sejam,ayo kita jalan² dulu " ucap Dafa


" aku masih marah Lo kak " ucap raya kesal


" aku tidak peduli " Dafa langsung menjalankan mobilnya


" pemaksa " cibir Raya


" makasih sayang pujiannya " ucap Dafa


raya memalingkan wajahnya tersenyum sambil memegang bibirnya yang sedikit membengkak karena ulah Dafa


" apa mau tambah sayang " tanya Dafa tersenyum


" Malas sekali " Dafa tertawa kecil " kamu menikmati nya sayang " ucap Dafa tersenyum


" besok ikut mereka Naya saja iya ,aku bawa mobil yang di rumah " ujar Dafa


" lalu Kaka pulang nanti pakai apa " tanya raya menatap Dafa


" nanti sopir menjemput ku " ucap Dafa


" kenapa tidak minta sopir di rumah saja ,kalau nunggu sopir di rumah mu lama lagi " Dafa hanya mengangguk


" berapa mobil mu kenapa yang itu aku baru lihat " Dafa menatap Raya


" entah aku asal ambil saja !!! kenapa Kaka suka " tanya Raya


" aku tidak munafik, itu mobil gila Ray" ucap dafa

__ADS_1


" kalau begitu Kaka pakai saja " ucap Raya


" tidak ,apa kata orang sayang apa lagi keluarga mu " ucap Dafa


" tapi itu mo...


" jangan membantah atau mau tam....." saat tersenyum saat tangan Raya menutup mulut nya


" kita singgah di mall " raya hanya mengangguk saja


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


tok .....tok ....


" Anggi "


ceklek


" iya tuan ,ada yang bisa saya bantu " Ivan langsung masuk dalam kamar Anggi tanpa di persilahkan lalu menutup pintu kamar


CUP


Anggi hanya bisa menghela napasnya semenjak rencana ke rumah indah Ivan selalu saja mencium nya tanpa bertanya atau minta persetujuan


" apa sekolah mu lancar " tanya Ivan lalu duduk di pinggir tempat tidur sedangkan Anggi memilih duduk di meja belajar nya


" iya tuan " ucap Anggi


" apa kamu sedang mengerjakan tugasmu " Anggi mengaguk ,Ivan mendekati Anggi


" kerjakan lah ,aku akan melihatnya " Anggi menatap Ivan


CUP


" kerjakan " titah Ivan ,Anggi mengerjakan tugasnya sekalipun sedikit gugup


" kamu akan tinggal di sini ,barang mu yang lainnya biar kan di sana seperti nya ibu menyiapkan semuanya dengan baik " ujar Ivan memutar pandangan nya pada ruangan itu


" apa saya tidak bekerja saja tuan ,memasak atau cuci pakaian " tanya Anggi


" apa kamu ingin bekerja " Anggi menatap Ivan yang ada di sampingnya


" iya, saya sudah terlalu banyak merepotkan keluarga tuan ,setidaknya ada yang saya kerjakan " ucap Anggi


" baiklah jika itu maumu, tiap pagi bangunkan aku tidur siapkan air mandi ku, pakaian kerjaku semua urusan di kamar ku kamu yang urus ,terus layani aku di meja makan " Anggi menatap Ivan bingung


" apa ada pekerjaan yang Seperti itu " Ivan mengaguk


" baiklah " ucap Anggi lalu kembali mengerjakan tugasnya


" apa banyak " Anggi menggeleng ,Ivan menarik kursi meja rias Anggi lalu duduk di belakang Anggi


" tu ....tuan " ucap Anggi gugup karena Ivan menjadikan bahunya untuk memompang dagunya


" kerjakan saja aku tidak mengganggumu " Ivan melingkar kan tangannya di perut rata Anggi membuat sang empedu gugup ,Ivan mencium pipi anggi


CUP


" kerjakan ,ada hal yang ingin aku sampai kan " Anggi mengaguk lalu kembali fokus sedangkan Ivan sudah memainkan HP nya tapi tangan satunya Masih memeluk Anggi


setelah menunggu beberapa saat ,akhirnya Anggi selesai mengerjakan tugas nya


" tuan saya sudah selesai " Ivan menyimpan HP nya lalu membawa Anggi ke balkon kamarnya


" apa kamu nyaman tinggal di sini " Anggi menggeleng


" kenapa " tanya Ivan


" saya lebih nyaman di apartemen di sana saya bisa melakukan pekerjaan rumah dan yang lainnya di sini saya seperti pemilik rumah yang hanya tau makan " ucap Anggi


" kamu harus biasa,karena menolak pun kamu tidak bisa apa lagi tadi kamu sudah dengar ayah ku ,apa kamu bisa mengganti nya " Anggi menggeleng lemah


flashback on


kini keluarga Ivan sedang di meja makan dengan tambahan Anggi


" makan nak tidak perlu sungkan " ucap ayah Ivan


" i...iya tuan " ucap Anggi


" koh tuan ,ayah Anggi , A-Y A-H apa itu saja sudah mengucapkannya " tanya ayah Ivan dengan wajah sedikit kesal


" maaf. "ucap anggi menunduk


" biasakan itu ,mulai sekarang kamu anak kami ,yang artinya kamu adik Ivan anggap saja itu bayaran nya karena selama ini kamu di apartemen Ivan dan di bantu Ivan " ucap ayah Ivan ketus


Anggi menatap Ivan yang tidak tertarik dengan obrolan mereka


" tapi jika kamu ingin menolaknya berarti kamu bisa bayar apa yang sudah di keluarkan Ivan buatmu begitu juga istri ku " Ucap ayah Ivan lagi


" baik ayah " ucap Anggi ,ibu Widya dan ayah Ivan tersenyum


dalam hati mereka tidak ada salahnya mengancam demi kebaikan


flashback off

__ADS_1


" maka dari itu menurut lah " Anggi mengaguk " besok kamu sudah bisa bekerja seperti yang aku katakan tadi " Anggi mengaguk


" tapi kamarnya jangan di kunci tuan ,agar saya tidak susah saat membangunkan tuan " Ivan mengaguk


" apa kamu sudah di beri uang jajan sama ayah "


" saya masih punya uang yang sering tuan berikan " ucap Anggi


" apa kamu tidak jajan di sekolah " tanya Ivan


" saya bawa bekal tuan " Ivan menaikan alisnya


apa masih ada zaman sekarang orng membawa bekal ke sekolah


jawaban iya ada , yang pasti nya itu Anggi


" lalu uang nya kamu apa kan " tanya Ivan


" Anggi tabung tuan, Anggi hanya ambil uang untuk bayar bus atau mobil angkot " ucap Anggi


" bus, angkot " beo Ivan ,Anggi mengaguk


" kenapa tidak pakai taksi " tanya Ivan


" mahal " Ivan melupakan satu hal jika anggi adalah orang yang hemat


" besok kamu akan di antar sopir " Anggi mengaguk


" tuan apa bisa Anggi ke makam ayah " tanya Anggi


" nanti kita ke sana jika aku tidak sibuk di rumah sakit " Anggi mengaguk


" ayo masuk kamu harus istirahat , besok pekerjaan mu di mulai " Anggi mengikuti langkah Ivan dari belakang


" sikat gigi dulu cuci muka baru ganti pakaian tidur " ucap Ivan


" Anggi baru pakai sore tadi " ucap Anggi


" ganti itu sudah kotor " Anggi menatap pakaian nya


dari mana kotornya bahkan keringat pun tidak


" Anggi "


CUP


" ganti pakaian tidur ,selamat malam " ucap Ivan lalu ke luar dari kamar Anggi


" tuan Ivan suka sekali mencium ku apa bibirku seperti permen " gumam Anggi lalu masuk dalam kamar mandi


" kamu dari mana " tanya ibu Widya saat melihat Ivan dari kamar Anggi


" kamar Anggi kenapa " tanya Ivan balik


" apa dia sudah tidur " Ivan mengaguk


" habis kerjakan tugasnya ,itu untuk apa " tanya Ivan melihat segelas susu


" untuk Anggi dia harus bnyak minum susu biar tinggi " ucap ibu Widya


" buat ibu saja agar tidak cerewet " Ivan langsung pergi setelah mengatakan itu


" anak itu " ucap ibu Widya


tok ...tok ...


" sayang ini ibu " ucap ibu Widya


ceklek


" apa baru selesai bersih² " tanya ibu Widya


" iya,masuk Bu " ucap Anggi


" ganti pakaian tidur iya ,ibu sudah siapkan lalu minum susu nya "ucap ibu Widya


" ibu tidak perlu seperti ini nanti Anggi bikin se...


" apa kamu mau di marahi ayah seperti di meja makan tadi,sudah sana ganti baju nya lalu minum susu nya iya " Anggi mengaguk


" selamat malam anak gadis ibu" ucap ibu Widya


lalu mencium kening dan pipi anggi


CUP


CUP


Anggi tersenyum lembut


" malam malaikat Anggi " ucap Anggi lalu memberanikan diri mencium pipi ibu Widya


" sudah sana, kunci pintu kamarnya iya " ucap ibu Widya sebelum ke luar kamarnya


" iya Bu, makasih " ibu Widya hanya mengangguk

__ADS_1


__ADS_2