Sayangi Aku

Sayangi Aku
fajar


__ADS_3

" gimana Nay,apa masih mual " tanya mama Lila saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu ,bermain dengan Nathan.


" sudah tidak ma,tapi kadang² juga mual " ucap Naya


" Alhamdulillah, jaga kesehatan nya iya " ucap bapak Jhoni


" bapak sih sibuk terus ,jadi dag ada waktu buat lihat Naya " ucap Naya cemberut


" kan bapak harus kerja Nay,kalau dag kerja nanti Nathan gimana dia masih kecil " ucap pak Jhoni


" apa bapak tidak mau berhenti saja, tidak usah pikirkan Nathan itu nanti urusan Brian " ucap Brian tiba²


" bapak masih kuat nak,kalau di rumah terus badan bapak jadi pegal karena dag kerjain papa " tanya pak Jhoni


" bapak mau kerja di perusahaan saja " tanya Brian lagi


" bapak mau kerja apa di sana nak,di sekolah saja kepala bapak kadang pusing ,apa lagi di perusahaan bukan jalur bapak nak nanti malah bikin repot " ucap pak Jhoni


" bapak nurut saja iya,kalau bapak tidak mau kerja di perusahaan di rumah saja ,jadi nanti jika Naya kangen kalian bisa ke sana " Ucap Naya menatap bapak dan mamanya


"iya pak,kan bisa jaga Nathan atau bermain dengan Nathan jika bapak bosan atau ke rumah sekedar main² atau mau menginap " ucap Brian lagi


"gimana ma " tanya Naya


" mama ikut saja nak, tapi kalau bapak berhenti nanti bapak dapat uang dari mana ,kan kamu tau penghasilan kita selama ini dari bapak ngajar sekolah " Ucap mama Lila


" itu nanti urusan Brian ma, yang penting bapak sama mama setuju dulu " Ucap Brian


" Kami sudah terlalu banyak repotin kalian nak " ucap pak Jhoni


" kami tidak merasa di repot kan pak,lagian ini sudah kewajiban Brian bukan, bapak itu harusnya sudah istirahat " ucap Brian


" atau bapak beli sawah saja untuk kerjaan bapak ,jadi tidak terlalu sibuk kan ,jadi bisa sesekali ke sana gimana " tanya Naya lagi


" tidak nak " ucap mama Lila ,karena bukan hal yang mudah membeli sawah pasti harganya mahal


" mama tidak usah takut harganya ,nanti Naya yang beli ,boleh kan bang " tanya Naya , Brian menggaguk


" uang dari mana nak ,jangan menyusahkan suamimu terus " ucap mama Lila


" Naya punya kartu ma,di kasih Abang ,jadi nanti Naya pakai kartu itu ,jadi bapak cari saja sawah nya kalau sudah dapat bilang sama Naya atau Abang " Ucap Naya. lagi


" iya pak,atau bapak mau yang lain " tanya Brian lagi


" sebenarnya bapak ingin membuka toko untuk jualan nak,mau jual² kebutuhan rumah tangga saja seperti beras dan yang lainnya karena pasti banyak yang cariin,apa lagi bagian di sini belum terlalu ramai yang jual,harus ke pasar dulu " ucap pak Jhoni


" jadi bapak mau jualan di sini " tanya Brian


" iya nak, sementara kumpulin uangnya buat bikin toko,lumayan luas juga didepan buat bikin toko " ucap Brian


" bapak pakai saja uangnya ,urusan toko dan yang lainnya nanti Alex yang urus " Ucap Brian


" tapi nak....


" pa,ma suami Naya tidak suka Lo kalau di bantah " ucap Naya memotong ucapan mama nya


" iya sudah terimakasih iya " ucap mama Lila


" jadi kapan bapak berhenti " tanya Brian


" kalau tokonya sudah jadi nak,jadi bapak tidak terlalu lama menganggur" ucap pak Jhoni


" iya baik lah, nanti besok anak buah Brian antar mobil buat bapak ,jangan pakai motor terus panas " ucap Brian


" tidak usah .....


" bapak ,nanti suami Naya marah Lo " ucap Naya lagi ,Brian hanya tersenyum


" makasih nak, tapi jangan yang bagus² kaya mobilmu yang di depan itu iya,t" ucap pak Jhoni tidak enak hati


" iya pak ,tenang saja " Ucap Brian


" Ade senang tidak mau punya mobil " tanya Naya pada Nathan


" ka....ka..uka...." ucap Nathan ,membuat Naya mencium pipi adiknya hingga memerah


" sayang "ucap Brian


" maaf bang soalnya lucu ,ah apa aku bawah di rumah saja " ucap Naya


" kamu kuliah ,terus lagi hamil nanti Nathan siapa yang jaga sayang masa mau di biarin sendri di rumah " ucap brian


" soalnya lucu bang ,lihat giginya baru 2 kaya kelinci " ucap Naya lagi kembali menghujani Nathan dengan ciuman membuat Nathan tertawa kegelian ,bapak dan mama ikut tertawa kecil


" sudah ayo kita istirahat,kasian Brian pulang kerja harus ke sini lagi jalan nya juga jauh ,kamu juga hamil " Ucap pak Jhoni


" bapak sih jarang lihatin Naya " Ucap Naya


" iya iya maaf ,ayo kita istirahat " Ucap pak Jhoni


" dada Ade ,nanti kalau ada mobil barunya jangan keluyuran terus iya " ucap naya sambil mencium pipi adiknya


" au...au.....au " ucap Nathan tertawa ,Naya melihat mamanya karena tidak mengerti


" mau " ucap mama Lila


"nanti Kaka ambil lagi mobilnya " Ucap Naya ,seolah mengerti ,Nathan pun menangis


" sayang koh Nakal sih " Ucap Brian ,sedangan Naya hanya tertawa saja tanpa mengehentikan tangisan adiknya

__ADS_1


" ade diam iya ,Kaka Naya cuma iseng " ucap Brian


" tidak papa nak ,kalau sudah Mun'im susu palingan tidur dia ,ayo kita istirahat " Ucap pak Jhoni


" iya pak, selamat malam pak,ma ,Ade " ucap Brian lalu mereka masuk dalam kamar masing-masing


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


pagi ini Brian dan Naya berangkat dari rumah Naya , sedangan Raya di antar sama sopir dan Alex langsung ke perusahaan karena fajar akan ke kantor


" ikut ke ruangan ku " ucap Alex saat melihat fajar menunggu nya di lobi


" iya tuan " ucap fajar


" nanti sebentar kamu ikut rapat " ucap Alex saat mereka sudah dalam lift


"iya tuan " Ucap fajar


sedangan di kampus indah merasa heran karena raya di antar sopir


" Naya belum datang " tanya Raya saat melihat indah menunggu nya di parkiran


" belum, aku kira sama kamu " tanya indah


"kan dia bilang mau ke rumah nya " Ucap Raya


" aku kira mereka pulang subuh ,jadi berangkat nya sama kamu " ucap indah


" tidak,dia dari sana nanti langsung ke sini " ucap raya


" terus kenapa kamu di antar sopir " tanya indah


" dag papa ,kita tunggu Naya ,di setho saja iya " ucap Raya menunjuk kursi di bawah pohon


" iyaaa " ucap indah sambil berjalan ke arah kursi


tidak berapa lama mobil Brian,masuk dalam kampus


" itu mobil Abang " ucap raya ,lalu berdiri begitu juga indah


" maaf sudah lama iya nunggu nya " ucap Naya saat teman² nya sudah menunggu nya di luar


" lumayan sih ,tapi kami ngerti jarak rumah Lo sama kampus " ucap raya


" Ade titip Naya iya " ucap Brian menurunkan sedikit kaca mobilnya


" iya bang " ucap Raya


" sayang aku jalan dulu ,jangan bandel " Naya mengagguk


" ayo kita ke kelas " ucap indah setelah mobil Brian sudah menjauh


" gimana apa sudah baikan " tanya Naya


" iya sudah baikan ,sekalinya dia dag buka laptopku ,sykur aku belum ngomong papa" ucap indah bohong sambil memaksakan senyumnya


jika kalian tau bahkan dia lebih dari kulkas dinginnya,aku saja sampai bingung berhadapa dengan makhluk kaya dia batin indah


" pantasan semalam saat pulang dari antar kamu,dia langsung ke paviliun" Ucap Raya


" iya " Ucap indah


" kamu ngapain di rumahmu Nay " tanya indah mengalihkan pembicaraan


"main² saja sama Nathan ,terus makan enak mamaku masak banyak jadi puas aku makannya " ucap Naya


" kue " tanya Raya


" tidak ada,kan ngasih taunya sudah agak sore jadi dag sempat bikin " ucap Naya


"padahal aku pengen loh " ucap Raya


" nanti aku bilangin " Raya menggaguk


" koh ruangan kita berasa jauh banget iya " ucap Naya padahal ruangan mereka tidak pernah berpindah mungkin karena hamil membuatnya sedikit lelah jika banyak bergerak


" kamu cape " tanya indah


" tidak tapi kaya jauh " Ucap Naya


" mau istirahat dulu " tanya Raya


" istirahat apa ,orng kita suda didepan ruangan "ucap indah


" kan tadi kamu yang bilang cape " ucap raya


" sudah ayo kita masuk supaya bisa duduk " Ucap Naya


" iya " ucap Raya dan indah


saat Brian sampai di perusahaan di langsung menuju ruangan nya,saat sudah duduk di kursinya dia menyuruh Alex ke ruangan nya


" iya tuan " ucap alex saat sudah di ruangan Brian


" jam berapa rapat nya "tanya Brian


"10 menit lagi " ucap Alex sambil melihat jam mahal di tangannya


" sudah di siapkan semuanya " tanya Brian lagi

__ADS_1


" sudah tuan " ucap Alex


" kita ke sana sekarang " ucap Brian


" Baik tuan " ucap Alex ,lalu ke luar dari ruangan Brian


"kita rapat " ucap Alex saat membuka pintunya ,fajar pun berdiri menghampiri Alex ,ada rasa tegang dan juga gugup karena dia sedikit tau tentang mereka jika saat menjalankan rapat dari ayah nya


saat Brian ke luar dari ruangan dia melihat fajar di samping Alex


" selamat pagi tuan " ucap fajar


" hebm "


Brian mendahului mereka menuju lift dan di belakang ada Alex dan fajar, wajah datar tegang ,membuat fajar sedikit gugup


" angkat kepala mu " ucap Alex tanpa melihat fajar ,fajar langsung mengakat kepalanya


bahkan saat dalam lift pun tidak ada yang bersuara Brian hanya menatap lurus ke pintu lift dan tangannya di masukan dalam kantung celananya ,begitu juga Alex


" apa mereka sudah ada di sana " tanya Brian saat mereka sudah ke Luar dari lift


" sudah tuan "jawab Alex yang ada di belakang Brian


saat masuk dalam ruangan semua orang yang ada dalam ruangan menjadi tegang ,karena rapat akan di adakan 10 menit lagi tapi di majukan membuat mereka harus bergegas sebelum bos dan asisten nya duluan di ruangan itu


" laporkan semuanya" titah Brian saat sudah duduk di kursinya begitu juga Alex , sedangan fajar hanya diam saja


"baik lah ,aku akan yang memulai " ucap Brian lagi


" Alex " titah Brian


" iya tuan " ucap alex, Alex langsung berdiri memutar video dan rekaman dari anak buahnya yang selalu mereka perintahkan untuk mengawasi jalannya proyek mereka ,setelah selesai semua orang dalam ruangan itu berubah jadi dingin ,fajar menelan paksa ludah nya melihat wajah Alex, sedangkan Brian menatap mereka dengan mata elang nya


" kau ,kau, selain yang tidak aku tunjuk silakan memisahkan diri aku memberi kalian waktu 5 detik dari sekarang " semua orang yang ada di ruangan itu langsung berkumpul satu tempat hanya menyisakan dua orang tadi


" ada yang ingin kalian sampaikan " tanya Brian pada dua pria di depannya


"maaf kan saya tuan ,saya mengakui kalau saya salah maaf tuan " ucap seorang pria sambil menangis karena ketakutan , sedangkan yang satunya hanya menunduk bahkan wajahnya sudah pelipisnya sudah keringat dingin


" kau sudah tau kan ,bahwa aku tidak menerima kata maaf ,jika ada yang mengkhianati ku maka aku tidak segan² menghabisi nyawanya ,bahkan aku Menggaji kalian 2x lipat dari perusahaan lain ,tapi kau memilih jalan mu sendiri " ucap Brian


"tinggal pilih, mau mati dengan cara apa " tanya Alex dingin ,dua orang pria itu langsung berlutut di depan kaki Alex ,karena jika Alex sudah bicara pasti dia akan melakukan seperti ucapan nya, Alex mengambil ponselnya


" masuk " titah Alex ,tidak berselang lama masuk lah 6 orang pria berbadan atletis memaki seragam hitam


" lakukan tugas kalian " ucap Alex ,mereka pun menyeret dua orang itu ke luar dari ruangan rapat hingga tersisa brian Alex dan fajar dan karyawan lainnya , sedangan fajar dia merasa sudah berada di alam lain ,lantaran takutnya dia tidak mengira jika Brian dan Alex tidak mengampuni siapapun jika sudah mengkhianati nya walaupun sudah mendengar dari ayahnya dia mengira itu hanya akal²an saja


" kirimkan uang 2 M ,kepada keluarganya dan beri tahu mereka tidak melakukan apa pun yang bisa merugikan mereka nanti " ucap brian


" buat kalian, berpikir lah jika ingin bermain dengan ku dengan senang hati aku melayani kalian ,tapi ingat aku tidak akan memaafkan siapa pun itu " ucap Brian


" iya tuan muda " ucap mereka bahkan mereka tidak berani mengakat kepalanya hanya untuk sekedar melihat bos mereka


" aku tunggu besok pagi ,laporkan semuanya data dari tiga bulan terakhir " ucap Brian ,sambil perlahan meninggalkan tempat itu di ikuti Alex dan fajar


selepas kepergian mereka, karyawan yang masih ada di dalam menarik napasnya dalam² lalu mereka hembuskan


" apa mereka kira tidak akan ketahuan " ucap salah satu dari mereka


" mereka benar² bodoh telah bermain dengan tuan muda dan asisten Alex ,bahkan mata mereka ada di mana² " ucap yang lainnya


" sudah² lebih baik kita siap kan yang di minta sebelum kita juga sasaran nya " ucap yang lainnya ,mereka pun ke luar dari rapat itu menuju ruangan dan devinisi masing²


"apa kau sudah belajar " tanya Brian saat dalam lift


" iya tuan, sementara " Ucap fajar


" apa kau takut ,kenapa kau gemetar " tanya Brian lagi tanpa melihat ke arah belakang


" maaf tuan " ucap fajar


"jangan terlihat lemah kau laki² bukan wanita ,jika kau lemah bilang ayah mu lebih baik di rumah saja " ucap Brian ketus ,


" maaf tuan " ucap fajar


" sebuah perusahaan membutuhkan pemimpin yang keras,tapi kalau kau tidak bisa mendingan mundur ,Kasian ayah mu membangun perusahaan itu dengan susah " ucap Brian tanpa ampun


" saya akan belajar dengan baik tuan ,mohon dukungannya " ucap fajar tegas


" hebm "


bertepatan dengan pintu lift terbuka mereka ke luar dan menuju ruangan mereka masing² begitu juga fajar yang selalu mengikuti Alex


" maaf tuan boleh saya bertanya " ucap fajar saat mereka sudah dalam ruangan


" hebm "


" apa mereka di bunuh " tanya fajar gugup


" apa kau bertanya karena penasaran atau kasian " tanya Alex


" maaf tuan " ucap fajar


" mereka hanya di asing kan ,tapi jika mereka memilih untuk mati ,itu jalan mereka " ucap Alex lagi ,fajar mengaguk


" periksa lagi berkas yang ada di depan mu ,itu semua dari perusahaan mu " fajar menatap Alex tidak percaya


" benarkah " fajar langsung mengambil berkas yang ada di depannya ,benar saja itu berkas yang ada di perusahaan nya

__ADS_1


" periksa dengan baik " ucap Alex


" baik tuan " ucap fajar ,lalu mereka kembali fokus sama kerjaan mereka masing²


__ADS_2