Sayangi Aku

Sayangi Aku
persiapan lamaran Raya


__ADS_3

jika biasanya weekend Brian dan Alex akan ke rumah mertuanya tapi kali ini mereka harus libur


karena malamnya acara lamaran raya bahkan wanita itu sejak tadi tidak berhenti untuk tidak tersenyum


padahal ini masih pagi sedangkan acaranya malam hari


" biasa saja wajahnya apa perlu Abang batalkan " ucap Brian,Naya langsung memukul lengan suaminya itu


" Abang " pekik Raya langsung berdiri


" rendahkan suaramu " ucap Alex menatap Raya,raya langsung duduk kembali


"bibi apa semuanya sudah siap untuk nanti malam " tanya ibu sisil


" bibi mau masak apa ? " tanya Naya


"sesuai bahan, nyonya muda " Naya berdiri ingin melihat bahan dapur ,tapi Brian menahan tangannya


" mau ke mana hm ??? jangan aneh² kamu lagi hamil " ucap Brian menekan ucapan nya


" duduk dulu iya,Naya hanya lihat saja " Brian menatap curiga pada istrinya


" i love you CUP " Naya memberanikan diri mencium Brian di depan semua orang yang ada di situ


" sudah boleh " Brian mengaguk ,membuat mereka berdecak


" bucin " cibir raya tapi Brian tidak menggubris nya lebih memilih diam karena suasana hatinya lagi senang


Naya kembali ke dapur di ikuti oleh pelayan


" bibi tolong panggil chef " ucap Naya


" mau ngapain sayang " tanya Brian


" mau masak, boleh iya " Brian menatap Naya


" aku tidak Papa honey, Naya cuma pengen masak kerena sudah lama boleh iya " Naya menatap Brian dengan mata kucing nya yang pastinya Brian tidak akan menolaknya


" tidak " ucap Brian tegas


" honey " rengek manja Naya, sedangkan yang di meja besar itu masih menutup mulutnya


Naya duduk di pangkuan suaminya ,lalu tangan nya di kalung kan di leher Brian, sekalipun malu tapi entah kenapa dia ingin memasak untuk makanan nanti malam


CUP


CUP


CUP


" boleh " ucap Naya lagi ,Brian berusaha untuk tidak merubah pendiriannya


" mata Ade tidak suci lagi " ucap Raya kesal melihat kemesraan di depannya


" apa yang Abang dapat jika mengizinkan mu " tanya Brian dengan mimik wajah serius


" apapun,Naya akan ikut " ucap Naya


" termaksud di ranjang " tanya Brian fulgar


" Abang " pekik ayah dan ibu Sisil


" deal " ucap Naya ,Brian tersenyum


" baik,.Abang izin kan " Naya tersenyum lembut


tidak apa malu ,toh di depan mereka juga kan


CUP

__ADS_1


" makasih suami Naya yang paling sempurna " ucap Naya


" maaf nyonya muda " Naya menatap seorang wanita paruh baya yang di kenal sebagai chef di masion besar keluarga Brian


" ah iya maaf iya chef, apa bisa nanti bantu Naya masak " tanya Naya lembut lalu berdiri dari pangkuan Brian


" tentu bisa nyonya muda ,apa yang perlu saya siapkan " tanya chef tak kalah lembut


" Naya mau masak rendang ,sate lilit ,ayam betutu ,rawon " Naya lalu melihat sekeliling nya " kalian mau apa nantinya nasi goreng,nasi liwet , nasi kuning atau nasi uduk " tanya Naya


" nasi goreng,nasi liwet, nasi uduk " jawab mereka,Naya menatap mereka


" satu saja " ucap Naya lirih


" masak saja yang tidak susah sayang. "ucap Brian


" karena ini untuk lamaran Ade ,jadi Ade minta nasi liwet " ujar Raya


" justru acara Ade bantu masak jangan hanya tau minta uang, apa kata calon mertua mu jika mereka tau yang masak Naya " ucap ayah abbas


" iya apa lagi mereka sudah kenal Naya "celetuk indah yang sejak tadi diam mendengar kan mereka , Raya melotot kan matanya


benar kata indah jika keluarga Dafa sudah kenal Naya bahkan Dafa dulu sempat menyukai Naya ,bahkan mungkin sampai sekarang entah lah


" Ade akan bantu "ucap Raya, demi mencari perhatian orang tua Dafa dan Dafa pasti nya


" lalu kue nya apa " tanya Naya


" ibu sudah pesan di toko langganan ibu sayang ,tidak usah masak yang banyak " ucap ibu sisil


" baiklah chef apa di sana ada seafood " tanya Naya


" ada nyonya muda ,udang, kepiting sama cumi tinggal tersisa itu " ucap chef


" tidak apa itu saja sudah cukup , tolong di siapkan iya kita masak sorean untuk seafood nya kita masak pakai bumbu Padang saja jadi siapkan sama.jagung manisnya " ucap Naya


" baik nyonya muda permisi " ucap chef


" kamu memang sahabat terbaikku " ucap Raya


" aku tidak membantumu hanya saja aku ingin masak mumpung di rumah dan sudah lama juga tidak masak " ucap Naya ketus


" sabar !!! tidak papa apapun itu terimakasih " ucap Raya memaksakan senyumnya


" indah boleh ikut " ucap indah


" tid....


" Alex " Alex menghembuskan nafasnya kasar


" iya boleh "ucap Alex, enak saja mereka hanya tau makan sedangkan Naya memasak untuk mereka dan keluarga dafa


Brian menatap Alex dengan seringai jahatnya membuat Alex ingin membunuhnya jika bisa tapi itu hanya angannya saja


" jangan berani mengumpat ku Lex " ucap Brian


" tidak " ucap Alex


" bikin sedikit saja nak, apa kamu sanggup masak sebanyak itu " tanya ayah abbas


" kan ada Raya, indah ada juga chef yang bantu " ucap Naya


" ibu bukannya tidak percaya sayang ,tapi kalau Raya ikutan masak ,ibu tidak yakin semuanya akan lancar " ucap ibu sisil


" ibu ...


" bukan maksud ibu buat kamu kecewa tapi Ade jika makanan nya lain rasanya gimana siapa yang malu " Raya menunduk kepalanya " kan ibu dari dulu bilang belajar masak tapi Ade tidak pernah masuk dapur masuk pun saat ada Naya saja " ucap ibu sisil lembut


" Raya haluskan bumbu saja Bu, jadi ibu tenang saja " ucap Naya

__ADS_1


" indah juga tidak bisa masak " ucap indah sendu


ibu sisil memukul mulutnya pelan kenapa dia jadi tidak paham, padahal ibu Raya dan indah tidak beda jauh


" maaf nak " ucap ibu sisil


" kalian bisa bersama haluskan bumbu nya, kan yang di masak juga banyak kalau kalian kerjakan berdua pasti cepat selesai " ucap Naya lagi


" iya itu lebih adil " ucap ayah abbas


" nanti ibu juga bantu ,karena ibu juga tidak terlalu mahir memasak nya " ucap ibu sisil


" kalian membuat istri ku kelelahan, ayah siapkan uangmu buat perawatan Naya nanti " ucap Brian


" iya nanti ibu siap kan dan bila perlu datang kan orang salon ke rumah " ucap ibu sisil


" itu lebih baik " ucap Brian tersenyum


" setelah ini Ade pergi lah ikut belajar memasak " ucap Brian


" iya Ade akan ikut belajar " ucap Raya lirih


" lalu sekarang kita mau ngapain " tanya Raya


" terserah Ade mau ngapain kami pamit mau ke kamar " ucap Brian ,lalu menarik tangan Naya meninggalkan mereka


" ayah ibu Alex juga pamit " ucap Alex berdiri di ikuti indah


ayah, ibu dan Raya hanya menatap kepergian sepasang manusia itu


" mereka baru ke luar kamar dan sekarang mau masuk lagi apa Abang sama Kaka tidak bosan di kamar " tanya raya polos


kamu belum tau saya raya jika berdua bersama di kamar itu sangat beda


suatu saat nanti kamu akan tau apa yang di rasakan Abang dan kakak mu


" Ade mau ke salon saja Bu, mau perawatan agar terlihat lebih cantik nanti malam " ucap Raya


" jangan sore pulang nya jika tidak ingin Abang dan kakakmu mengamuk dan membatalkan nya " ucap ayah abbas


" iya ayah ,tenang saja " ucap raya lalu pergi ke arah kamar nya mengambil tas nya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"nanti malam ikut iya " ujar Ivan tanpa menatap lawan bicara nya


" mau ke mana Van " tanya ibu Widya


" acara Raya lamaran " ucap Ivan


" nona Raya saja sudah lamaran kamu kapan " ucap ayah ketus


" Anggi dulu baru Ivan " ucap Ivan asal


" adikmu masih sekolah,jangan asal bicara " ucap ibu Widya


" raya juga masih kuliah, nona Naya masih kuliah ,indah mereka juga masih kuliah tapi tidak lama lagi melahirkan ,jadi apa salahnya jika Anggi duluan itu sekolah milik Brian gampang saja buat Ivan bicara dan Anggi tetap sekolah " ucap Ivan


" jangan macem² adikmu masih sekolah " Ivan hanya menaikan bahu nya


" sudah makan " Anggi menatap Ivan


" sudah kak "


"ayo kita pilih pakaian mu untuk malam " ucap Ivan lalu menarik tangan Anggi pergi dari meja itu


" adikmu bukan kambing Ivan " teriak ibu Widya


tapi Ivan diam saja begitu juga Anggi yang hanya mengikuti

__ADS_1


" anak itu iya selalu saja sesuka hati " ucap ibu Widya


" biarkan saja Bu, yang penting mereka baik² saja " ibu Widya hanya membuang nafasnya kasar karena suaminya itu selalu saja memanjang Ivan hingga sampai sekarang sehingga membuat Ivan sesuka hatinya


__ADS_2