Sayangi Aku

Sayangi Aku
kekesalan Ivan


__ADS_3

kini Naya sudah di pindah ke ruangan perawatan di dalam sana sudah ada kedua orang tuanya ,mertuanya dan Raya mereka asik bermain dengan si kembar sedangkan Naya hanya tersenyum melihat mereka bermain dengan anak²nya Karena Brian masih melarang nya untuk turun


tadi setelah sadar Naya sudah memberikan ASI pada anak² nya sekalipun yang ke luar baru sedikit jadi di bantu dengan sufor untuk sementara sampai ASI Naya lancar


sedangkan Brian menemui Ivan dan Alex di ruangan Ivan


di dalam ruangan itu terasa mencekam di sana bukan hanya ada Ivan tapi dokter dan perawat yang menangani Naya


kemarahan Brian semakin memuncak saat mengingat Naya menangis kesakitan


hingga membuat mereka semakin ketakutan, hingga akhirnya Ivan mengusir pada dokter dan perawat sekalipun Brian mengancam mereka tapi dengan tegas Ivan yang akan menjamin keselamatan mereka


dengan terpaksa mereka ke luar setelah mendapat persetujuan dari Alex ,asisten kepercayaan nya


kini mereka sedang duduk bertiga belum juga pintu tertutup rapat Ivan sudah mendekati Brian


bugh


" apa otakmu itu isinya hanya bagaimana memenangkan tender dan menangani proyek hah" bentak Ivan setelah melayangkan pukulan


Brian mengusap sudut bibirnya sedikit ada darah karena pukulan Ivan benar² kuat


" apa kau sudah gila hah, apa kau mempunyai nyawa lebih " bentak Brian tak kalah tinggi


" kau yang gila,di sini kami yang dokter bukan kamu jangan karena ini rumah sakit mu kau berbuat sesukamu, kami tau mana yang terbaik untuk pasien dan bukan " Ivan menatap sengit Brian " istrimu sudah pembukaan 8 dan dia siap lahiran normal tapi otak bodohmu itu meminta melakukan operasi ,itu sama saja kau memberikan dia kesakitan 2x lipat apa kau pikirkan itu bangsat, apa kamu bisa jamin keselamatan mereka jika kami terlambat menangani nya ,apa kamu jamin salah satu dari mereka akan selamat, istrimu hamil kembar bukan hanya satu itu yang harus kamu ingat " lanjutnya mengumpat Brian


" rasa sakit yang di alami orang melahirkan wajar, sekalipun kami melakukan tindakan operasi pun istrimu akan merasakan itu saat obat bius nya habis, " ucap nya dengan kesal


" kau Sudah berani membentak ku bahkan kau berani memukul ku ,kau punya berapa nyawa hah " ucap Brian sinis


"aku punya 20 puas,sekolah lebih lama lagi agar otakmu waras " ucap Ivan kesal


" maaf, di ruangan sudah menunggu kita " sela Alex di tengah perdebatan itu


" bawa bosmu ke luar dari ruangan ku lex ,jangan sampai aku membunuhnya di ruangan ku banyak alat bedah " ucap Ivan yang masih kesal, Brian hanya berdecak saja


" berikan mereka liburan seminggu, terserah mereka mau ke mana ,nanti Alex yang mengurusnya " ucap Brian sebelum ke luar


" habis kau memarahi mereka dan memaki mereka kau memberikan mereka liburan ,luar biasa sekali " ucap Ivan semakin kesal


" jika kamu tidak ingin ,anda bisa tetap bekerja " ucap Brian lalu meninggalkan Ivan


" cih bahkan tanpa kamu suruh ,aku akan membuat liburan ku sendiri "terisak Ivan


" shiit dokter itu pukulan nya " umpat Brian menyapu sudut bibirnya


" itu karena dia sudah lama tidak memukul orang" Brian berdecak kesal


" kenapa kau diam saja " bentak Brian


" karena bukan ranaku tentang rumah sakit jadi saya memilih diam " ucap Alex santai


" kau akan rasakan apa yang aku rasakan tadi bangsat " umpat Brian tapi Alex diam saja


kini mereka sudah berada di depan pintu ruangan Naya,Alex membuka pelan pintu itu


ceklek


" loh kalian dari mana " tanya ayah abbas


" memberikan hadiah yah, tapi kami di beri hadiah " ucap Alex sambil melirik Brian mereka pun melihat Brian


" siapa yang memukul mu " tanya ibu sisil panik

__ADS_1


bagaimana tidak bibir Brian sedikit robek entah kekuatan apa yang di pakai Ivan


"Bu kecilkan suara mu " peringat raya


" dokter sialan itu " ucap Brian kesal


" apa yang kamu lakukan pada nya " tanya ayah abbas


" ceritanya panjang, apa Naya sudah lama tidurnya " tanya Brian


" barusan saja, karena anak²mu baru selesai minum ASI dan sufor mereka gantian " Brian mengaguk


" siapa nama mereka bang " tanya ayah abbas


" nanti pulang yah, soal nya nama mereka masih dalam botol belum sempat Abang buka " ucap Brian


" kapan mereka pulang nak " tanya pak Jhoni yang sejak tadi diam


" belum tau pa, mama mana pak " tanya Brian sambil mencari ibu mertua nya


" mereka sudah pulang karena Nathan rewel " Brian mengaguk mengerti


" kalian juga pulang lah ,ini sudah sore " ucap Brian


" tapi bagaimana jika si kembar bangun, sedangkan kamu belum bisa menggendong mereka " tanya ibu sisil


" ibu di sini saja ,nanti ayah pulang mandi setelah itu ke sini sekalian bawa makanan dan baju ganti ibu " ucap ayah abbas


" Ade juga di sini saja iya " ucap raya


" buat apa ?? mau jaga si kembar atau mau pantau Dafa " raya berdecak kesal


" jaga twins Abang " ucap raya cemberut


" bapak, ikut ayah saja iya nanti besok ke sini lagi kasian Ade kalau bapak PP terus ke sini " ucap Brian


ceklek


" ayah mau ke mana " tanya Ivan yang baru saja masuk sudah Melihat mereka siap untuk pergi


" kecilkan suara mu bangsat " ucap Brian , sambil menatap bet pasien


" maaf " ucap Ivan


" pulang ke rumah dulu baru ke sini lagi " ucap ayah abbas


" nona Naya sudah bisa pulang, ayah dan ibu tunggu saja di sana " ucap Ivan


" kau yakin Naya sudah bisa pulang ,tapi darahnya masih banyak " ucap Brian


" semua orang melahirkan begitu Brian Gani Malik " geram Ivan ingin sekali mengacak Wajah itu


" bukan nya aku sudah mengatakan perbedaan normal dan sesar itu bagaimana , jadi Naya sudah bisa pulang, sebentar lagi dokter akan memeriksanya " ucap Ivan kesal


" jadi kami tidak usah ke sini lagi " Ivan mengaguk


oek .....oek....oek....


" ibu anakku menangis,cepat nanti Naya bangun " ucap Brian panik


" iya² ,kalian duluan saja ibu tunggu Naya saja nanti pulang sama² " ucap ibu sisil sambil berjalan ke arah box si kembar


" ibu " panggil Naya serak ,Brian menatap bed akhirnya yang di takutkan terjadi

__ADS_1


" iya sudah ayah balik dulu iya ,ayo Jhon " ucap ayah Abbas


" bapak balik dulu iya ,nanti bapak tunggu di rumah saja " pamit pak Jhoni


" iya pak, makasih iya maaf sudah repotin bapak " ucap Naya tersenyum


" kami bahagia, tidak merasa repot " ucap pak Jhoni lalu meninggalkan Naya


kini di ruangan hanya tersisa Brian ,ibu sisil dan Brian


"mana yang sakit yank " tanya Brian saat sudah duduk di samping Naya


sedangkan ibu Sisil lagi membersihkan salah satu cucunya yang membuang air besar


" tidak ada bang, Naya bosan di atas tempat tidur terus " ucap Naya lirih


" tapi kamu masih berdarah yank " ujar Brian takut


Ivan mendengus kesal ingin sekali memukul kepala Brian tapi waktunya tidak tepat


" biarkan dia turun Brian " ucap Ivan menekan ucapan nya


" tapi ...


" boleh iya bang " Brian mengaguk mengizinkan sekali pun berat


lalu membantu Naya turun dengan pelan


" siapa yang nangis bu " tanya Naya saat sudah di dekat ibu Sisil


" biasa si bungsu nak " ucap ibu sisil lalu mengangkat bayi yang berjenis kelamin perempuan itu


" apa dia haus , tapi tadi dia minum banyak " ucap Naya


" dia hanya tidak nyaman dengan bagian bawahnya " ucap ibu sisil lalu memberikan cucunya pada ibunya


" sayang kasih ibu saja yang gendong " ucap Brian


" Naya bisa Abang " ucap Naya


Ivan mendekat ke arah box dia memilih bermain dengan sang kakak


" hai boy, apa tidurmu nyenyak hm " tanya Ivan sambil memainkan pipi nya


" kapan kamu menyusul nak,Alex sebentar lagi anak punya anak lagi " ucap ibu sisil sambil mengelus punggung Ivan


" besok Bu, jika sudah ada yang mau " ucap Ivan asal


PLak


" ibu serius " ucap ibu sisil ,Ivan hanya tertawa kecil


" jika sudah waktunya Bu " ucap Ivan


" dia orang nya pengecut Bu, taunya hanya di pelihara " cibir Brian


" diam dan tutup mulutmu sebelum aku menjahitnya " ucap Ivan kesal


" apa kamu punya kekasih nak " tanya ibu sisil


"entah lah Bu " ucap Ivan ambigu


" jangan sampai terlambat nak " Ivan hanya mengaguk lalu kembali bermain dengan anak Brian

__ADS_1


__ADS_2