Sayangi Aku

Sayangi Aku
cerita malam


__ADS_3

" ayah benar, ternyata tuan Brian dan tuan Alex orang yang sangat mengerikan " aduh fajar di sela makan malamnya ,indah masih fokus dengan makanannya tapi telinganya seolah menunggu lagi kata yang akan di ucap kan Kaka nya


"kan ayah sudah bilang,maka belajar lah dengan benar agar ayah bisa tenang dan bisa istirahat jadi kamu bisa ambil ahli perusahaan" ucap ayah indah


" iya ayah, tuan Alex memasukkan beberapa orang di perusahaan kita ,untuk mata² ,gimana yah " tanya fajar


" ayah percaya sama dia, jadi ikuti saja " fajar mengaguk setuju


" Ade tau tidak tadi saat Kaka belajar sama tuan Alex, Kaka hampir kehabisan nafas karena lupa nafas " ucap fajar


" ulang, apa kamu kuliah jauh² hanya untuk hal ini,apa kamu bisa pimpinan perusahaan maju jika tentang ini kamu tidak bisa bedakan,jangan bodoh " ucap fajar menirukan umpatan Alex padanya


sama kak bahkan aku ingin mati saja batin indah


" maaf iya kak " ucap indah tersenyum paksa,fajar mengaguk


" belajar lah dengan benar " fajar mengaguk mengerti


sedangan di kediaman Malik ,mereka juga sedang makan malam bersama


tidak ada suara hanya keheningan, Raya dan Naya yang biasanya berdebat pun ikut terdiam


setelah mereka makan malam seperti bisa akan berkumpul bersama karena hanya waktu malam mereka bersama selain itu mereka sibuk dengan urusan perusahaan,kuliah ,arisan dan yang lainnya


" gimana hubungan mu dengan indah " tanya ayah abbas


" baik " ucap Alex datar,ayah abbas mengaguk


"nanti kirimkan mobil ke rumah Naya, aku lupa memberi tahu mu tadi " ucap Brian


"model " tanya Alex


" yang biasa saja dia tidak mau seperti koleksi kita " Alex mengaguk


" besok akan di antar " ucap Alex


"bapaknya Naya mau bikin toko depan rumahnya,nanti kamu urus " ucap Brian lagi


lantaran emosi dengan urusan perusahaan sehingga membuatnya lupa dengan janjinya sama mertuanya


" makasih iya Kak" ucap Naya


"hebm "


" memangnya mertuamu buat apa bikin toko bang " tanya ayah abbas


" mau jualan yah beras dan lainnya " ucap Brian


" apa nanti tidak repot jika dia harus mengajar dan jualan ,sedangkan mama nya Naya harus jaga Adik ipar mu yang masih kecil belum lagi urus rumah " tanya ibu sisil


" makanya Brian bikin toko Bu, supaya dia berhenti mengajar, dia sudah tua kaya ayah ,harusnya istirahat tapi dia bersikeras mau ngajar karena Nathan masih kecil dan kalau berhenti tidak ada penghasilan yang masuk " ucap Brian


" iya begitu sudah orang tua ,suatu saat nanti kalian akan rasakan " ucap ayah abbas


" Naya juga sempat tawarin buat beli sawah,tapi mamanya nolak karena terlalu mahal, dan bapaknya bilang ini buka toko sembako saja karena itu sudah kenginginan nya ,dari pada cuma diam diri di rumah bikin dia tambah capek ,karena sudah biasa gerak sana sini " ucap Brian lagi


" koh beda iya sama ayah , berhenti dari perusahaan malah makin awet muda" ucap Raya


" karena ayah sering gym " ucap Alex


" terus kapan dia berhenti mengajar " tanya ibu sisil


" kalau tokonya sudah jadi " ucap Brian


" iya sudah kalian urus cepat supaya dia bisa jualan" ucap ayah abbas,Brian dan Alex menggaguk


" makasih ayah ibu " ucap Naya tersenyum,di balas senyuman juga


" gimana Lex ajarin fajar susah tidak " tanya ayah abbas lagi


" tidak terlalu ,tapi dia terlalu lemah makanya terima² saja saat berkas yang di kasihnya tanpa periksa, gampang percaya sama orang " ucap Alex


"apa kamu memarahi nya memukul nya " tanya ibu sisil


" dia bahkan mengumpat nya Bu " ucap Brian


" astaga nak ,nanti dia mengadu nak " ucap ibu sisil

__ADS_1


" biarkan Bu,jika tidak begitu bagaimana dia memimpin perusahaan maju ,kamu lihat sendiri kan selama Brian Masih kuliah ,Alex semua yang urus perusahaan ayah hanya datang sesekali " ucap ayah abbas


" hati² iya ,ibu selalu takut jika kalian sudah berurusan dengan kerjaan,ibu tau kalian lakukan untuk keluarga tapi ingat keselamatan kalian juga " nasehat ibu Sisil


" Lex ,maaf jika ini akan menyakitimu tapi bisa kah mau berhentikan ayahmu ,dia sudah tua ,bukannya ayah tidak suka ,dia sudah terlalu lama bersama kami bahkan jauh sebelum kamu ada ,kasian dia nya Lex ,biarkan dia bermain seperti ayah,bebas melihat adikmu ,bebas ke luar masuk ke sini,kalian akan tetap tinggal di sini karena kalian keluarga kami saudara ayah " ucap ayah abbas


" tidak ada yang gantikan posisinya Ayah,akan susah nantinya ,Alex tidak ingin mencari yang baru karena kita tidak kenal " ucap Alex


" kita angkat yang dari sini saja banyak pelayan lama ,atau penjaga " ucap ayah abbas


"Panggil kepala pelayan ke sini " ucap Alex tanpa melihat penjaga yang dekat dengan mereka


" baik tuan Alex " Ucap penjaga ,lalu pergi dari hadapan mereka


" iya ,ada yang kalian butuhkan " ucap pak Mamat saat sudah di dekat mereka


" paman duduk lah " ucap Brian ,pak Mamat melihat Alex menggaguk


" ayah dengar Alex baik² karena Alex tidak akan mengatakan dua kali" ucap Alex


PLak


" dia ayah mu " ucap ibu sisil ,Alex hanya mengangguk


" apa ayah tidak ingin istirahat dari kerjaan " tanya Alex, pak Mamat hanya diam saja


" kamu sudah lama bersama kami ,jadi kamu nikmati lah waktu tuamu ,jangan terus mengurus kerjaan di rumah ini, gunakan waktumu untuk bermain dengan cucumu, terserah kapan kau ke sini kapan mau ke sana ,tanpa harus terikat dengan kerjaan bukankah dulu kamu Janji kita anak² sudah besar kamu akan berhenti " ucap ayah abbas


" aku tidak bisa lepaskan masion jika tidak ada yang jaga dan tidak ada yang urus pelayan " Ucap pak Mamat


" itu nanti urusan Alex, kamu tidak usah khawatir apa kamu mau mba Dian marah sama kami karena selalu memberikan kerjaan tanpa memberimu istirahat bahkan untuk melihat si kembar saja kamu punya waktu " ucap ibu sisil


" baik lah ,aku akan cari pengganti ku sendiri dan mengajarinya sendiri " ucap pak Mamat


"gimana Lex " tanya ayah abbas


" iya " ucap Alex


"kalau begitu saya permisi dulu " ucap pak Mamat


" iya pak " ucap pak Mamat lalu meninggalkan mereka di ruang tengah


" ayo kita istirahat, ini sudah malam " ucap ayah abbas


" Naya Selalu minum kan susunya " tanya ibu sisil


" iya Bu " ucap Naya


" besok mau ikut masak tidak " tanya. Naya melihat Raya


" boleh,tapi jangan terlalu pagi " ucap Raya ,Naya mengaguk


" iya sudah ayo kita istirahat " ucap ibu sisil


" iya Bu " ucap mereka


lalu mereka menuju kamar mereka masing-masing dan Alex kembali ke paviliun ,


Raya masuk dalam kamarnya langsung membersihkan diri, setelah itu dia menganti piyama tidur nya


setelah selesai dia merasa bosan karena biasanya dia akan nonton tapi sekarang hanya bisa diam saja ,bahkan dia belum mengantuk karena laptop nya masih di tahan Alex, Raya hanya membuang nafas kasar lalu mengambil HP nya yang di biarkan dalam kamarnya


Raya mengerutkan keningnya melihat 3 panggilan tidak terjawab


" kenapa dia menghubungiku sebanyak ini " gumam Raya,lalu dia mengirim pesan tapi baru saja akan mengetik HP nya kembali berbunyi


" hallo kak "


" kamu sibuk iya "


" tidak kak,cuma tadi lagi di bawah "


" oh ,apa aku ganggu "


" tidak kak, maaf tadi aku tidak angkat hp nya aku simpan di kamar "


" tidak papa ,kamu lagi ngapain "

__ADS_1


" baru selesai bersih² kak "


" kamu mau tidur ???"


" tidak kak, belum ngantuk tapi bingung mau ngapain "


" biasanya kamu ngapain "


" nonton tapi laptopku di tahan sama Kaka jadi bingung"


" iya sudah aku temani kamu saja gimana,sampai kamu ngantuk "


" apa Kaka tidak sibuk "


" tidak "


"baiklah ,tapi tumben Lo Kaka telepon "


" apa tidak bisa "


" bisa koh ,tapi tumben saja "


" kangen saja sih "


Raya ikut tertawa saat mendengar di seberang sana tertawa


" aku atau yang lain "


" kalau Kaka bilang kamu gimana "


" aku tidak percaya,karena aku tau siapa yang kaka suka "


" iya aku tau, tapi aku ingin melupakan nya "


" iya itu lebih baik "


" kamu bisa kan bantu Kaka"


" koh aku kaya gimana "


" iya seperti ini temani Kaka "


" *Kaka lucu deh "


" apa nya yang lucu Kaka serius "


" iya lucu kan banyak teman Kaka yang perempuan ,kenapa harus Raya "


" apa kamu tidak mau"


" bukannya tidak mau kak,cuma aneh saja "


" apa nya yang aneh


" ah tidak papa kak "


" iya sudah kamu istirahat iya ,ini sudah malam "


" iya kak selamat malam "


" malam sayang* "


Raya menatap heran sama layar hp nya


" apa dia sudah gila karena patah hati " gumam Raya sambil menyimpan HP nya di atas meja


" sayang " panggil Brian


" Abang ,ngantuk " ucap Naya, sudah memejamkan matanya


" sebentar saja " ucap Brian


" sekali " Brian mengaguk


" lakukanlah " ucap Naya ,seketika wajah Brian berbinar


akhirnya malam ini mereka saling berbagi kehangatan ,setelah itu mereka tertidur dengan saling berpelukan

__ADS_1


__ADS_2