
" kita selesaikan hari ini Lex, agar kita bisa kembali ke sana, yang penting² cepat kita selesaikan " ucap Brian
" tinggal beberapa tuan " ucap Alex,lalu menyerahkan laporan bulanan pada Brian
" kita pulang hari ini,hanya ini saja kan " tanya Brian
" iya tuan " ucap Alex
" baiklah " ucap Brian lalu memeriksa laporan yang kini sudah di tangan
" adakan rapat, sekarang setelah itu kita berangkat " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex
setelah selesai makan malam kini mereka berkumpul di ruangan tengah seperti biasanya
" gimana kalian sudah baikan " tanya ibu sisil
" sudah Bu, berendam air hangat sangat lah menyenangkan " ucap Naya
" kapan Abang pulang " tanya raya
" mungkin besok atau lusa " ucap Naya
" apa dia tidak memberitahu mu pastinya kapan " Naya menggeleng
" kenapa ,apa Ade mau minta oleh² " Raya hanya tersenyum kuda
" kebiasaan " cibir ayah Abbas
" besok kamu langsung ke rumah mu nak " tanya ibu sisil
" iya Bu,mungkin lusa tapi pagi " ucap Naya
" bukannya kamu belum tau Abang pulang kapan " tanya Raya
" tidak papa mungkin semalam di sana " ucap Naya
" memang besok sampai jam berapa kuliah nya " tanya ayah abbas
" sampai jam dua saja yah " ucap Naya
" kalau kamu lelah balik saja ke sini, nanti paginya ke sana di antar sopir " ucap ayah Abbas
mereka melanjutkan cerita nya saling terbuka menceritakan kejadian yang mereka lewati hari ini atau yang sudah lama
sedangkan di masion sebelahnya Ivan lagi menemani indah yang kini duduk santai di samping kolam renang
" apa Kaka tidak ingin menikah " tanya indah
" melihatmu sekarang saja kakak sudah bahagia dek, untuk apa Kaka menikah " ucap Ivan
" masa mau sendirian terus kak " Ivan mengaguk
" memangnya kenapa ,apa ada yang salah " tanya Ivan
" tidak ada ,tapi pasti mama Widya ingin cucu kak,terus jika Kaka sendirian terus nanti kaka di bilang penyuka sesama jenis Lo " ucap indah
" Kaka tidak peduli,lagian sudah ada fajar dan kamu ,jadi dia tidak akan menuntut apa pun " ucap Ivan
" Kaka tau dari mana " tanya indah,Ivan menaikan bahunya
" iya tau saja,malas dek mikirin itu bikin kepala pusing urusan rumah sakit saja bikin kepala pusing " ucap Ivan
" Kaka " Ivan menatap indah
" apa aku jahat karena merebut Kaka Alex dari Kaka Nisa tapi indah benar² mencintai nya entah sejak kapan padahal jika di lihat apa yang perlu kita banggakan dari manusia es itu " tanya indah lirih sambil berdecak
" apa yang kamu pikirkan " tanya Ivan
" pasti sekarang Kaka Alex lagi bersama nya kak, apa indah boleh egois " tanya indah
" kamu percaya kan sama suamimu, aku sudah kenal lama dengan nya , sekalipun dia terlihat dingin tapi dia tidak perna membiarkan orang di dekatnya merasa sedih atau terganggu kamu bisa melihat keluarga Raya, dia punya cara sendiri dek untuk menyampaikan rasa sayang dan cintanya untuk orang sekitarnya dan Kaka merasakan itu sekalipun dia selalu berkata kasar tapi itu bukan dari hatinya hanya mulutnya saja " ucap Ivan
" iya aku tau tapi kadang indah cape kak " ucap indah
" apa yang membuat mu cape " tanya Ivan
" semuanya " indah menyandarkan kepalanya di sandaran kursi lalu mengangkat kakinya di kursi panjang itu menatap ke langit
" apa Kaka yakin ,Kaka Alex mencintai ku ,bukannya ragu tapi indah merasa ini hanya bentuk tanggung jawabnya saja " ucap indah
" jangan berpikiran yang aneh² dek yang belum tentu benar ,ingat kamu lagi hamil " ucap Ivan mengingatkan
" entah lah, mungkin dia sering berkata dia tidak ada hubungan lagi dengan Kaka Nisa ,tapi dia masih memperhatikan nya kak " ucap indah
" kami semua bersahabat dek, tidak ada yang lebih dari itu " ucap Ivan ,mungkin karena hormon atau apa entah Ivan juga bingung
" tapi lain hal nya dengan kaka Nisa,dia akan menyala artikan saat Kaka Alex memperhatikan nya " ucap Indah
" apa Kaka tau, indah merasa aku sama Kaka Alex itu seperti ada jarak ,beda dengan Kaka Nisa apa lagi sejak kejadian itu " ucap indah lirih
__ADS_1
" lalu apa yang akan kamu lakukan, kami semua memperhatikan Nisa begitu juga dengan Brian bukan hanya Alex hanya memang apa² itu Brian selalu menyuruh Alex karena dia asisten nya " ucap Ivan
" iya seperti ini,berusaha baik² saja" ucap indah
" apa adek tidak bahagia dengan pernikahan ini " tanya Ivan
" bahagia sangat ,tapi indah merasa kosong " ucap indah tersenyum kuda
" kehamilan ku membuatku melow kak akhir² ini apa semua wanita hamil seperti ini " tanya indah mengalihkan pembicaraan
" iya semua wanita hamil seperti itu ,suka marah² tidak jelas ,nangis tiba² , kesal tiba² pokonya banyak yang bikin darah tinggi " ucap Ivan
indah tertawa " apa Kaka kesal karena semalam " tanya indah
" tidak ,hanya dongkol " ucap Ivan
" sama saja kak " ucap indah menekuk wajahnya membuat Ivan tertawa
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
pukul 1 dini hari sebuah mobil masuk dalam masion, semua penjaga sudah berdiri tegap
" selamat datang tuan muda " sapa penjaga
" hebm "
" kamu langsung ke sana saja Lex " ucap Brian
" baik " ucap Alex
mereka masuk dalam rumah yang sudah gelap beberapa lampu sudah di matikan karena memang sudah larut malam hanya ada penjaga yang security yang stand by
Brian menapaki tangga bahkan beberapa tangga di langkahi agar cepat sampai di kamar yang kini di isi oleh istri nya
sedangkan Alex sudah berjalan ke arah samping menuju pintu yang terhubung pada dengan masion miliknya
ceklek
Brian membuka pintu dengan sangat pelan
saat pintu terbuka Brian bisa melihat Naya yang tertidur lelap di bawa selimut tebal mereka
Brian langsung membuka pakaian nya ,lalu masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya
setelah beberapa saat ,Brian ke luar dengan pelan dan langsung menuju ruangan ganti
Brian mendekati tempat tidur mereka ,dengan pelan menaiki ranjang agar istrinya tidak terbangun
tapi nyatanya istrinya bangun,mungkin karena tempat tidur yang goyang atau firasat seorang istri
tapi Naya sangat mengenali aroma parfum dari suaminya itu
" Abang " panggil Naya dengan suara serak
Brian menegang kaku bahkan kakinya satu masih berada di lantai
" Abang sudah pulang " tanya Naya lagi ,saat tidak mendapatkan jawaban ,brian masih diam pikirannya mungkin naya mimpi lalu mengigau
" Abang koh diam " tanya Naya, lalu berusaha untuk duduk
"maaf apa Abang berisik membuat mu bangun " tanya Brian lalu ikut duduk di samping Naya
" tidak, bau Abang yang membuat Naya bangun " ucap Naya
" kangen " Naya mendekati suaminya lalu memeluknya dengan erat
" ayo istirahat lagi" Brian membalas pelukan Naya
" sayang papi sudah pulang ' ucap naya senang
Brian membawa tubuh Naya yang berisi di rebahkan do atas tempat tidur mereka
" Abang pekerjaan Abang sudah selesai ,kenapa pulang selarut ini " tanya Naya
" iya sudah selesai,Abang sudah kangen sama kalian jadi abang langsung pulang " ucap Brian
" apa ada masalah " tanya Naya
" tidak ada sayang ,hanya pengecekan saja " ucap Brian
" sudah ayo istirahat, koh malah di ajak ngobrol " ucap Brian
" tidak papa ,soal nya Naya masih kangen " Brian hanya menggeleng saja
__ADS_1
" selama Abang tinggal kamu minum kan susu nya " Naya mengaguk
" selalu nya " ucap Naya
" sayang ,Abang kangen sama Ade " ucap Brian sambil mengelus pipi lembut Naya
" lakukanlah,Ade juga kangen sama papinya " Brian tertawa kecil " benarkah " Naya Mengaguk
sedangkan di masion milik Alex ,Alex menatap bingung ke arah dapur
karena lampu di dapur masih menyala terang biasanya hanya akan sisa satu saja yang menyala
dia melangkah lebih dekat lagi, sesekali dia mendengar suara orang lagi bercerita
" ini sudah larut malam, kenapa pelayan masih ada di dapur " gumam Alex saat mendengar suara alat masak
dia mendekat lebih maju lagi ke dalam dapur ,matanya melotot melihat istrinya dan Ivan duduk santai di meja makan, lalu tidak jauh dari mereka ada pelayan yang lagi memasak
" dear "
" astaga " pekik indah dan Ivan ,bahkan pelayan pun tidak kalah terkejut melihat majikannya kini sudah di dekat mereka
" Kakak " gumam indah lirih
" yaaakkkk apa kau ingin membuat kami jantungan " bentak Ivan sambil memegang dadanya
" kalian ngapain di sini " tanya Alex lalu duduk di samping indah
" istri mu lapar ,dia ingin makan mie ayam tuh pelayan lagi masak " ucap ivan sambil menunjuk ke arah dapur
Alex menatap indah " kamu lapar " indah mengaguk lalu berdiri memeluk Alex
" kangen " Alex menyimpan tas kerjanya lalu membuka jas nya ,setelah itu mendudukkan indah di pangkuannya
"memang tadi belum makan " tanya Alex ,tangannya kini sudah melingkar di perut indah sesekali mengusap perutnya
" sudah tapi aku lapar lagi " ucap indah tersenyum kuda
" tolong lah ,di sini masih ada aku apa kalian ingin pamer " Ucap Ivan sinis
" jika kamu ingin kembali lah ke apartemen bukanya di sana ada yang menunggumu " ucap Alex
" cih, dia bukan siapa² ku Lex ,ingat aku hanya menolong nya tidak lebih " ucap Ivan
" aku hanya kasian denganmu " ucap Alex lagi
" Kaka punya pacar " tanya indah yang sejak tadi menyimak pembahasan Alex dan Ivan
" bukan pacar,bukan siapa² juga Kaka hanya menolong nya karena kasihan di tinggal orang tua nya dia masih 18 tahun , dia harus putus sekolah dan kerja di tempat suamimu kerja " indah menatap Alex
"serius kak " Alex mengaguk " namanya siapa kak " tanya indah
" Anggi " ucap Ivan
" besok aku ke perusahaan iya " ucap indah
" untuk apa " tanya Alex ,indah tersenyum
" mau lihat Anggi aku penasaran " ucap indah ,Alex hanya mengangguk
" maaf nyonya mie ayamnya " indah mengaguk " makasih bibi ,maaf sudah bangun kan bibi selarut ini " ucap indah sungkan
" tidak papa nyonya, saya senang bisa memasak untuk anda " ucap pelayan
" bibi masak banyak, ayo makan sama² saja duduk di sini bi " ucap indah
" tapi nyo....
" duduk dan siapkan di meja makan " pelayan itu mengaguk saat mendengar suara Alex ke luar lalu menyiapkan di atas meja
" kamu juga akan ikut makan " Alex mengaguk
" bahkan saat Naya hamil dulu tiap malam kami harus makan di luar bersama Brian " ucap Alex
' duduk di sini iya " indah mengaguk, Alex mendudukkan Naya di sampingnya sedangkan di samping Naya ada pelayan Ivan duduk berhadapan dengan mereka
" ayo makan bi, yang banyak bibi sudah memasak sebanyak ini jadi harus di habiskan " ucap indah
" iya nya " ucap pelayan lirih
lalu mereka mengambil apa saja yang ada di atas meja
" dear jangan banyak² " titah Alex ,saat melihat indah menyendok sambal
" siap bos " ucap indah
__ADS_1
lalu mereka larut dalam makan malam yang sudah larut malam, indah yang mengidam tapi yang ikut makan tiga orang entah karena lapar atau mungkin ngiler melihat ibu hamil makan mie ayam di jam segini