Sayangi Aku

Sayangi Aku
uang popok


__ADS_3

siang hari nya Brian menelepon Naya ,entah kenapa dia sangat merindukan kedua anaknya


dreett.....dreett..


" hallo sayang " sapa Brian ,saat Naya sudah mengangkat nya


" hallo papi " ucap Naya sambil mengarahkan camera hp nya pada Abang Az dan Ade Ana yang sedang tertidur di atas tempat tidur mereka


" sudah makan yank " tanya Brian lembut


" sudah bang, kalau Abang " tanya Naya balik


" ini lagi tunggu makanan yank,. anak² rewel tidak yank " Brian tersenyum saat melihat Abang Az tersenyum entahlah apa yang dia senyuman


" tidak bang, mereka anteng saja ,hanya Ade saja yang suka nangis itupun kalau lapar saja " Brian mengaguk paham


" kamu juga istirahat kalau anak² tidur kaya gitu " ucap Brian lembut


" tidur terus, kepala Naya lama² pusing bang " Brian tertawa kecil


" tapi kalau ngantuk istirahat iya, biar ibu yang jaga anak² " ucap Brian


" tadi Naya sudah bilang sama ibu tentang pengasuh untuk Abang Az sama Ade " ucap Naya


" terus " tanya Brian


" ibu akan cari kan di bantu ayah " Ucap Naya


" semoga secepatnya ,agar kamu bisa istirahat dengan baik " ucap Brian


" raya belum pulang " Naya mengaguk


" mungkin masih di kampus bang " ucap Naya


" maaf tuan, makanan nya sudah siap " ucap Alex mendekat ke arah Brian


" Abang makan dulu " ucap Naya


" sambil teleponan saja " ujar Brian


" nanti Abang lama makannya ,terus kerjaan nya jadi molor " ucap Naya


" baik² Abang makan dulu " ucap Brian tersenyum


" by sayang ,by anak papi jangan rewel iya ,papi janji pulang cepat " ucap Brian


" iya papi ,cari uang yang banyak untuk beli susu Abang sama Ade " ucap Naya tertawa kecil


" siap bos " ucap Brian lalu dia mematikan sambungan teleponnya


" kamu kenapa " tanya Brian menatap Alex yang juga menatap nya


" saya hanya senang tuan " ucap Alex lalu duduk begitu juga Brian berdiri dari kursi kerja nya


" apa orang senang seperti itu wajahnya " Alex mengaguk dengan wajah datarnya


" iya tuan " ucap Alex


" CK "


ceklek

__ADS_1


Brian dan Alex menatap ke arah pintu ,dan membuat Brian mengehentikan langkahnya lalu mendengus kesal


" kenapa kamu semakin sering ke sini ?? apa di sana tidak ada kerjaan mu " ucap Brian ketus


tapi Ivan hanya diam saja ,lalu membaringkan tubuhnya di sofa panjang


Brian dan Alex saling melirik, ada apa dengan nya batin mereka


" aku akan menikah " ucap Ivan lalu bangun dan duduk menatap Alex dan Brian yang masih berdiri


" Menikah " pekik Brian dan Alex bersamaan


" kenapa kalian kaget ?? apa aku tidak bisa menikah " tanya Ivan kesal


" siapa yang mau ??? salah maksud nya sama siapa " Ivan mendengus kesal


" sama anak ayam. "ucap Ivan kesal lalu membaringkan tubuhnya kembali


" serius,kamu mau menikah dengan siapa " tanya Brian ,tapi Ivan hanya diam saja


bugh


Alex menendang pantat Ivan menggunakan sepatu fantofel nya membuat Ivan berteriak


" yaaaaakkkmk sakit Alex " teriak Ivan sambil mengusap pantat nya


" sama niken, dokter Niken puas " ucap Ivan kesal lalu duduk


" dokter anak " Ivan mengaguk


" tapi kami masih mau lamaran " ucap Ivan


" aku lapar " lanjutnya lagi lalu mengambil makanan yang ada di atas meja


" apa kamu tidak makan sebulan " tanya Alex


" tenagaku terkuras menghadapi nya " ucap Ivan ambigu


" siapa " Ivan hanya menaikan bahunya


" Anggi " ivan diam saja


" hubungan kami kembali seperti dulu " Ucap Ivan


Alex dan Brian saling melirik


" maksud nya " tanya Alex penasaran


" kau masih ingat aku menyuruh nya tidur di rumah mu " Alex mengaguk


" malam pertemuan keluarga dengan keluarga niken " lanjutnya lagi


" terus " tanya brian


" dia tidak tau, Semalam baru tahu " ucap Ivan menarik napasnya


" apa dia marah " Ivan menaikan bahunya


" aku juga tidak tau ,tapi pagi ini dia masih menyiapkan pakaian ku " ucap Ivan


" kalian sama saja ,tidak peka " cibir Brian menatap jijik pada Alex dan Ivan

__ADS_1


" kau pun begitu " cibir Ivan kesal


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sedangkan di kantin sekolah Anggi sedang makan bersama putri lebih tepatnya putri yang makan


" apa makanan nya tidak enak " tanya putri ,Anggi mengakat kepalanya


" enak " ucap Anggi lalu kembali mengaduk² makanan nya


" hai " sapa Ray, hanya menatap sekilas ke arah Ray


" kamu sakit " Anggi menggeleng


" makanannya tidak enak " Anggi menggeleng lagi


Ray menatap putri meminta jawaban tapi Putri hanya menaikkan bahunya tidak tahu


" lalu " Anggi membuang napas nya kasar


" Kaka Ray bisa temani Anggi " Ray mengaguk


" janji " tanya Anggi menatap Ray


" apa pun itu " ujar Ray yakin


" baiklah ,kakak sudah berjanji nanti Anggi kasih tau " Ray menaikan alisnya sebelah


" tapi apa " tanya Ray penasaran


" nanti juga Kaka tau, tapi Kaka sudah janji jadi tidak bisa menolak lagi " ucap Anggi


" apa kamu merencanakan sesuatu " Anggi menggeleng


" lalu " Anggi menaikan bahunya


" Kaka tenang saja ,Anggi tidak akan melakukan yang aneh² " ucap Anggi


" Anggi duluan ke kelas " ucap Anggi berdiri


" tapi kamu belum makan " ucap putri


" aku masih kenyang ,tadi pagi makan banyak " ucap Anggi


" lalu itu " putri menunjuk makanan putri


" buang saja " ucap Anggi lalu meninggalkan putri dan Ray serta teman²nya


" Lo di ajak ke mana sama dia " Ray hanya menaikan bahunya


" kamu juga di undang put " tanya Ray


" tidak kak " jawab putri gugup


" kamu kenapa " tanya teman Ray ,putri hanya menggeleng lalu meminum cepat minuman nya


" putri duluan kak ,permisi " ucap putri setelah minuman nya sudah habis


" itu anak kenapa " tanya teman Ray saat melihat putri sudah menjauh


" dia gugup karena kamu " ucap Ray tertawa kecil

__ADS_1


" sudah ayo pesan makan dulu " mereka mengaguk


lalu memesan makanan untuk mengisi tenaga sebelum nantinya kembali lagi berperang dengan buku dll


__ADS_2