
siang hari nya Brian menelepon Naya ,entah kenapa dia sangat merindukan kedua anaknya
dreett.....dreett..
" hallo sayang " sapa Brian ,saat Naya sudah mengangkat nya
" hallo papi " ucap Naya sambil mengarahkan camera hp nya pada Abang Az dan Ade Ana yang sedang tertidur di atas tempat tidur mereka
" sudah makan yank " tanya Brian lembut
" sudah bang, kalau Abang " tanya Naya balik
" ini lagi tunggu makanan yank,. anak² rewel tidak yank " Brian tersenyum saat melihat Abang Az tersenyum entahlah apa yang dia senyuman
" tidak bang, mereka anteng saja ,hanya Ade saja yang suka nangis itupun kalau lapar saja " Brian mengaguk paham
" kamu juga istirahat kalau anak² tidur kaya gitu " ucap Brian lembut
" tidur terus, kepala Naya lama² pusing bang " Brian tertawa kecil
" tapi kalau ngantuk istirahat iya, biar ibu yang jaga anak² " ucap Brian
" tadi Naya sudah bilang sama ibu tentang pengasuh untuk Abang Az sama Ade " ucap Naya
" terus " tanya Brian
" ibu akan cari kan di bantu ayah " Ucap Naya
" semoga secepatnya ,agar kamu bisa istirahat dengan baik " ucap Brian
" raya belum pulang " Naya mengaguk
" mungkin masih di kampus bang " ucap Naya
" maaf tuan, makanan nya sudah siap " ucap Alex mendekat ke arah Brian
" Abang makan dulu " ucap Naya
" sambil teleponan saja " ujar Brian
" nanti Abang lama makannya ,terus kerjaan nya jadi molor " ucap Naya
" baik² Abang makan dulu " ucap Brian tersenyum
" by sayang ,by anak papi jangan rewel iya ,papi janji pulang cepat " ucap Brian
" iya papi ,cari uang yang banyak untuk beli susu Abang sama Ade " ucap Naya tertawa kecil
" siap bos " ucap Brian lalu dia mematikan sambungan teleponnya
" kamu kenapa " tanya Brian menatap Alex yang juga menatap nya
" saya hanya senang tuan " ucap Alex lalu duduk begitu juga Brian berdiri dari kursi kerja nya
" apa orang senang seperti itu wajahnya " Alex mengaguk dengan wajah datarnya
" iya tuan " ucap Alex
" CK "
ceklek
__ADS_1
Brian dan Alex menatap ke arah pintu ,dan membuat Brian mengehentikan langkahnya lalu mendengus kesal
" kenapa kamu semakin sering ke sini ?? apa di sana tidak ada kerjaan mu " ucap Brian ketus
tapi Ivan hanya diam saja ,lalu membaringkan tubuhnya di sofa panjang
Brian dan Alex saling melirik, ada apa dengan nya batin mereka
" aku akan menikah " ucap Ivan lalu bangun dan duduk menatap Alex dan Brian yang masih berdiri
" Menikah " pekik Brian dan Alex bersamaan
" kenapa kalian kaget ?? apa aku tidak bisa menikah " tanya Ivan kesal
" siapa yang mau ??? salah maksud nya sama siapa " Ivan mendengus kesal
" sama anak ayam. "ucap Ivan kesal lalu membaringkan tubuhnya kembali
" serius,kamu mau menikah dengan siapa " tanya Brian ,tapi Ivan hanya diam saja
bugh
Alex menendang pantat Ivan menggunakan sepatu fantofel nya membuat Ivan berteriak
" yaaaaakkkmk sakit Alex " teriak Ivan sambil mengusap pantat nya
" sama niken, dokter Niken puas " ucap Ivan kesal lalu duduk
" dokter anak " Ivan mengaguk
" tapi kami masih mau lamaran " ucap Ivan
" aku lapar " lanjutnya lagi lalu mengambil makanan yang ada di atas meja
" apa kamu tidak makan sebulan " tanya Alex
" tenagaku terkuras menghadapi nya " ucap Ivan ambigu
" siapa " Ivan hanya menaikan bahunya
" Anggi " ivan diam saja
" hubungan kami kembali seperti dulu " Ucap Ivan
Alex dan Brian saling melirik
" maksud nya " tanya Alex penasaran
" kau masih ingat aku menyuruh nya tidur di rumah mu " Alex mengaguk
" malam pertemuan keluarga dengan keluarga niken " lanjutnya lagi
" terus " tanya brian
" dia tidak tau, Semalam baru tahu " ucap Ivan menarik napasnya
" apa dia marah " Ivan menaikan bahunya
" aku juga tidak tau ,tapi pagi ini dia masih menyiapkan pakaian ku " ucap Ivan
" kalian sama saja ,tidak peka " cibir Brian menatap jijik pada Alex dan Ivan
__ADS_1
" kau pun begitu " cibir Ivan kesal
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sedangkan di kantin sekolah Anggi sedang makan bersama putri lebih tepatnya putri yang makan
" apa makanan nya tidak enak " tanya putri ,Anggi mengakat kepalanya
" enak " ucap Anggi lalu kembali mengaduk² makanan nya
" hai " sapa Ray, hanya menatap sekilas ke arah Ray
" kamu sakit " Anggi menggeleng
" makanannya tidak enak " Anggi menggeleng lagi
Ray menatap putri meminta jawaban tapi Putri hanya menaikkan bahunya tidak tahu
" lalu " Anggi membuang napas nya kasar
" Kaka Ray bisa temani Anggi " Ray mengaguk
" janji " tanya Anggi menatap Ray
" apa pun itu " ujar Ray yakin
" baiklah ,kakak sudah berjanji nanti Anggi kasih tau " Ray menaikan alisnya sebelah
" tapi apa " tanya Ray penasaran
" nanti juga Kaka tau, tapi Kaka sudah janji jadi tidak bisa menolak lagi " ucap Anggi
" apa kamu merencanakan sesuatu " Anggi menggeleng
" lalu " Anggi menaikan bahunya
" Kaka tenang saja ,Anggi tidak akan melakukan yang aneh² " ucap Anggi
" Anggi duluan ke kelas " ucap Anggi berdiri
" tapi kamu belum makan " ucap putri
" aku masih kenyang ,tadi pagi makan banyak " ucap Anggi
" lalu itu " putri menunjuk makanan putri
" buang saja " ucap Anggi lalu meninggalkan putri dan Ray serta teman²nya
" Lo di ajak ke mana sama dia " Ray hanya menaikan bahunya
" kamu juga di undang put " tanya Ray
" tidak kak " jawab putri gugup
" kamu kenapa " tanya teman Ray ,putri hanya menggeleng lalu meminum cepat minuman nya
" putri duluan kak ,permisi " ucap putri setelah minuman nya sudah habis
" itu anak kenapa " tanya teman Ray saat melihat putri sudah menjauh
" dia gugup karena kamu " ucap Ray tertawa kecil
__ADS_1
" sudah ayo pesan makan dulu " mereka mengaguk
lalu memesan makanan untuk mengisi tenaga sebelum nantinya kembali lagi berperang dengan buku dll