
setelah berpamitan dengan keluarga indah mereka kembali ke masion begitu juga dengan mama Lila
awalnya Naya menahan mama dan adiknya tapi karena Mama Lila harus kembali karena suaminya sendirian
jadi mau tidak mau Naya mengizinkan nya dengan di antar sopir
begitu juga indah ingin sekali ikut orang tuanya tapi kini posisinya sudah berbeda dan Alex berjanji jika weekend mereka akan ke sana dan itu manjur sehingga indah melepaskan kepergian orang tuanya kembali ke rumah mereka tanpa dirinya
kini dalam mobil terasa hening, indah yang masih merasa kepalanya pusing memilih untuk tidur ,sedangkan di kursi belakang Naya melihat ke arah luar jendela sedangkan Brian menatap HP
Alex hanya bisa menarik napasnya kasar.
ayah ibu dan Raya memakai mobil yang lain.
" Kaka " panggil indah tapi masih memejamkan matanya
" hebm "
" tidak " Alex menaikan alisnya menatap indah lalu kembali fokus
" apa dia mimpi " tanya Brian
" mungkin " ucap Alex ,lalu kembali fokus pada kemudinya
hingga saatnya mereka sampai di rumah ,Naya dan Brian masih saja tetap diam
masing² mereka masuk dalam kamar,begitu juga Alex langsung membawa indah ke paviliun untuk istirahat
" Abang masih marah ,itu kan dulu bang ,kenapa harus di permasalahkan " Naya sudah tidak tahan di diamkan sehingga bersuara lebih dulu
" kendalikan emosimu kamu lagi hamil " ucap Brian
"lalu kenapa kalau aku hamil,apa hanya anakmu yang kamu khawatir kan " ucap Naya kesal
" jangan ceroboh Naya, kau bisa membuatnya takut apa kau lupa apa kata dokter dia sudah bisa mendengar apa yang di ucapkan orang " ucap Brian ,Naya menarik napasnya panjang
" dia hanya bisa mendengar tapi belum memahami " ucap naya
" terserah " ucap brain ,berlalu dari hadapan Naya
" Abang " teriak Naya ,Naya biasanya di manja dan selalu di perhatikan tiba² di diamkan membuat nya kesal dan tidak Biasa
" apa yang kau lakukan Naya " bentak Brian kaget karena mendengar teriakkan Naya
" aku hanya ke luar sebentar mengambilkan buah mu ,apa harus teriak hah " bentak Brian lagi
lalu membantu Naya duduk di atas tempat tidur
" bukannya aku melarang mu terluka apa lagi sakit kenapa kau malah berteriak dan membuatmu seperti ini " ucap Brian menahan emosinya
" jangan diam kan Naya hiks hiks " Brian menarik napas panjang
" Abang tidak mendiamkan kamu sayang ,Abang hanya tidak ingin melukaimu kan kamu tau aku seperti apa " ucap Brian
" tapi Abang marah, kan itu dulu jauh sebelum kenal Abang " ucap Naya lagi
" iya² Abang minta maaf iya ,jangan seperti tadi lagi nanti kalian kenapa² gimana hm " ucap Brian
" iya maaf ,habis Naya sudah tidak tahan Abang diamkan terus dari hotel tadi " ucap Naya kesal
" iya sudah ,Abang ambil dulu buah mu " ucap Brian
" aku masih kenyang nanti saja " Naya menahan tangan Brian untuk tidak ke luar kamar
" ini sudah mau jam 11 sayang kamu makan buah dulu sebelum makan siang " ucap Brian lagi
" tapi ...
" sudah kamu tunggu di sini " titah Brian ,Naya hanya mengangguk saja
" Ade kaget iya ,maaf iya tadi ibu marah sama ayah "gumam Naya sambil mengelus perutnya lalu ke luar duduk di balkon kamarnya
__ADS_1
sedangkan di paviliun ,Alex masih menemani indah yang melanjutkan tidurnya mungkin lelah atau pengaruh hamil entahlah ,Alex juga bingung
Alex mengelus perut indah yang masih rata di mana di dalam ada calon anaknya yang masih berusia dua Minggu lebih
" sayang jangan buat mama sakit iya ,kasian mama " gumam Alex
" Kaka " Alex menatap indah lalu membenarkan posisinya
" iya " indah membuka matanya " jam berapa " tanya indah
" sudah siang " ucap Alex
"maaf indah tinggal tidur kepala ku pusing " Alex tersenyum
" sudah mendingan " indah mengaguk ,Alex mengambil air di atas meja samping tempat tidur " minum dulu lalu kita ke masion " indah mengambil gelas yang di berikan alex ,lalu meminumnya
" Kaka Siska apa di rumah " tanya indah setelah minum
" mungkin,karena Boby kan kerja ,mau ke sana " tanya Alex ,indah mengaguk
" iya sudah cuci muka dulu baru kita ke luar " ucap Alex
indah berjalan ke arah kamar mandi ,karena dia sudah perna masuk jadi sudah tau di mana letaknya
baru saja membuka pintu Siska sudah siap mengetok pintu kamar mereka
" Kaka " panggil indah ,Siska hanya tersenyum
" si kembar mana " tanya Alex
" sama Nyonya besar " Alex hanya mengangguk
" apa kamu baik² saja " tanya Siska
" baik kak, hanya sedikit pusing " ucap indah
"pusing " indah mengaguk ,Siska menatap Kaka nya
" dia lagi hamil ,makanya pusing " ucap Alex datar
Siska memukul dadanya sendiri lalu menatap indah yang sudah menunduk dan Alex yang hanya terlihat biasa saja
" selamat ,akhirnya aku punya ponakan lagi " ucap Siska dia tidak ingin membuat indah tidak nyaman ,nanti saja dia akan Tanya kan pada Alex
indah menatap Alex yang hanya memberikan senyuman " makasih kak " ucap indah lirih
" koh cemberut ,kenapa " tanya Siska,indah menggeleng
" pasti Kaka penasaran kan " tanya indah ,Siska menelan ludahnya paksa
" tidak, kenapa harus penasaran kan kalian sudah menikah " ucap Siska
" sudah ayo ,katanya tadi mau ketemu Siska ,aku yakin kamu ingin bermain dengan si kembar " ucap Alex mengalikan pembicaraan mereka
" iya ayo kita ke sana " ucap siska ,indah mengaguk
" ayah mana kak ,koh aku tidak melihat nya sejak indah datang " tanya indah
" ada di depan ,mungkin kalian datang tadi dia lagi ada kerjaan nya" ucap siska,indah hanya mengangguk
mereka ke arah taman yang ada gazebo di sana sudah ada ibu Sisil Yang bermain dengan si kembar
" Bu " ibu sisil membalikan badannya menatap Alex indah dan Siska yang baru datang
" apa kalian tidak istirahat " tanya ibu sisil
" sudah Bu " ucap Alex
" gimana semalam " tanya ibu sisil menggoda pengantin baru itu .
" kami lelah Bu, indah juga ketiduran " ucap Alex tersenyum
__ADS_1
" tidak papa ,masih ada hari yang lain " ucap ibu sisil lalu kembali fokus bermain dengan Azzam dan azzura
" ayo sini duduk " siska menarik tangan indah dengan pelan agar tidak menyakiti nya
" aku tinggal ke dalam dulu iya ,kamu di sini dulu " indah mengaguk
"ibu, Naya sama Raya mana " tanya indah
" kalau raya sudah pasti tidur jika libur seperti ini ,kalau Naya tunggu saja paling juga dia akan nongol sendiri " ucap ibu sisil
" zam, zura lihat lah ini siapa " tunjuknya pada indah " ini aunty indah istrinya paman kalian ,paham " ucap ibu sisil
Siska hanya tersenyum saja ,begitu juga indah
" Kaka apa mereka selalu memakai pakaian yang sama " tanya indah
" iya lucu saja kalau Kaka lihat , sekali pun beda model Asal warna nya sama " ucap Siska
" seruh iya punya anak kembar ,memang Kaka atau suami Kaka punya turunan kembar " tanya Siska
" kami berdua memiliki nya " ucap Siska tersenyum
" Kaka" Siska tersenyum " berdoa lha " ucap siska
" makanya Cepat buatkan ibu cucu,jika nanti kembar ,ibu akan membelikan hadiah iya kan cucu Oma " ucap ibu sisil meminta persetujuan dari Azzam dan azzura
" tapi aku belum siap Bu, indah mana ngerti tentang anak kecil gendong nya saja indah takut jatuh ,patah lehernya atau apa " ucap indah bergidik ngeri
" ibu " Naya tersenyum apa lagi di sana ada si kembar
" baru di bilangin datang kan dia " ucap ibu sisil
" Abang tinggal iya ke ruangan kerja " Naya mengaguk
" ini " Brian memberikan piring buah nya
" ayo Nda ,kakak kita makan " tawar Naya
" terimakasih " ucap Siska
" ayo Nda " indah mengaguk
" ibu mau " tawar Naya
" tidak kalian saja,ibu tidak akan kenyang jika hanya makan buah " ucap ibu sisil tertawa
Brian membuka pintu ruangan kerjanya ternyata sudah ada Alex yang fokus pada layar laptopnya
" kenapa tidak istirahat saja dulu " Ucap Brian lalu duduk di meja kerjanya
" sudah, makanya aku di sini " ucap Alex
" harusnya kamu habiskan waktumu sama indah bukan sama kerjaan " ucap Brian
" ada Siska yang temani " ucap Alex
" saat Naya mual dulu apa ada minuman atau apa yang membuat mual nya hilang " tanya Alex
" tidak ada ,dia hanya minum teh herbal setidaknya itu bisa membuat nya lebih baik ,apa indah mualnya parah " tanya Brian
" aku tidak tau ,karena baru tadi pagi melihatnya mual selama dia hamil tapi habis mual dia hampir jatuh " ucap Alex
" semua yang mual akan seperti itu mereka akan lelah dan lemas, makanya setelah Naya mual dia selalu minum teh herbal yang hangat " ujar Brian
Alex kembali memutar ingatannya 4 hari sebelum mereka menikah ,indah sudah di nyatakan hamil dan sebelum itu dia sudah mual 2 hari ,berarti dia sering lemas dan jatuh saat setelah mual
" apa yang kamu pikirkan " tanya Brian
" aku khawatir saja ,selama indah tidak bersama ku kemarin apa lagi tadi kamu bicara setiap yang mual pasti merasa lemas ,tadi saja dia hampir jatuh , berarti kemarin² juga dia jatuh " tanya Alex
" kamu tanyakan padanya saja " Alex mengaguk
__ADS_1
" nanti aku tanyakan setelah selesai urusan ini " ucap Alex
Brian hanya mengangguk saja lalu kembali membuka laptop nya ,dan rencana nya di besok sudah mulai masuk sedangkan Alex masih libur sehari sesuai cuty nya