Sayangi Aku

Sayangi Aku
lamaran raya 1


__ADS_3

setelah acara makan malam kini mereka masih duduk santai di meja makan sambil menikmati makanan penutup nya


"maaf tuan apa saya bisa bertanya " tanya Daddy Dafa menatap ayah Abbas


" silahkan" jawab ayah abbas


"maaf jika membuat kalian tidak nyaman tapi sejak tadi saya sedikit penasaran" ujar daddy Dafa


" apa dia menantu tuan Abbas soalnya sedikit tidak asing buat saya " tanya Daddy Dafa sedikit gugup


" iya,namanya Naya pranata anaknya pak Jhoni mungkin itu tidak asing buat kalian karena dulu kalian tetangga bukan " ujar ayah abbas


" benarkah ,astaga makanya sejak tadi saya perhatikan seperti tidak asing " Daddy Dafa tersenyum pada Naya " gimana kabar kalian " tanya Daddy Dafa


" kami baik om " ucap Naya lembut


" kamu tambah cantik nak, gimana keadaan mama mu apa Ilham sudah menikah " tanya mommy Dafa


" mama baik² saja dia di rumah ,Kaka Ilham lagi ikut pendidikan " ujar Naya


" ah iya kata Dafa kalian sudah pindah karena terkahir dia liburan ke rumah lama dia bela²in pulang buat ketemu tapi katanya kalian sudah pindah makanya dia pulang dengan wajah kusut ya " ujar Daddy Dafa ,Naya hanya tersenyum kikuk ,tapi tidak dengan Dafa yang sudah menatap tajam Daddy nya


" iya bahkan dia sempat mogok makan karena mencari mu!!! " timpal mommy Dafa


" dad ,mom " panggil Dafa


" maaf " ujar mereka ketika melihat keadaan tidak baik² saja


" tidak papa, namanya juga nostalgia kami paham " ujar ayah abbas


Dafa menatap raya memohon agar tidak terusik dengan perkataan orang tuanya karena menurut nya itu hanya masa lalunya


sedangkan Naya sudah menelan ludahnya paksa saat Brian memeluknya pinggang nya dengan erat


"nak Ricko kapan menyusul Dafa " tanya ayah abbas mengalihkan pembicaraan agar tidak terasa canggung


" jika sudah ada yang cocok tuan " ucap Ricko tersenyum


" semoga cepat ketemu iya siapa tau nanti di rumah sakit dapat jodoh nya " timpal ibu sisil


" semoga saja nyonya kalau ada yang khilaf " ujar ricko tersenyum kuda


" kenapa harus khilaf ,kamu ganteng koh imut lagi pasti ada yang mau koh ,itu adik Ivan juga masih muda " Ivan menatap ayah Abbas tajam sedang kan Anggi mengangkat kepala nya saat namanya di sebut


" kalau jodoh tidak akan ke mana tuan!!! Ricko juga belum ke pikiran ke sana " ujar ricko tak enak


" jangan di tunda² nanti jodoh nya hilang " ucap ibu sisil , Ricko hanya tersenyum saja


" apa perlu om Carikan " tanya ayah abbas


" jika ada yang mau tuan " ricko tertawa kecil


" yang seperti apa " tanya ibu sisil usil


" hebm " ricko meletakan tangan nya memikirkan cewe idealnya " seperti indah tapi seperti Anggi " Alex dan Ivan menatap tajam ricko


berani sekali batin mereka berdua


"maaf " ucap Ricko ketika merasa suasana di ruangan itu seketika menjadi horor karena tatapan dua pria posesif

__ADS_1


sedangkan ayah Abbas dan ibu Sisil tertawa kecil


" kau menggali kubur mu sendiri " bisik Dafa ,ricko hanya menggaruk lehernya yang tidak gatal


setelah itu mereka kembali bercerita membahas kuliah dan langkah kedepannya yang akan Dafa lakukan setelah lulus nantinya ,ayah abbas dan ibu Sisil hanya bisa memberikan dukungan dan motifasi begitu juga Daddy dan mommy nya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


setelah keluarga Dafa berpamitan kini mereka memasuki kamar mereka masing² sedangkan Ivan dan Anggi sudah berpamitan pulang ke rumah


raya memasuki memasuki kamarnya dengan senyum mengembang nya saat melihat kotak seserahan yang ada di kamarnya


tanpa menunggu waktu dia Mengambil HP nya lalu menelpon Dafa


padahal mereka baru saja berpisah tapi entah kenapa Raya ingin menelpon Dafa biar saja dia di bilang bucin karena saat ini dia sangat bahagia


dert...dert....


" apa kamu begitu merindukan ku!!! ini belum sampai 10 menit meninggalkan rumahmu " ujar Dafa saat sambungan teleponnya sudah tersambung


" Sangat !! soalnya tadi kita tidak punya waktu untuk sedikit bicara " ujar raya kesal tapi dia mengerti jika Dafa juga sedikit takut untuk meminta izin berbicara dengan nya


" maaf, besok aku usahakan Kita ketemu tapi jika tidak jangan marah karena kamu juga akan ujian sedang kan aku mengurus yang perlu aku urus dan ujian juga " ujar Dafa


" kenapa semakin ke sini susah sekali kita bertemu " ujar raya menekuk wajahnya sambil menggoyang kan kakinya


" maaf sayang jangan marah iya, ini juga demi hubungan kita " ujar Dafa ,raya tersenyum ketika mendengar umpatan Ricko


" nanti kalau aku sudah tidak bisa menahan nya aku ke rumah saja " ucap Raya


" iya datang lah kapan pun kamu mau " ucap Dafa


" sayang jangan di pikir kan Daddy usil orang nya sekarang kamu istirahat jangan pikirkan yang aneh² ok " ucap Dafa memotong ucapan Raya


" tapi kan raya belum selesai...


" i love you ke sayangan ku CUP " ucap dafa sambil mencium layar HP nya, raya hanya mendengus saja


" iya ,i love you to " Ucap raya ,lalu mematikan sambungan telepon nya


sedangkan di kamar yang lain tak jauh dari kamar Raya ,Naya sedang membujuk suaminya yang sedang mode merajuk karena ucapan mertua Raya tadi


" abang " Brian hanya diam saja sambil memejamkan matanya sejak masuk tadi dia hanya berdiam diri di atas sofa setelah selesai membersihkan diri begitu pun Naya


" Abang ,Twins minta Elus " Brian tetap diam di tempatnya membuat Naya kesal karena sejak tadi Brian mendiamkan nya


" kenapa harus marah sama Naya sih, memang Naya yang suruh di cariin sama Dafa, apa Naya yang suruh orang tua Dafa cerita?? kan Abang sendiri yang dengar yang lihat kalau Naya hanya diam saja " ucap Naya kesal


" terserah Abang ,Naya dan twins mau tidur di kamar tamu saja " ucap Naya lalu meninggalkan Brian tapi Langkah nya harus berhenti ketika mendengar suara Brian yang berat


" kamu sudah berani sekarang melawanku, apa karena kamu sedang hamil atau gimana ?? kembali ke tempatmu sebelumnya jika besok masih ku izinkan ke luar " ucap Brian tanpa membuka matanya


" menyebalkan " ujar Naya lalu mendekati Brian dan duduk di samping nya


" aku mendengar nya " ucap Brian lalu menatap Naya


" kenapa kamu balik marah hm " tanya Brian sekalipun lembut tapi Naya merasakan ancaman akan datang


" habis Abang dari tadi diam " Naya mengerut kan bibirnya " kan twins minta di Elus " senjata terakhir

__ADS_1


maaf sayang harus membuat kalian ikut serta demi mami ok batin Naya


" jangan membawa mereka, aku tau isi kepala mu " Brian mendorong pelan kening Naya membuat Naya tersenyum kaku


" ketahuan iya " ujar Naya ,Brian hanya berdecak saja


" jangan mengajar mereka untuk berbohong " ucap Brian


" maaf, makanya jangan diam " ucap Naya


" ayo istirahat kamu semakin cerewet " ujar Brian Naya hanya menurut saja sekalipun kesal tapi tetap nurut karena itu akan percuma jika berbalik marah


jika kata orang perempuan tidak perna salah ,tapi tidak untuk Naya


karena itu tidak akan berlaku untuk Brian


" sudah nyaman " Naya mengaguk " tidur lah hari ini kamu terlalu banyak bergerak " ujar Brian


" makasih papi " Brian hanya mengaguk saja lalu memeluk Naya, tangannya sesekali mengusap lembut perut Naya yang sudah sepeti hamil 9 bulan


" jangan nakal sayang ,mami mau istirahat " Ujar Brian karena calon anaknya tiba² menendang tangannya sehingga Naya ikut meringis


setelah itu Naya bisa kembali memejamkan matanya karena tidak ada lagi pergerakan main bola dalam sana ,sehingga dia bisa tidur dengan nyaman apa lagi tangan Brian masih mengelus perutnya


saat mendengar dengkuran halus Naya ,Brian mencium kening istrinya lalu ikut berbaring di samping nya


" kenapa hm " tanya Alex lembut karena indah belum juga memejamkan matanya


" gerah " Alex menaikan alisnya lalu menatap AC di kamar nya


" kamu sakit " indah menggeleng " lalu kenapa AC juga nyala " ucap Alex bingung


" tidak tau, tapi gerah " ujar indah


" ini sudah larut tidak mungkin kamu mandi tadi juga kan sudah bersih² " ucap Alex, indah membuka jubah tidur nya sehingga hanya baju tidur yang tipis


" dear " panggil Alex


" maaf ,tapi indah benar² gerah " Ujar indah yang mengerti akan tatapan suaminya


" masih gerah " tanya Alex setelah mengatur kembali suhu ruangan kamar mereka


" sudah mendingan, tapi indah tidak usah pakai selimut iya " ucap indah


" nanti kamu masuk angin " ucap Alex


" nanti sebentar kalau dingin aku pakai " Alex mengaguk mengikuti kenginginan ibu hamil itu


" mas sini peluk " ujar indah ketika Alex tidur agak menjauh


" katanya gerah "


selama indah hamil ,Alex selalu di buat bingung dengan tingkah indah


" iya tapi jangan jauh peluk anakku minta di peluk " Alex hanya mendengus saja lalu memeluk indah


" jangan salah kan aku jika aku khilaf " indah hanya diam saja


dia memilih memejamkan matanya karena sudah sangat ngantuk

__ADS_1


begitu juga Alex ikut tidur saat melihat indah sudah memejamkan matanya


__ADS_2