
setelah menemani Naya jalan pagi kini mereka duduk bersama di meja makan untuk sarapan sekalipun sedikit terlambat karena harus menunggu Brian dan Naya membersihkan diri
" pak apa jadi tetangga membantu kita " tanya Brian di sela sarapan mereka
' iya nak ,tadi juga yang mau antar barang sudah telepon mungkin agak siangan barang nya baru sampai ke sini ,jadi kita bereskan yang itu dulu ,agar tidak menumpuk " ucap pak Jhoni
" Naya bantu iya " Brian menatap tajam istrinya
" jika kamu ingin di kamar terus selama sebulan lakukanlah " ucap Brian datar ,Naya menelan ludahnya paksa
" maksud Naya ,bantu jaga Nathan, iya kan ma " ucap Naya ,mama Lila hanya mengangguk saja
" jangan membuat suamimu marah Nay " tegur pak Jhoni membuat Naya cemberut
" iya pak " ucap pak Jhoni
" ada berapa orang pak yang bantu " tanya Brian
" tetangga saja nak, iya sekitaran sini saja " Brian mengaguk
" mama tidak usah masak papa " ucap Brian
" lalu mereka mau makan apa nak, tidak enak sudah di bantu tapi kita tidak memberikan mereka papa " ucap mama Lila
" mama sama Naya saja dengan Nathan itu nanti urusan Brian " ucap Brian
" tapi nak
" jangan menolak ma " mama Lila melirik suaminya yang hanya mengangguk kini mereka sudah sedikit tau sifat menantu nya itu
" terimakasih, tapi mama bisa kan siapkan saja minuman dingin sebelum makanan nya datang " Brian hanya mengangguk saja
" makasih Abang " ucap Naya, Brian membalasnya dengan senyuman
setelah selesai sarapan ternyata di luar sudah banyak orang menunggu mereka
" maaf pak ,kami tadi sedang sarapan " ucap pak Jhoni tidak enak
" tidak papa pak kami juga baru datang,gimana mau langsung saja " tanya pak Ilyas
" iya pak " ucap pak Jhoni ,lalu membuka ruko miliknya
ada sekitaran 15 orang yang membantu mereka entah lah itu datang dari mana
tapi satu yang Brian pelajari di sini jika mereka saling membantu tanpa mengharapkan apa pun
kekeluargaan rasa saling membantu gotong royong di sini masih sangat jelas berbeda jauh dengan di kota
yang notabene nya semua bekerja karena uang !!!
Brian tersenyum saat warga menyapanya bahkan di sini dia lupa dengan sifat dinginnya
kini mereka sudah mulai mengatur barang yang ada di dalam toko itu, bahkan mereka saling membantu apa lagi harus mengangkat beras yang bukan hanya 5 kiloan bahkan yang 25 kiloan pun ada dan itu sebagian harus di antar ke lantai dua, sebagian juga ada yang mengatur bagian Rak agar tersusun rapi sesuai namanya dan bagian²
__ADS_1
hingga tidak terasa waktu terus berjalan hingga mobil box besar datang ke arah toko
ternyata itu barang terkahir yang di antar
mereka mendekati mobil box itu ternyata isinya es krim berbagai rasa minuman khusus di kulkas pendingin dan ada beberapa makanan junkfood seperti naget sosis dan yang lainnya bahkan bukan hanya satu mereka tapi berbagai merek
saat semua barang sudah di turunkan mereka kembali menata barang itu di dalam toko hingga semuanya terisi dengan penuh dan rapi
belum juga mereka bernafas kini mobil box datang lagi membuat pak Jhoni bingung
" bukannya yang tadi terkahir " gumam pak Jhoni sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal pasalnya Tokonya sudah terisi semua bahkan struk semua barang sudah berada di tangannya
" tuan semuanya sudah siap "Brian membalikkan badannya
" susun di meja yang ada di teras itu " ucap Brian
" Baik tuan " ucap nya lalu berlalu dari hadapan Brian
" apa itu nak " tanya pak Jhoni, semua mata menatap Brian menunggu jawaban
" hanya makanan pak untuk yang lainnya " ucap Brian
mereka menatap para pria bertubuh besar membawa kotak makanan yang menurut mereka itu sangat mewah
" sini nak ,bapak bantu " ucap pak Jhoni ,pengawal menatap Brian yang hanya mengangguk
" terimakasih tuan " ucap nya
hingga tersusun rapi di atas meja bahkan ada 3 meja di depan teras semuanya di penuhi kotak makan kiriman Brian
" ayo pak dan yang lainnya kita Makan dulu " ucap pak Jhoni
" menantu mu sangat baik pak " ucap salah satu dari mereka ,pak Jhoni hanya tersenyum
Brian masuk dalam rumah memanggil Naya dan mama nya serta Nathan
" sayang makan dulu ayo , makanan nya sudah datang " Naya dan mama Lila berdiri sambil menggendong Nathan
" terimakasih nak Brian ,ini sangat enak bahkan lengkap ini baru pertama nya bagi kami makan seperti ini " ucap pak Ilyas,Brian tersenyum
" harusnya saya yang berterimakasih karena telah membantu bapak saya dan menerima saya dengan baik di kampung ini " ucap Brian tersenyum
" kami tidak mungkin membenci orang yang memang baik nak " ucap yang lainnya
" jika masih kurang atau mau nambah ambil saja pak ,bagi sama orang rumah " ucap Brian lagi mereka hanya mengangguk
setelah itu dia mengambilkan kotak makanan untuk istrinya mama Lila dan juga Natha
" Abang tidak makan " Tanya Naya sambil membuka kotak makan nya
" iya nak ,makan dulu kamu pasti lelah " ucap mama Lila
" iya ma ini Brian juga mau makan " ucap Brian sambil memperlihatkan makanan di tangannya
__ADS_1
makan di teras rumah, dan sebagian di bawah pohon bukan lah impian nya bahkan hanya sekedar keinginan nya saja tidak perna ada tapi di sini bahkan dia makan sambil berbaur dengan yang lainnya tanpa melihat siapa dirinya
" jika bapak ingin memakai karyawan lakukan saja ,karena tidak mungkin bapak melakukan sendiri apa lagi barang sebagian ada di lantai dua " ucap Brian kini mereka duduk di teras dengan yang lainnya
" benar itu pak, belum lagi nanti barangnya kosong terus harus ke lantai atas sedangkan di bawah tidak ada yang jaga " ucap yang lainnya
" tapi bapak baru buka nak , bagaimana bapak
" tidak usah memikirkan gaji mereka untuk 3 bulan ke depan biar menjadi urusan Brian " ucap Brian memotong ucapan mertuanya
" jangan nak, kamu sudah banyak mengeluarkan uang untuk ruko ini , bapak masih ada koh uang buat gaji bapak hanya bingung siapa yang mau bekerja di toko baru ini yang pelanggan nya belum ada " ucap pak Jhoni
" Devi sepertinya itu mau pak ,karena dia lagi cari pekerjaan " ucap pak Ilyas
" iya pak, kiki juga lagi cari pekerjaan " ucap salah satunya
" bapak butuh berapa " tanya Brian
" 4 saja untuk sementara dua laki² dua perempuan " ucap pak Jhoni
" apa nanti tidak lelah pak, kan bapak bukanya dari pagi sampai malam kalau hanya 4 orang apa mereka akan kerja dari pagi sampai malam setidaknya jika ada temannya mereka gantian pak ,kalau pagi dari jam 8 berarti nanti sampai jam 2 , sedangkan penggantinya masuk jam 2 sampai jam 9 malam, kalau hanya 4 orang berarti 2 orang² ,laki² dan perempuan setiap sif tidak mungkin nanti dia mengakat barang nya sendirian apa lagi berat dan banyak ,lalu untuk kasir satu ,berarti nanti yang cek barang kosong siapa yang lihat tanggal experience jualan bapak juga siapa apa lagi barang bapak banyak " ucap Naya
" lakukan saja pak jangan memikirkan yang belum pasti " Ucap Brian ,pak Jhoni tampak berpikir ada benarnya juga perkataan Naya
" gimana kalau 10 saja pak, 4 perempuan ,6 laki² jadi Masing² ada tugasnya ,kasir satu orang taruh saja wanita tapi jika banyak salah satunya bisa membantu, terus yang 3 nya nanti membantu para pembeli jika ada yang mereka tanyakan atau yang mau mereka ambil " ucap pak Ilyas
" apa itu tidak kebanyakan pak " tanya pak Jhoni
" setiap pergantian jam perempuan 2 orang laki² nya 3 karena tenaga laki² harus banyak untuk mengangkat barang sesekali juga mereka memeriksa barang yang kosong atau experience " ucap pak Ilyas
" iya pak ,benar kata bapak nya Devi " ucap Naya
" baiklah 10 " putus pak Jhoni
" besok anak² akan ke sini pak, pak Jhoni tidak perlu sungkan jika tidak cocok dengan idamannya bapak bisa menolak mereka " ucap yang lainnya
" iya pak, sebelumnya terimakasih banyak sudah membantu saya membereskan toko " ucap pak Jhoni
" tidak usah sungkan pak ,kita di sini semua keluarga " ucap yang lainnya
" ah iya maaf sebelum nya Brian tidak bermaksud yang lain ,ini ada sedikit rezeki untuk bapak dan keluarga mohon di terima ,jika di tolak berarti bapak² tidak menerima kehadiran saya di kampung ini " semua saling pandang saat Brian membagikan aplop pada mereka ,mereka bisa tebak jika isinya tidak sedikit
" maaf nak Brian ,kami menerima nak Brian dengan tangan terbuka kami juga membantu pak Jhoni ikhlas bahkan makanan yang tadi itu sudah lebih dari cukup " ucap yang lainnya ,
" saya juga ikhlas ,jadi terima aja iya " mereka semua menatap pak Jhoni yang Mengaguk menyetujui
" terimakasih nak, semoga rezeki, kesehatan serta keluarga nak Brian selalu di limpahkan oleh sang pencipta " ucap pak Ilyas
" terimakasih pak " ucap Brian tersenyum
setelah para tetangga dan warga yang ikut membantu sudah mulai meninggal kan rumah pak Jhoni kini mereka pun ikut masuk dalam rumah untuk membersihkan diri dan istirahat sebentar
bahkan kotak makan yang tidak habis tadi sebagian di bawah untuk orang rumah dan sebagian juga di bagi² pada warga yang tidak sengaja lewat depan rumah
__ADS_1