
" apa kamu yakin dengan keputusan mu " tanya Brian yang baru selesai membersihkan diri lalu menyusul Alex ke ruangan kerja
" aku tidak yakin " ucpa Alex memejamkan matanya
" apa tidak terlalu berat untuk nya " Alex membuka matanya " dia hanya di larang kembali ke sini tidak dengan karirnya itu pun hanya sementara " Brian bernapas lega
" gimana indah " tanya Brian
" dia lagi istirahat ,sudah lebih baik lagi dari pada tadi " ucpa Alex
" Dafa " alex menegang kan duduknya " sudah, weekend dia akan ke sini " ucap Alex
" siapa yang mengizinkan nya " tanya Brian
" aku menyuruh nya " Brian menatap tajam Alex " apa kau sudah gila ,gimana kata ayah dan ibu " tanya Brian
" itu lebih baik ,jika dia benar² serius dia akan mulai berfikir " ucap Alex
" apa Raya tau " Alex menggeleng " tidak " ucap Alex
" iya sudah kamu bersihkan dirimu dulu ,aku mau lihat Naya " Brian berdiri lalu meninggalkan Alex sendirian ,setelah kepergian Brian Alex pun pergi
Alex masuk dalam kamar nya ,melihat indah tidur di sofa
" dear koh tidur di sofa " Alex mengelus lengan indah sedangkan dia duduk di atas meja menghadap indah
indah membuka matanya, tapi masih enggan bangun " ayo aku antar kamu pulang " indah mengaguk " tunggu 5 menit kumpul nyawa dulu " Alex hanya tersenyum " kalau begitu aku mandi dulu iya " indah mengaguk
Alex berdiri meninggalkan indah yang masih tiduran di sofa, masuk dalam kamar mandi membersihkan dirinya
" maaf " gumam Alex di bawah guyuran shower ada rasa sesal untuk Nisa tapi dia sudah berani menyentuh indah dan itu Alex tidak suka,setelah lama berperang dengan pikirannya Alex ke luar dari kamar mandi sedangkan indah Sudah duduk sekalipun matanya masih terpejam
" sudah bangun " indah membuka matanya menatap Alex ,setelah itu menutup kembali " cepat pakai bajunya kak kenapa tidak membawa baju ganti saat ke kamar mandi sih " ucap indah kesal
" lah memangnya kenapa ,aku punya ruangan sendiri untuk ganti baju ,ngapain harus di kamar mandi " ucap Alex
" Kaka ehz ,indah ini manusia normal mana tahan lihat pemandangan di depan mata ,nanti khilaf " ucap indah ceplos
" otakmu dear, seperti nya hukuman ku tempo hari tidak membuatmu jera iya " Indah membuka matanya tapi hanya sebentar
" maaf ,iya² aku tidak nonton yang aneh² lagi sekarang Kaka pakai baju iya " ucap indah
" cih lihat lah wajahmu seperti orang yang hbis di rebus hidup²" Alex meninggalkan indah
merasa Alex sudah pergi ,indah membuka matanya dan bernafas lega.
"ah apa aku harus melihat nya setiap hari untuk stamina selain vitamin " gumam indah sambil tersenyum kuda
" apa yang kamu pikirkan " indah menatap ke arah Alex
" tidak memikirkan papa" Alex hanya mencibir saja " ,mau pulang sekarang "indah mengaguk " iya sudah ayo " indah berdiri mengikuti langkah Alex " aku seperti wanita yang di sewa om² apa dia Tidak pernah pacaran ,pegang tangan atau apa " gumam indah lirih
" jangan mengomel tidak jelas " ucap Alex menggegam tangan indah " siapa yang mengomel " Alex hanya menaikan bahunya " izin dulu sama ayah iya " Alex menggaguk
"indah di sini ,koh ibu tidak tau " ucap ibu sisil ,indah tersenyum
" tadi sama² dengan mereka Naya nyonya...
" ibu ....ibu ....ibu Alex ajarin indah dengan benar " indah hanya tersenyum kikuk " maaf Bu ,indah izin pulang iya nanti lain kali ke sini lagi " ucap indah
" koh buru² makan malam dulu " ucap ayah abbas yang baru datang dari arah dapur
" kami masih mencari sesuatu yah,indah ingin mau beli kalung " ucap Alex ,indah menatap Alex yang hanya di balas senyuman
" baik lah ,tapi nanti ke sini iya , sekali² menginap " ucap ayah abbas
" iya tuan ...
" ayah... ayah ...ayah..." ucap ibu sisil kesal ,indah tersenyum
__ADS_1
" I...iya yah " ucap indah gugup " kami permisi dulu yah ,Alex usahakan sebelum makan malam pulang " ayah dan ibu mengaguk ,indah mencium punggung tangan ibu sisil dan ayah Abbas lalu mereka mencari pak Mamat
" ayah " pekik indah lalu memeluk lengan mertuanya
" kamu sudah baikan " indah menggaguk sedangan kan Alex hanya menggeleng saja " kamu mau ke mana " tanya pak Mamat
" mau pulang ,karena mau singgah dulu jadi harus pergi sekarang " ucap Indah
" baiklah ,hati² iya nanti ke sini lagi " indah mengaguk lalu mencium punggung tangan pak Mamat
" kepala nya dear " indah mengaguk lalu masuk dalam mobil ,setelah memastikan indah duduk ,Alex masuk dalam mobil lewat pintu sebelah
"maaf " indah menatap Alex " untuk apa " tanya indah bingung
" yang tadi " indah mengaguk " lupakan saja ,lagian aku baik² saja " alex mengaguk " memang apa yang kamu ucap kan sehingga dia menamparmu " tanya Alex
"dia menyuruh ku meninggalkan Kaka ,jadi aku bilang dia seorang model tak lebih dari seorang pengemis meminta suami orang " ucap indah
ciiittt
syukur indah cepat menahan tubuhnya dengan tangan nya menahan dashboard saat Alex mendadak berhenti syukur mereka jalan dengan kecepatan normal dan tidak ada mobil di belakang mereka
" kenapa harus mengatakan itu " Ucap Alex,indah menatap Alex
" maksud nya " tanya indah menaikan alisnya
" kenapa harus mengatakan hal kasar itu " ucap Alex lagi lalu menjalankan mobilnya kembali
"aku bisa pinjam HP nya " Alex menatap indah " buat apa " tanya Alex
" aku mau hubungi Raya , hp ku habis batrei " Alex memberikan hpnya pada indah
tuttt....tuttt....
" apa kau menghubungi ku untuk minta maaf ,aku memaafkan aku tunggu kamu di apartemen sebelum anak Buah mu mengirim ku kembali ke sana " Alex menatap tak percaya pada indah
" maaf kak ,ini aku indah karena aku tidak punya no Kaka ,maaf jika tadi berkata kasar pada Kaka " Alex memejamkan matanya
" iya Kaka bisa memiliki nya ,sudah dulu iya kak,maaf untuk yang tadi "
setelah itu Indah memberikan HP Alex " aku sudah meminta maaf " ucap Indah
" dear " indah hanya diam saja,Alex mencoba menggegam tangan indah tapi di tepis keras oleh Indah
" kita selesaikan dulu " ucap Alex, lalu membalikkan mobilnya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" paman indah di paviliun kan " tanya Naya
" dia sudah pulang nak ,di antar Alex "
" koh tidak izin denganku " Brian mendekati istrinya" dia buru² sayang karena harus singgah di tempat lain " ucap Brian
" benar kah " Brian menggaguk " ayo kita ke taman belakang di sana ada ibu dan ayah " Naya mengalun kan tangannya pada Brian
" Bibi minta tolong panggil Raya di kamarnya iya " ucap Naya,saat berpapasan dengan pelayan
" iya nyonya muda " setelah itu mereka melanjutkan langkahnya ke taman belakang
"ayah ibu " panggil Brian ,mereka mengaguk tersenyum menyambut mereka untuk bergabung
" gimana kamu enjoy dengan kehamilan mu " tanya ayah abbas saat Naya sudah duduk di kursinya
" iya yah, tapi kadang cape kalau sudah kelamaan jalan atau berdiri tapi kalau ke lamaan duduk juga tidak nyaman " ucap Naya
" sabar iya,nanti sesekali ibu temani kamu senam " ucap ibu sisil
" kan Naya kuliah Bu " ucap naya
__ADS_1
" iya juga iya ,sudah tidak papa saat nanti kamu cuty lahiran kan bisa senam hamil " ucap ibu sisil
" memang tidak papa senam saat sudah hamil besar Bu, Naya takut nanti Ade ketindis atau nyesek " ibu sisil tertawa kuda " tidak sayang ,kan mereka juga tahu untuk kehamilan tua itu seperti apa senam nya " Naya mengaguk saja
" maaf Ade terlambat " Naya melihat raya " duduk di sini Ray " Raya hanya mengangguk tapi di sini ada yang aneh dengan Raya dia tidak berani menatap Brian
" Ade sakit " raya menggeleng " lalu Ade kenapa " tanya ibu sisil
" Ade baik² saja yah Bu hanya sedikit lelah " ucap Raya
" maaf " raya hanya mengangguk " tidak papa " ucap raya
" ade mu bikin kesalahan lagi bang " Brian menggeleng " lalu dia kenapa seperti itu " Brian hanya menaikkan bahunya
" Ade hanya lelah Bu, serius " ucap Raya
" kalau ada papa cerita dengan ibu iya ,jika kamu tidak nyaman cerita dengan Abang dan kakakmu " raya mengagguk " iya Bu tenang saja " ujar Raya
" Abang ,Ade mau bicara " Brian menatap raya " bicara lah " ucap Brian
" apa Ade bisa pacaran " tanya raya hati²
" bawah di ke rumah jika memang dia mau pacaran dengan Ade " bukan Brian yang menjawab melainkan ayah
" kan seandainya ayah , belum pacaran " ucap Raya lagi
" apa Ade menyukai seseorang " raya menggeleng " tidak Bu ,hanya seandainya kan Ade sudah besar sudah kuliah kan tidak tau nanti " ucap Raya
" Abang " Brian meminta Naya untuk tetap diam ,Naya menutup rapat mulutnya
" jika nanti ada yang mendekati Ade, silahkan bawa ke rumah " Raya menelan ludahnya paksa " baik yah " ucap raya lirih
Naya menatap Raya sendu, Brian mengelus perut istrinya dengan lembut " ssssttt" Brian menatap Naya
" kenapa lagi " Naya menggeleng " kalau dag kenapa² kamu dag mungkin seperti tadi ,tadi pagi juga kaya gitu " ucap Brian
" serius Naya baik² saja ,hanya sedikit terasa aneh entah aku juga tidak tau tapi tidak terlalu keras " ibu tertawa kecil
" apa cucu ibu , mendengar ucapan kita " Brian menatap ibunya menaikan alisnya " maksudnya " tanya Brian
" nanti semakin bertambah nanti akan terasa tendangan dari bayi kalian, sering² saja ajak dia bicara " Brian menatap perut Naya
" Ade dengar ayah bicara, hai nak jangan bikin ibu sakit iya kasian ibu ,kalau Ade marah sama ayah saja iya " Naya tersenyum hangat mendengar ucapan suaminya begitu juga ayah dan ibu
" dia tidak marah bang ,tapi memang seperti itu ,dulu ibu mengandung kalian juga seperti itu,kadang ibu kalian masih tidur ,tau² bangun karena bayi dalam kandungan nya kadang menendang itu saat hamil Abang dan raya juga seperti itu " ucap ayah abbas
" apa sakit Bu " ibu Sisil tersenyum " bukan sakit hanya seperti gimana iya ,tapi ibu senang karena setiap ibu ajak bicara seolah dia menjawab ,sesekali menendang " ucap ibu sisil
" Ade nanti jangan keras² iya " ucap Brian lagi
" koh Ade jadi ngilu lihatnya " ayah dan ibu menatap raya
" kenapa " raya menaikkan bahunya " Nay apa yang kamu rasakan " tanya raya
" tidak ada,nikmati saja seru koh " ucap Naya tersenyum
" apa kamu tidak susah jalan " Naya menggeleng " hanya cepat lelah saja ,makanya aku sering berhenti kalau jalan " raya mengagguk " benar juga sih " ucap raya
" ah iya Kaka mana ,apa dia masih menemani indah " tanya raya yang tidak melihat Alex , karena biasanya mereka selalu kumpul bersama
" dia mengantar indah ,mungkin dia masih di rumah mertuanya " ucap ayah abbas
" koh tidak bilang " tanya raya
" mereka singgah beli kalung di mall untuk indah" raya dan Naya menatap ayah Abbas " ayah serius tidak bohong kan ,mall mana " tanya Raya
"Ade mau nyusul " raya tersenyum kuda mendengar ucapan Brian
" hanya tanya Abang " Brian hanya mencibir saja
__ADS_1
" alasan saja " Ucap ayah Abbas ,di jawab tawa dari raya dan Naya