
" sayang hari ini kamu pulang cepat kan " tanya Brian, menatap Naya yang sedang memakai kan dasinya
"iya " jawab Naya
" nanti Abang jemput iya dan langsung ke rumah bapak,Abang ke perusahaan hanya sebentar juga " ucap Brian
" selesai, besok pagi saja !!!Abang baru pulang semalam,pagi ini Abang langsung kerja kalau ke rumah bapak lagi nanti Abang sakit karena kelahan " ucap nya sambil menatap Brian
CUP
" istri Abang nakal iya ,mau nambah " Naya menggeleng cepat ,membuat Brian tertawa kecil
" Abang baik² saja yank, Abang tidak selemah itu bahkan Abang bisa tidak tidur semalaman dan langsung bekerja " ucap Brian
" pokoknya besok saja, tidak papa semalam kan sama saja " ucap Naya lagi
" kasian mereka bapak yank ,biasanya nunggu kita pulang " ucap Brian memeluk Naya dari belakang dan mencium basah tengkuk leher Naya
" nanti di kantor Abang istirahat, Karena hanya urus berkas² saja tidak ada meeting atau yang lainnya " ucap Brian lagi
" iya sudah, ayo sarapan nanti Raya marah lagi karena Kelamaan kita turun " Brian mengaguk
" aku saja yank yang bawa " ucap Brian saat melihat Naya membawa tas kerjanya belum lagi dia membawa tasnya dan laptopnya
" sudah tidak papa, Naya masih kuat " ujar Naya meninggalkan Brian yang masih dalam kamar
" Yank tunggu,pakai lift hei " teriak Brian sambil mengejar Naya ,tapi naya tetap memakai tangga
menurutnya memakai lift sangat lah lama apa lagi hanya berdiri diam menunggu pintu terbuka , sedangkan menggunakan tangga dia bisa bergerak tidak membuatnya bosan
" Naya " teriak Brian saat melihat istrinya mengunakan tangga
" kenapa " Brian menatap tajam istrinya
" kenapa " beo Brian
" kamu lihat perutmu,lalu lihat tangan mu bahkan kamu tidak berpegangan saat turun kalau kamu jatuh gimana Naya " ucap Brian kesal
" iya sudah ayo ,Abang pegang Naya " Brian menghembuskan nafasnya melihat Naya yang terlihat biasa saja
apa istri nya ini tidak mengerti jika dia khawatir atau memang dia tidak peka
" Abang kenapa berteriak " tanya ibu sisil saat melihat anak dan menantu nya sudah duduk di meja makan
" Abang sudah pulang koh tidak bilang " tanya Raya lagi
" paman bongkar saja tangga itu, biarkan orang memakai lift " ucap Brian kesal
" kenapa lagi " tanya ayah abbas
" anak mantu kesayangan kalian ini keras kepala di bilangin pakai lift dia malah pakai tangga " cibir Brian
" maaf ,ayo makan dulu mau Naya suapin " ucap Naya
" boleh " Brian mengaguk ,membuat mereka geleng²
bukannya tadi dia sedang marah,hanya karena mau di suapin langsung berubah
" Abang tadi raya bertanya Lo " ucap Raya kesal
" Ade itu aneh, kan sudah lihat Abang di sini berarti Abang datangnya semalam " ucap Brian sambil menerima suapan dari Naya
sedangkan raya hanya berdecak saja ,belum juga menjalankan misi untuk di belikan pakaian tas sepatu
sekarang malah orang nya sudah di depannya
sedangkan Alex sedang membantu indah, Seperti biasa nya jika pagi hari indah akan melakukan ritual paginya mual
__ADS_1
"indah boleh ikut mas ke kantor tidak " tanya indah yang masih betah dalam pelukan Alex
" bukannya kamu ke kampus " tanya Alex
" libur dulu, masih kangen sama mas " ucap indah
" tapi kamu tidak papa jika di kantor sendiri,karena aku masih mau urus berkas yang belum di periksa selama ke luar negeri " indah diam sejenak
" bukannya aku larang ke kantor tapi sampai di sana takutnya kamu kesepian dear dan membuatmu bosan pulang kampus saja gimana sama Raya " indah mengaguk
" baiklah, tapi kita sarapan dulu iya " indah mengaguk
" Gendong " Alex mengakat tubuh indah yang menurut nya tidak ada papa nya
lalu mereka turun ke bawah ,untuk sarapan dan mungkin di sana sudah ada Ivan yang menunggu mereka
" cepat lah, aku sudah kelaparan hanya untuk menunggu kalian " ucap Ivan saat melihat sepasang suami istri yang datang dengan tampang rasa bersalah
" bibi ambil tas kerjaku dan tas nyonya dalam kamar iya " ucap Alex
" baik tuan " ucap pelayan
" maaf kak " ucap indah lirih, saat Alex mendudukkan nya di kursi lalu Alex duduk di samping Alex
" mau makan apa " tanya Alex
" apa tidak ada telur dadar " Alex dan Ivan menatap indah
" untuk apa " tanya Ivan
" mau makan " jawab indah
" saya akan buatkan nyonya " ucap pelayan
" pakai wortel sama sawi putihnya iya bi tapi tulangnya jangan di pakai daunnya saja potong kecil², terus pakai irisan cabai 5 terus telurnya 3 biji agak gosong sedikit " ucap indah
krik
" baik nyonya " ucap pelayan saat sudah dasar dari lamunannya ,lalu berjalan ke arah dapur
" selama hamil,nyonya selalu meminta yang aneh² bahkan takaran dan yang lainnya di atur secara rinci " gumam pelayan
" mas " Alex menatap indah
" maaf dear, ayo minum dulu susumu sambil menunggu telur mu " indah mengaguk lalu menerima gelas susu yang di berikan alex
"Ade " indah menatap Ivan " kamu sadar dengan permintaan mu tadi " indah mengaguk,membuat Ivan manggut² saja
Alex dan Ivan sudah memulai sarapan nya sedangan kan indah masih menunggu telur pesanannya
hingga akhirnya pelayan datang mengantar kan seusai pesanan nya ,sedikit gosong dan ada wortel sawi putih dan irisan cabai
"nya " indah mengambil piring yang di bawah pelayan
" makasih bibi, apa kalian sudah sarapan " tanya indah
" sudah nyonya tadi di belakang " ucap pelayan
"kalau kalian sudah lapar makan saja iya tidak perlu menunggu kami selesai makan dulu " ucap indah
" iya nya " ucap pelayan ,lalu meninggalkan meja makan itu
" mas tolong ambilkan roti bakar itu " Alex menunjuk roti bakar yang ada di atas meja,indah mengaguk
sekalipun bingung Alex tetap mengambilkan nya ,Ivan dan Alex menatap indah
di mana telur yang tadi di pesan di lipat sesuai ukuran roti lalu di masukan dalam roti
__ADS_1
bukannya itu sama saja dia memakan sandwich hanya kurang mayones , saos dan yang lainnya cuma bedanya mungkin Irisan Lombok nya sedangkan sayurannya wortel dan sawi putih
" sandwich " gumam Ivan dan Alex
" iya tapi sandwich bakar pedas " ucap indah tersenyum
Ivan dan Alex hanya diam saja lebih baik melanjutkan sarapan mereka dari pada bertanya lebih jauh karena sama saja bohong jika sudah menyangkut orang hamil begitu juga indah memakan sandwich ala rancangan nya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" hati² di kampus iya jangan melakukan hal yang berbahaya " Naya mengaguk
kini mereka sudah berada di parkiran kampus
seperti biasanya indah dan Naya akan di antar terlebih dahulu sebelum ke perusahaan
sedangkan Raya jika tidak di jemput Dafa dia akan membawa mobil sendiri seperti hari ini
" sayang papi kerja dulu iya ,nanti papi jemput kalian setelah itu kita ke rumah kakek ketemu sama uncle Nathan " ucap Brian ,mencium perut Naya lalu mencium kening dan bibir Naya
indah melihat adegan itu membuang wajahnya ke luar jendela mungkin karena belum terbiasa atau malu
entahlah tapi itu membuat wajah indah memerah
" dear " indah melihat Alex
" kamu kenapa sakit " tanya Alex
" tidak mas, cuma gerah " ucap indah
" gerah ,bukannya AC mobil nyala " tanya Brian lagi
" mas " indah menarik tangan Alex lalu mencium punggung tangan Alex lalu ke luar tanpa mengucap sepatah kata
merasa aneh dengan indah, Naya juga ikut turun setelah mencium punggung tangan suaminya
" ada apa dengan istri mu " tanya Brian
" maaf tuan, mungkin pengaruh hamil jadi membuat moodnya seperti jelangkung" kilah Alex,dia tidak mungkin mengatakan jika indah melihat mereka berciuman dan itu membuat wajah indah memerah
" benar kah " tanya Brian
" iya tuan " ucap Alex lalu menjalankan mobilnya meninggal kan kampus itu
" kamu kenapa " tanya Naya
" aku baik² saja ,ayo masuk ruangan " ucap indah
" yaakk apa kalian tidak menunggu ku " teriak Raya yang baru saja datang
" iya sudah cepat ,Kau membuat kakiku pegal " ucap Naya , Raya hanya berdecak saja
" nanti temani aku ke kantor iya " ucap indah saat Raya sudah di dekat mereka
" tapi aku hanya antar saja iya, karena mau ke rumah Dafa di suruh sama mommy nya " ucap raya
" iya sudah aku di antar sopir saja nanti aku telepon Kaka Alex kalau sudah sampai di kantor " ucap indah
" tidak papa, nanti aku antar " ucap raya
" sudah tidak papa ,aku bisa di antar sopir " kekeh indah
"kamu yakin Nda " tanya Naya,indah mengaguk
" baiklah ,nanti aku temani kamu kalau sopir belum datang nantinya " indah mengaguk
lalu mereka berjalan ke arah ruangan sambil berpegangan lebih tepatnya menjaga Naya yang sering kelahan karena perutnya yang semakin membesar
__ADS_1