
saat Selesai rapat Alex dan Brian masuk di ruangan mereka masing masing,karena Alex harus menyimpan berkas dan laptop nya
saat masuk di dalam dia melihat indah duduk di sofa dengan mata terpejam,Alex mengeritkan keningnya
" bukannya aku menyuruhnya istirahat di kamar " gumam Alex lirih
" maaf tuan " ucap indah lalu membuka matanya
" apa aku mengganggu mu " tanya Alex sambil menuju meja kerjanya
" saya tidak tidur tuan hanya Duduk saja " ucap indah
" kamu baik baik saja ,wajahmu sedikit pucat " tanya Alex menatap indah dari meja kerjanya
" ini sudah biasa nanti juga akan hilang sendiri " ucap indah lirih
" kau yakin " indah mengaguk
"kenapa tidak istirahat di kamar " tanya Alex
" di sini saja sudah lebih baik tuan, itu area pribadi anda saya tidak mungkin masuk di sana " ucap indah
" bukannya tadi kamu sudah masuk saat bersama raya " tanya Alex menaikan alisnya
" hm hm itu karena sama Raya dan hanya meminjam toilet tuan " ucap indah gugup,Alex hanya mengangguk saja
" tuan apa saya sudah bisa pulang " tanya indah
" raya dan nyonya muda masih istirahat " ucap Alex
" apa tidak bisa nanti tuan yang memberi tahu mereka "ucap indah lagi
" aku tidak berani jika berhadapan dengan ibu hamil " ucap Alex ,indah membuang nafasnya kasar
" sama dong ,saya juga tidak bisa salah ngomong saja nangis ,kenapa harus terjebak begini sih kalau tau dulu dag usah dekati mereka " ucap indah sambil mengacak rambutnya
Alex tersenyum " apa kau menyesal " tanya Alex menatap indah
" bukan begitu tuan ,kan itu hari saya tidak tau jika Naya sudah nikah dan raya iparnya mereka cuma bilang sahabat " ucap indah
" kalau kamu tau apa yang harus kamu lakukan " tanya Alex lagi
" ingin ku pukul kepala mereka pakai balok kayu karena sudah bohong " ucap indah kesal
" lakukan lah ,jika kamu mau " ucap Alex
" apa boleh " Alex menggaguk
" tapi aku tidak jamin kamu bisa selamat jika nyonya muda kenapa Napa " ucap Alex datar
" itu sama saja ,kenapa dag sekalian tuan bunuh saya saja kan sama saja " ucap indah
" apa kau menginginkan nya " Alex berdiri mendekati indah ,membuat indah ketakutan
" saya tidak akan melakukan hal buruk pada mereka tuan janji " ucap indah sambil mengakat jarinya menunjukkan huruf v
" tapi tadi kau bilang kau pengen aku bunuh " ucap Alex Duduk di atas meja sambil berharapan dengan indah Sedangkan kaki indah sudah di tahan Alex mengunakan lututnya
" tuan makan apa sih kuat sekali " ucap indah saat berusaha kabur tapi Alex menahan kakinya
" katakan dulu apa kau ingin aku membunuhmu " tanya Alex menatap indah
indah menatap balik Alex" saya cuma bercanda tuan ,saya masih kuliah, belum menikah, belum punya anak kalau saya mati cepat gimana cita cita saya nanti saya gentayangan karena mati muda dan masih perawan " ucap indah
" apa cita citamu sesederhana itu " indah mengaguk
" lulus kuliah menjadi dokter muda, punya keluarga yang bahagia memiliki anak anak yang lucu bukan kah itu indah " ucap indah sambil tersenyum membuat Alex ikut tersenyum
CUP
Alex mencium bibir indah membuat indah melotot kan matanya
" maaf saya mengganggu " ucap Brian yang baru masuk dia harus melihat nya,Alex hanya berbalik melihat Brian
" di tunggu Raya dan Naya di ruangan saya, permisi " ucap Brian lalu ke luar dari ruangan Brian
" kenapa selalu mencuri ciuman dariku " ucap indah menunduk karena malu
" apa perlu aku izin dulu " tanya Alex ,indah mengaguk
" baik lah ,aku ingin mencium mu " lalu Alex mengakat wajah indah lalu mencium bibirnya dengan lembut,indah yang awalnya melotot kan matanya mulai memejamkan matanya ,membuat Alex tersenyum
" bernapas lah " ucap Alex setelah melepas kan ciumannya lalu menghapus sisa Saliva di bibir indah ,indah langsung menunduk malu
__ADS_1
" maaf tuan " ucap indah
" kenapa harus minta maaf bukannya kita sama sama menikmati " ucap Alex ,indah hanya diam
" berdirilah kita lihat mereka raya ini juga sudah mulai sore " indah hanya mengangguk saja tanpa berani menatap Alex , Alex hanya tersenyum sambil menyentuh bibirnya , lalu mereka ke luar dari ruangan itu
" Ade mau balik " tanya Alex saat masuk dalam ruangan itu dan di ikuti indah di belakang sambil menunduk karena malu dengan Brian
" iya kita pulang saja ,kata Abang nanti besok saja baru di lanjutkan lagi " ucap Raya
" iya sudah ayo kita pulang " Raya dan Naya berdiri lalu berjalan mendekati indah keluar bersamaan ,Brian mendekati Alex
" apa manis " tanya Brian sambil tersenyum
" simpan dan tutup mulut anda tuan ,jangan berbicara sembarangan saat di depan nyonya muda dan Ade " ucap Alex penuh penekanan
" berarti kalau depan ayah ibu dan paman bisa " ucap Brian tersenyum kuda
" lebih baik anda juga menutup mulut untuk mereka " ucap alex
" kau tegang sekali Lex , baru kali ini aku melihatmu dekat dengan wanita seperti itu " ucap Brian menepuk punggung Alex
" diam lah " ucap Alex ,Brian hanya terkekeh saja
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" apa kau ingin singgah membeli sesuatu " tanya Alex melirik indah
" tidak tuan " Alex hanya mengangguk saja
" Ade Abang mau ngomong " ucap Brian
" iya Abang ngomong saja biasanya juga begitu " ucap raya,Alex menatap Brian lewat kaca spion di atas kepalanya
" Ade dekat dengan Laki-laki " tanya Brian
" tidak " jawab raya
" jangan bohong " ucap Brian
" apa selama ini Abang lihat Ade dekat dengan laki-laki, bukankah Kaka selalu menjaga Ade hingga selalu ada bodyguard bayangan di sekeliling Ade " ucap Raya
" siapa tau kan kita dag tau,apa lagi Ade sudah kuliah " ucap Brian
"Ade selalu sama Naya dan indah tidak punya waktu berdekatan dengan laki-laki selain kaka Dafa dan kaka ricko " ucap Raya
"mencuri star itu apa " tanya Naya polos
"ciuman sayang " Naya hanya mengangguk,indah semakin malu bahkan wajah nya sudah panas
" emang Raya sudah pernah " tanya Naya
" mau ciuman sama siapa ,tembok " ucap raya kesal
" berarti belum ,kalau kamu indah " tanya Naya lagi
" ah apa tadi " tanya indah gugup
" ciuman apa kamu pernah " tanya Naya lagi
" maksudnya " indah pura pura bertanya
" apa kamu pernah ciuman seperti yang sering kita nonton di Drakor,bukanya kamu bilang pengen ,malah pura pura tanya" ucap raya kesal
" ah tuan saya turun di sini saja , lagian sudah dekat sekalian olahraga " ucap indah mengalihkan pembicaraan dan menghindar dari pembahasan aneh itu
" iya " ucap Alex
" kenapa tidak sampai rumah " tanya Naya
" aku mau olahraga ,karena tadi makan banyak " ucap indah
" bukan karena pertanyaan ciuman kan " tanya raya
" iya bukan lah , makasih tuan sudah di antar " ucap indah saat sudah turun ,Alex hanya mengangguk saja
saat mobil Alex sudah jalan indah bernapas dengan lega sambil menyentuh dadanya ,Alex tersenyum melihat tingkah indah dari kaca spion samping pintu
" segitunya " ucap Brian tersenyum
" Abang kenapa " tanya Naya
" tidak papa sayang " ucap Brian
__ADS_1
" tapi dari tadi aku perhatikan Abang tersenyum terus " tanya Naya
" iya karena Abang lagi bahagia dapat tender besar sayang " ucap Brian bohong
" wah Ade dapat bonus dong " ucap raya
" minta sama Alex ,karena pasti dia juga senang " ucap Brian
" Kaka boleh kan " tanya raya dengan wajah bahagia
" iya " ucap Alex
" benar bukan " ucap Brian , Raya mengaguk
" iya biasanya juga selalu bilang uang bulanan mu sudah banyak " ucap raya
" apa Kaka benar benar bahagia ,padahal ini bukan yang pertama kaka dapat tender besar " tanya Raya
" mau Kaka kasih lebih atau tidak sama sekali " ucap Alex dingin
" maaf Kaka ,kasih lebih " ucap Raya cepat
" Ade " panggil Brian
"iya " jawab raya
" jika nanti Alex nikah kamu gimana " tanya Brian
" tuan " ucap Alex datar
" tidak papa , supaya kita tahu " ucap Brian
" iya bagus doang bang ,tapi Ade harap nantinya dia tidak cemburu kalau Ade dekat sama Kaka , seperti naya saat Ade dekat sama Abang ,kan cuma Abang sama Kaka tempat Ade mengeluh Jika Ade sudah lelah " Brian hanya mengangguk
" tapi ade harap dia juga bisa dekat dengan Ade supaya tidak canggung kaya Naya , sekalipun kami sering berdebat tapi kami saling sayang " ucap Raya
" berarti harus yang dekat dengan kita doang Ray " tanya Naya
" iya ,tapi siapa " tanya Raya
" indah " ucap Brian
" Brian jangan memulai " ucap Alex hingga memanggil nama Brian
" iya juga sih ,tapi Kaka orangnya kaku ,Ade takut nanti indah sakit hati karena sifat Kaka " ucap raya
" kamu lupa iya Ray, Abang mu sendiri gimana kakunya mereka itu sama saja ,tapi aslinya baik koh ,cuma mungkin karena baru ketemu belum kenal saja " ucap Naya
" kau terbaik sayang " Naya tersenyum
" ah iya,bahkan Abang posesif sekali sama kamu " Naya mengaguk
" iya sudah nanti pulang Ade ngomong sama ayah dan paman buat jodohkan Kaka sama indah ,kan kalian juga dulu kaya getho " ucap Raya
" Ade ingat " ucap Alex
" tidak papa nanti Naya yang kasih uang jajan " ucap Naya ,Brian langsung tertawa kecil
" pintar, i love you " Ucap Brian
" me too " ucap Naya
" janjinya iya ,jika nanti Kaka tidak kasih jajan,baru kamu juga dag kasih awas memang " ucap Raya
" iya janji ,kapan coba aku bohong sama kamu " ucap Naya
" iya siapa tau " ucap raya
" Ade dua kali lipat " ucap Alex
" tidak " ucap Raya
" tiga " raya menggeleng
" untuk satu tahun " ucap Alex lagi
" tetap tidak " ucap Raya, Brian tersenyum menang
tanpa terasa mobil mereka sudah masuk dalam rumah mewah itu karena asik bercerita membuat mereka hanyut dalam cerita sehingga tidak sadar jika sudah sampai
" sudah sudah kita sudah sampai " ucap Brian
" iya bang " ucap raya
__ADS_1
" akan aku balas " ucap Alex saat mereka sudah di luar mobil
" aku menunggunya nya " ucap Brian lalu meninggalkan Alex yang masih diam di tempat nya ,sedangkan Naya dan raya sudah masuk duluan