
setelah ke luar dari perusahaan besar itu ,tuan Bagas mengajak Abian dan Cakra ke cafe dekat dengan perusahaan, awalnya mereka menolak karena masih ada urusan yang harus mereka lakukan tapi tuan Bagas sekaligus ayah dari Abian tetap kekeh ingin mengajak mereka
hingga akhirnya Abian menyetujui nya ,dan kini mereka sedang duduk berhadapan bersama kian sang asisten
" kamu bagaimana bisa kenal tuan Brian " tanya Bagas to the poin
" Abian tidak kenal tuan Brian ,tapi adik nya " ujar Abian jujur ,tuan Bagas mengaguk
" soalnya dia yang membantu perusahaan ayah kembali normal " ayah Bagas menarik tangannya menatap Abian yang juga menatapnya " terimakasih karena berkat kamu perusahaan kita kembali normal ,maaf jika selama ini ayah selalu mengabaikan mu bahkan tidak tau apa yang kamu lakukan untuk membantu ayah " Abian tersenyum
" Abian hanya melakukan yang bisa Abian lakukan tapi sampai sekarang belum juga dapat " Abian Menekuk wajahnya
" tidak usah mencari pekerjaan, keadaan kita sudah baik² saja " ucap ayah Bagas
" maaf ayah ,tapi Abian harus tetap menemani Cakra karena selama ini Cakra juga selalu menemani Abian " ayah Bagas menatap Cakra tersenyum lembut
" kalian bisa datang ke perusahaan besok untuk memulai bekerja,kamu harus belajar dari sekarang bukan apa lagi kamu laki² satu² nya di rumah " ucap ayah Bagas
" ayah serius " ayah Bagas mengaguk " terimakasih " ucap Cakra
" harusnya om yang berterima kasih karena kamu tetap berada di samping nya saat semua orang menjauhinya " ucap ayah Bagas
" semua orang sama tuan, hanya karena gengsi dan ego yang membedakan kita sehingga semua orang melihat hanya lewat materi " ucap Cakra
" kamu masih muda tapi pemikiran mu sangat dewasa ,habiskan lah waktu kalian hari ini karena besok kalian sudah mulai bekerja " ucap ayah Bagas
" dengan senang hati,tapi apa ayah tidak memberikan Abian uang " tanya Abian
" aku baru memuji mu ,tapi sekarang kamu sudah memalak ayah mu,bukannya kamu punya uang tadi ayah lihat " ucap ayah Bagas
" itu uang simpanan ayah pamali kalau di pakai, nanti potong gaji nya Abian saja " ucap Abian
" Ki berikan uang padanya !!!! kamu belum bekerja tapi sudah membahas gaji mu " ucap ayah Bagas
" maaf tuan muda hanya segini ada nya " ucap kian
" terimakasih om,ini banyak koh " Abian mengembalikan uang kian dia hanya mengambil 2 lembar uang seratusan
" tidak perlu tuan....
" ini sudah cukup om, apa Abian boleh minta sesuatu saat di perusahaan nanti anggap saja Abian dan Cakra orang lain!!! kami tidak ingin di dekati karena kami orang terdekat kalian " ucap Abian serius , ayah Bagas mengaguk
semenjak perusahaan milik keluarga nya drop dia mulai belajar mana yang tulus dan mana yang modus dan itu dia bisa melihat nya hanya Cakra yang bertahan bahkan menemani nya mencari pekerjaan sekalipun itu lelah dan panas
" kalau begitu ayah pamit ke perusahaan karena ada yang ayah urus, jangan pulang terlalu sore kalian harus istirahat sebelum kuliah nanti malam " ucap ayah Bagas lalu meninggalkan mereka berdua
" apa semua ini ada kaitannya pada teman mu " tanya Cakra setelah kepergian ayah Abian
" aku juga berpikiran seperti itu " ucap Abian
" kamu hubungi dulu dia dan tanya kan " ucap Cakra
__ADS_1
" dia lagi di kampus " ujar Abian
" kalau dia tidak mengangkatnya nanti kita hubungi malam saja saat kamu pulang kampus " Abian mengaguk setuju lalu mencari no raya di mana di sana tertulis nama my jerry
sedangkan di kampus raya sedang duduk di kantin bersama Naya indah serta Dafa dan juga Ricko
" kalian mau makan apa " tanya Raya
" bakso dua porsi " ucap indah
" kamu " raya menatap Naya " sama " ujar Naya
" hamil anak kembar membuatku sakit kepala " ucap Raya
" siapa yang hamil anak kembar " raya menunjuk dua wanita yang di samping nya
" serius " pekik Dafa dan ricko yang baru juga tau
" serius ,dan aku lah orang terakhir yang tau " ucap raya kesal
" sudah aku saja yang pesan kalian tunggu di sini " ricko langsung berdiri pergi memesan kan pesanan ibu hamil
drettt....dret....
" siapa " tanya Naya, raya memperlihatkan HP nya
" Abian " raya mengaguk lalu mengangkat panggilan itu
" apa kamu tidak bisa romantis " ucap Abian di seberang sana
" aku lagi lapar mana bisa aku romantis " Dafa menatap Raya
" apa kamu yang melakukan nya " raya mengerti apa yang sedang Abian bicarakan
" lakukan apa " tanya raya , Sedangkan Dafa masih tetap diam mendengar kan mereka
" ayolah, aku sedang serius " ucap Abian
" aku juga serius Abian " ucap Raya
" lalu kenapa tuan Brian membantu perusahaan ayah ku,. sedangkan tadi pagi aku juga di hubungi ke sana " ucap Abian
" kalian ngapain di perusahaan " tanya balik Raya
" ayo lah sayang jangan bercanda aku lagi serius " ucap Abian yang mulai gemas dengan tingkah Raya
" bahkan aku tidak mengerti apa yang kamu katakan sejak tadi ??? dan itu membuat perutku semakin lapar karena terlalu keras berpikir dan perlu kamu tau aku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu!!!apa kamu kira aku punya nyawa cadangan sehingga membujuk Abang dan Kaka ku untuk melakukan itu " ucap Raya kesal
" bisa saja karena kamu terlalu menyayangi ku " ucap Abian tertawa kecil
" aku lebih menyayangi nyawaku sekalipun Aku menyayangimu ,sudah aku lapar pesanan ku sudah datang " Ucap raya
__ADS_1
" baiklah , terimakasih " ucap Abian lalu mematikan sambungan teleponnya
" siapa Abian " tanya Dafa yang sejak tadi mendengar pembahasan mereka
" teman !! Kaka tidak makan " tanya Raya,
" makan lah ,aku duluan ke ruangan " ucap Dafa lalu meninggalkan mereka ,ricko hanya mengikuti saja karena dia tau jika Dafa sedang dalam keadaan emosi
" Kaka " Dafa tetap melanjutkan langkahnya tanpa berbalik
" Kaka Dafa kenapa " tanya Raya menatap Naya dan indah mereka hanya menaikan bahunya karena memang mereka hanya fokus pada mangkok bakso mereka
Raya ikutan makan tanpa dia sadari jika masahlah sedang menghadapinya nanti
" jangan emosi Daf, bukannya dia bilang mereka teman " ujar Ricko
" apa ada teman antara perempuan dan laki² " tanya Dafa
" ada, contoh nya kita " ucap ricko
" tapi salah satu dari kita ada yang berhubungan bukan yaitu aku dan raya " ucap Dafa
" jangan terlalu emosi kalian akan tunangan " ucap Ricko
"kamu jelas mendengar pembicaraan mereka bukan, aku yakin mereka bukan hanya teman biasa ric " ricko hanya diam saja
" tapi lebih baik kamu tanyakan dulu sama Raya jangan sampai hanya salah paham " Dafa hanya diam saja
" ingat Daf lagi seminggu lebih kamu lamaran dan setelah itu kita terjun lapangan kamu butuh pikiran yang tenang " ucap Ricko lagi Dafa hanya mengaguk saja
" apa dia tidak mengakui nya " Abian mengaguk
" tapi dari cara bicaranya di seperti nya memang tidak tau papa " ucap Abian
" apa istrinya yang melakukan nya " tanya Cakra
"itu hal yang tidak mungkin, aku sangat hapal sifat nya " ucap Abian
" lalu siapa??? indah itu sangat tidak mungkin kita baru berkenalan kemarin dan kita tidak sedekat itu " ujar Cakra
" sudah ah pusing kepalaku ,lebih baik kita cari pakaian aku traktir kita beli pakaian untuk kerja besok kita harus berpenampilan Cool " ucap Abian
" apa kamu punya uang " tanya Cakra
" tentu ,Mana mungkin aku mengajak mu tapi tidak punya uang " ucap Abian
" dengan senang hati " ucap Cakra tertawa kecil
" ayo kita pergi dengan teman seperjuangan kota Scoopy " lalu mereka tertawa keras
lalu meninggalkan cafe itu menuju mall untuk membeli beberapa pakaian kantor untuk mereka bekerja
__ADS_1