
" selesai kan semuanya dengan cepat ,undur meeting nya Minggu depan " ucap Brian tegas
" Brian tahan emosimu, mereka cuma makan itu pun ramai-ramai bri" ucap Alex menenangkan Brian
sejak anak buah mereka mengirimkan foto serta video membuat pertemuan mereka dengan kolega nya menjadi canggung syukur Alex bisa menyelesaikan semuanya sehingga kerja sama itu berjalan dengan lancar dan di lanjutkan dengan makan siang bersama
saat memasuki ruangannya Brian membanting pintu ruangannya keras.
" jam berapa mereka pulang kuliah " tanya Brian
" jam 2 " Brian melihat jam mahal di tangannya
" kamu urus semuanya aku balik duluan " Alex menahan tangan Brian
" aku ikut " ucap Alex ,lalu ke luar dari ruangan itu mengikuti Brian
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" akhirnya selesai juga " ucap raya sambil bersandar di kursinya
" iya aku lelah ,kita duduk dulu sebentar iya " ucap Naya
" tumben " tanya indah
" tidak papa cuma pengen mau tiduran sebentar saja " ucap Naya lalu membaringkan kepalanya di meja sambil memeluk tasnya yang di jadikan bantal
" nanti istirahat di mobil saja ayo " ucap raya
" baiklah " ucap Naya
lalu mereka menuju parkiran mobil. tapi tidak sengaja bertemu dengan Dafa yang juga mata kuliah nya sudah selesai
" hai kalian sudah selesai mata kuliahnya " tanya Dafa menyapa mereka
" ah iya kak ,Kaka juga " tanya indah
" iya ,mau ngopi bareng depan ada cafe " tanya Dafa
" gimana " tanya Ricko
" Nay gimana " Naya hanya mengangguk saja
" iya sudah ayo ke sana " lalu mereka masuk dalam mobil masing-masing untuk ke cafe depan
" mau pesan apa " tanya Dafa saat mereka sudah duduk di kursi masing-masing
" aku jus saja " ucap Naya
" aku sama " ucap Raya
" aku terserah saja " ucap indah
" jangan terserah ,kalau nanti aku pesan racun gimana " ucap Dafa
" aku akan menghantui Kaka " ucap indah tersenyum
Dafa memanggil pelayan setelah itu mereka kembali cerita
" Nay kamu baik baik saja " tanya Dafa menatap Naya
" aku baik baik saja kak " Ucap Naya
" tau nih tidak biasanya dia kaya gini biasanya bawel " ucap indah
" apa perlu ke rumah sakit " Naya hanya menggeleng saja
" are you ok " tanya raya
" i'm Fine " ucap Naya
" Are you sure " Naya hanya mengangguk
" do I need to call him to pick you up" ucap raya
" no need he's still busy at work " ucap Naya
Dafa memperhatikan percakapan Naya dan Raya sedikit bingung, kata dia yang mereka maksud siapa apa Kaka Ilham ,hingga akhirnya pelayan datang membuyarkan lamunan Dafa
"ayo minum dulu ,supaya kamu lebih enakan" ucap dafa ,Naya hanya mengaguk saja
" kalian tidak punya pacar " tanya Ricko
" tidak " ucap raya dan indah bersamaan
" kamu Nay " tanya Ricko
" dia mana ada pacarnya " ucap raya
suami yang ada batin raya tersenyum
Dafa tersenyum bahagia mendengar itu berarti dia memiliki kesempatan bukan ,mereka lagi asik bercerita tiba tiba seorang bodyguard mendekati Naya dan raya
" maaf nyonya muda, tuan sudah menunggu anda di rumah " ucap bodyguard
Naya dan Raya saling melirik menelan ludah nya paksa
" mereka siapa Ray " tanya indah
raya tersenyum kuda " bodyguard " ucap raya
" kamu punya, berapa ?? " tanya indah tak percaya
__ADS_1
"ok kami duluan iya kapan kapan kita kumpul lagi " ucap raya sambil berdiri begitu juga dengan Naya
" Naya juga balik " tanya Dafa sambil menatap raya dan Naya bergantian
" iya kak ,karena raya mau antar Naya dulu " Kila Raya
" Kaka saja yang antar sekalian mau ketemu om dan tante sudah lama tidak bertemu apa lagi kka Ilham " Naya menelan ludah nya paksa
" nanti saja iya kak by Semuanya " ucap raya sambil menarik tangan Naya di ikuti bodyguard yang menjaga mereka
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" tarik napas buang ,tarik nafas buang " ucap raya sebelum mereka turun dari mobil
depan pintu sudah ada Alex raya menundukkan kepalanya sedangkan Naya tersenyum pada Alex
" nyonya di tunggu di kamar sama tuan " Naya hanya mengangguk saja
" ganti bajumu setelah itu istirahat " raya hanya mengaguk saja
Naya membuka pintu kamar dia melihat Brian duduk d sofa , dia mendekati Brian untuk mencium tangannya tapi Brian membuang hpnya di atas meja Naya melihat ada sebuh foto mereka saat di kantin tadi
" apa segitu bahagianya kamu saat bersamanya " tanya Brian dingin
" dia senior di kampus teman Naya waktu SMP" ucap Naya lembut
" aku meminta jawaban bukan alasan " tanya Brian tegas
" kami hanya maka bersama yank " Ucap Naya
" apa tidak cukup makan bersama sehingga pulang kampus harus ke cafe juga" tanya Brian meninggikan sedikit suaranya
" kami tidak sengaja bertemu di parkiran " ucap Naya
" aku butuh jawaban Naya " bentak Brian
" reuni yang sangat mengesankan bukan " tanya Brian sinis Naya hanya bisa diam
" suruh citra menungguku di hotel 20 menit aku akan ke sana " lalu Brian menutup teleponnya
"apa masih ada yang ingin kamu ucapkan " tanya Brian sinis
" lakukan lah yang membuatmu bahagia ,aku tidak akan melarang mu bukankah di surat kontrak aku tidak punya hak untuk mencampuri urusan pribadimu "Naya menatap Brian" aku tau statusku seperti apa sekalipun pada kenyataannya aku tidak di Anggap tapi aku masih bisa menjaga sikapku" ucap Naya
lalu dia masuk dalam kamar mandi tanpa memperdulikan Brian yang masih menatapnya
Naya ke luar dari kamar mandi dengan mata yang sembab ,dia masuk di walk in close
setelah selesai itu dia menuju tempat tidur karena kepalanya benar benar sakit ,dia tidak lagi mempedulikan Brian
Brian yang merasa di abaikan langsung memukul kaca depan meja rias Naya,Naya memejamkan matanya membiarkan Brian mengeluarkan amarahnya kamar yang tadinya rapi sudah berubah menjadi kapal pecah ,Naya bangun dari tidurnya mendekati Brian
" apa kamu tahu beberapa Minggu ini aku mencoba untuk diam seolah tidak terjadi papa , menjalankan semua kewajiban ku ,sampai aku Lupa kalau aku terikat kontrak sama orang yang tidak pernah menginginkan aku" Naya berdiri mengambil kotak obat p3k lalu duduk kembali mengobati tangan Brian " aku meyakinkan hatiku untuk bertahan sedikit lebih lama lagi sekalipun aku tidak tau kamu akan memandangku atau tidak " ucap Naya ,dia menarik nafasnya pelan
"jika kamu lelah dengan hubungan ini ,kamu bisa meminta cerai nanti aku yang akan berbicara pada ibu dan ayah ,kalau Naya yang salah " Ucap Naya dengan air mata yang sudah mengalir Brian hanya terdiam saja
" carilah kebahagiaanmu ,aku hanya ingin kita berpisah secara baik-baik jika memang itu terjadi " ucap Naya tersenyum
" maaf jika Naya belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu ,belum bisa menjadi seperti yang kamu inginkan , terima kasih untuk semuanya yang kamu berikan padaku,kamu bisa mengajukan talak terlebih dahulu sebelum surat cerai ke luar " ucap Naya , Brian menggegam tangan Naya
" maaf aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya tidak tau mengambil sikap seperti apa ,aku hanya tidak ingin aku menyukaimu lebih jauh lagi aku tidak suka kamu berdekatan dengan pria lain sekalipun itu teman mungkin terdengar aneh tapi aku takut kejadian akan terulang lagi aku tidak ingin merasakan nya lagi " Brian langsung memeluk Naya ,tangisan Naya pecah untuk pertama kalinya sebelumnya dia hanya bisa menahannya sesekali Naya menangis,cukup lama dalam pelukan Brian seolah mengisyaratkan perasaan nya saat ini hingga dia terlelap dalam pelukan Brian
" masuk dalam kamar "
tok ..tok..tok...
" suruh pelayan membereskan semuanya " ucap Brian saat melihat Alex masuk ,Alex menatap tajam Brian lalu melihat Naya dalam pelukan nya
" semua baik-baik saja ,dia hanya lelah menangis " ucap Brian sambil berdiri menggendong Naya
" bukakakan pintu kamar sebelah " Alex ke luar mendahului mereka membukakan pintu kamar ruang tamu setelah itu Brian masuk dan menaruh Naya dengan pelan di atas kasur setelah itu dia mencium kening Naya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Naya
" apa yang terjadi " tanya Alex saat Brian ikut duduk di sampingnya
" kau sudah menyuruh pelayan" Alex hanya mengangguk
" dia meminta talak " Alex menatap Brian
" aku tidak melakukan nya ,dia hanya mengeluarkan isi hatinya saja " Alex bernafas lega " Lex apa selama ini aku salah " tanya Brian
" semua orang punya cara sendiri dalam memberikan perhatian pada seseorang begitu juga denganmu ,aku yakin Naya sudah tau itu " ucap Alex
" aku cuma takut, akan terulang lagi " ucap Brian sambil menatap Naya tertidur
" mereka orang yang berbeda dan mereka juga memiliki sifat yang sangat berbeda , apa kamu sudah menyukainya " Brian menggaguk Alex tersenyum
" aku akan atur Honeymoon kalian " Ucap Alex tersenyum
" makasih " Ucap Brian
" aku ke luar dulu , kamu temani saja dia " Brian hanya mengangguk
setelah kepergian Alex Brian mendekati Naya dia memeluk nya Dengan erat dia akan membangun kan Naya karena ini sudah mulai gelap
" sayang bangun " sambil mencium seluruh wajah Naya
" sayang " panggil Brian lagi
" Naya pranata " Ucap Brian tidak ada respon
Brian mencium bibir Naya ********** dengan sedikit kasar , di rasa napas Naya habis baru dia melepaskan nya
__ADS_1
" apa masih mau tidur "Naya menggeleng
" I love you " Naya langsung membuka matanya lebar menatap Brian dalam mencari kebohongan tapi sayangnya dia tidak melihat itu
" koh diam yank " Naya kembali menangis tapi tangisan bahagia
" hei koh malah nangis sih sayang" ucap Brian sambil mengelus punggung Naya
" Naya bahagia makasih " ucap Naya sambil membenamkan kepalanya di dada Brian
" apa tidak di balas " Naya menggeleng
" kenapa " tanya Brian
" malu " ucapnya lirih Brian tersenyum
" I love you my wife Naya pranata " ucap Brian mencium kening istrinya
" bohong " ucap Naya sambil menghapus air matanya
" koh bohong sih " tanya Brian sambil menaikan alisnya sebelah
" tadi katanya mau ke hotel sama ulat bulu itu " ucap naya cemberut ,Brian mencium kembali bibir Naya
" aku hanya bercanda sayang ,apa kamu cemburu " wajah Naya seketika memerah
" kenapa dengan wajahmu " tanya brian sambil tersenyum
" sayang " rengek manja Naya
" kenapa hm " tanya Brian
" jangan gangguin terus" ucap Naya
" jangan marah lagi sama Naya ,Naya Sedih karena tidak bisa cerita sama kamu " ucap Naya
" iya maaf sayang ,apa kamu ingin pergi ke suatu tempat " tanya Brian ,Naya menggaguk
" Korea ,aku ingin ke sana " ucap naya dengan binar mata bahagia
" kenapa kamu bahagia sekali hanya menyebut namanya " tanya Brian sambil membawa Naya untuk berbaring di atas tubuhnya
" pengen ke sana " ucap Naya
" apa kamu menyukai pria seperti mereka " tanya Brian sambil memainkan rambut Naya
Naya tersenyum kuda " cih lihat lah jika kamu sudah ketahuan " cibir Brian
" nanti kita akan ke sana tapi aku selesaikan dulu kerjaan di kantor gimana " Naya menggaguk
" Hemb boleh bulan depan " tanya Naya hati hati
" kau ingin menonton konser mereka " Naya hanya tertawa kecil
" maaf mungkin ini sedikit terlambat sebenarnya kemarin aku sudah mengatur semuanya tapi karena ada Masahlah, selamat ulang tahun istriku , terimakasih sudah hadir dalam kehidupanku menjadi istri yang baik untukku ,menjadi obat yang kuat untukku, maaf belum bisa menjadi suami yang baik untukmu, aku harap kedepannya kita lebih baik lagi " Brian mencium kepala istrinya ,Naya memeluk erat suaminya dengan sayang
" aku merindukan pelukan seperti ini "ucap Naya
" kau bisa melakukan nya sekarang " ucap brian
" sayang " Naya hanya diam
" apa mereka sudah tumbuh " tanya Brian
" siapa yang tumbuh " tanya Naya polos tanpa melihat Brian
" apa kamu tidak paham " Naya menggeleng
" untuk apa kamu kuliah kedokteran jika tidak paham " ucap Brian
" di kedokteran kita tidak bahas Tumbu tumbuhan paling sesekali saja " ucap Naya
" aku lupa jika istriku polos ,lupa Kan saja " Naya hanya mengangguk
" apa kau akan seperti ini terus " Naya menggaguk lagi
" cih apa kau segitu sukanya memelukku " Naya menggaguk lagi
" seperti nya aku harus menyuruh Alex untuk menjahit mulutmu " ucap Brian tegas
" I love you " ucap Naya
" aku sudah tau, tidak usah merayuku " ucap Brian dia tersenyum hingga memperlihatkan gigi putihnya mendengar ungkapan cinta Naya untuk nya
"boleh aku bicara " Naya mengagguk
"kamu fokus saja sama kuliahmu ,jangan mengurus urusan yang lain semua tugas di rumah ini sudah ad pelayan yang urus jika kamu mengerjakan semuanya maka aku akan menyuruh Alex memecat mereka karena sudah ada kamu yang kerjakan , apa kamu tahu khawatir nya aku tadi pagi melihatmu pucat " Naya menggeleng " kamu cukup urus aku saja bukannya itu dari awal aku sudah bilang " Naya menggaguk
" seperti memang aku harus menyuruh Alex untuk menjahit mulutmu" Naya tertawa kecil
" tapi di kamar biarkan aku sendiri yang urus sekalipun ada pelayan " ucap Naya
" baiklah, ayo bangun " Naya menggeleng
" sudah waktunya makan malam " Naya mengangkat kepala nya
" benarkah " Brian menunjuk jam di dinding
" ah iya " Naya bangun duduk di perut Brian
" Naya Jangan aneh aneh turun di setho ,kau bisa membangunkan nya " Naya langsung berdiri dengan cepat
__ADS_1