
" ayah koh Naya muntah terus sih " keluh Brian sambil menarik rambutnya kasar
" sudah tidak papa,kamu mandi saja di kamar sebelah Naya nanti ibu yang urus " ucap ayah Abbas ,sedangkan ibu membantu Naya sambil mengelus punggung Naya ,dia di bangunkan oleh ketukan pintu pak Mamat ,mau tidak mau di harus melihat Naya
" tapi Brian tidak tega, kasian Naya lagian ini masih pagi sekali " ucap Brian sendu
" apa sudah " Naya mengaguk
" Brian tolong Gendong istrimu ,ibu mau ke bawah suruh pelayan bikin teh herbal atau jamu terserah " Brian mengaguk membantu Naya kembali ke tempat tidur mereka
" mana yang sakit " Naya hanya menggeleng
" mau tidur lagi " tanya Brian lembut
" tidak yank, duduk di bakon aja iya kayanya sejuk" ucap Naya
" tidak,nanti kamu dan calon anak kita masuk angin ,nanti muntah lagi kaya tadi " Ucap Brian,Naya hanya mengangguk saja
" istirahat saja nak " ucap ayah sambil melihat mereka dia duduk di sofa
" sudah telepon bapak " tanya Naya
" nanti sebentar kita telepon, nanti juga kita minta Alex untuk telepon Ilham " ucap Brian ,Naya hanya mengangguk
" nak minum dulu teh nya kata bibi ini bisa buat mualnya lebih berkurang " ucap ibu sisil
" makasih Bu " ucap Naya sambil meminum teh herbal nya
" apa cucu oma nakal ,jangan buat mami kalian kesusahan iya nak " ucap ibu sambil mengelus perut Naya
" nanti sebentar aku telepon Ivan,kenapa mau masih muntah" ucap Brian
" itu wajar Abang ,kalau orang hamil memang gitu coba baca artikel tentang orang hamil " ucap ibu ,Brian hanya mengangguk saja
" kita pindah di kamar bawah saja iya ,nanti kamu cape naik turun tangga " Ucap Brian
" terserah Mana baiknya saja " ucap Naya, dia memejamkan matanya di pelukan Brian sambil mengelus punggung nya
" ibu apa akan begini terus " tanya Brian
" bahkan kesabaran mu akan di uji bang ,ayah dulu sampai memukul pengawal lantaran kesal " ucap ibu sambil tersenyum
" kenapa bisa begitu " tanya Brian sambil melihat ayahnya
" kamu harus banyak bersabar bang , apa pun itu ikutin saja jangan pernah menolak " ucap ayah
" apa pun " tanya Brian ,ibu menggaguk
" Lo tidur lagi " tanya ibu
" iya Bu ,tadi tiba-tiba bangun Abang kira sudah pagi ternyata masih gelap ,syukur Paman pas lewat kamarnya Abang ,jadi Abang suruh masuk setelah ketok pintu menyuruhnya untuk membangun kan ibu " ucap Brian
" sudah tidak papa ,kamu istirahat saja lagi ,ibu mau lihat ke dapur dulu ,biasanya dia pagi kaya gini bermain sama pisau sekarang tidur " Brian hanya tertawa kecil
" sudah ibu ke luar dulu " Brian hanya mengangguk saja
" maaf sayang ,aku atur posisi tidurmu dulu " ucap Brian setelah aman dia mengambil HP nya
" hebm "
" kamu sudah atur jadwal pemeriksaan Naya "
" hemb kamu ngapain bangun jam segini "
" Naya muntah makanya aku bangun "
" aku akan ke sana "
" tidak usah dia sudah tidur lagi ,aku cuma tanyakan itu saja ,hari ini izinkan Naya dulu di kampus , iya sudah kamu lanjut istirahat aku juga masih mau istirahat ngantuk "
__ADS_1
" hebm "
Brian baring di samping istrinya sambil memeluknya dari belakang
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Brian dan Naya menuruni tangga untuk ke meja makan tapi saat masuk di pintu dapur Naya berhenti
" kenapa sayang " tanya Brian
" bau " ucap Naya
" bau ,apa nya yang bau " tanya Brian
" Naya mau duduk di ruang tengah saja" Ucap Naya meninggal Brian yang masih mematung
" Lo Abang Naya mana " tanya raya
" ke ruangan tengah katanya di dapur bau,Abang juga bingung apa yang bau " ucap Brian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" sudah tidak papa ,bibi siapkan buah untuk Naya iya antar di ruangan tengah " ucap ibu sisil
" tapi Naya belum sarapan Bu, tadi dia muntah " Ucap Brian khawatir
" sudah kamu makan dulu ,nanti ibu yang temani Naya " ucap ibu sambil berdiri dari duduknya nya
" ibu bawah saja makanannya " ucap Alex
" yang ada Naya tambah muntah ,sudah nanti gantian sama ayah ,kalian makan saja iya " ibu berdiri pergi ke ruangan tengah
" apa tidak mau sarapan " tanya ibu lembut
" di dapur bau Bu, Naya mual " ucap Naya
" iya sudah tidak papa, buah gimana nanti di makan iya " Naya hanya mengangguk saja
" makasih iya " ucap ibu sisil
" ayo makan dulu " Naya mengaguk
baru 3 suap Naya berlari ke kamar yang dekat dengan ruang tengah itu langsung masuk dalam kamar mandi ,ibu menyusul Naya setelah menyimpan buah yang di tangannya
" sudah baikan " Naya mengaguk
" ayo ibu bantu " ucap ibu sisil
" maaf sudah repotin ibu " ucap Naya lirih
" sudah tidak papa ,ibu senang " ucap ibu sambil membantu Naya kembali ke ruangan tengah
" Naya mau baringan saja Bu " Ucap Naya
" tidak mau makan lagi " naya menggeleng
" sekali saja " Naya menggaguk ibu menyuapi Naya sambil berbaring di sofa kepalanya di sanggah kan pakai bantal sofa
" Naya kenapa lagi Bu " tanya Brian
" habis muntah " Ucap ibu
" lagi " tanya Alex ibu hanya mengangguk
" sekali lagi iya " Naya menggaguk lagi ,ibu menyuapinya
" Bu ,jangan pepaya,Naya mual " Ucap Naya lirih ibu mengambil tisu beberapa lalu Naya mengeluarkan buah yang dalam mulutnya setelah itu ibu membuangnya ketempat sampah
" mau buah apa " tanya ibu lembut
" yang ada saja Bu ,tapi jangan pepaya " ibu mengaguk lalu menyuapi Naya lagi
__ADS_1
" sudah Bu " Ucap Naya
" sekali lagi "Naya menggeleng
" sayang kamu harus makan " ucap Brian
" Naya kenyang" Ucap Naya ,Brian ingin bersuara lagi tapi di larang ibu
" iya sudah " ucap Brian
" Naya kamu baik baik saja " tanya raya yang baru datang bersama dengan ayah mendekati Naya
" Raya kamu pakai apa sih bau betul " ucap Naya sambil menutup hidung dan mulutnya
" Ade jauh dikit iya " Raya hanya mengangguk saja
" kamu belum mandi Ray,mandi gi " ucap Naya , Raya hanya menghela nafasnya panjang
" Ade belum mandi " sambil mencium Raya " harum koh apa nya yang bau " tanya Alex bingung
" Lex diam saja iya " Ucap ayah Abbas
" nanti Kaka cari tau orang Hamil itu seperti apa " ucap Raya
" jam berapa ke rumah sakitnya Lex " tanya ayah abbas
" jam 8 ayah " jawab Alex
" mau berangkat sekarang " tanya Alex ,Brian menggaguk
" sayang kita ke rumah sakit periksa dulu iya " Naya menggaguk
"Ade ikut mobil Kaka iya " ucap Raya
" TIDAK " pekik Naya
" iya iya aku tidak ikut mobil Kaka ,heran de dulu lengket amat sama Raya sekarang Raya di musuhin " ucap raya kesal
" Ade sabar iya " ucap ayah abbas
" memang harus seperti itu yah " tanya Alex
" sangat harus Lex " ucap ayah Abbas
" ayo aku bantu berdiri " Ucap Brian sambil memeluk bahu Naya
" hati hati sayang masuk mobilnya " ucap Brian ,setelah itu Brian ikut masuk sedangkan Alex sudah depan samping sopir
sedangkan di mobil satunya ada ayah ibu dan Raya
" syukur keponakan jika tidak ingin rasanya Ade jadikan pempek itu Naya " kesal Raya
" sudah sabar cuma 3 bulan " Ucap ayah Abbas
" lalu Ade kuliah gimana " tanya Brian
" nanti aja baru di pikirkan " ucap ibu
" ada yang kamu rasakan " tanya Brian
" mau bobo " ucap Naya
" istirahat lah " Naya hanya mengangguk
Alex melihat Brian lewat kaca spion
" nanti sampai di kantor Lex " ucap Brian
" iya " ucap Alex
__ADS_1