Sayangi Aku

Sayangi Aku
kepolosan Brian dan Alex


__ADS_3

" ayah koh Naya muntah terus sih " keluh Brian sambil menarik rambutnya kasar


" sudah tidak papa,kamu mandi saja di kamar sebelah Naya nanti ibu yang urus " ucap ayah Abbas ,sedangkan ibu membantu Naya sambil mengelus punggung Naya ,dia di bangunkan oleh ketukan pintu pak Mamat ,mau tidak mau di harus melihat Naya


" tapi Brian tidak tega, kasian Naya lagian ini masih pagi sekali " ucap Brian sendu


" apa sudah " Naya mengaguk


" Brian tolong Gendong istrimu ,ibu mau ke bawah suruh pelayan bikin teh herbal atau jamu terserah " Brian mengaguk membantu Naya kembali ke tempat tidur mereka


" mana yang sakit " Naya hanya menggeleng


" mau tidur lagi " tanya Brian lembut


" tidak yank, duduk di bakon aja iya kayanya sejuk" ucap Naya


" tidak,nanti kamu dan calon anak kita masuk angin ,nanti muntah lagi kaya tadi " Ucap Brian,Naya hanya mengangguk saja


" istirahat saja nak " ucap ayah sambil melihat mereka dia duduk di sofa


" sudah telepon bapak " tanya Naya


" nanti sebentar kita telepon, nanti juga kita minta Alex untuk telepon Ilham " ucap Brian ,Naya hanya mengangguk


" nak minum dulu teh nya kata bibi ini bisa buat mualnya lebih berkurang " ucap ibu sisil


" makasih Bu " ucap Naya sambil meminum teh herbal nya


" apa cucu oma nakal ,jangan buat mami kalian kesusahan iya nak " ucap ibu sambil mengelus perut Naya


" nanti sebentar aku telepon Ivan,kenapa mau masih muntah" ucap Brian


" itu wajar Abang ,kalau orang hamil memang gitu coba baca artikel tentang orang hamil " ucap ibu ,Brian hanya mengangguk saja


" kita pindah di kamar bawah saja iya ,nanti kamu cape naik turun tangga " Ucap Brian


" terserah Mana baiknya saja " ucap Naya, dia memejamkan matanya di pelukan Brian sambil mengelus punggung nya


" ibu apa akan begini terus " tanya Brian


" bahkan kesabaran mu akan di uji bang ,ayah dulu sampai memukul pengawal lantaran kesal " ucap ibu sambil tersenyum


" kenapa bisa begitu " tanya Brian sambil melihat ayahnya


" kamu harus banyak bersabar bang , apa pun itu ikutin saja jangan pernah menolak " ucap ayah


" apa pun " tanya Brian ,ibu menggaguk


" Lo tidur lagi " tanya ibu


" iya Bu ,tadi tiba-tiba bangun Abang kira sudah pagi ternyata masih gelap ,syukur Paman pas lewat kamarnya Abang ,jadi Abang suruh masuk setelah ketok pintu menyuruhnya untuk membangun kan ibu " ucap Brian


" sudah tidak papa ,kamu istirahat saja lagi ,ibu mau lihat ke dapur dulu ,biasanya dia pagi kaya gini bermain sama pisau sekarang tidur " Brian hanya tertawa kecil


" sudah ibu ke luar dulu " Brian hanya mengangguk saja


" maaf sayang ,aku atur posisi tidurmu dulu " ucap Brian setelah aman dia mengambil HP nya


" hebm "


" kamu sudah atur jadwal pemeriksaan Naya "


" hemb kamu ngapain bangun jam segini "


" Naya muntah makanya aku bangun "


" aku akan ke sana "


" tidak usah dia sudah tidur lagi ,aku cuma tanyakan itu saja ,hari ini izinkan Naya dulu di kampus , iya sudah kamu lanjut istirahat aku juga masih mau istirahat ngantuk "

__ADS_1


" hebm "


Brian baring di samping istrinya sambil memeluknya dari belakang


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Brian dan Naya menuruni tangga untuk ke meja makan tapi saat masuk di pintu dapur Naya berhenti


" kenapa sayang " tanya Brian


" bau " ucap Naya


" bau ,apa nya yang bau " tanya Brian


" Naya mau duduk di ruang tengah saja" Ucap Naya meninggal Brian yang masih mematung


" Lo Abang Naya mana " tanya raya


" ke ruangan tengah katanya di dapur bau,Abang juga bingung apa yang bau " ucap Brian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" sudah tidak papa ,bibi siapkan buah untuk Naya iya antar di ruangan tengah " ucap ibu sisil


" tapi Naya belum sarapan Bu, tadi dia muntah " Ucap Brian khawatir


" sudah kamu makan dulu ,nanti ibu yang temani Naya " ucap ibu sambil berdiri dari duduknya nya


" ibu bawah saja makanannya " ucap Alex


" yang ada Naya tambah muntah ,sudah nanti gantian sama ayah ,kalian makan saja iya " ibu berdiri pergi ke ruangan tengah


" apa tidak mau sarapan " tanya ibu lembut


" di dapur bau Bu, Naya mual " ucap Naya


" iya sudah tidak papa, buah gimana nanti di makan iya " Naya hanya mengangguk saja


" makasih iya " ucap ibu sisil


" ayo makan dulu " Naya mengaguk


baru 3 suap Naya berlari ke kamar yang dekat dengan ruang tengah itu langsung masuk dalam kamar mandi ,ibu menyusul Naya setelah menyimpan buah yang di tangannya


" sudah baikan " Naya mengaguk


" ayo ibu bantu " ucap ibu sisil


" maaf sudah repotin ibu " ucap Naya lirih


" sudah tidak papa ,ibu senang " ucap ibu sambil membantu Naya kembali ke ruangan tengah


" Naya mau baringan saja Bu " Ucap Naya


" tidak mau makan lagi " naya menggeleng


" sekali saja " Naya menggaguk ibu menyuapi Naya sambil berbaring di sofa kepalanya di sanggah kan pakai bantal sofa


" Naya kenapa lagi Bu " tanya Brian


" habis muntah " Ucap ibu


" lagi " tanya Alex ibu hanya mengangguk


" sekali lagi iya " Naya menggaguk lagi ,ibu menyuapinya


" Bu ,jangan pepaya,Naya mual " Ucap Naya lirih ibu mengambil tisu beberapa lalu Naya mengeluarkan buah yang dalam mulutnya setelah itu ibu membuangnya ketempat sampah


" mau buah apa " tanya ibu lembut


" yang ada saja Bu ,tapi jangan pepaya " ibu mengaguk lalu menyuapi Naya lagi

__ADS_1


" sudah Bu " Ucap Naya


" sekali lagi "Naya menggeleng


" sayang kamu harus makan " ucap Brian


" Naya kenyang" Ucap Naya ,Brian ingin bersuara lagi tapi di larang ibu


" iya sudah " ucap Brian


" Naya kamu baik baik saja " tanya raya yang baru datang bersama dengan ayah mendekati Naya


" Raya kamu pakai apa sih bau betul " ucap Naya sambil menutup hidung dan mulutnya


" Ade jauh dikit iya " Raya hanya mengangguk saja


" kamu belum mandi Ray,mandi gi " ucap Naya , Raya hanya menghela nafasnya panjang


" Ade belum mandi " sambil mencium Raya " harum koh apa nya yang bau " tanya Alex bingung


" Lex diam saja iya " Ucap ayah Abbas


" nanti Kaka cari tau orang Hamil itu seperti apa " ucap Raya


" jam berapa ke rumah sakitnya Lex " tanya ayah abbas


" jam 8 ayah " jawab Alex


" mau berangkat sekarang " tanya Alex ,Brian menggaguk


" sayang kita ke rumah sakit periksa dulu iya " Naya menggaguk


"Ade ikut mobil Kaka iya " ucap Raya


" TIDAK " pekik Naya


" iya iya aku tidak ikut mobil Kaka ,heran de dulu lengket amat sama Raya sekarang Raya di musuhin " ucap raya kesal


" Ade sabar iya " ucap ayah abbas


" memang harus seperti itu yah " tanya Alex


" sangat harus Lex " ucap ayah Abbas


" ayo aku bantu berdiri " Ucap Brian sambil memeluk bahu Naya


" hati hati sayang masuk mobilnya " ucap Brian ,setelah itu Brian ikut masuk sedangkan Alex sudah depan samping sopir


sedangkan di mobil satunya ada ayah ibu dan Raya


" syukur keponakan jika tidak ingin rasanya Ade jadikan pempek itu Naya " kesal Raya


" sudah sabar cuma 3 bulan " Ucap ayah Abbas


" lalu Ade kuliah gimana " tanya Brian


" nanti aja baru di pikirkan " ucap ibu


" ada yang kamu rasakan " tanya Brian


" mau bobo " ucap Naya


" istirahat lah " Naya hanya mengangguk


Alex melihat Brian lewat kaca spion


" nanti sampai di kantor Lex " ucap Brian


" iya " ucap Alex

__ADS_1


__ADS_2