
" maaf sudah membentak mu, maaf jika Abang tidak bisa menahan emosi,Abang cemburu yank " ucap Brian ,bahkan kini dia sudah berbaring di paha Naya sambil mencium perut buncit Naya
" Naya juga minta maaf ,karena tidak izin sama abang tapi kalau bisa jangan seperti tadi abang kan bisa tanya pelan² ,Naya juga pasti akan cerita Abang tau tadi Naya kaget karena untuk pertama nya Abang kaya tadi " ucap Naya lirih,Brian bangun dari tidurnya lalu memeluk Naya
" maaf.....maaf Abang janji tidak akan seperti tadi lagi maaf " Naya hanya mengangguk
" tadi itu Naya,hanya ingin waktu sendiri karena sudah lama tidak jalan² jadi Naya minta sopir antar ke cafe yang dekat saja , sampai di sana Naya duduk sendiri tapi setelah memesan makanan tiba² ada yang manggil ternyata itu Abian teman sekelas kami ,awalnya Naya tidak tau tapi setelah tau namanya Naya baru ingat dan dia datang bersama sahabatnya namanya Cakra ,kami hanya cerita biasa saja tentang masa SMA sama kuliah sambil menunggu pesanan karena pesanan Naya duluan datang tadi juga kami saling tukar no ,no Raya juga " ucap naya menjelaskan tanpa ada yang di lewati
" maaf kalau Abang sudah salah paham " ucap Brian lalu mencium kening istrinya
CUP
"apa twins baik² saja tidak sakit lagi !!!! apa kita ke rumah sakit saja " tanya Brian ,Naya menggeleng
dia masih mengkhawatirkan keadaan Naya dan anak²nya
tapi Naya merasa sudah baikan sehingga menolak untuk ke rumah sakit
" aku sudah baikan Abang ,mungkin tadi kebanyak minum jadi kaya tadi " ucap Naya
" memang kamu minum apa Mango smoothie " ucap Naya memperlihatkan gigi putihnya
" memang bisa minuman dingin " tanya Brian
" tidak tau bang, lihat gambar nya seperti nya enak jadi Naya pesan " ucap Naya
" jangan pesan sembarangan nanti kalian kenapa² " Naya mengaguk
" tadi kenapa pengen main ke luar ,apa kamu bosan " Naya mengaguk
" kamu boleh pergi sendiri tapi apa boleh di kawal demi keamanan kalian " tanya Brian lembut
Naya mengaguk " makasih Abang " ucap Naya
" imbalan nya " Naya menekuk wajahnya
" tidak ada penolakan kamu tau kan, apa lagi kamu habis buat Abang marah " Naya hanya berdecak membuat Brian tergelak
"makasih sayang " Naya hanya mengangguk saja
sedangkan Ivan dan Alex setelah ke luar dari kamar Brian,Ivan pergi ke masion Alex hanya untuk melihat indah sebentar sebelum kembali ke rumah sakit
semua penjaga menunduk kepalanya saat melihat tuan mereka datang
"kenapa duduk sendiri hm " tanya Alex yang menghampiri istrinya meja panjang dekat kolam
"sudah selesai kerjanya " ucap indah,Alex Mengaguk
" koh Kaka ada di sini ,apa ada yang sakit " Ivan mengaguk lalu duduk di samping indah begitu juga Alex
" tadi perut nona Naya keram ,jadi Kaka ke sini tapi sudah baikan koh " ucap Ivan
" kenapa bisa keram ???apa dia kaya indah kecapean " Ivan hanya mengangguk saja
" apa ayah sudah tau ,kalau cucu nya kembar " tanya Ivan
" nanti malam saja ,indah lagi malas " indah membaringkan kepalanya di atas meja sedangkan tangannya di jadikan bantal
" kenapa hm, mau pergi jalan² " tanya Alex ,indah menggeleng
" indah malas ke luar, apa Kaka Siska sibuk koh tidak ke sini lagi " tanya indah
" pasti nanti dia ke sini, kamu bosan sendirian di rumah " indah mengaguk lemah
" jadi mau nya gimana " tanya Ivan
" Kaka, apa anggi tinggal di apartemen Kaka sendiri " Ivan mengaguk
" apa dia masih kerja di perusahaan " Ivan menggeleng membuat indah kembali membaringkan kepalanya di meja
" kenapa katakan saja " ucap Alex
" kenapa dia tidak bekerja lagi, apa mas memecatnya " Alex mengkerut kan kening nya
" dia harus kembali sekolah dear, kamu tahukan dia masih 18 tahun dia masih SMA nanggung setahun lagi dia akan lulus ,memangnya kenapa kamu tertarik Dengan nya " Naya menggaguk
" dia itu imut wajahnya seperti anak kecil apa lagi postur tubuhnya lucu " ucpa ini tersenyum kuda,membuat Ivan juga ikut tersenyum
" iya sudah Kaka kembali dulu ke rumah sakit iya ,karena masih ada kerjaan " indah mengaguk
" jangan lupa nanti malam " Ivan hanya mengaguk
__ADS_1
jika dia menolak sudah di pastikan Alex akan membuat Ivan susah bernapas bahkan hanya untuk berjalan pun belum tentu
" hati² kak " ivan mengaguk " jaga twins dengan baik " indah mengacungkan jempolnya dia
mas " indah memeluk Alex dengan erat
" kenapa " tanya Alex mengelus punggung indah
" kangen " Alex hanya tersenyum " maaf tadi banyak kerjaan " ucap Alex
" tidak papa ,indah ngerti koh " ucap indah
" mau berenang " tanya Alex ,karena sejak tadi pandangan indah mengarah ke kolam renang
" apa boleh ,indah takut nanti tenggelam " ucap indah lirih
" nanti aku temani " indah menatap Alex " serius " Alex mengaguk
" tapi gantian dulu iya ,NO bikini " indah mengaguk setuju
hap
Alex menggendong indah ala baby koala
tangannya di lingkarkan pada leher Alex begitu juga kakinya di lingkarkan pada pinggang Alex
"kosong kan bagian kolam jangan biarkan siapa pun ke arah sini " titah Alex
" baik tuan " ucap penjaga,lalu mereka ke arah depan melewati dapur
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
setelah melewati waktu seharian hanya untuk bekerja kini Ivan sudah bisa pulang ,tapi dia akan singgah di apartemen sebelum balik ke rumah nya
sepanjang perjalanan dia hanya fokus pada kemudinya hingga sampai di apartemen
Ivan memarkir mobilnya lalu naik ke unit apartemen nya
setelah sampai di depan unit apartemen Ivan memasukan kode apartemen
ceklek
" kamu sudah siap " Anggi mengaguk
" sudah tuan " tanpa Anggi sadari Ivan mendekat ke arahnya
CUP
Anggi menegang kaku saat merasa kan kecupan basah di kening nya
" mau jalan sekarang soalnya aku mau mandi dulu baru ke rumah indah " ujar Ivan bahkan kini jarak mereka masih sangat dekat
" hebm saya juga ikut tuan " Ivan mengaguk
" saya naik taksi saja tuan, langsung ke rumah nona indah tuan berikan saja alamat nya " ujar Anggi
yang benar saja dia akan ikut ke rumah Ivan
bisa² orang tua nya memaki nya atau bahkan memarahi
Anggi menggeleng kan kepala nya menghilang kan pikiran jahat itu
" kenapa ?? apa kamu tidak ingin pergi dengan ku ' tanya Ivan
" bu-kan seperti itu tuan ,nanti orang tua tuan salah paham,Anggi ....
" aku tidak peduli " Ivan menarik tangan Anggi ke luar dari apartemen itu
" HP ku " tapi Ivan tidak peduli kan itu
" siapa yang akan kamu hubungi ,toh kamu bersama ku " akhirnya Anggi hanya bisa pasrah
hingga sampai di mobil pun Ivan masih saja menggegam tangan Anggi membuat perempuan remaja itu gugup
bahkan tangannya sudah keringat dingin tapi Ivan diam saja
" pakai sabuk pengaman mu " Anggi mengaguk
" tuan ,apa bisa Nanti saya tunggu dalam mobil saja " ujar Anggi saat mobil sudah meninggal apartemen itu
" apa nanti saat aku kembali kamu masih tetap hidup ,tidak mungkin kan aku tetap menyala kan mobil saat aku sedang di kamar " ujar Ivan membuat Anggi terdiam
__ADS_1
" besok kamu sudah masuk sekolah, nanti aku menjemputmu " ucap Ivan
"saya naik taksi saja tuan " tolak Anggi
" apa aku pernah menyuruhmu untuk memilih atau menolak " seketika mulut Anggi tertutup rapat
" pintar " Ivan mengacak rambut Anggi
tuan tolong jangan seperti ini batin Anggi histeris
Anggi mengutuk Ivan dalam hati
apa dia tidak sadar dengan sikapnya seperti ini membuat dia salah tingkah dan gugup
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama karena jarak apartemen dan rumah Ivan jauh
kini mereka telah sampai di Masion milik keluarga Ivan
Anggi melotot kan matanya saat pintu gerbang itu terbuka luas bahkan mulut nya pun ikut terbuka
" ayo " ucap Ivan, saat sudah berdiri di samping pintu sisi Anggi
" ah iya maaf tuan " ucap Anggi karena terlalu kagum sehingga dia lupa jika mereka sudah sampai depan rumah Ivan
" jangan gugup orang tuaku tidak akan memakan mu, tapi mungkin akan membunuhmu " Anggi menatap Ivan yang terlihat santai saat mengatakan itu
apa orang di depan nya ini tidak tau jika Anggi sudah ketakutan
" kamu masih berani pulang iya ,setelah ibu menyuruh mu kencan malah kamu tidak menemuinya " Ivan memejamkan matanya saat suara ibu nya menyambut nya dengan elegan
plak ...plak ...plak...
Anggi menelan ludah nya paksa saat melihat Ivan di pukul oleh ibu nya
" ibu stop ,kamu membuat nya takut " ujar ivan
" siapa eh...
ibu Widya menatap anggi saat sadar jika Ivan membawa wanita muda
" kamu dapat di mana boneka seperti ini " Ivan mendengus kesal
" dapat di rumah sakit ,Ivan mau mandi gerah " ucap Ivan kesal
" Lo boneka nya tidak di bawah nak " teriak ibu Widya
" buat ibu saja " balas Ivan Dengan teriakan membuat Anggi keringatan , sedangkan ibu Widya sudah tersenyum senang
" ayah .....ayah ...." teriak ibu Widya
" astaga apa sih Bu ,ini rumah Lo bukan hutan " ujar ayah Ivan
" lihat Ivan membawakan ibu boneka,seperti manusia yah anak itu sekalinya sangat perhatian sama orang tuanya " ayah Ivan mengeritkan keningnya
" ini bukan boneka Bu, tapi manusia benaran " ibu Widya menatap anggi lebih dekat membuat Anggi keringatan dingin
" kamu manusia " Anggi mengaguk
" namamu siapa " tanya ayah Ivan
" an-ggi tuan " ucap Anggi gugup
" kamu pacar nya Ivan "
" Bu...bukan nyonya "
" lalu kamu kenapa bisa bersama anak saya "
" hebm hebm ....
" Bu ayah ,jangan membuat nya takut ,ayo ikut ke kamar kalau kamu di sini bisa di bunuh oleh dua manusia itu " Ivan menarik tangan Anggi
" ibu belum selesai Ivan " teriak ibu Widya
tapi Ivan sudah menjauh dan enggan menjawab ucapan ibu nya
" kamu duduk di sini ,saya mandi dulu setelah itu kita pergi ke rumah indah " Anggi mengaguk
" tidak usah takut aku tidak akan memakan mu " ucap Ivan lalu masuk dalam kamar mandi
__ADS_1