
sedangkan dalam ruangan persalinan Brian selalu mengucap kata cinta pada Naya
sekalipun itu berulang² kali dia lakukan
" Naya lelah " ucap Naya lirih
" lakukan operasi sekarang bangsat " umpat Brian kesal, Naya menahan lengan suaminya
" maaf sayang " ucap Brian lembut lalu matanya menatap tajam pada dokter dan perawat yang ada dalam ruangan itu
dokter memberikan kekuatan pada Naya begitu juga perawat
Brian sudah tidak bisa menahan lagi tangisan, dia benar² takut sambil mengelus kepala Naya lalu mencium nya
matanya menatap perut Naya yang masih menonjol
" sayang bantu mami iya , jangan buat mami kesakitan papi sudah menunggu kalian " ucap Brian lembut tepat di perut naya
CUP
CUP
" i love you sayang " lanjutnya lagi
setelah mengatakan itu Naya berteriak kesakitan lagi saat kontraksi kembali menyerang nya
dokter dengan sabar membantu Naya, saat dokter mengatakan Naya mengejan dengan sekuat tenaga Naya mengejan
hingga hampir 1 jam Naya berjuang akhirnya suara tangisan seorang bayi mungil terdengar begitu nyaring dalam ruangan itu
oek .....oek....oek ....
Brian langsung luruh ke lantai karena lemas sedangkan Naya tersenyum sambil menangis
" tuan " perawat membantu Brian berdiri yang masih lemas dan lututnya bergetar
" terimakasih sayang terimakasih aku mencintaimu aku menyayangimu " Brian mencium bibir Naya tidak peduli dia sekarang berada di mana
" selamat anak pertama tuan berjenis kelamin laki², dia sangat sehat semuanya lengkap " ucap dokter
Brian mengaguk tersenyum lembut pada Naya ,begitu juga Naya
belum juga 5 menit rasa bahagia itu Naya sudah berteriak kesakitan
" dokter kenapa istri ku kesakitan lagi " bentak Brian
" seperti nya adiknya sudah tidak sabar ingin ke luar menyusul Kaka nya " Brian menegang
dia lupa bahwa anaknya kembar dan yang ke luar baru satu laki² itu artinya yang terakhir perempuan
Brian menatap Naya " sayang bertahan iya demi twins dan Abang ,Abang mohon sedikit lagi " ucap Brian
Naya tidak menjawab tapi dia mendengar apa yang di ucapkan Brian
" sakit Abang " ucap Naya lirih
" iya sayang , sedikit lagi iya " Naya mengaguk
"mengejan " ucap dokter saat Naya merasakan kontraksi lagi
dengan sisa tenaganya Naya mengejan sambil menggegam tangan Brian bahkan kepalanya di angkat sedikit
" aaaaakkkkkhhhhhhhh"
oek ....oek ....oek .....
Naya terbaring lemas di atas tempat tidur setelah mendengar suara bayinya
__ADS_1
suara bayi mungil itu tidak kalah melengking dengan saudara laki² nya bahkan suaranya memenuhi semua seluruh ruangan itu
" terimakasih sayang , terimakasih sudah berjuang terimakasih sudah memberikan hadiah yang terbaik terimakasih " ucap Brian
lalu dia mencium kening dan bibir Naya
" terimakasih sudah menemani ku, maaf sudah membuat Abang kesakitan " ucap Naya lirih
" Abang tidak papa ,Abang juga tidak merasa kesakitan " Brian mengelus kepala Naya dengan pelan
" sesuai prediksi iya anak tuan kembar sepasang anak pertama laki² dan ke dua perempuan " ucap dokter Brian hanya mengangguk sekarang pikirannya masih pada Naya yang suruh berjuang melahirkan anak² nya
" maaf tuan kita lakukan Skin to skin " Brian mengaguk karena sebelumnya Ivan sudah menjelaskan
" Abang Naya ngantuk " Brian melotot kan matanya
" jangan tidur ,kamu tidak boleh tidur ok ,Abang tetap di sini " bentak Brian panik
kata ngantuk yang di ucapkan Naya,membuat Brian ketakutan
" tidak papa tuan, nyonya hanya kelelahan setelah berjuang melahirkan tuan muda kecil dan nona muda kecil " Brian menatap ke arah dokter yang tadi menangani istrinya
" apa aku bisa pegang kata²mu "ucap Brian datar
" Abang Naya hanya tidur ,karena cape " ucap Naya lirih karena memang matanya sudah terasa berat
" kamu janji akan bangun kan " Naya mengaguk
" tidur lah,Abang temani twins dulu iya ,i love you " ucap Brian lalu mencium kening Naya
CUP
" Jika terjadi sesuatu dengan nya ,aku pastikan hidup kalian berkahir sekarang juga " ucap Brian tegas
"kami akan menukar nya dengan nyawa kami tuan " ucap dokter beda
" bisa di buka sedikit bagian atasnya tuan " Brian membuka jubah bagian atasnya
setelah itu perawat meletakkan anak² Brian di bidang dada nya untuk melakukan skin to skin
" sus ambilkan HP ku di luar " ucap Brian
" iya tuan " ucap perawat
" selamat datang sayang , terimakasih sudah berjuang bersama mami ,papi menyayangi kalian , i love you more " Brian mengelus pipi anak ² nya yang masih memerah sambil tersenyum
sedangkan di luar tidak kalah tegang menunggu dan berdoa
apa lagi persalinan Naya yang awalnya akan di lakukan SC seketika berubah persalinan normal membuat ibu Sisil dan mama Lila ketakutan begitu juga Raya
saat mendengar suara tangisan bayi, ibu Sisil sudah tidak bisa lagi menahannya sehingga membuat pingsan
dan di larikan ke ruangan perawatan yang seharusnya nanti untuk tempat Naya
ceklek
semua mata menatap ke arah pintu
" bagaimana keadaan anak dan cucuku sus " tanya pak Jhoni
karena saat ini ayah Abbas sedang menemani ibu Sisil di Ruangan sebelahnya
" keadaan mereka baik² saja tuan, nyonya sedang istirahat karena kelelahan, sedangkan tuan muda kecil dan nona muda kecil sedang bersama tuan muda " ucap perawat
semua orang berucap syukur setelah mendengar penjelasan suster sekalipun mereka belum bisa melihat keadaan mereka tapi mereka cukup lega
"maaf, tuan muda meminta HP nya " Alex langsung memberikan HP nya
__ADS_1
" apa nyonya sudah di bersihkan " tanya Ivan
" sementara dok " Ivan mengaguk setelah itu perawat kembali masuk dalam ruangan perawatan itu
" yang lainnya makan dulu ini sudah waktunya makan siang " ucap Alex
" iya makan saja di kantin rumah sakit, karena setelah ini Naya akan di pindahkan di ruangan sebelah nya " timpal Ivan
" Ade makan siang dulu ,sama orang tua Naya " raya mengaguk
" kamu bisa yank " raya mengaguk
" kalian juga pergilah makan , gunakan ruangan " ucap Ivan menunjuk Dafa dan ricko
" baik tuan Ivan " Dafa membantu raya berdiri sedangkan ricko menemani orang tua Naya menuju kantin bersama
tidak berselang lama Brian ke luar dari ruangan persalinan,Alex dan Ivan langsung berdiri mata Brian menatap tajam Ivan karena telah mengizinkan mereka melakukan persalinan. normal tanpa persetujuan nya
" mana yang lainnya " tanya Brian dingin
" ibu di ruangan sebelah karena tadi pingsan, sedangkan yang lainnya sedang makan siang " Brian mengaguk
" setelah Naya di pindahkan tunggu aku di ruangan " ucap Brian lalu masuk menemui ibunya
Ivan hanya membuang napasnya kasar
" aku akan bantu menjelaskan nanti nya " ucap Alex
" apa isi kepala nya hanya tender dan proyek " umpat Ivan kesal
ceklek
" ayah " panggil Brian
" gimana keadaan mereka nak " tanya ayah abbas berdiri
" mereka baik² saja, anak² Brian juga sehat Naya juga sedang istirahat karena kelelahan " ucap Brian
" kenapa persalinan nya berubah " tanya ayah abbas serius
" Naya sudah pembukaan 8 " ucap Brian lirih
eug
" ibu " panggil ayah Abbas dan Brian
" Brian "
" iya Bu ,ini Abang " ucap Brian mendekati ibunya
" Naya bagaimana " tanya ibu sisil lemah
" Naya baik ² saja begitu juga cucu ibu mereka sangat tampan dan cantik " ucap Brian lembut sambil mengelus tangan ibu di Sisil
" terimakasih sudah berjuang buat Abang dan ade , terimakasih sudah membesar kan kami dan mendidik kami dengan baik maaf jika kami belum bisa membahagiakan kalian yang sudah berjuang demi kami ,mungkin kata terimakasih tidak pernah cukup untuk kalian ,tapi Abang tetap mengatakan itu terimakasih untuk semuanya " ucap Brian menangis lalu memeluk ibu nya ,ayah Abbas mengelus punggung anaknya yang bergetar
" sekarang Abang sudah menjadi seorang ayah, jadilah panutan dan contoh yang baik untuk mereka, didik mereka dengan baik " ucap ibu sisil membalas pelukan anak nya
" selamat Abang " Brian mengaguk saja tapi tangannya menarik tangan ayah Abbas
" terimakasih ayah sudah berjuang membesar kami ,x ayah Abang tersenyum lembut
" terimakasih kasih karena Abang dan ade sudah tumbuh menjadi anak yang baik " ucap ayah abbas tulus lalu mereka berpelukan
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
selamat untuk Brian dan Naya atas kelahiran anak kembarnya
__ADS_1
semoga menjadi anak Sholeh dan Sholehah