Sayangi Aku

Sayangi Aku
bersama


__ADS_3

setelah mengantar indah dan Naya ,Brian dan Alex bergegas ke kantor mereka menatap berkas yang ada di atas meja masing² Brian memijat pangkal hidungnya begitu juga Alex padahal mereka libur hanya 3 hari itu pun mereka tetap bekerja saat di rumah


" ke ruangan ku ,bawah ke sini kerajaan mu " titah Brian setelah itu menatap kembali berkas yang di hadapannya


tok...tok..


" masuk "


Alex membuka pintu lalu masuk dengan tangannya yang memegang berkas


" duduk lah "


Alex berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu lalu mendudukkan bokongnya dan berkasnya di atas meja


Brian ikut gabung bersama Alex dengan berkas juga di tangan nya


dering HP Alex mengalihkan pandangan mereka


" hebm "


" Abang boleh tidak aku ajak Irma makan siang " tanya fajar di seberang sana ,Alex menaikan alisnya


" hebm "


setelah itu Alex menyimpan HP nya di atas meja


" ipar mu " Alex mengaguk


" iya tuan "


setelah itu mereka kembali fokus pada berkas yang ada di depan mereka


sedangkan di kampus indah masih saja berbaring kepalanya di letakan di atas meja


" kamu sakit Nda " indah menatap Raya yang duduk di belakangnya


" tidak aku hanya ngantuk " sela indah lalu duduk kembali sekalipun kepalanya masih sakit


" bertahanlah sedikit lagi " indah mengaguk


tidak berselang lama saat dosen ke luar ,Dafa dan Ricko masuk di ruangan mereka


" dia kenapa " tanya Dafa menatap indah


" oleng " ujar Raya


" apa tuan Alex ,tidak membiarkan kamu istirahat " tanya ricko tersenyum


" bahkan kerjaan ku istirahat terus kak" ucap Indah lemah


" Kaka ricko antar aku ke kantin iya ,aku lapar mau makan " ujar indah


" boleh ,tapi apa nanti nyawaku aman " indah mengaguk


" yang lain gimana " mereka semua menatap Naya


" aku ikut " ucap Naya

__ADS_1


" nanti tuan Brian marah gimana " ucap Dafa


" kan ada kalian ,nanti aku sampai di sana duduk saja " mereka mengaguk lalu pergi ke kantin


padahal ini belum jam makan siang karena indah mereka harus ke kantin


setibanya di sana mereka langsung memesan bakso, mereka menatap heran pada Naya dan indah yang memesan dua mangkok sekaligus


Dafa Ricko dan Raya saling melirik " Nda kamu yakin bisa habisin ,biasanya juga satu saja kamu dag habisin " ucap Dafa


" aku lapar Kak " raya mengeritkan kening nya


" bukannya tadi kamu sudah sarapan juga Nda " indah hanya mengangguk


"mungkin dia butuh tenaga banyak " ujar ricko, Dafa dan raya menatap ricko


" tenaga buat apa " tanya raya polos


" mereka kan pengantin baru sayang " ujar Dafa


" terus " tanya Raya


" astaga Dafa,pacarmu polos sekali " Dafa hanya tersenyum


"itu lebih bagus " ujar Dafa


tidak berselang lama pesanan mereka telah sampai Naya dan indah yang memang sedang hamil langsung memakan bakso pesanan mereka bahkan kuah baksonya sudah berubah warna


" aku melihat nya saja sudah keringat" ujar Ricko


" aku saja ngilu Melihat mereka " ucap Raya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


kini sudah waktunya jam makan siang,Ivan menepatkan dirinya ke perusahaan Brian ingin menanyakan tentang yang tadi pagi


ceklek


Brian dan Alex menatap ke arah pintu ,lalu kembali lagi menatap berkas nya


" ini sudah siang ,apa kalian tidak lapar " tanya Ivan mendekati mereka


"makanan nya belum datang " jawab Brian yang masih menatap berkas di depannya


" Alex "


" hebm "


" apa tidak ada yang kamu jelaskan padaku " Alex meletakkan laptop nya dan menatap Ivan


" apa yang mau kau dengar bukannya kamu sudah tau " tanya Alex


" kenapa Nisa bisa ada kaitannya dengan kalian " tanya Ivan


" bukannya sebelum nya kamu sudah tau " tanya Brian lagi


"tau ah pusing " Ivan mengacak rambutnya kasar

__ADS_1


" memang nya apa yang di lakukan Nisa " Alex menarik napas nya


"dia menemui indah sebelum ke luar negeri tepat nya saat setelah kita makan siang itu hari dan dia menampar indah ,bukannya kami sudah menjelaskan nya " Ivan menatap mereka berdua


" kaya nya belum ,apa aku lupa " mereka menggeleng kan kepalanya


" aku lapar kenapa lama sekali pesanan kalian " tanya Ivan lagi


" apa kamu datang ke sini ingin bertanya hal indah atau mau makan " tanya Brian


" berikan pekerjaan pada Anggi " ucap Ivan


" cih bahkan kamu menjadi kan indah alasan mu ke sini " cibir Alex


" kenapa harus kami " tanya Brian mengkerut kan kening nya


" lalu siapa aku " tanya Ivan


" iya memang harus kamu " ujar Alex


" aku mau berikan dia kerjaan apa di rumah sakit sana " tanya Ivan


" tempat kan dia di resepsionis " ujar Brian ,Alex mengaguk


tidak berselang lama makanan pesanan mereka telah tiba


setelah OB ke luar mereka makan syukur Alex memesan untuk porsi 4 orang jadi mereka tidak memesan kembali


" apa dia masih di apartemen mu " Ivan mengaguk


" apa mama Widya tau " Ivan menggeleng


" apa kamu tidak punya mulut " ujar Brian kesal


" maaf, kami tidak sedekat itu sehingga ibuku harus tau " ucap Ivan


" tapi orang akan berpikiran lain sekalipun kalian tidak memiliki hubungan " ucap Alex


" terserah orang mau berpikiran apa ,yang penting aku sama dia hanya sekedar membantu ,bahkan untuk kata teman itu tidak cocok untuk kami " ucap Ivan


" kalian sering bersama " selidik Brian


" tidak hanya sesekali, aku hanya memastikan dia baik² saja " ucap Ivan


" hati² kamu memiliki perasaan lain dengan nya " ucap Brian


" itu urusan nya lain lagi, tapi sejauh ini aku hanya melakukan karena kemanusiaan " ucap Ivan


" kamu yakin " Ivan mengaguk


" aku percaya dengan mu ,tapi bagaimana Dengan nya " Ivan menaikan bahu nya


" itu urusan nya,aku tidak peduli " ucap Ivan cuek


"jangan sampai nanti kau juga menyukainya,tamat lah kamu " ucap Alex


" masih Bodoh " ucap Ivan

__ADS_1


setelah itu mereka Kemabli fokus pada makanan mereka masing²


__ADS_2