
sesuai kesepakatan semalam Raya dan Naya akan bertemu dengan Abian dan Cakra
tentu saja dengan indah setelah Raya membujuk Alex dan berjanji menjaga mereka
kini mereka sedang berada di ruangan VVIP yang sudah di pesan oleh Alex bukan karena apa tapi mengingat Naya dan indah sedang hamil dan mereka pergi tanpa Brian dan Alex
sekalipun pengawal selalu berdiri di dekat mereka tapi tetap mereka khawatir
" maaf apa anda tamu dari non Raya " Abian dan Cakra mengaguk
" mari ikut saya " ucap pengawal
" gila apa teman mu orang kaya Bi " Abian mengaguk
" sangat kaya kamu akan tau nantinya tapi siapkan jantungmu " ucap Abin
ceklek
" maaf nyonya, mereka sudah datang " ucap pengawal
" masuk kalian ngapain depan pintu " ucap Naya
"mau makan dulu atau gimana " tanya raya saat Abian dan Cakra sudah duduk
" makan dulu,aku benar² lapar " ucap Abian to the poin
" cih kau bahkan tidak memperkenalkan teman mu dulu " cibir Raya
" ayolah my Jerry aku benar² lapar " ucap Abian yang langsung memasukan makanan dalam mulutnya
" makan Ca ,tidak usah sungkan " ucap Naya ,Cakra mengaguk lalu ikut makan sekali pun canggung berbeda dengan Abian yang makan dengan lahap
Abian menyadarkan punggung nya saat perut nya sudah terisi penuh
" kamu sudah kenyang " Abian mengaguk
" maaf " ucap Abian saat melihat indah
" tidak papa " ucap indah tersenyum
" ah iya kenal kan ini istri nya kakak ku Alex dan ini kamu tau Naya kan istri nya Abang ku Brian " ucap Raya
" hahaha bencanda nya tidak lucu " ucap Abian
PLak
sendok kecil mendarat dengan sempurna di kening Abian membuat sang empedu meringis
" apa kamu kira aku bercanda, apa kamu tidak lihat perut nya ,belum lagi kemarin kamu melihat pengawal " Abian menelan ludah nya paksa
" serius " Naya mengaguk " apa kamu memberi tahu Abang mu tentang semalam jangan iya Ray kau bisa membuatku mati " ucap Abian
" sudah tidak usah memikirkan Raya, gimana apa kamu baik² saja " tanya Naya
" hebm baik² saja,yaakkk Raya jelek ini sakit astaga kegantengan ku berkurang " ucap Abian kesal
" ah maaf ini Cakra teman seperjuangan ku " ucap Abian
"kamu tau kan Brian Gani Malik " Cakra mengaguk
__ADS_1
" ini adiknya ,dan ini istri nya dan ini istri dari asisten nya" Cakra menatap Abian
" kamu tidak percaya,aku juga tidak tapi nyata nya seperti itu " ucap Abian saat Cakra menatap nya
" sudah perkenalan nya kan ??? sekarang ceritakan kami tidak punya banyak waktu " ucap Raya
" tidak ada papa Ray ,tenang lah " ucap Abian
" tidak mungkin apa perlu aku mencari sendiri kamu pasti tau kan aku bisa dapatkan apa yang aku mau " Abian mendengus kesal
" perusahaan ayahku bangkrut itu lah kenapa aku harus bekerja dan mengambil kuliah malam " ucap Abian
" apa di ambil ahli orang lain atau gimana " tanya raya
" sementara Masih ayah ku yang urus sambil mencari suntikan dana karena ada yang bermain dalam perusahaan,aku juga tidak mungkin hanya duduk manis di rumah makanya Cakra menemaniku cari pekerjaan " ucap Abian
" sudah dapat " Abian menggeleng
" sudah jangan sedih lagi ,kamu tau kan Kami selalu ada untukmu sekalipun aku membencimu " Ucap Raya sekalipun itu pedis tapi itu lah cara Meraka untuk saling menguatkan
"iya bahkan tadi aku ingin tertawa " ucap Naya ,membuat Abian kesal
" pesan kan makanan untuk aku bawah pulang di rumah " raya menatap tajam Abian yang hanya di tanggapi dengan wajah datar
" om pesan kan makanan untuk manusia bodoh ini dan juga temannya untuk Porsi 5 orang masing² " ucap Raya
" iya nona muda " ucap pengawal lalu ke luar dari ruangan itu
" terimakasih....
" jangan berterimakasih nanti kepalanya akan besar,kapan lagi kita memeras mereka " ucap Abian memotong ucapan Cakra untuk Raya
" lalu kalian akan ke mana " tanya Raya
" mau cari kerjaan lagi, susah betul sialan " umpat Abian kesal
" pulang lah,ini sudah jam 3 bukannya kalian akan mengantar makanan untuk orang di rumah " ucap Naya
" hebm baik nyonya muda Brian " ucap Abian sopan
" yaakkk kurang ajar sekali, aku memberikan kamu makan kamu tidak berterimakasih " Abian hanya menjulur kan lidah nya
" datang lah ke masion " ucap Naya
" Masion Raya seperti neraka Nay masuk saja harus melewati beberapa pemeriksaan " ucap Abian
" datang saja gila " ucap Raya kesal
" bagi uang dong buat beli bensin " ucap abian tanpa malu
" kamu memanfaatkan keadaan dengan sangat baik " Ucap Raya lalu memberikan uang pada Abian
" makan itu " ucap Raya
" terimakasih nona muda " ucap Abin bahkan dia membungkukkan badannya membuat mereka tertawa
" lumayan buat makan dan isi bensin " ucap Abian lalu membagi rata pada Cakra
" kamu saja " Abian menatap Cakra " kamu mau pengawal itu menyeret mu ke luar karena telah menolak " Cakra menatap pengawal yang juga menatapnya
__ADS_1
" baiklah " Abian tersenyum
" kalau butuh papa jangan sungkan untuk menelepon kami " ucap naya
" ini sudah lebih dari cukup Nay , terimakasih karena kalian masih saja menerima ku " ucap Abian sendu
" wajahmu sangat menjijikan jika seperti itu kaya Joker " cibir Raya ,Abian hanya mendengus saja
" maaf ,ini pesanan nya tuan " ucap pengawal
" terimakasih om, jangan panggil saya tuan ,saya bukan majikan kalian " ucap Abian
" maaf tapi tuan teman dari nyonya muda, nona raya dan nona indah itu berarti kalian orang terpenting buat mereka " ucap pengawal
" sekali lagi terimakasih om " pengawal hanya mengangguk
" kamu pada mereka sangat sopan denganku tidak " ucap Raya
" soalnya kamu bukan manusia " raya hanya berdecak
" kalian pulang pakai apa " tanya indah yang sejak tadi diam
" motor non....
" indah saja, bukannya kalian teman raya dan Naya berarti kita juga bisa berteman " ucap indah lembut
" apa bisa " indah mengaguk " kenapa tidak " ucap indah
" kami naik motor " ucap Abian
" nanti kalian di antar pakai mobil saja " ucap Naya
" tapi rumah kami beda Arah,nanti merepotkan kalian " ucap Cakra
" yang antar kalian pengawal, motor mu nanti di bawah di sana kamu berikan saja pada pengawal itu " tunjuk nya pada salah satu pengawal yang ada dalam ruangan itu
" tapi ...
" tuan " akhirnya Cakra memberikan kunci motornya
" sekali lagi terimakasih " ucap Cakra
" sudah jangan berterimakasih terus kepalaku jadi pusing " ucap Raya
" kami harus pulang, karena sudah sore kalian juga jangan lagi kelayapan bukannya kalian kuliah malam " ujar Naya
" iya Nay, makasih iya " Naya hanya mengangguk saja
setelah itu mereka ke luar dari ruangan itu di ikuti beberapa pengawal di belakang mereka
" kalian seperti simpanan om" ucap Abian membuat mereka tertawa kecil
" sudah sana itu kalian sudah di tunggu " ucap Naya
" baiklah makasih iya " mereka mengaguk
" jangan lupa kalau butuh papa langsung hubungi kami " Abian dan Cakra mengaguk
setelah itu Naya raya dan indah ikut masuk dalam mobil untuk kembali ke rumah karena indah juga harus ke rumah orang tua nya
__ADS_1