Sayangi Aku

Sayangi Aku
kekesalan Raya


__ADS_3

sesuai janjinya hari ini Brian pulang pukul 05.00 dia tidak ingin membuat istrinya menunggu atau dia akan menunggunya pulang seperti biasanya ,akhirnya dia memutuskan pulang cepat dan membawa pulang berkas yang belum selesai dia periksa .


" sayang " rengek Naya saat melihat Brian datang


Brian tersenyum " kamu diam di situ ,nanti aku yang ke situ iya " Naya hanya mengaguk


"simpan di ruangan kerja saja Lex,setelah itu bersihkan dirimu " ucap Brian


" iya " Ucap Alex lalu melewati mereka saja menuju ruang kerja untuk menyimpan berkas yang di bawah pulang


" kenapa hm ,di situ saja kan baru pulang kerja sayang " ucap Brian saat dekat Naya


kita masuk ayo " ucap ibu sisil ,Naya hanya mengangguk saja


" pinjam HP nya mau telepon bapak " ucap naya


" bibi ambilkan tisu basah dulu " ucap Brian


" baik tuan " ucap pelayan


ibu dan Naya duduk di sofa sambil menunggu bibi mengambil tisu basah


" ini tuan" Brian mengambil tisu basah itu lalu membersihkan HP nya sebelum di berikan pada Naya


" ini ,aku mandi dulu iya " ucap Brian


" jangan lama " Brian hanya mengangguk lalu meninggalkan ibu dan istrinya.


Naya membuka hp Brian,dia tersenyum melihat layar HP for saat dia tertidur


" kamu senang " naya menggaguk


" telepon sudah bapakmu " ucap ibu sisil


tut ....Tut....


" hallo nak "


" ini Naya pak "


" loh koh pake HP nya Brian nak "


" pengen saja pak ,mama mana "


" ini di samping sambil pakein Ade baju habis mandi "


" ibu ,naya punya kabar bahagia "


" kabar bahagia ,apa itu "


" Naya hamil sudah 4 Minggu "


1


2


3


4


5


" apa tadi Naya "


" Naya hamil pak "


" kamu tidak bercanda kan "


" mana bisa Naya bercanda "


" Alhamdulillah ,apa bapak sama ibu bisa ke situ "


Naya melihat ibu mertuanya mengaguk


" boleh pak "


" iya sudah nanti weekend iya ,kan bapak kerja "


" iya pak"


" jaga dengan baik nak ,mama senang akhirnya punya cucu juga "


" iya ma, iya sudah nanti Naya telepon lagi jangan lupa nanti ke sini "


" iya nak "


Naya mematikan sambungan telepon nya setelah berbicara dengan orang tua nya


" ibu " panggil Naya


" kenapa nak " tanya ibu


" Raya koh dag kelihatan dari Naya turun ke sini " ucap Naya


" mungkin dia lagi istirahat di kamarnya " ucap ibu sisil


" sayang kenapa " tanya Brian yang baru datang langsung duduk di samping Naya


" tidak ,cuma cari Raya saja " Ucap Naya


" memang nya dag mual " tanya Brian


" kan cuma lihat saja " ucap Naya


" gimana tadi dapat mangga nya " Naya menggaguk


" beli di mana " ucap Brian


" di pasar " ucap ibu


" koh istriku di bawah ke pasar Bu " ucap brian kesal


" istrimu yang mau " ucap ibu ,Brian hanya menghela nafasnya kasar

__ADS_1


" oh iya sayang aku lupa ,gimana masih mau ke Korea " tanya Brian ,Naya hanya diam berpikir


" hm hm hm nanti aja iya ,Naya takut nanti kenapa-napa " ucap Naya


" baiklah aku ikut saja sayang mana baiknya saja " ucap Brian


" tadi makan apa " tanya Brian


" makan mangga muda sama jus saja " ucap Naya


" kan tadi dokter bilang harus makan dengan nasi sayang " ucap Brian


" bau sayang ,Naya mual " Brian hanya bisa melihat ibunya yang tersenyum kecut


" baik lah ,nanti sebentar kita coba makan dulu iya ,Kasian calon anak kita iya " Naya mengaguk saja


" wah wah apa ayah tidak di panggil untuk gabung " ucap ayah yang baru datang


" ayah dari mana " tanya Brian


" habis ketemu teman-teman ayah " ucap ayah abbas


" mandi dulu jangan langsung ke sini " ucap ibu sisil


" baik lah " ayah langsung meninggalkan mereka


" kayanya makan sate enak de Bu " ucap Naya tiba tiba


" kamu mau sate " Naya menggaguk


" di masakan sama bibi saja mau " tanya Brian


" iya ,tapi bumbu kacangnya yang banyak iya terus Lombok nya di banyakin sama lontongnya " ucap Naya


" tapi sayang .....


" iya ibu bilangin bibi dulu iya " ucap ibu sambil menatap Brian, lagi lagi Brian harus kalah karena harus mengikuti ibu hamil


"hari ini ngapain saja " tanya Brian padahal seharian tadi pak Mamat memberinya laporan


"makan rujak mangga muda , minum jus minum susu tidur makan kue terus nonton itu Saja " Ucap Naya


Brian hanya mengelus bahu istrinya " apa kamu senang " tanya Brian


" sekali, besok Naya sudah boleh kuliah " tanya Naya


" dua hari lagi iya liburnya " ucap Brian


" baiklah ,tapi habis itu Naya kuliah iya " Brian menggaguk


" Raya Mana sayang tumben tidak kelihatan " tanya Brian


" kata ibu istirahat kali " ucap Naya ,Brian mengambil HP nya yang di atas meja


Tutt ....Tut....


" Ade di mana "


" ngapain "


" dag ngapain ngapain "


" turun ke bawah "


" Naya bikin darah tinggi "


" turun saja "


" iya "


" Raya di mana " tanya Naya setelah Brian menyimpan hpnya di atas meja


" di kamar sayang , sebentar lagi di turun ke sini " ucap Brian


" Kaka " panggil Naya saat melihat Alex datang


"hebm " sambil duduk di sofa


" mana yang lainnya " tanya Alex


" ayah mandi, Raya Kurung diri , ibu ke dapur " ucap Brian ,Alex hanya mengangguk saja


" kenapa cari Ade " ucap Raya yang baru datang dengan muka kesalnya


" Ade kenapa " tanya Alex


" tau tuh ibu hamil nyariin " ucap Raya


" aku dag nyariin hanya tanya saja karena dari pulang kampus kamu dag kelihatan " ucap Naya


"aku istirahat cape , ah iya ada tugas nanti indah ke sini boleh kan kak " ucap Raya


" iya boleh tapi sesuai aturan iya sebelum masuk di periksa dulu " ucap Alex


" iya kak, tenang saja " ucap Raya


" raya bisa minta tolong " ucap Naya , Raya langsung melihat Naya


" jangan yang Aneh aneh" ucap Raya


" hm hm hm janji dulu mau " ucap naya Alex dan Brian menatap Raya


" astaga ,iya iya raya mau " ucap raya


" belikan es krim rasa coklat dan vanilla dan kacang hijau " Ucap Naya


" kan dari tadi Raya sudah curiga, sekarang " Naya menggaguk


" dendam betul itu anak , uang nya mana " tanya Raya


" pakai uangmu " ucap Naya


" mana bisa kaya gitu kan buat kamu " ucap Raya

__ADS_1


" kan suami Naya juga yang kasih " Ucap Naya , Raya menjambak rambutnya kasar


" baik lah,pake uangnya raya, ada lagi " tanya Raya ,Naya menggeleng


" adek semangat" ucap Alex tertawa kecil begitu juga dengan Brian


" ingin rasanya menghilang saja dari bumi ini " Ucap raya kesal lalu berdiri


"Lo Ade mau ke mana " tanya ayah yang baru datang


" cucu ayah minta es krim,ayah uang " ucap Raya


" jangan pakai uang ayah " ucap naya


" iya iya pakai uangku puas " Naya mengaguk seolah tidak salah


" kamu suka betul ngerjain Raya " Ucap Brian


" naya dag ngerjain tapi pengen Raya beli es krim"ucap Naya


" iya tidak papa " ucap Brian


" Ade belum turun juga ,kalau sudah di kamar Beta beneran " ucap ibu sisil sambil melihat ke arah tangga


" Raya lagi beli es krim Bu " ucap ayah


" ngapain beli kan di kulkas ada " Ucap ibu


" buat cucumu " ucap ayah


" emang Naya mau es krim apa " tanya ibu sambil menatap Naya


" coklat vanila sama kacang hijau " ucap Naya


" di kulkas ada " ucap ibu


" Naya mau nya Raya beli Bu , pakai uangnya" ucap Naya


" iya sudah tidak papa " ucap ibu ,lalu melihat Alex dan Brian


" apa raya baik baik saja " mereka menggeleng pelan


" ibu sudah bilang bibi bikin sate untukmu " ucap ibu sisil


" makasih Bu " ucap naya tersenyum


beberapa menit kemudian Raya datang dengan kantung es krim di tangannya


" ini makan lah " ucap Raya


" kamu saja yang makan " Raya menatap tajam Naya


" kan tadi minta di belikan es krim" ucap Raya menahan kesal


" tapi Naya dag bilang mau makan es krim cuma bilang beli es krim " ucap Naya polos ,ayah ibu Brian dan Alex cuma bisa menahan senyum


" jadi ini gimana " tanya Raya lagi


" Raya yang makan " Ucap Naya , membuat raya meradang


" AP ...


" adek " ucap ibu sambil mengedipkan matanya ,raya mengatur nafasnya yang sudah sesak karena menahan kesal


"baiklah Raya yang makan " ucap Raya sambil tersenyum paksa


" terimakasih Raya" ucap Naya ,raya hanya mengangguk saja sambil membuka bungkusan es krim itu


" sayang " Brian melihat Naya


" mau es krim di dapur" ucap Naya


uhuk uhuk


Raya melihat Naya


" yaaakkkk NAYA PRANATA " teriak Raya menggema di ruangan itu dia sudah tidak tahan lagi


" eh Raya nanti anakku kaget ,berisik tahu " ucap naya, ibu berdiri mendekati Raya


" demi keponakan mu " bisik ibu sisil , Raya menghela nafas panjang kembali memakan es krim nya sambil menatap Naya


" tunggu iya aku ambilkan dulu " ucap Brian sambil tertawa kecil


" cih lihat saja nanti saat anak Abang lahir aku akan kurung dalam kamar Raya " Ucap raya kesal ,lalu menatap Alex,Alex yang merasa di tatap langsung menutup mulutnya rapat


" lihat saja nanti saat Raya yang hamil, siap siap aja " ucap raya kesal


" raya " panggil Naya


" apa " jawab raya


" apa itu enak " tanya Naya


" kamu mau " Naya menggeleng


" lalu untuk apa kamu tanya " ucap Raya


" suka saja " ucap Naya


" ayah ibu bisa tidak untuk sementara saja Raya tinggal di rumah Tante, Raya bisa darah tinggi Bu " ucap Raya sendu


" tetap di rumah jika tidak ingin kakimu kaka patahkan " ucap Alex,raya hanya mencibir


" sayang " ucap Brian sambil mengarahkan 1 cop es krim coklat pada Naya


" tadi Raya bilang mau tinggal di rumah Tante nya " Ucap naya sambil membuka penutup es krimnya


" kenapa " tanya Brian ,Naya hanya menaikan bahunya


Brian menatap orang di ruangan itu satu persatu ,mereka melihat ke arah Naya


" Ade hanya bercanda sayang " ucap Brian ,dia tersenyum melihat Raya yang kesal karena ulah Naya

__ADS_1


__ADS_2