Sayangi Aku

Sayangi Aku
pekerjaan yang sulit


__ADS_3

Anggi bangun setelah dering alarmnya berbunyi pukul 5.30 tanpa membuang waktu lagi dia langsung mencuci mukanya dan menggosok giginya


setelah itu dia ke luar dari kamarnya menuju kamar Ivan yang hanya melewati dua kamar dari kamarnya


tok ....tok ....


Anggi membuka pintu kamar ivan setelah mengetuk pintu sebagai tanda akan masuk


dia melihat jika Ivan masih terlelap ,tanpa bertanya dia langsung masuk di kamar mandi yang dekat pintu ruangan walk in close


sekalipun itu baru pertama tapi dia sangat yakin jika itu kamar mandi


Anggi menyiapkan air mandi Ivan ,dan beberapa aroma terapi tinggal di apartemen dia bisa dengan cepat menyesuaikan kehidupan ala orang kaya


handuk kecil bathrobe Anggi juga siapkan dekat pintu kamar mandi


setelah itu dia ke luar, tujuannya sekarang walk in close


" ini seperti toko pakaian, orang kaya memang beda iya " gumam Anggi


Anggi menatap satu persatu baju kerja Ivan sambil melirik dan mencocokkan warna nya


di rasa pas sesuai dengan yang di inginkan Anggi mengambil kemeja putih, dan jas merah maron begitu juga celananya


lalu dia mencari dasi untuk Ivan dia sedikit bingung tapi kemudian dia mengeluarkan dasi berwarna hitam ,tidak lupa jam tangan


setelah semuanya siap Anggi ke luar dari ruangan itu


sekarang tugas terberat nya sedang menunggu Anggi menarik napasnya lalu di hembuskan


" tuan " panggil Anggi, Anggi menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" ehs mendingan di suruh nyuci pakaian " gumam Anggi lirih ,dia memberanikan diri memegang lengan Ivan


" tua aaakkkhhhh " Anggi jatuh tepat di atas dada Ivan dan untuk sesat Anggi menahan napasnya


" kamu membangun kan Manusia bukan semut kenapa suaramu kecil sekali " ucap Ivan dengan suara serak khas baru bangun tidur


" bernapas " Ivan membuka matanya


CUP


" kamu bisa mati jika menahan napas " ucap ivan


" tuan jangan seperti ini " ucap Anggi


" kenapa " Ivan mempererat pelukannya


" jantungku mau copot " Ivan tertawa kecil


" aku tau !! sudah kamu siapkan " Anggi mengaguk


" berikan aku satu ciuman baru aku lepaskan " ucap Ivan ,Anggi menggeleng cepat


" baiklah kita akan tetap seperti ini sampai ibu mas


CUP


Anggi memberikan diri dari pada ibu Widya masuk dan beranggapan lain dia tidak mau ibu Widya salah paham apa lagi dia sudah di tampung dan di angkat jadi anak mereka


" anak pintar " Ivan melepaskan pelukannya Anggi langsung berdiri , begitu juga Ivan


lalu dia ke kamar mandi , sedangkan Anggi masih membereskan tempat tidur Ivan ,dan mematikan AC nya


di rasa semua sudah rapi dia langsung ke luar menuju kamarnya karena dia juga harus mandi dan siap² sekolah


setelah menunggu beberapa saat kini Anggi dan Ivan menuju meja makan

__ADS_1


di mana di sana sudah ada ibu Widya dan ayah Ivan yang sudah menunggu


" selamat pagi son , princess " sapa ayah Ivan


" pagi yah ,Bu " Ivan langsung mencium pipi kedua orang tua nya sedangkan Anggi diam di tempat nya


" lakukan yang sama " bisik Ivan


" ah iya ,pagi yah ,Bu " lalu mencium pipi kedua orang angkatnya


" pagi ini ayah dan ibu akan mengantarmu sekolah ,dan pulang nya nanti ayah yang jemput " ucap ibu Widya


" kan ada sopir Bu " ibu Widya menggeleng


" dia anak gadis ibu, jadi ibu dan ayah harus pastikan dengan benar jika dia baik² saja " Ivan hanya menggeleng saja


" kalian membuatnya tidak nyaman pelan² saja Bu , bagaimana pun dia tidak Terbiasa dengan perlakuan seperti itu dia juga punya dunianya sendiri di usia remaja nya " ucap Ivan


" kami hanya ingin nak,apa tidak boleh " tanya ibu Widya


" mengantar saja ,tapi tidak Menjemput mungkin dia akan jalan dengan teman² atau kerjakan kelompok at...


" Anggi tidak papa koh Bu " ucap Anggi karena tidak tega melihat wajah sendu ibu Widya


" makasih sayang ,kalau ayah dan ibu sibuk kamu di antar Kaka mu iya " Anggi hanya mengaguk saja


setelah makan Ivan berpamitan pada ke dua orang tua nya ,tapi yang di lakukan Ivan membuat orang tua nya melotot saat dia mencium bibir Anggi


CUP


" sekolah yang benar " ucap Ivan lalu masuk dalam mobilnya tanpa peduli dengan wajah ke dua orang tuanya , sedangkan Anggi sudah menunduk malu


" yaaakkk Ivan ,astaga sayang apa bibirmu baik² saja " Anggi hanya mengangguk lemah ,ayah Ivan menyenggol istrinya lalu terseyum


" ayo kita pergi nanti kamu telat " lalu mereka masuk dalam mobil untuk mengantar anak angkat mereka yang sudah jadi anak kandung mereka


sedangkan di kampus Dafa membuat kegaduhan bagaimana tidak dia membawa mobil sport putih


tapi dia enggan ke luar dari dalam mobil masih menunggu kedatangan Raya


bahkan Ricko yang sudah datang saja melongo melihat mobil itu


" apa ada murid baru " gumam ricko


tidak berselang lama mobil raya sudah datang di mana mereka di antar sopir


Dafa membuka pintu mobilnya saat melihat raya sudah di luar membuat ricko membulatkan matanya


" kamu beli mobil " Dafa hanya menaikkan bahunya sedangkan para wanita berteriak histeris setelah tau siapa pemilik mobil itu


" Kaka bikin malu " ucap Raya kesal


" sekali² sayang " ucap Dafa tersenyum


" sudah baikan " Dafa hanya tersenyum


" ini kunci mobilmu " raya menggeleng " Kaka pakai saja " ucap Raya


" mobil Raya " Dafa mengaguk " Ray aku pakai boleh " raya mengagguk


" pakai saja Kak,kapan Kaka mau " ucap raya asal


" orang kaya memang beda sekali iya " ucap Ricko


terim....


" mau ke mana " Dafa menarik baju Ricko saat dia akan memeluk pacarnya

__ADS_1


" mau bilang terima kasih " ucap Ricko tersenyum kuda


" ayo masuk malu di lihatin tahu " ucap raya kesal


" ayo ibu² hamil saatnya masuk ruangan " ucap ricko lalu dia mengambil posisi di samping indah sedangkan raya di samping Naya ,Dafa berjalan di belakang mereka


" Ray, nanti pulang kampus aku pakai mobilmu iya buat cari gebetan " Raya hanya mengangguk


" enak saja ,modal woy jangan pakai mobil kekasih ku " ucap Dafa


" cih kekasih " Naya dan indah tertawa keras


" sudah ah ini masih pagi apa kalian berniat membuat kami keram perut " ucap indah


" Kaka Ricko bisa ke rumah cari sendiri mobil yang Kaka mau " ucap Naya


" serius Nay,tidak lagi prank kan, nanti aku di bunuh suamimu dan suami indah " ucap Ricko


" datang saja " ucap Raya


" rezeki anak Sholeh dan rezeki berteman dengan anak orang kaya " mereka hanya menggeleng saja


" dengan senang hati aku akan datang tunggu lah " ucap ricko semangat


" ah iya Abin semalam kirim pesan minta makan siang bersama " ucap Naya ,mulut Raya seketika bungkam


" ikut saja " ucap Dafa


" apa boleh " Dafa mengaguk


" kalian juga harus ikut ,aku sudah bilang sama Abian, dia juga mengajak Cakra " ucap Naya


" Abang sama kaka " tanya Raya


" Abang sudah izinin ,nanti sebentar Kaka kirimkan lokasinya " raya mengaguk


" kamu kenapa " tanya Ricko menatap indah


" tidak papa ,biasa kalau pagi " ucap indah


" mual terus " indah mengaguk


" mau di belikan minuman hangat " indah menggeleng


" perut ku sudah penuh dengan air kak ,lihat lah baru mau dua bulan tapi Seperti hamil 3 bulan " Ricko tertawa


" karena kamu hamil kembar " indah tertawa kecil


" kalian kenapa " tanya Raya saat melihat ricko dan indah tertawa


" ketawa kan perut indah yang belum cukup dua bulan sudah seperti hamil 3 bulan " ucap Ricko


"semoga nanti aku juga bisa dapat kembar " ujar Raya


" kode daf, kode " ucap Ricko


" tenang saja sayang ,akan aku kasih kembar 5 bila bisa " mereka tertawa kecil


melihat kedekatan mereka banyak orang² yang iri tapi mereka tidak berani mendekat ke arah mereka


ada juga yang iri dan merasa tidak pantas jika ke tiga wanita itu berdekatan sama Dafa dan Ricko


siapa lagi kalau bukan Monica sudah berbagai cara membuat Raya melepas kan Dafa tapi sayang Raya bukan orang bodoh karena tanpa dia tau jika raya menyuruh seseorang untuk selalu mengikuti Monica sehingga kartu AS Monica ada bersama Raya sehingga membuat wanita itu tidak berkutik


" masuk lah ,kami harus ke ruangan " ucap Dafa


" jangan lupa makan siang Kak" Dafa dan Ricko hanya mengaguk lalu meninggalkan 3 wanita itu setelah mengantar mereka terlebih dahulu

__ADS_1


__ADS_2