Sayangi Aku

Sayangi Aku
dunia para pria


__ADS_3

pagi ini Brian harus kembali bekerja begitu juga Naya harus kembali kuliah seperti sebelumnya


" nanti kalian ke sini lagi kan " tanya mama Lila


" akan kami usahakan ma " jawab Brian


" iya sudah hati² bawa mobilnya jangan balap² " ucap pak Jhoni ,Brian mengaguk mencium punggung tangan mertuanya begitu juga Naya lalu mereka mencium Nathan


" bapak juga jangan lama² di sekolah nanti tokonya kapan bukanya " ucap Naya tersenyum


" besok baru bapak buka,kan hari ini masih mau lihat² yang mau kerja " ucap pak Jhoni


" iya sudah naya pergi dulu iya ,by Nathan " ucap Naya sambil melambaikan tangannya,Brian membantu Naya masuk dalam mobil nya


" hati² nak " Brian hanya mengangguk lalu masuk dalam mobilnya


setelah kepergian Brian dan Naya ,pak Jhoni juga masuk dalam mobil pemberian Brian untuk ke sekolah karena hari ini hari terakhir nya di sekolah itu sebagai PNS .


sedangkan di sini lain Alex dan indah juga sedang berpamitan dengan ayah Bakrie


" kalau Ade butuh papa nanti telepon ibu saja iya " indah hanya mengangguk saja karena itu sudah beberapa kali di ucap kan ibunya


" kalau suami mu ada kerjaan di luar ,jangan sendirian di rumah ke sini saja " ucap Bakrie


" astaga ,kenapa indah sudah pusing ayah dan ibu mengatakan itu sejak semalam Lo sekarang kalian mengulangi nya lagi " keluh indah ,Alex hanya tersenyum


" kami khawatir indah " ucap ayah Bakrie


" acting ayah benar² buruk ,ayah khawatir sama cucu ayah bukan indah ,karena pikiran ayah kalau indah selalu bar² " ayah Bakrie melongo begitu juga ibu indah


" sudah lah " indah mencium punggung tangan orang tuanya begitu juga Alex


" lain kali berlatihlah dengan baik yah " ucap indah


" ayah Bu ,kami pamit iya " ucap Alex


" iya hati² nak " Alex mengaguk


" kepala mu dear " ucap Alex saat pintu mobil sudah terbuka


" makasih mas " Alex hanya tersenyum


lalu dia ikut masuk dalam mobil ,dia akan mengantar indah dulu ke kampus baru ke perusahaan


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


kini sepasang pria itu sudah duduk di dalam ruangan setelah mengantar istri mereka di kampus mereka langsung ke perusahaan


" apa mertuamu sudah tau " tanya Brian


" iya sudah tuan " ucap Alex


" syukurlah setidaknya kamu bisa fokus pada kehamilan nya, kosong kan jadwal hari ini aku ingin santai " ucap Brian


" baik tuan " ucap Alex ,Alex mengeluarkan HP setelah beberapa saat dia kembali memasukan dalam saku jas nya


" Lex " Alex menatap Brian yang menyadarkan punggung nya di sofa dan memejamkan matanya


" apa kamu pernah berpikiran kita akan hidup seperti ini ,bahkan aku tidak pernah membayangkan jika ayah dan ibu tidak menjodohkan kami ,mungkin aku masih tetap ada dalam lingkaran itu " ucap Brian

__ADS_1


" semua pasti akan tiba waktu nya di mana kita akan ke laut dari zona itu tuan " ucap Alex ,Brian membuka matanya


" kamu benar, syukur Naya orang nya sabar jika tidak mungkin sekarang aku menyandang status duda d usia pernikahan sangat singkat " ucap Brian terkekeh Alex ikut tersenyum


" begitu juga denganmu jika indah tidak hamil ,mungkin kamu masih tetap di tempatmu " ucap Brian ketus


" maaf tuan ,tapi sekalipun indah tidak hamil saya tetap menikahinya " ucap Alex tidak terima


" terus kenapa kamu curi start duluan ,aku tidak percaya jika dia yang duluan " goda Brian menaikan alisnya


" itu kenginginan kami tuan " ucap Alex tanpa beban


" cih kamu kira aku percaya , tampang mu saja dingin tapi otakmu mesum " cibir Brian,Alex hanya diam saja


" itu normal tuan karena saya pria normal " sanggah Alex


" lalu kamu berpikir aku tidak normal karena berbulan² baru menyentuh Naya " Alex hanya menaikan bahunya ,membuat Brian kesal


hap


bantal sofa melayang ke arah Alex ,dengan sigap Alex menangkap bantal itu lalu menyimpan nya di sofa samping duduknya


" lalu apa yang akan kau lakukan untuk Nisa " tanya Brian


" bekerja " jawab Alex


" iya aku tau bangsat " umpat Brian kesal


" saya juga bingung tuan,karena kehadiran nya berdampak pada indah jika membiarkan dia kembali ke sini " ucap Alex, Brian dapat menangkap jika Alex terlihat sangat gelisah sekaligus khawatir


" lakukan saja bagaimana pun kemanan Indah lebih baik " Alex mengaguk


" baik tuan " ucap Alex


" apa perlu kita panggil dengan Ivan tuan " Brian mengaguk ,Alex mengambil HP nya


Tutt.....Tutt.....


" ke kantor sekarang dalam waktu 5 menit " titah Alex lalu dia mematikan sambungan telepon nya


Brian tertawa kecil " kau akan membuat nya gila " ucap Brian


" maaf tuan ,jika tidak seperti itu dia akan selalu bertanya " ucap Alex


benar saja Ivan menatap layar HP nya bahkan kini dia sudah mengumpat Alex


" apa dia gila menyuruh ku ke sana 5 menit " umpat Ivan


tapi dia tetap berjalan ke luar dari ruangan nya dan berjalan dengan langkah besar menuju mobilnya


bahkan umpatan untuk Alex selalu terlontar dalam dari mulutnya


hanya 20 Menit Ivan sudah sampai di perusahaan Brian ,bahkan mobilnya dia menyuruh salah satu security di sana untuk di parkir kan lalu dia masuk dalam


sekolah dia melihat ke arah resepsionis ,entah dorongan dari mana dia malah berbelok ke arah itu


" iya tuan ,ada yang bisa saya bantu " ucap Anggi saat Ivan sudah di depannya


" nanti ikut dengan ku makan siang " ucap Ivan

__ADS_1


" saya sudah membawa bekal tuan " tolak Anggi halus karena semua mata sudah menatap ke arahnya


" aku tidak menerima penolakan " setelah mengatakan itu Ivan pergi meninggalkan Anggi begitu saja


" kamu punya hubungan dengan dokter pribadi tuan muda " tanya teman Anggi


" tidak " ucap Anggi sambil menggeleng dengan cepat


" tapi tadi, bahkan aku saja yang sudah cukup lama bekerja di sini tidak pernah dia berdiri di meja resepsionis " ucap temannya


" tuan Ivan ,dokter yang menangani ayahku di rumah sakit mungkin ada yang ingin tuan Ivan bahas tentang itu karena sebelumnya dia sudah pernah bicara tentang itu " ucap Anggi ,temannya kini mengaguk mengerti tanpa dia sadari jika wajah anggi kembali sendu saat mengatakan itu tapi bagaimana pun dia harus punya alasan yang kuat agar mereka tidak curiga


" kamu menyuruh ku dalam waktu 5 menit sedangkan kalian hanya duduk bersandar di sofa dengan tangan di dada dan tanpa rasa bersalah kalian menatap ku seperti itu " bentak Ivan kesal


" kau " tunjuk nya pada Alex " aku hampir kecelakaan karena menyuruh ku dalam waktu yang singkat bahkan aku ke parkiran saja biasanya 5 menit harus aku persingkat menjadi 5 detik " ucap Ivan sambil mendudukkan bokong nya di samping Brian


" apa kau sibuk " tanya Alex ,Ivan menarik napasnya kasar percuma dia mengomel toh memang dasar kulkas


dia tidak akan peduli dengan nya mau marah atau tidak


sedangkan Brian sudah terkekeh membuat Ivan berdecak


" kenapa ?? ada apa " tanya Ivan setelah mengatur nafasnya


" ayo kita bermain ,sudah lama bukan " ucap Brian


" tumben, apa sudah tidak ada kolega bisnis mu atau yang lainnya sehingga kamu meluangkan waktumu yang berharga ini hanya untuk bermain di jam kerja ,bahkan berkas di atas mejamu itu menandakan kamu belum menyentuh nya " ucap Ivan


" jika kamu tidak ingin ,tidak usah ayo Lex " Ivan menahan tangan Brian


" baik² aku ikut " Brian tersenyum tipis


" baiklah ,tunggu aku ganti dulu pakaian" ucap Brian


" lalu aku pakai baju apa " tanya Ivan


" minta sama Alex " ucap Brian lalu masuk dalam ruangan pribadi nya


" tunggu nanti ada yang akan mengantar kan nya " lalu Alex juga meninggalkan Ivan sendirian dalam ruangan itu


" yakkkkk " terisak Ivan tapi dua manusia itu tidak menghiraukan teriakan Ivan


setelah selesai dengan berganti baju yang lebih santai ,mereka segera menuju tempat di mana mereka akan bermain


" apa Semua nya sudah siap "tanya Brian


" sudah tuan " ucap alex


" ingat jangan sampai jam makan siang " ucap Ivan


" kenapa " tanya Brian


" aku ada urusan sama Anggi " Brian mengeritkan keningnya


" apa kamu lagi mencoba mendekati nya " tanya Brian


" tidak " Sanggah Ivan


" benarkah " Ivan mengaguk

__ADS_1


" tapi sayang nya aku tidak bodoh " cibir Brian ,Ivan hanya diam saja tanpa menanggapi ucapan Brian


__ADS_2