
pagi ini terasa berat bagi Naya ,di mana kedua orang tuanya serta Kaka dan adiknya akan kembali ke rumah mereka
padahal dia baru saja bertemu dengan kaka satu²nya itu dan sore harinya dia harus kembali ke tempat di mana dia ikut pelatihan tapi dia harus kembali berpisah untuk waktu yang cukup lama
" jangan nangis nanti anak² juga ikut nangis Nay " ucap mama Lila memeluk Naya
" kenapa harus buru² " ucap Naya sesegukan
" bukannya bapak sudah janji weekend ke sini lagi " ucap pak Jhoni
" tapi lama " ucap Naya ,Brian mengelus punggung istrinya
" apa kita tinggal di sana saja " Naya menggeleng ,bagaimana pun mereka tidak mungkin meninggalkan mertuanya di rumah besar ini
" kalau begitu jangan nangis lagi, kasian anak² yank " ucap Brian, Naya menghapus air matanya
lalu menatap kedua orang tuanya serta Kaka adiknya
" janji iya weekend ke sini " mereka mengaguk
" Kaka juga kalau di telepon jangan jual mahal " Ilham tersenyum mengaguk
" iya sudah kamu pamit iya,jangan suka marah² " Naya mengaguk
" hati²,Kaka kabari Naya kalau sudah sampai " Ilham hanya menaikan jempol nya
Brian membawa Naya dalam pelukannya sedangkan si kembar dalam gendongan ibu sisil dan ayah Abbas
" kakek balik dulu iya jangan nakal jangan rewel iya nanti kakek ke sini lagi sama Kaka Nathan iya " pak Jhoni mencium pipi ke dua cucunya
" om balik dulu iya ,nanti kalau sudah selesai om ajarin cara menembak dan main lumpur " ucap Ilham tersenyum kuda lalu mencium kening ke dua ponakan nya itu
" cari istri dulu baru ajarin mereka menembak dan main lumpur " Ilham menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" ingat pesan mama,jangan begadang kalau anak² sudah tidur kamu juga ikut tidur, jangan terlalu di pikirkan jika ASI mu belum ke luar " Naya mengaguk
" kami balik dulu mba ,mas " ayah Abbas dan ibu Sisil mengaguk
" hati² " ucap mereka bersamaan
setelah kepergian orang tuanya kini Brian dan Alex yang berpamitan ke kantor begitu juga raya dan indah akan ke kampus karena harus mendaftar ulang sebelum akhirnya nanti kembali aktif kuliah sedangkan Naya belum kepikiran tapi dia akan membicarakan dulu pada suaminya apa dia harus mengambil cuty atau bagaimana
" kenapa cemberut hm " tanya Brian,Naya menggeleng
" Abang usahakan pulang cepat " Naya mengaguk
__ADS_1
" berangkat dulu iya, jangan terlalu lelah minta tolong saja sama pelayan untuk jaga Abang sama Ade " ucap Brian
CUP
Brian mencium kening Naya setelah itu dia melihat ke dua anak² nya
" sayang ,papi kerja dulu iya jangan rewel sama Oma opa, nanti jengkot opa tumbuh kembali Lo " ucap Brian tertawa kecil
karena di mana ayah nya harus di paksa mencukur seluruh bulu yang tumbuh di wajahnya semenjak kehadiran si kembar begitu juga dirinya
" jangan lembur bang, nanti lanjutkan lagi kerjaan nya besok " Brian mengaguk
" Abang pergi iya " Naya mengaguk
" hati² " Brian mengaguk tersenyum
ayah,ibu dan Naya masuk dalam rumah setelah melihat mobil Alex sudah meninggal kan pekarangan rumah
" kenapa nak ?? kamu kesepian " Naya mengaguk tersenyum
" apa seperti ini jika semua orang pergi " ibu Sisil tertawa kecil
" iya seperti ini lha jika kalian semua pergi hanya ada ayah dan ibu di rumah ini sekalipun banyak pelayan tapi mereka juga sibuk dengan kerjaan mereka " ucap ibu sisil
" kenapa kamu meminta maaf ,justru kami berterimakasih karena sudah memberi kan malaikat dua " ujar ayah abbas sambil memainkan pipi Abang Az
" ibu ,kata Abang mau pakai pengasuh saja " ujar Naya saat mereka sudah sampai di ruangan tengah
" kamu yakin ,tidak tunggu aktif kembali " Naya mengaguk
" kata Abang, setidaknya mereka sudah mengenal pengasuhnya agar tidak susah saat tinggal kuliah " ucap Naya
" baiklah ,nanti ibu Carikan ,mau berapa dua " Naya mengaguk
" tapi apa tidak papa Bu, jujur Naya takut " ucap Naya mengeluarkan pendapat nya
" kita akan memilih yang terbaik nak, ayah akan ikut bantu pilih " ucap ayah abbas menenangkan menantunya
" yang tua saja iya Bu,yah tapi jangan yang tua sekali takutnya nanti mereka tidak bisa gendong si kembar intinya yang pengalaman " ayah dan ibu mengaguk
" ayah akan memilih kan yang terbaik untuk cucu kami " ucap ayah abbas
"makasih ayah ibu " ucap Naya tulus
" sudah sana kamu istirahat saja , ibu yakin semalam kamu begadang " Naya hanya tersenyum lembut
__ADS_1
" anak² kami yang jaga tidak usah khawatir " ujar ayah abbas
" terimakasih ayah ibu, Naya naik ke atas dulu iya " ucap Naya
betul kaya mama nya dia tidak boleh selalu menyuruh mertuanya yang menjaga anaknya sekalipun mereka pasti tidak keberatan sama sekali
dan dia sudah yakin dengan keputusan nya memilih pengasuh untuk si kembar
"iya nak,nanti ibu suruh pelayan bersihkan kamar tamu saja untuk kamu dan si kembar istirahat dari pada kalian naik turun tangga " ucap ibu sisil
" ibu memang terbaik " ucap Naya lalu memeluk ibu Sisil lalu gantian memeluk ayah Abbas
" sudah sana istirahat nanti mereka rewel " Naya mengaguk lalu mencium ke dua pipi anaknya
" jangan rewel iya sayang ,mami tinggal sebentar " ucap naya lalu pergi menuju kamarnya
" akhirnya dia mau juga pakai pengasuh yah " ayah Abbas mengaguk
" kalau begitu bilang sama mba sitti untuk menyuruh keponakan nya segera ke sini " ucap ayah abbas
karena memang sebelumnya mereka berdua sudah bertanya² pada pelayan rumah mereka
dari pada mencari di luar dan mereka tidak tau asal usulnya lebih baik mencari yang sudah ada memang dan Niat bekerja
" tapi keponakan nya hanya satu yah " ucap ibu sisil
" kita tanya lagi yang lainnya siapa tau ada " ibu Sisil mengaguk setuju
"hei Abang ,koh anteng betul tidurnya apa tidak ingin bermain dengan opa hm " ayah abbas memainkan pipi Abang Az
" iya,anak gadis juga tenang betul tidurnya apa kalian semalam begadang dan bermain dengan papi dan mami kalian " tanya ibu sisil
" mereka lucu iya Bu, wajahnya sepeti Abang kecil dulu tidak ada yang beda semuanya menurun dari Abang " ucap ayah abbas tertawa
" iya makanya Naya kesal karena anak² nya dua²nya mirip Abang, padahal dia yang hamil " ibu Sisil tertawa
" semoga sampai tua nanti kita selalu dilimpahkan kebahagiaan seperti ini Bu, sekarang tinggal Ade ,Abang sama Alex sudah memiliki keluarga " ucap ayah abbas
" kita berdoa saja semoga di beri umur panjang agar bisa lebih lama lagi bermain dengan cucu serta cicit kita nantinya " ayah abbas mengaguk
" aamiin ,cepat besar jagoan Malik agar bisa memberikan opa cicit yang banyak " ucap ayah abbas ,ibu sisil tersenyum
mereka sangat bahagia di usianya yang sudah tidak muda lagi mereka masih di beri kepercayaan dan umur panjang untuk bermain bersama cucu nya dan semoga mereka pun bisa bermain dengan cicitnya nanti hanya itu keinginan mereka sekarang
yaitu kebahagiaan anak² nya serta cucu nya nanti
__ADS_1