
" hai Nay " panggil Dafa ,saat ke kantin dia tidak melihat mereka sehingga saat selesai makan siang dia menyempatkan waktunya untuk singgah di ruangan Naya
" ah Kaka Dafa " Ucap indah
" koh kalian dag ke kantin ini kan waktunya makan siang " tanya Dafa sambil menyapa Naya
" kami bawah bekal kak " Ucap Raya
" Nay kamu kenapa pakai masker masih sakit " tanya Dafa
" sedikit kak " Ucap Naya
" kita ke rumah sakit mau ,atau ke UKS " tanya Dafa ,indah dan Raya hanya tersenyum kecut
" tidak usah kak, tadi Raya sudah kasih vitamin " ucap Naya
" vitamin apa " tanya Dafa lagi
" vitamin C " ucap Raya asal
" yaelah daf segitunya khawatir nya sama Naya " ucap Ricko
" diam jangan mengganggu " ucap Dafa
" iya iya kalau suka ngomong " ucap ricko lagi
" kakak sudah makan " tanya indah mengalikan pembicaraan
" iya tadi kita makan di kantin tapi kita tidak melihat kalian makanya singgah sebentar di sini " ucap ricko
" kami kebetulan bawah bekal kak ,masih di larang sama dokter makan sembarangan karena asam lambung Naya kambuh jadi kami temani Naya di sini " ucap indah
" kamu asam lambung Nay " tanya Dafa, niat hati indah agar Dafa tidak curiga saat Naya mual malah makin rumit
" iya tapi sudah mendingan makanya makannya cuma buah saja " ucap Naya lagi
" tapi tidak papa kan " tanya Dafa ,Naya hanya mengangguk saja
" sudah ayo kita masih ada kelas " ucap ricko
" iya iya nanti pulang aku antar iya " ucap Dafa
" kami masih mau ke rumah indah kerjakan tugas " ucap Naya cepat indah mengaguk saja
" baik lah tapi lain lagi kaka antar atau jemput kuliah iya,ah iya kamu sudah ganti nomor kakak minta " ucap Dafa ,Naya menatap Raya dan indah
" sini Kaka aku kasih kan no Naya " Dafa langsung memberikan HP nya, lalu Raya memberikan padanya lagi
" makasih iya nanti aku hubungi, aku sudah kirim pesan simpan iya " ucap Dafa , Naya hanya mengangguk saja
" ehs kamu kasih no nya siapa " tanya Naya saat Dafa sudah ke luar
" Abang " ucap raya ,Naya dan indah menepuk jidatnya
" nanti kalau dia telepon gimana " tanya Naya
" biarkan saja" ucap Raya
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" makanan nya tidak enak Lex , pengen masakan istriku " ucap Brian sendu padahal makanan nya sudah habis
" maaf tuan tapi makanan anda sudah habis " ucap Alex
" terpaksa aku makannya " ucap Brian ,Alex hanya menghembuskan nafas nya
" baik tuan " ucap Alex
" apa istri ku baik baik saja " tanya Brian
" mereka baik baik saja tuan " ucap Alex
" ah aku merindukan nya Lex " ucap Brian
" apa aku harus mendengarkan kamu merengek terus seperti ini " ucap Alex jengah dari pagi itu terus yang di bahas sehingga melupakan jika sekarang mereka sedang di kantor
__ADS_1
" maaf tuan saya khilaf " ucap Alex sambil menunduk
" cih " cibir Brian
" HP ku bunyi Lex " Alex langsung membuka HP Henry
" apa tuan bertukar no dengan Dafa " Brian mengeritkan keningnya
" bahkan aku cuma tau namanya ,orangnya saja baru tadi aku lihat " ucap Brian
" lalu ini " Alex memperlihatkan pesan yang Dafa kirim pada nya
" dia minta aku save nomornya ,untuk apa " Alex mengangkat bahunya ,Brian langsung mengambil hpnya di tangan Alex lalu mencari no seseorang
Tut.....Tut.....
" sayang "
" iya "
" boleh aku tanya "
" iya boleh "
" tapi jangan tersinggung atau marah iya "
" iya sayang "
" apa kamu memberikan no ku pada Dafa "
" apa dia menghubungi mu "
" dia kirim pesan sayang "
" tadi Raya yang kasih maaf ,soalnya dia minta no ku jadi Raya kasih no mu ,maaf iya sayang "
" ah iya sudah tidak papa,kamu sudah makan "
" sudah ini kami di kelas,kamu sudah makan "
"maaf iya ,nanti kalau sudah bisa aku bikinkan bekal lagi "
" iya sudah kamu lanjut lagi ,nanti langsung pulang iya "
" iya sayang "
lalu Brian mematikan telepon nya,lalu Hp nya di berikan pada Alex
" simpan saja NO nya, Raya yang kasih karena dia meminta no hp Naya " ucap Brian
" Ade pintar juga " ucap Alex sambil menyimpan no Dafa
" dia bekerja dengan benar demi uang bulanan " ucap Brian
" apa aku akan memberikan full untuk bulan depan " tanya Alex
" nanti saja " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex
" ayo kita lanjut kerja lagi aku ingin cepat pulang dan menemui istriku " Ucap Brian tersenyum
" baik tuan " ucap Alex
" apa dia menghubungi Abang " tanya Raya
" iya tapi katanya tidak papa " ucap Naya
" iya sudah biarkan saja , kamu baik baik saja kan " tanya Raya
" iya kan, kamu sudah ganti parfum " ucap Naya, Raya hanya mengangguk saja
" Ray " Raya melihat Naya
" kayanya minum cendol enak deh " ucap Naya
__ADS_1
" kita beli nya di mana " tanya Raya
" aku juga bingung " ucap Naya
" kenapa " tanya indah
" dia pengen cendol " ucap Raya,indah mengakat alisnya
" kamu dag tahu cendol " indah menggeleng
" astag ,kamu hidup di mana, sama saja kaya Raya" tanya Naya
"kan itu hari aku baru dengar Nay,sudah kita mau beli di mana " tanya Raya
" nanti saat pulang saja biasanya banyak yang jualan kan habis ini kita pulang kan " Raya mengaguk
" izin sama Abang dulu " Naya menggaguk
husband 🥰
📤 sayang boleh tidak nanti saat pulang Naya beli cendol dulu
beberapa menit Brian membalas pesan Naya ,membuat Naya tersenyum
📥iya tapi hati hati iya setelah itu langsung pulang
📤makasih sayang 😘😘
"bagaimana " tanya indah
" di bolehin tapi habis itu langsung pulang " ucap Naya
" iya sudah tidak papa ,ayo fokus dosennya sudah masuk " ucap Raya ,Naya menyimpan hpnya dalam tas sedangkan indah langsung menghadap ke depan
" cih ngidam cendol makanan apa lagi itu ,apa sebuah permen ,istriku unik sekali kenapa dia tidak mengidam beli tas baju mobil rumah " gumam Brian
" apa dia takut aku miskin bahkan kartu dia tidak pakai,aneh " gumam Brian lagi
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" akhirnya ,ayo Raya cepat aku mau minum cendol " Ucap Naya
" tunggu yang lain ke luar dulu nanti kamu jatuh " Ucap Raya
" kenapa mereka lama sekali ke luar "ucap Naya
" sabar ok ,mereka juga bau " ucap indah ,Naya duduk kembali sambil menggoyangkan kakinya
" ayo " ucap Naya saat sudah mulai sunyi
" iya sudah ayo ,sopir juga sudah menunggu ,kamu mau ikut Nda " tanya Raya
" iya nanti aku ikut belakang mobil kalian " ucap indah
" baik lah " ucap Raya
lalu mereka ke luar dari ruangan itu ,Naya mendahului mereka membuat Raya dan indah panik
" hei tunggu ,ehs Naya nanti di marahin Kaka sama Abang Lo " teriak Raya
" iya iya " ucap Naya berhenti menunggu Raya dan indah
lama mereka berputar mencari cendol mata mereka mengikuti jalanan siapa tahu ada yang menjualnya
" kenapa di saat di butuhkan mereka malah menghilang " Ucap Raya
" bagaimana kita ke pasar saat nona muda nanti saya yang turun membelinya " ucap sang sopir
" koh tidak dari dari pak " ucap Raya
" maaf nona muda " ucap sang sopir
" iya sudah tidak papa ayo kita ke pasar pak " ucap Naya
" Raya pakai uangmu iya ,aku tidak punya uang cash " Raya hanya mengangguk saja karena dia tahu jika Naya hanya memegang kartu yang di berikan Abang nya dan Naya orangnya yang malas ribet narik narik
__ADS_1