
Naya pulang agak sore, karena membikin kue tidak hanya 3 jenis melainkan 4 ,dan dia juga menunggu bapak nya pulang karena terakhir bertemu saat melihat Ilham
sedangkan Brian sudah tida di rumah tapi dia bingung kenapa tidak ada Naya yang biasa menyambutnya
" nyonya muda masih di perjalanan tuan " ucap pak Mamat
" ah iya paman ,Brian ke atas dulu iya " ucap Brian
Alex melihat ayah nya depan pintu
" ayah istirahat lah " ucap Alex saat didepan ayah nya
" tapi nak
" istirahat " titah Alex tak terbantahkan
" iya nak " sekalipun Alex anaknya tapi dia tetap mengikuti nya karena Alex adalah orang kepercayaan keluarga Malik dan semua perkataannya adalah mutlak ,dan itu membuat pak Mamat bangga
Alex dan ayah nya berjalan beriringan menuju paviliun tempat mereka sekarang
" nanti ayah siapkan air nya " ucap pak Mamat sambil mengikuti langkah Alex ke kamarnya
" tidak usah ,Alex masih mau istirahat sebentar ayah istirahat saja ,nanti sebentar kita makan malam bersama jika nyonya muda sudah datang " ucap Alex sambil masuk dalam kamarnya ,pak Mamat hanya mengangguk
Elvi berlari ke arah kamar saat di beri tahu pelayan jika Brian sudah di kamarnya bahkan kue yang di bikinnya hanya di simpan di atas meja makan dan menyuruh pelayan untuk menyimpan di dalam lemari kitchen
brak
Naya mengatur napasnya saat sudah dalam kamar ,Brian yang duduk di sofa di buat kaget d dengar suara pintu kamar terbuka keras
" sayang " ucap Naya dengan senyum manisnya ,tapi dalam hatinya tidak demikian dia mendekati Brian yang menatapnya
" apa sudah lama datang,maaf " ucap Naya sambil mencium pipi Brian ,Brian menaikan alisnya menatap Naya sekaligus bahagia
" apa kamu membuat kesalahan,kenapa manis sekali sikapmu " ucap Brian masih menatap Naya
Naya menelan ludahnya paksa " aku hanya merindukan mu " ucap Naya memeluk lengan Brian
" cih kau pintar sekali ber acting " cibir Brian sambil melepaskan tangan Naya yang di lengannya
" maaf tadi Naya nunggin bapak pulang kerja baru Naya balik " ucap Naya tersenyum kikuk
" mandi lah , sebentar baru kamu mendapatkan hukuman mu di situ " tunjuknya pada ranjang tempat tidur " sudah saat nya bukan aku meminta nya " bisik Brian tersenyum di telinga Naya
badan Naya menegang kaku ,dia sudah berpikir jauh
apa ini akhir dari semuanya batin Naya tapi bagaimana pun itu sudah seharusnya bukan
__ADS_1
" baiklah aku mandi dulu ,tunggu saja di meja makan nanti aku nyusul " ucap Naya
" Naya "
" iya " jawab Naya
" apa kau tidak melupaka sesuatu " tanya Brian sambil menaikan alisnya
" ti...tidak " ucap Naya gugup
" kamu baru datang Lo dan kita baru ketemu " seketika Naya tersenyum dan mendekati Brian " maaf " sambil mengambil tangan Brian mencium punggung tangannya
" telat ,sana mandi kamu bau " ucap Brian ,membuat Naya memicingkan matanya dan meninggalkan Brian di sofa
kini mereka semua sudah di meja makan, pak Mamat juga ikut makan karena di minta ayah Abbas dan Alex sekalipun dia menolak
mereka makan dengan tenang tidak ada yang bersuara selain sendok dan garpu , jangan lupa dengan Raya yang biasanya cerewet masih dalam mode ngambek terhadap Brian Abang nya karena tidak mengerti Jose dari Raya
setelah selesai makan kini mereka masih duduk di meja makan sambil bertukar cerita
" ibu ada pesanan mama ,katanya buat ibu " ucap Naya sambil berdiri mengambil bawaan nya yang dari rumah nya ,dia memberikan pada mertuanya kue kering toples kaca
" ini kue ke sukaan ibu nak ,astaga kenapa tidak bilang jika Naya mau bikin kue jika tau ibu ikut " ucap ibu sisil
" kenapa tidak mengajakku " ucap Raya
" kan kamu lagi marah ,aku takut manggilnya " ucap Naya , Raya hanya memutar bolanya malas
" kapan " tanya Raya dengan antusias
" kalau mereka tidak sibuk " jawab Naya,raya melihat Brian dan Alex bergantian tapi mereka diam saja
" terimakasih nyonya muda " ucap Alex sambil menunduk kepalanya
" berterimakasih lah dengan benar " ucap Brian ketus, tapi Alex hanya tersenyum simpul
" kalau buat ayah mana " ucap ayah abbas
" hm hm bagi sama ibu saja iya " ucap Naya sambil tersenyum kikuk
" yang itu buat siapa banyak betul " ucap ayah abbas
" maaf ayah ini punya Abang nanti besok Naya bikin lagi janji " ucap Naya
ayah tertawa " sudah tidak papa ayah cuma bercanda " ucap ayah abbas
" ini " ucap Naya
__ADS_1
" cih " cibir Brian
" Naya " panggil Raya sambil mengadahkan tangannya di dekatnya ,Naya melihat Raya gugup
" ini " Brian memberikan satu kue kering di tangan Raya " sudah kan " ucap nya lagi
Raya memakannya " harusnya Abang itu berterima kasih sama Ade ,karena sudah mempertemukan kalian" ucap Raya
" kakak " tapi Alex cuek sambil memakan kuenya dan memberikan pada ayah nya,membuat Raya makin kesal akhirnya dia berdiri mendekati ibunya dan memakan kue ibunya
" kenapa harus berterima kasih pada Ade ,kan ayah yang menjodohkan mereka " ucap ayah abbas
" tapi dia teman Raya " ucap Raya tegas
" tapi kami tidak tahu dia teman mu " ucap ayah abbas
" sudah sudah kenapa jadi ribut sih ,kue ibu habis Raya kamu makannya kaya ikut lomba saja " ucap ibu sisil kesal ,raya hanya tersenyum
" nanti bikin lagi iya Nay , bilang saja sama ibu nanti ibu bantu dan sambil belajar " ucap ibu Naya
" kenapa kalian selalu membuat istri ku bekerja, tuh anak gadis ibu " ucap Brian sambil menunjuk Raya
" kita sama sama belajar Abang " ucap ibu
" sayang minta bayaran sama suaminya dan ayahnya karena sudah mau mengajari mereka " ucap Brian sambil melihat Naya ,Naya hanya mengangguk dan tersenyum dia tau jika Brian hanya bercanda
" sekarang mana bayaran nya ,ayah cepat " ucap Brian lagi
" Alex bayar istrinya anak ini " ucap ayah abbas sambil menunjuk Brian
" maaf ayah,bukannya menolak tapi Brian lah yang jadi tuan saya sekarang " ucap Alex sambil memakan kue nya
Ayah Abbas langsung menatap tidak percaya pada Alex " apa kamu tidak kenyang habis makan nasi " cibir ayah Abbas kesal
" ini sangat enak ayah " ucap Alex memakan kue akar kelapa ,sedangkan Brian hanya melihatnya saja
" apa kue nya akan di bawah ke kantor tuan " tanya Alex
" tidak,nanti sampai di sana kamu yang habisin " ucap Brian ketus
" maaf tuan tapi saja juga punya " ucap alex sinis
setelah mereka berdebat karena kue bikinan mama dan Naya mereka memasuki kamar masing-masing begitu juga dengan Alex yang kembali ke paviliun sedangkan pak Mamat seperti biasa memeriksa setiap sudut rumah dan yang lainnya
" kamu ingat ucapan ku tadi "tanya Brian pada Naya
" lakukanlah " ucap Naya
__ADS_1
akhirnya malam ini ,malam yang sangat membahagian untuk Brian dan Naya ,sekalipun Brian belum sepenuhnya tapi dia yakin Naya yang terbaik untuknya begitu juga dengan Naya
Brian memeluk istrinya ,sedangkan Naya sudah terlelap dalam mimpi indahnya , Brian mencium kening Naya dengan lembut setelah itu dia menyusul istrinya memasuki alam mimpi