Sayangi Aku

Sayangi Aku
detik-detik lamaran


__ADS_3

Allaahu akbar


Allaahu akbar


Allaahu akbar


laa illaa haillallahuwaallaahuakbar


Allaahu akbar walillaahil hamdu


Allahu akbar


Allahu akbar


Allahu akbar


kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa


wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa


Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu


Mukhlishiina lahuddiin


Walau karihal kaafiruun


Walau karihal munafiqun


Walau karihal musyriku


Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah


selamat hari raya idul Fitri 1443 H


mohon maaf lahir dan batin


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ»πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


malam yang di nanti oleh Raya telah tiba, di mana keluarga Dafa akan datang ke rumahnya


bahkan sejak tadi Raya sudah bolak balik dalam kamarnya ingin melihat ke luar tapi dia tidak cukup berani untuk ke luar sebelum di suruh ke luar


tidak jauh beda dengan mereka Ivan dan Anggi kini mereka telah memasuki pekarangan rumah Brian


bahkan Anggi melotot kan matanya ,rumah Ivan saja sudah membuat nya kaget dan dia mengira itu lah rumah yang paling bagus dan mewah


nyatanya yang kini di lihatnya lebih mewah bahkan terkesan seperti istana


" ayo turun " ucap Ivan tapi Anggi tidak bergeming


" Anggi "ucap Anggi sedikit meninggi kan suaranya membuat Anggi kaget


" iya kak, maaf " ucap Anggi ,Ivan ke luar dari mobil tanpa menjawab ucapan Anggi


membuat Anggi juga ikutan turun


" ayo " Ivan mengulur kan tangannya Dan di sambut baik oleh Anggi


" Kaka kita ke rumah siapa " tanya Anggi karena sejak tadi dia ingin bertanya


" calon mertuamu " celetuk Ivan, membuat Anggi menghentikan langkahnya


" ayo kita sudah di tunggu "


Ivan membalikkan badannya saat melihat Anggi berhenti


" pulang saja, aku tidak punya calon mertua nanti ibu marah "


Ivan menarik napasnya kenapa jika berhadapan dengan Anggi membuat nya sangat gemas


CUP


" masih mau pulang " tanya Ivan


tapi Anggi hanya diam saja karena masih mengatur detak jantung nya


" maaf dok, kalian sudah di tunggu tuan muda " ucap pak Mamat yang menghampiri mereka


" ah iya paman, makasih " ucap Ivan lalu menarik Anggi yang masih menatapnya sejak ciuman usai


"kenapa lama " tanya Brian, saat Melihat Ivan datang bersama dengan Anggi


" maaf, tadi ada Masahlah teknis sedikit " ucap Ivan ,


lalu berahli menatap ayah Abbas dan ibu Sisil


baru mencium punggung tangan nya

__ADS_1


di ikuti Anggi sekali pun dia belum tau siapa yang di salamanin nya


" siapa " tanya ayah abbas setelah melihat mereka duduk


" adik " ucap Ivan singkat


" jangan berbohong pada ayah ,jika tidak ingin berurusan dengan ayah " ucap ayah abbas dingin


Anggi yang mendengar suara itu membuat badannya menegang


dia merasa Ivan lah yang paling dingin ternyata orang yang di dekat nya kini lebih dingin dari Ivan


" Ivan tidak berbohong silahkan tanya pada ibu Widya dan suaminya " ujar Ivan lagi


Anggi menatap Ivan karena lakiΒ² itu menyebut nama orang tua angkat nya yang di mana orang tua Ivan


" bahkan matamu lebih jujur dari mulutmu " Ivan hanya mendengus kesal


" siapa namanya nak " tanya ibu sisil lembut


" a...Anggi nyonya " ucap Anggi gugup


" kamu siapa nya Ivan " tanya ibu sisil lagi


" a..dik angkat nya " Ivan tersenyum menang menatap ayah Abbas tapi yang di tatap biasa saja


indah dan Naya yang baru turun dari kamar raya melihat kehadiran Ivan dan Anggi


membuat nya berlari tapi itu hanya selangkah saat suara dingin menggelegar di ruangan itu


" satu langkah lagi kau berlari akan ku patahkan kakimu " ucap Alex dingin menatap tajam indah


membuat wanita hamil muda itu menelan ludahnya paksa dan tersenyum paksa sedangkan Naya hanya menggeleng saja lalu mendekati suaminya


" jangan berlari jika tidak ingin di buang " ucap Ivan lembut tapi sangat menakutkan jika yang mendengar nya


" jika terjadi papa dengan anakmu,akan ku buat kamu memohon " Ucap Alex kesal


" maaf tadi hanya senang saja " ucap indah tersenyum


" apa yang kamu senang kan melihat mereka " tanya Alex,tapi indah hanya tersenyum dan memeluk lengan Alex dengan erat


" selamat malam Nona


" jangan menyapa istriku" ucap Brian memotong ucapan Ivan


" Anggi "


" ah iya selamat malam juga Anggi " lanjut Naya lalu menatap tajam suaminya


" jaga matamu jika tidak ingin aku mencongkel nya " Naya hanya mendengus kesal


" Ade mana koh belum turun " tanya Ivan


" nanti sebentar jika keluarga Dafa sudah datang " ucap ibu sisil


" jam berapa " tanya Ivan lagi


" jam 8 ,ini masih jam 7 sebentar lagi " ujar ayah abbas


" silahkan di minum nak " ucap ibu sisil ,Anggi hanya membalas nya dengan senyuman


" minum, mereka tidak akan berani meracunimu " Anggi langsung mengambil minumnya


dia benarΒ² bingung dan takut berada di keluarga ini


apa lagi cara bicara dan aura mereka sangat menakutkan


" kau Haus " tanya Ivan setelah Anggi meminumnya hingga tandas


" kalian membuat nya ketakutan ,jangan takut mereka memang seperti itu " ucap ibu sisil lembut ,dia hanya mengaguk saja


" duduk " ucap Alex saat Melihat indah akan berdiri


" hai Anggi " sapa indah ,Anggi tersenyum


" iya kak " jawab Anggi


" kenapa ibumu tidak ikut " tanya ayah abbas


" tidak usah ,bikin repot ayah tau jika dia akan ke sini seperti apa heboh nya dan itu membuat ku sakit kepala " ujar Ivan jujur


" Abang ,Kaka Ade bosan di kamar "


semau membalikan badan saat mendengar suara cempreng dari arah tangga sambil turun


"cantik sekali mantan pacar Kaka " Raya hanya mendengus saja , sedangkan Anggi menatap Ivan dan raya bergantian

__ADS_1


cantik batin Anggi menatap Raya saat dia sudah lebih dekat


" kaka juga tambah ganteng " Ucap Raya lalu duduk di samping Ivan dan Kembali menggombal nya


CUP


Anggi melotot kan matanya apa Ivan selalu saja mencium wanita cantik sesuka hatinya


padahal Ivan hanya mencium kening raya karena itu sudah kebiasaan begitu juga Brian dan Alex


" biasanya juga betah dalam kamar bahkan tidak keluar pun seharian bisa " ucap Naya


" itu kan dulu " ucap Raya


" bukan bosan tapi dia hanya tidak sabar saja " ucap indah lagi


" siapa bilang ?? orang biasa saja " elak Raya cepat


" benarkah?? lihat lah wajahmu tambah merah karena malu " ucap Naya lagi


" aku hanya ke panasan ibu hamil " celetuk raya sambil memegang pipi nya


"iya kah ,kau benar sekali pun bohong " ucap indah lagi


yang ada di ruangan itu hanya diam saja , sedang kan Ivan tersenyum melihat perdebatan para wanita itu sedang kan Anggi hanya diam dan bingung dengan keadaan sekitarnya


" sejak kapan rumah ini kepanasan bahkan aku saja tidak merasa panas " ucap Naya,Brian hanya mengelus perut istrinya


" itu karena kamu hamil besar " ucap Raya


" justru hamil harus nya kami yang merasa gerah karena itu biasa untuk orang hamil !!!apa kamu juga hamil " tanya indah


" hamil dari mana, membuat nya saja tidak pernah " ujar Raya kesal


"lalu kenapa kamu kepanasan " tanya Naya


" karena aku ingin " ujar raya asal


" bukan ingin, tapi kamu sudah tidak sabar apa Dafa tidak jadi melamar mu " ucap Naya


" Abang, suruh istrimu diam " raya menatap tajam Naya " ade sudah dandan cantik bahkan tadi perawatan di salon jangan karena mulutnya Ade kehabisan kesabaran dan membuat penampilan Ade jelek " ucap Raya menekan ucapan


" jangan sampai Dafa melamar Monica bukan kamu " timpal indah mencoba memprovokasi Raya dan membuat nya kesal


" yaaakkk ibu hamil jelek gendut apa kalian mendoakan pertunangan ku batal !!! kau kau " tunjuk nya pada Naya dan indah " kita bukan teman atau sahabat atau saudara iya sekarang kita orang asing "


benar saja Raya sudah meledak mendengar ucapan wanita hamil itu


karena dia sudah tidak bisa menahan nya lagi


" Naya, indah " Naya dan indah tersenyum mendengar suara peringatan tingkat satu


" maaf " ucap mereka tapi Raya hanya berdecak saja


" jangan marah kau terlihat jelek " ucap Ivan tersenyum lembut


" mereka yang duluan kak " rengek raya manja membuat Ivan tertawa kecil


" nona Naya dan indah hanya bercanda " ucap Ivan menggegam tangan Raya


setelah itu mereka kembali bercerita dengan santai


sedangkan di kediaman Dafa mereka sudah siap untuk ke rumah Raya


tidak terlalu banyak ,karena itu permintaan Brian


jadi hanya orang tua Dafa dan Kaka tertua dari ayah Dafa untuk mewakil kan bicara tapi seluruh keluarga Dafa sudah mengetahui pertunangan Dafa sehingga mereka hanya bisa menunggu di rumah


" kau takut " Dafa menggeleng


" aku hanya sedikit gugup Ric " Ucap Dafa menatap ricko


karena mereka menggunakan mobil yang beda dengan kedua orang tuanya dan pamannya


" tenang lah, apa yang kamu takut kan bukannya mereka sudah merestui mu " tanya balik Ricko


" iya ,tapi tetap aku gugup karena apa pun itu keputusan hanya ada sama tuan Brian dan tuan Alex sekalipun yang lainnya setuju " Ricko Mengaguk membenarkan


bahwa keputusan dua lakiΒ² itu adalah jawaban yang sangat susah untuk di dapat Dafa


sekalipun selama ini mereka hanya diam saja


tapi bukan berarti mereka tidak tau papa tentang hubungan Dafa dan raya


" tenang lah ,yakin kan pada hatimu jika mereka menerima mu juga " ucap Ricko sambil memukul lembut pundak Dafa


" semoga saja " ujar Dafa, dia menarik napasnya dalam lalu di hembuskan

__ADS_1


kehadiran Ricko membuat nya sedikit tenang tapi tetap saja perasaan gugup itu masih ada


__ADS_2