
" Kaka kita ke mana " tanya Raya saat masuk dalam mobil Dafa ,setelah memastikan Naya aman karena Raya tidak bisa menemani jadi indah lah yang menemani Naya
"pokonya tempat yang bagus " ucap Dafa,dia membantu raya memasang safety belt ,raya memundurkan badannya dan menahan nafasnya kaget karena Dafa melakukan tiba² ,setelah selesai Dafa menatap raya yang masih menahan nafasnya
CUP
raya melotot kan matanya saat benda kenyal itu mendarat di bibir tipisnya
" manis " bisik Dafa,membuat Raya tersadar
" kenapa hm " Raya hanya menggeleng " mau ulang " raya mengagguk sedetik kemudian menggeleng lagi ,membuat Dafa tersenyum lalu kembali duduk di kursinya menjalankan mobilnya
" jangan ke banyakan nonton drakor sayang, itu membuatmu penasaran lebih " ucap Dafa, tanpa melirik ke arah raya
sedang kan raya jangan di tanya lagi ,dia bahkan menyentuh bibirnya nya " sayang " panggil Dafa
" iya kak,maaf Kaka bilang apa tadi " tanya raya cepat
" I love you Raya" raya memalingkan wajahnya ke arah jendela menyembunyikan wajah nya yang terasa panas
" koh dag jawab baby " tanya Dafa ,ah baby apa Raya bisa berteriak karena senang
" jangan gombal terus ,kakak tahu Raya orang nya dag sabaran " Dafa tertawa keras
" apa kamu sebelumnya seperti ini sama mantan mu " tanya Dafa menatap sekilas ke arah Raya
" aku mana ada mantan kak " Dafa menatap raya yang cemberut
" maaf baby maksudnya " raya menarik nafasnya kasar lalu di hembuskan
" aku tidak pernah pacaran kak,aku menjaga jarak saja dengan orang ,Kaka tau kan sebabnya apa " Dafa mengaguk siapa lagi kalau bukan Abang dan Kaka nya yang terlalu posesif
" terus kenapa dengan ku tidak " tanya Dafa ,Raya menaikan bahunya
" aku juga bingung ,mungkin karena Kaka temannya Naya ,sehingga bisa dekat mungkin karena itu " ucap raya
" yakin hanya karena itu " raya mengagguk " iya awalnya itu tapi sekarang beda " ucap raya
" apa nya yang beda " tanya Dafa
" entah, mungkin semenjak kita sering teleponan dan tukar pesan ,tapi apa raya bisa bertanya " Dafa mengaguk
" apa Kaka memintaku menjadi pacar Kaka ,ada kaitannya dengan Naya ,atau memang Kaka mempunyai perasaan seperti aku ke Kaka "
cciiittt
" maaf sayang ,tadi aku melihat sepertinya ada yang lewat ,kamu tidak papa kan " tanya dafa khawatir ,dia hanya kaget dengan pertanyaan raya yang seolah tau pikirannya
syukur Dafa menahan bagian depan raya ,sehingga kepala raya tidak kejeduk ,raya mengagguk pelan
" raya baik² saja,Kaka jujur saja raya tidak papa " tanya raya
" sayang ini kencan pertama kita Lo " ucap Dafa
" iya maaf kak " Dafa mengaguk lalu menjalankan mobilnya kembali
hampir saja apa aku harus lebih hati² nanti nya batin Dafa
semenjak di perusahaan Naya dan indah sudah di ruangan Brian
" kalian sudah makan " tanya Brian menatap Naya dan indah
" sudah Abang / tuan " ucap mereka
" panggil sama kaya raya dan Naya Nda bukannya kamu akan masuk dalam kelurga kami " ucap Brian
" iya tuan ,nanti saya coba " ucap indah sedikit kikuk
" ah iya bisa Panggil kan Alex di Ruangannya "indah menatap Naya
" aku mau temani Abang dulu " ucap Naya
" baik tuan,permisi " ucap indah dengan berat hati ,padahal Brian bisa saja menelpon nya atau apa lah
__ADS_1
ceklek
Alex mengangkat kepalanya saat mendengar pintu ruangan terbuka
" Lo dag ngomong mau ke sini ,kita ke ruangan sebelah saja " ucap Alex berdiri mendekati nya
" tidak,aku ingin berdua dengan mu ,tadi aku tanya sekertaris katanya kamu di ruangan mu makanya aku masuk ke sini " Alex hanya mengangguk lalu mereka duduk di sofa
" ah iya lusa aku akan kembali ke sana ,ada yang akan aku urus ,tapi setelah itu aku akan kembali ke sini lagi paling cuma sebulan di sana " ucap Nisa ,Alex menatap Nisa meminta penjelasan yang lebih jelas
" liburku susah habis ,dan bulan depan aku balik untuk menetap di sini " ucap Nisa
" kau serius " Nisa mengaguk " baiklah kembali lah dengan sehat kami menunggu kamu " ucap Alex
" apa tidak ada tanda perpisahan " Alex mengerutkan keningnya " maksudnya " Nisa menghembuskan nafasnya kasar lalu dia mendekati Alex yang masih menatap nya hingga
CUP
" maaf mengganggu " Alex menatap ke arah pintu lalu mendorong Nisa keras ,membuat tubuh Nisa menjauh
" Alex " pekik bisa memegang pinggang nya ,Alex berdiri ke arah pintu tapi tangan di tahan Nisa
indah menarik nafasnya nya lalu di hembuskan " maaf tuan, tuan Alex nanti ke sini sebentar lagi " ucap indah tersenyum seolah tidak terjadi papa
BRAK
" indah " panggil Alex dengan nafas yang ngos-ngosan ,Brian menatap kedatangan Alex dan Nisa bersamaan membuat Brian dan Naya bingung
" kenapa, biasa saja buka pintunya " ucap Brian kesal
" maaf tuan ,kita perlu bicara " Alex menarik tangan indah ,tapi indah menghempaskan tangan Alex dengan keras hingga terlepas
" ada apa " tanya Brian
" dengar kan dulu penjelasan ku .....
" kenapa sih Lex ,kenapa indah harus mendengarkan penjelasan mu, dia sudah dewasa bukan anak kecil jika melihat hal kaya tadi" ucap Nisa kesal
" tadi aku ciuman sama Alex ,pas indah masuk mungkin dia melihat nya " Brian dan Naya menatap Alex yang masih menatap memohon pada indah yang hanya diam
" CUKUP" bentak Alex menatap tajam Nisa " dia istri ku jadi perlu aku jelaskan " Nisa hampir saja terjatuh jika tidak berpegang di sofa ,indah menatap Alex kaget istri sejak kapan
" bukannya aku sudah bilang jangan melewati batas mu , awalnya aku ingin bicara baik² tapi sepertinya perlakuan ku kamu salah artikan ,bukannya kamu sudah tau dari dulu sampai sekarang perasaan ku sama terhadap mu, aku mengikuti semua kenginginan mu tidak lebih hanya sebagai teman ,adik perempuan kami ,ingat itu di otak kecilmu " ucap Alex mengeluarkan semua yang dia pendam selama ini
" tidak, kamu bilang kamu menyayangi ku bukan " Alex menarik napasnya mengepalkan tangannya
" iya aku menyayangimu ,sebagai adik begitu juga mereka Naya dan raya aku menyayangi mereka sebagai Adik, tapi tidak dengan indah, apa kamu tau cincin yang aku pakai itu hari itu cincin kawin kami " seolah tertimpa batu besar Nisa langsung luruh ke lantai Brian membantu Nisa berdiri
" Brian semaunya ini bohong kan " tanya Nisa lirih
" Nisa kami tau perasaan mu sama Alex selama ini tapi kamu tidak bisa memaksakan bukan ,Alex diam selama ini karena tidak ingin pertemanan kita hancur begitu saja karena rasa ego " Nisa menatap Brian sinis ternyata mereka semua sengaja sembunyikan darinya ,Nisa berdiri dan ke luar dari ruangan Brian tapi sebelum itu dia meletakkan kunci mobil yang di berikan alex untuknya
BRAK
Brian dan Alex memejamkan matanya , sedangkan Naya menggegam tangan indah
" undurkan pemeriksaan nya 1 jam , selesaikan urusan kalian " Brian menarik tangan Naya ke luar dari ruangannya tanpa mengatakan papa lagi
" kita ke ruangan Alex iya " Naya Mengaguk
" apa Ade kaget " Naya menatap Brian " sedikit bang,tadi Kaka buka pintu keras sekali " ucap Naya Brian memeluk Naya
" ayo masuk dulu " Brian membukakan pintu ruangan Alex
"maaf nak ,jika kamu kaget ,ayah akan menghukum paman mu itu " ucap Brian kesal
" Abang gimana indah " Naya menatap Brian sendu
" sudah tidak papa ,yang penting Nisa sudah tau sekalipun dengan cara seperti ini " Naya mengaguk
" kasian juga Kaka Nisa, tapi mau gimana lagi " ucap Naya
" sudah " Brian memeluk istrinya
__ADS_1
sedangan di ruangan Brian ,setelah kepergian Brian dan Naya ,Alex menggegam tangan indah tapi indah menjauhkan tangannya
" dengar kan aku ,dia datang hanya untuk meminta izin kembali ke luar negeri dan dia mencium ku duluan bukan aku yang mencium nya atau berciuman " ucap Alex lembut
" aku ingin putus " Naya menatap tajam indah
"tidak ,bahkan sekalipun dalam mimpimu ,kau yang membuatku tertarik padamu jadi jika bukan aku yang memintanya ,itu tidak akan mungkin!! "
indah menatap Alex " kalau begitu lepas kan saya " teriak indah ,sudah terlalu lama dia menahannya bukan
" kenapa tidak bisa hah, apa kamu tau apa yang aku rasakan selama ini ,tidak bukan ,aku membencimu Alex " ucap indah lirih dengan air mata yang mengalir deras
" maaf .....
" apa kamu pernah berfikir jika kamu itu egois " indah mengangkat tangan nya yang masih ada cincin tunangan mereka " aku melepaskan nya hanya beberapa hari ,kamu melepaskan nya hanya karena permintaan nya ,dan kamu selalu dingin dan datar terhadap ku ,sedangkan dengan nya bahkan perlakuan mu lembut seperti kapas , terus hanya kata DIA aku ucapkan untuk nya kamu membentak ku , kamu juga masih ingat bukan saat aku di antar jemput sama ricko dulu itu pun hanya satu kali apa yang aku lalui ,apa seusai dengan yang kamu lakukan dengan ku , Tidak Alex , apa kamu melihat aku menjauhi mu mendiamkan mu ,bahkan sekalipun kamu tidak membalas pesan ku aku tetap mengirimkan , kamu hanya meminta ku mengerti posisi mu hanya itu yang mampu kamu ucapkan " indah menarik napasnya kasar ,Alex hanya diam membiarkan indah mengeluarkan isi hatinya
"lalu itu " indah menunjuk kunci mobil di atas meja " apa kamu pernah menjelaskan padaku ,kamu ke apartemen nya apa kamu juga cerita ,saat dia merangkul mu di depan mataku bahkan tadi jika aku tidak melihat nya aku tidak yakin kamu akan menceritakan juga bukan " indah menarik napas melepaskan cincin nya
" berani kamu lepas ucapkan selamat tinggal dengan perusahaan ayah mu, kamu tau kan GM Corp pemegang saham terbesar di sana , pilihan di tangan mu " indah menatap tajam Alex
" maaf aku harus berbuat seperti itu ,jika itu membuat mu tetap di samping ku " Alex memeluk indah " maaf aku tau aku terlalu dalam menyakiti mu, tetap lah di sampingku jangan pernah berpikiran untuk pergi sekalipun itu hanya mimpi jangan , aku mencintaimu aku tidak ingin pisah dari kamu ,maaf jika aku egois dan tidak bisa mengambil sikap sehingga membuatmu terluka ,maaf dear " ucap Alex lembut tangisan indah pecah dalam pelukan Alex
"aku lelah begini terus ,aku tidak butuh hubungan ini aku cape " Alex menatap indah " malam nanti aku ke rumah ,kita akan menikah bulan depan atau Minggu depan ,aku tidak meminta kamu menyetujui nya atau menolaknya ,kamu tidak punya hak untuk itu ,aku hanya memberi tahu mu " ucap Alex
" aku ti ... hemmpt
" bukannya aku sudah bilang kamu tidak punya hak menolak ,jangan memaksaku menghancurkan perusahaan ayah mu" Alex mengambil HP nya di saku celananya " hanya dengan aku berkata hancurkan kamu pasti kamu tau kan apa yang terjadi " ucap Alex tersenyum sinis
" kenapa jadi maksa sih " Alex tersenyum " jika itu bisa membuat mu berada di samping ku ,aku akan melakukan nya,bagaimana " ucap Alex
" iya aku akan menikah dengan mu ,puas " bentak indah ,Alex mengelus pipi indah
" jadi lah gadis yang pintar, tapi kamu harus bisa ngerti jika nanti kamu akan jadi yang ke dua ,kamu tau kan hidupku sebagian besar untuk GM Corp " indah mendengus kesal
" jangan marah lagi, masa kamu cemburu sama perusahaan " indah mencibir Alex bahkan dia mengumpatnya
" dear, aku tau Lo kalau kamu mengumpat ku ,apa perlu aku memberikan hukuman pada mu " ucap Alex mengelus bibir indah
" awas ,bikin muak saja syukur cinta jika bukan mungkin sudah lama aku membunuhmu " Alex tertawa keras mendengar ucapan indah
" ayo kita temui mereka, kita harus melihat calon anak Brian " Alex berdiri begitu juga indah ,bahkan kini tangan Alex berada di pinggang indah membuat indah kesal
" kamu harus terbiasa dear, karena aku tidak suka milikku di sentuh orang lain apa lagi di lirik " ucap Alex
" lalu kakak kemarin apa tadi juga ....
"masih ada sekertaris Lo dear apa perlu aku mencium mu di sini lupakan yang kemarin , sekarang kita jalani dan kamu di larang berkomentar diam kita akan masuk " indah hanya bisa menutup mulutnya rapat
" maaf tuan " Brian menatap tangan Alex yang ada di pinggang indah begitu juga Naya , posesif itu lah yang ada di kepala mereka
" ayo kita jalan " ucap brian berdiri begitu juga dengan Naya
" biasa saja tangan nya " bisik Brian saat sudah di dekat Alex tapi Alex tidak peduli ,bahkan dia menarik indah dalam pelukan nya ,membuat indah semakin malu menunduk kepalanya
" cih, lihat lah kau seperti anak ABG " cibir Brian saat mereka dalam Lift
" 2 Minggu lagi kami anak menikah tuan " Naya dan indah menatap Alex ,indah mengira hanya omong kosong saja
" iya " ucap Brian
" kaka serius * tanya Naya berbalik kebelakang
" iya nyonya muda ,kami hanya takut jika nanti indah sudah hamil " indah menelan ludahnya paksa
bugh
" jangan mengotori pikiran istri ku Lex jika tidak ingin aku membunuhmu sekarang juga " ucap Brian kesal
" indah kamu
" Alex hanya bercanda " potong Brian cepat, Naya bernafas Lega ,
" maaf " bisik Alex ,indah hanya mendengus kesal
__ADS_1