Sayangi Aku

Sayangi Aku
acara bakar-bakar


__ADS_3

sore harinya rumah Alex sudah ramai di mana sudah ada ayah ibu,teman²nya serta ipar dan juga si kembar


sedangan kan yang lainnya masih belum datang karena masih kerja , sedangkan mertua Naya masih ada urusan di luar , sedangkan mertuanya sendiri jangan di tanya lagi di mana pak Mamat


" bibi apa semuanya sudah siap " tanya indah pada pelayan rumah mereka


" sudah nyonya " indah mengaguk " makasih iya bibi siapkan saja setelah itu bibi bisa istirahat begitu juga yang lainnya " ucap indah


" terimakasih nyonya " ucap mereka


" kamu dari mana " tanya Raya,saat Indah menghampiri mereka di dekat kolam


" ade baik² saja " indah mengaguk dan tersenyum menatap orang tua nya


" ayah sama ibu terlalu cepat ke sini nya " ujar indah


" ibumu sudah tidak sabar mau lihat rumah yang di berikan suamimu " ucap ayah nya ,indah hanya menggeleng saja


" kak Dafa sudah cocok Lo " ujar indah melihat Dafa dan Ricko bermain dengan si kembar


" benarkah, apa aku langsung saja " tanya balik Dafa sambil menggoda Raya yang kini sudah menunduk


" iya dek, langsung saja jika sudah dapat restu " ucap Siska yang sudah mulai akrab dengan teman² Adik iparnya


" kasihan Raya nya kak, nanti di tinggal ke Landon " ujar ricko,Dafa hanya tersenyum


" kan bisa LDR,nona Raya juga kan masih kuliah " ucap Siska


" mana tahan Raya kak jika sudah menikah baru berjauhan bisa² dia ikut Kaka Dafa " celetuk Naya tersenyum mengejek


" cih, lihat saja nanti " ucap raya kesal


" ini adek nya nak Alex iya " Siska menatap ayah Indah lalu tersenyum


" iya tuan " ucap Siska


" ayah saja sama dengan Alex iya,sering² ke rumah kalau tidak sibuk bawah si kembar atau ikut indah " ucap ayah indah


" iya y....yah " ucap Siska gugup


" Titip anak ibu yang bandel dan nakal ini iya ,jika dia berbuat di luar akal pukul saja kepalanya supaya benar otak nya " ucap ibu indah ,siska mengaguk sambil tertawa kecil apa lagi kini wajah indah sudah mengkerut


" anak ibu itu siapa sih " tanya indah kesal


" fajar " ucap mereka serempak membuat indah semakin kesal


" maaf semuanya aku harus pulang , takut nya suami Naya pulang " ujar Naya


" dek,Kaka balik dulu iya " ucap Siska lagi


" Kaka,Azzam sama azzura sama kita saja iya " Siska mengaguk


setelah itu Naya dan Siska ke rumah mereka masing² menyambut suami mereka pulang


" adek ngapain di sini " tanya ibu indah


" temani kalian " ujar indah


" sambut suamimu dek " ucap ayah indah


" nanti ada pelayan yang datang yah, tadi indah sudah titip " mereka mengaguk


sedangkan di depan rumah,Alex menaikan alisnya saat istrinya tidak menyambutnya pulang


" maaf tuan ,nyonya ada di belakang bersama mertua Anda dan teman² nya " ujar pelayan yang menyambut kedatangan Alex


Alex melangkah kan kakinya menuju arah kolam renang dan benar saja di sana sudah ada mertuanya Dafa Ricko yang sedang bermain dengan di kembar


" ayah ibu " mereka semua berbalik ,indah langsung berdiri di tempat nya

__ADS_1


" jauh " indah lalu duduk kembali membuat mereka bingung


Alex mencium punggung tangan mertuanya lalu ikut duduk di samping nya


" tuan " Alex hanya mengangguk saja menatap Dafa dan ricko yang asik bermain dengan si kembar


" sudah lama datang nya yah " tanya Alex


" iya lumayan,ibumu ingin Cepat² ke sini " cibir ayah Indah sedangkan ibu hanya diam saja


" kenapa tidak istirahat dulu " tanya Alex


" ibumu datang langsung berkeliling,bahkan lelahnya langsung hilang saat masuk pintu gerbang " ucap ayah indah


" istirahat saja dulu, acaranya malam " ujar Alex


" kalian juga istirahat lah " ucap Alex menatap Dafa dan ricko ,lalu dia menatap Raya yang duduk dekat mereka


" Ade " Raya menatap Alex " sudah mandi " raya menggeleng


" mandi lah, bahkan bau badan mu bikin Kaka pusing " ujar Alex lalu meninggalkan mereka , sedang kan raya menatap kesal ke arah Alex yang kini sudah menghilang


" Kaka,aku mandi dulu iya " Dafa mengaguk tersenyum" Tante om Raya ke rumah dulu iya , istirahat saja anak mantu kalian jika tidak di ikuti omongan nya bisa berubah seperti Black " ujar Raya lalu pergi dari tempat itu


indah mengikuti langkah kaki Alex dari belakang, sedangkan Alex tetap berjalan karena dia dari luar jadi belum bisa bersentuhan dengan indah karena dia dari bekerja dan bertemu dengan banyak orang


sedangkan di kediaman Brian ,Naya sudah menyiapkan air untuk suaminya ,dan juga pakaian gantinya


" Abang,ayo mandi baru kita ke sana " ucap Naya


" kamu sudah mandi " Naya mengaguk " Ade rewel tidak " tanya Brian


" tidak bang ,hanya tadi di kampus dia makan bakso porsi banyak " Brian hanya tersenyum


" iya sudah Abang mandi dulu iya, keranjang pakaian kotor jangan di sentuh nanti bibi yang ambil " Naya hanya mengangguk saja


Brian masuk dalam kamar mandi sedangkan Naya menunggunya sambil bermain HP di sofa


" di rumah Kaka, main² sama temannya indah " ucap Siska,mengambil tas dan juga jas suaminya


" nanti repotin nona indah yank ,apa lagi dia tengah hamil muda " ucap Boby


" di jaga sama Dafa dan Ricko mas ,tadi mau di bawah mereka tidak mengizinkan di sana juga sudah ada mertua Kaka " ucap Siska


" aku siapkan airnya dulu iya mas " ucap Siska


" tidak usah yank, aku mandi pakai shower saja ,minta tolong siapkan pakaian ku saja iya " Siska mengaguk


lalu masuk di ruangan ganti mereka, sedangkan Boby sudah masuk di kamar mandi setelah melepaskan pakaian kerja nya


" Kaka maaf tadi tidak menyambut mu di bawah " ucap indah kini mereka sudah berada di dalam kamar


" iya tidak papa, aku mandi dulu kami duduk saja " ucap Alex,lalu masuk dalam kamar mandi, Indah berdiri dia akan menyiapkan pakaian untuk suaminya


sedangkan Brian sudah rapi dengan pakaian pilihan suaminya ,lalu dia mendekat ke arah Naya


" anak ayah hari ini ngapain saja hm " tanya Brian sambil mengelus perut buncit Naya


" aku bobo ayah " ucap Naya menirukan suara anak kecil


" iya kah, apa anak ayah tidak menginginkan sesuatu ayah kangen mencarikan apa keinginan Ade " ucap Brian


" aku sudah besar ayah " ucap Naya,Brian tertawa kecil


" benar kah anak ayah sudah besar,berarti nanti sudah bisa bantu ayah di perusahaan " tanya Brian


" iya ayah " ucap Naya


" apa teman² mu juga ikut " tanya Brian ,Naya mengaguk

__ADS_1


" bahkan mereka sudah di sana bang ,sejak pulang kampus tadi dan lebih parahnya lagi mereka numpang mandi di rumah indah " ucap Naya tertawa kecil


mengingat kegilaan Dafa dan ricko yang enggan pulang ke rumah karena malas harus pulang pergi lagi jadi sekalian mereka ikut pulang ke rumah indah dan mandi di sana


" Dafa juga " Naya mengaguk " kenapa dia tidak mandi di rumah saja " tanya Brian


" Naya juga tidak tau, mungkin karena memang tadi langsung di rumah indah kali " ucap Naya asal


"Abang kapan kita lihat Ade " tanya Naya


" nanti aku tanya Alex dulu ,supaya tidak bertabrakan dengan jadwal di kantor " ucap Brian


" iya bang, apa nanti indah juga ikut " tanya Naya


" mungkin jadi sekalian periksa nya " ucap Brian


" anak Kaka apa iya bang " tanya Naya


" kamu maunya apa " tanya balik Brian


" aku sih terserah,kalau perempuan dia bisa jadi teman Ade jadi dia nanti tidak kesunyian dan ada teman cerita ,jika laki² dia akan jadi pelindung buat Ade nanti nya selain teman buat Ade " ucap Naya


" mau laki² atau perempuan dia akan tetap jadi pendamping nya kelak yank " Naya mengaguk saja


" kamu tidak mengundang mama dan bapak " Naya menggeleng " tidak usah bang ,bapak pulang nya pasti agak sorean terus belum lagi mau ke sini besok juga mau ke sekolah lagi ,kan weekend kita ke sana " ucap Naya


" baiklah ,apa Abang perlu ratakan sekolah bapak kerja ,kenapa lama sekali bikin keputusan " ucap Brian


Naya hanya tertawa kecil " sabar Abang kalau di ratakan kasian anak sekolah dan guru² yang lainnya ,Abang apa Kaka Ilham tidak bisa libur sehari saja ,Naya Kangen " Brian menghembuskan napasnya kasar


"sayang bukan nya Abang tidak mau ,tapi Ilham menolak karena dia ingin seperti yang lainnya ,nanti jika dia libur kita pergi lihat , biasa hari Minggu mereka bisa di jenguk oleh keluarga tapi bukan Minggu ini iyaa " ucap Brian


" lalu kapan ??? Abang juga katanya mau pergi ke luar negeri urusan kerjaan " tanya Naya


" nanti Abang tanya Alex iya " Naya mengaguk


" temani Abang sini yank " Naya mengikuti Brian duduk di balkon


" abang jika nanti Raya menikah apa dia tidak tinggal di sini ' tanya Naya sekalipun dia tau jawabannya


" dia kan harus ikut suaminya yank ,kaya kamu sekarang " ucap Brian


" bakalan sepi nantinya " ucap Naya


" nanti Abang usahakan mereka tinggal dekat sini biar mereka Raya selalu dekat dengan kita " ucap Brian


" apa Abang sudah setuju dengan Kaka Dafa " tanya Naya


" Abang hanya mengawasi saja yank ,untuk itu urusannya Raya dan Dafa jika mereka merasa cocok iya nikah " ucap Brian


" berarti jika nanti kaka Dafa datang meminta Raya Abang sudah setuju " tanya Naya


" untuk sekarang Abang belum izinkan, dia masih kuliah lagian dia masih muda ,iya Abang tau kalian seumuran tapi abang belum bisa melepaskan dia sekarang " ucap Brian menatap ke arah depan


" iya Naya ngerti koh, apa lagi Abang sama Kaka selalu memanjakan dia pasti berat buat kalian " Brian mengaguk


" jika Abang bisa memilih biarkan Raya hidup sendiri,Abang bisa memenuhi kebutuhan apa pun yang dia inginkan tapi bagaimanapun Abang tidak boleh egois ,dia sama seperti Abang yang pasti ingin punya pendamping dan anak nanti nya " ucap Brian


" sayang kamu tau, dulu saat aku terpuruk sempat aku berpikir enggan menikah karena selain kecewa,sakit dan benci dengan dia membuatku merasa semua wanita sama, tapi saat bertemu denganmu aku jadi mengingat lagi jika semua tidak sama , Alex dulu memaksaku untuk membuka hati untukmu awalnya aku ragu lebih tepatnya takut sih karena Abang tidak mau kejadian dulu terulang lagi " ucap Brian lagi


" tapi sekarang aku bahagia kehadiran mu kehadiran Ade di tengah² kita benar² merubah semuanya, yang dulu nya aku sangat suka bekerja dan malas pulang karena jika sudah sendirian akan kembali berputar kejadian dulu, sekarang aku ingin cepat pulang jika tidak memikirkan perusahaan kalian mungkin Abang ingin di rumah saja " ucap Brian sambil tertawa kecil


" naya tidak terlalu mengerti tentang yang seperti itu ,tapi Naya selalu belajar untuk tetap ikhlas karena dengan itu kita bisa hidup lebih tenang lagi sekalipun susah,ah iya apa kabarnya sekarang " tanya Naya menatap suaminya


Brian mengakat bahunya " Abang tidak tau lagi ,itu Alex yang urus " ucap Brian


" kalau Kaka Nisa,Kaka lagi " Brian mengaguk


" dia sejak dulu selalu seperti itu yank, dia hanya ingin memastikan semuanya berjalan dengan benar " ucap Brian tertawa kecil

__ADS_1


" ayo kita ke sana mungkin sudah di tungguin mungkin juga Ivan sudah ada di sana " Naya mengaguk


lalu mereka masuk dalam kamar dan menutup balkon kamar baru ke kaur dari kamar mereka menuju rumah Alex dan indah


__ADS_2