
sesuai perjanjian malam ini mereka akan makan malam bersama keluarga indah sejak tadi Raya mulai mengomel dengan pakaian yang akan dia pakai membuat kepala Naya pusing
" kamu tidak usah ikut " ucap Naya lalu meninggalkan Raya dalam kamarnya menuju ruang tengah
" kamu kenapa sayang" tanya Brian saat istri nya sudah duduk di samping nya dengan wajah kesal
" itu Raya kaya mau ke undangan saja pilih baju dari tadi dag selesai orang cuma makan malam saja " ucap Naya kesal
" sudah biarkan saja " ucap Brian sambil menggegam tangan istrinya
"RAYA " teriak ayah Abbas menggema dalam ruangan itu
" sudah tinggal kan saja tidak enak jika kita di tunggu terlalu lama padahal kita yang mengundang " ucap ibu sisil mereka pun ke luar menuju mobil
" kenapa tidak tunggu Ade " ucap Raya sambil berlari ke arah mobil
" kamu jadi ikutnya " tanya ibu sisil
" iya Bu " ucap Raya
" kebiasaan, kalau tau dandan nya lama kenapa tidak dari jam empat sore " ucap ayah abbas
" maaf " ucap Raya
" sudah masuk atau kita tinggalkan Beneran " ucap ayah abbas, Raya langsung masuk dalam mobil dia duduk di depan samping Alex di barisan ke dua ada ayah Abbas dan ibu yang di belakang ada Brian dan Naya
" kamu tidak papa yank " tanya Brian
" tidak bang " ucap Naya
" kalau ada papa ngomong saja iya nak " ucap ibu sisil
" iya Bu "ucap Naya
kini mobil mereka sudah memasuki restoran milik keluarga Brian, Brian membantu istrinya turun dari mobil lalu menggegam tangan istrinya masuk ke dalam restoran itu ,semua pegawai yang bekerja di setho menunduk kepalanya saat bos mereka memasuki restoran
" selamat datang tuan " ucap salah satu dari mereka
"apa mereka sudah datang " tanya ayah abbas
" sudah tuan " ucap nya
" baiklah, tidak usah mengantar kami " ucap ayah abbas lalu mereka menuju Ruangan yang sudah di siap kan
Alex membuka pintu untuk mereka masuk di dalam sudah ada keluarga indah yang menunggu,mereka masuk di dalam ,kelurga indah seketika berdiri semua
" maaf menunggu lama " ucap ayah abbas
" tidak papa tuan,kami juga baru datang " ucap ayah indah
" silahkan duduk " ucap ayah abbas
mereka pun duduk saling berhadapan,Brian membantu istrinya duduk begitu juga Alex membantu Raya,indah sejak keluarga Raya datang dia selalu menunduk
"kenalkan ini Naya istrinya Brian " ucap ayah abbas
" selamat untuk pernikahan nya tuan muda ,nyonya muda " ucap ayah indah sambil tersenyum
" terimakasih tuan " ucap Brian tulus sekalipun wajahnya datar
" indah indah " panggil Raya tapi indah tetap menunduk
" adek di panggil teman nya " ucap Kaka indah
" ssttt Kaka diam saja ,anggap tidak dengar " ucap indah berbisik
" ade kenapa " tanya Alex
" tuh indah di panggil dag jawab " Alex melihat indah bingung ada apa dengan wanita itu
" kita makan dulu ,karena perut juga tidak bisa di ajak baik baik jika tidak di isi. " ucap ayah abbas
__ADS_1
" iya benar itu tuan bisa bilang konsentrasi " ucap ayah indah sambil tertawa kecil
" mau makan apa yank " tanya Brian,Naya menggeleng
" jadi mau apa " tanya Brian
" buah saja " ucap Naya lirih ,Brian mengambilkan buah yang ada di atas meja itu lalu memberikan pada istrinya
setelah itu mereka makan, Kaka indah sesekali melirik ke arah Raya ,Alex menatap Kaka indah setelah itu dia kembali makan,
" maaf tuan kami mengundang kalian makan malam mendadak tanpa persiapan papa " ucap ayah abbas setelah mereka makan
" tidak papa tuan ,bahkan kami sangat berterimakasih bisa makan malam bersama kalian " ucap ayah indah
" sebelumnya saya pribadi mengucapkan terimakasih pada anak anda indah ,karena dia anak dan cucu saja baik baik saja dan sekali lagi maaf karena melindungi anak kami dia harus mengalami luka " ucap ayah abbas berdiri dan menundukan badannya, ayah ibu dan Kaka indah Melihat ke arah indah
" tidak papa tuan itu sudah kewajiban kita sesama manusia saling membantu dan menolong " ucap ayah indah
" sekali lagi terimakasih " ucap ayah abbas
" kami juga mengucapkan terimakasih atas bantuannya untuk perusahaan kami itu sangat besar " ucap ayah indah
" tidak tuan, yang di lakukan indah lebih besar dari apa yang kami berikan untuk perusahaan " ucap ayah abbas
" indah " panggil ayah Abbas ,indah mengakat kepalanya
" iya om " jawab indah
" terimakasih mungkin ini terlambat tapi terimakasih dan maaf jika kamu sempat terluka " ucap ayah abbas
" tidak papa om, keselamatan Naya lebih penting " ucap indah lembut
" kau hebat dek " ucap Kaka indah,indah hanya tersenyum
" hm maaf indah izin ke toilet sebentar " ucap indah
" iya silakan " Ucap mereka,indah pun ke luar dari ruangan itu menuju toilet setelah kepergian indah ,Alex pun juga meminta izin ke luar
" apa dia tidak malu ,aku saja ingin rasanya menghilang, ah sial kenapa harus ketemu dia lagi ah ciuman membuatku gila " gumam indah lagi
" apa karena itu kamu menunduk terus " indah mengakat wajahnya melihat ke arah sumber suara
" tuan ngapain di sini ,ini toilet wanita " ucap indah gugup
" iya aku tau " ucap Alex dia menyusul indah karena merasa aneh
" apa tuan mau pakai toiletnya ,kalau begitu saya permisi, mari tuan " ucap indah meninggalkan Alex ,tapi tangannya di tahan
" ada anda perlu bantuan tuan " ucap indah semakin takut, Alex mendekat kan wajahnya ke arah indah menatap mata cantik milik indah abu abu, tanpa sadar Alex mendarat kan ciuman nya pada indah ,membuat indah kaget
" ah dua kali " ucap indah tanpa sengaja
" kenapa " tanya Alex
" kenapa mencium ku " tanya indah,Alex hanya menaikan bahunya
" apa tuan sering mencium wanita ,anda tau tuan sudah mengambil ciuman pertamaku dan sekarang anda mencium saya lagi " ucap indah kesal
" mau aku balikan" tanya Alex
" mana bisa seperti itu " ucap indah
"terus saya harus seperti apa bertanggung jawab " ucap Alex
" tau ah " Indah pergi meninggalkan Alex sendirian ,setelah kepergian indah Alex memegang bibirnya
" manis " gumam Alex lirih lalu pergi dari toilet wanita
"indah koh aku d cuekin " ucap raya saat melihat indah masuk dan lewat dekat tempat duduknya
" ternyata ada kamu " ucap indah tersenyum , Raya hanya mencibir saja
__ADS_1
" indah yang sopan " ucap ibu indah
" biarkan saja Bu,mereka sudah sering seperti itu " ucap ibu sisil
" maafkan indah nyonya " ucap ibu indah
" tidak papa " ucap ibu sisil tersenyum
" kamu bersemedi di toilet " tanya Raya
" iya ketemu orang gila di sana " ucap indah sambil menatap Alex yang baru masuk , membuat Brian menatap curiga begitu juga Raya
" Abang " panggil Naya lirih
" kenapa hm " tanya Brian lembut ,Naya menggeleng
" kenapa sayang " tanya ibu sisil
" mau buang air kecil " bisik Naya
" Ade antar naya dulu " ucap ibu sisil , Raya berdiri mendekat ke arah Naya
" ayo " ucap Raya sambil menggenggam tangan indah
" hati hati dek,nanti Naya jatuh " ucap Brian
" iya bang " ucap Raya ,lalu mereka ke luar dari ruangan itu
" maaf tuan kalau boleh tau usia kandungan nya sudah berapa bulan " tanya ayah indah
" baru dua bulan lebih " ucap ayah abbas
" pasti lagi masa ngidam iya " tanya ayah indah
" iya tuan " ucap Brian
" itu hal hal yang membuat kita belajar kesabaran " ucap ayah indah
" benar tuan ,bahkan saya harus kena imbas dari ngidam nya " ucap ayah Abbas
" mungkin nanti dia akan lebih dekat dengan anda biasanya seperti itu " ucap ayah indah
" semoga saja ,karena sudah lama saya tidak menggendong anak bayi, jadi nanti orang tuanya bisa bikin kembali karena kami sudah tidak bisa " ucap ayah abbas tertawa kecil begitu juga ayah indah , Brian hanya mencibir saja
"tuan Alex belum menikah " tanya ayah indah
" kalau tuan mau saya akan nikah kan indah dengan anakku Alex " ucap ayah abbas
uhuk uhuk
indah tersedak air liurnya sendiri ,kakaknya memberikan minuman untuknya
" Ade kenapa " indah menggeleng,sedangkan Alex hanya memasang wajar datar
sedangan ayah Abbas dan ayah indah hanya tertawa kecil melihat tingkah gugup indah
" sudah selesai " tanya Brian saat melihat istrinya masuk bersama Raya
" iya " ucap Naya
" makasih iya dek " Raya hanya mengangguk saja
karena sudah agak malam ,mereka pun saling berpamitan.setelah meninggal kan restoran itu mereka lngsung kembali ke masion
mungkin karena lelah atau apa Naya tertidur di dalam mobil jadi Brian harus mengangkat istrinya untuk masuk dalam rumah
" ade minta tolong buka kamar Abang " ucap Brian saat mereka sudah dekat kamar nya, Raya pun mendekati kamar Brian dan membantu membukanya
" makasih dek ,kamu langsung istirahat jangan begadang nanti di marahin Alex " ucap Brian
" iya bang " ucap Raya lalu berjalan ke arah kamarnya ,sedangkan Brian sudah masuk dalam. kamarnya
__ADS_1
sesampainya di kamar,Brian membuka sepatu dan pakaian naya lalu membersihkan tubuhnya setelah itu dia memakaikan pakaian tidur nya di rasa semuanya sudah kini tinggal giliran nya untuk membersihkan badannya. setelah semua nya selesai dia berbaring di samping istrinya dan memeluknya sambil mengecup kening istrinya