Sayangi Aku

Sayangi Aku
seafood


__ADS_3

sesuai yang di janjikan kini citra sudah menunggu Alex di tempat yang di janjikan dia begitu antusias karena pasti ada Brian yang datang ,saat pintu terbuka citra melihat ke arah Alex yang hanya sendirian


" kamu berharap Brian akan datang " tanya Alex duduk di depan citra


" untuk apa kau menemui ku " ucap citra sinis


" jangan terlalu senang karena aku menemui mu,aku ke sini ingin memberikan hadiah untukmu " ucap Alex dingin lalu memberikan video citra,membuat citra melorot kan matanya lalu melihat Alex


"pergilah sejauh mungkin ,jika tidak ingin semuanya bocor,aku tau tujuan mu kembali untuk apa ,jadi tetap lah di tempat jangan mengharapkan yang tidak bisa kau gapai karena kau berhadapan dengan ku " ucap Alex lalu memberikan selembar cek pada citra


" itu bukan yang kau harapkan, jadi ambilah anggap itu hadiah dariku ,jika nanti kau melewati batas mu bukan hanya kau yang hancur bahkan orang tuamu akan menanggung nya" Ucap Alex lalu ke luar dari ruangan itu tanpa memberikan waktu untuk citra berbicara


" sialan kau Alex akan ku buat kau menyesal telah memperlakukan ku seperti ini ,aku tidak akan menyerah kau ingat itu " ucap citra kesal,tidak berapa lama orang masuk dalam ruangan itu


" apa yang kalian inginkan hah" bentak citra


" ikutlah atau kami akan membunuhmu di sini ,tuan Alex memberi kami kebebasan untuk itu " wajah citra memucat


" jangan macem-macem atau aku teriak " Ucap citra sambil mundur


" kau ingin kami lembut atau kasar " salah satu dari mereka,citra menggeleng


" bawah dia kita bisa kena masalah hanya karena wanita sial ini " ucap salah satu dari mereka,citra memberontak tapi tetap saja karena dia kalah tenaga dari mereka.


" masuklah " ucap salah satu orang lalu Mendorong citra masuk dalam mobil


" apa semuanya sudah siap " tanya nya lagi


" sudah " jawabnya


" Ayo kita pergi " ucapnya


"kalian akan membawa ku kemana hah, apa kalian tidak takut jika Brian mengetahui ini hah " ucap citra kesal karena tangan dan kakinya di ikat


" tutup mulutnya " ucap seorang pria ,citra menggeleng saat mulutnya sudah di tutup memakai kain


mata citra membulat saat mobil yang mereka tumpangi sudah berada di bandara


kau membawaku kemana bajingan batin citra karena mulutnya masih saja di tutup pakai kain


" kita akan bersenang-senang jadi nikmati lah " ucap seorang pria ,citra berteriak tertahan membuat mereka tersenyum saja


" kami sudah di bandara tuan " ucap seseorang dalam sambungan telepon nya ,saat mereka sudah masuk dalam pesawat


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" kau sudah kembali " tanya Brian saat melihat Alex masuk di ruangannya


" apa tuan ingin aku bersama nya dulu " ucap Alex


" siapa tau kamu ingin berlama-lama sebelum kalian berpisah " ucap Brian


" bukannya anda yang harusnya begitu " ucap Alex ketus


" seperti kamu sudah bosan kerja Lex " ucap Brian sinis


" saya hanya mengatakan yang sebenarnya tuan " ucap Alex


" cih " cibir Brian


" hadiah apa yang kau berikan " tanya Brian


" apa anda akan terus bertanya tentang nya " ucap Alex


" diam lah " ucap kesal Brian,Alex pun hanya mengangguk saja


tok...tok...


" masuk " ucap Alex


" kenapa kau bisa di sini " tanya Alex saat melihat siapa yang masuk


" tadi ada urusan dekat sini ,jadi aku singgah sebentar di sini " ucap ivan


" untuk apa " tanya Brian


" untuk melihatmu karena aku merindukan mu " ucap Ivan lalu duduk di samping Alex


" aku masih normal tidak seperti mu " ucap brian ketus


" jika kau sudah tau untuk apa bertanya " Ucap Ivan kesal


" urusan apa yang kau lakukan di dekat sini " tanya Alex

__ADS_1


" bertemu seseorang di suruh ibu " ucap Ivan bersandar di sofa


" kencan " Ivan mengagguk


" apa kamu tidak bekerja ingin berhenti " tanya Alex


" sore baru ada jadwal ku " ucap Ivan


" kau menikmati nya " tanya Brian


" lumayan tidak buruk ,tapi aku malas " Ucap Ivan


" kenapa " tanya Alex ,Ivan hanya menaikan bahunya


" apa aku perlu mengatur jadwal kencan mu seperti Ivan " tanya Brian Melihat Alex


" jangan berbicara bodoh di depan ku tuan muda " ucap Alex menatap Brian kesal


Brian dan Ivan tertawa kecil melihat kekesalan Alex


" cobalah " Ucap Ivan


" kalian saja ,aku enggan pusing dengan urusan wanita " ucap Alex


" terus kamu akan seperti ini " tanya Brian


" kalau bisa iya " ucap Alex dingin ,Brian dan Ivan hanya bisa mengangguk saja,karena mereka tau sifat Alex jika bilang iya pasti iya jika memang itu bisa


" gimana istrimu sudah baikan " Brian mengaguk


" memang dia bertemu siapa " tanya Ivan


" citra " Ivan menatap Brian


" apa kau sudah gila " tanya Ivan tak percaya


" aku juga tidak tau ,jika perwakilan perusahaan xx dia ,saat dia melihat Ade dan Naya masuk dia langsung mencium ku ,membuat Naya menampar nya " ucap Brian


" terus " tanya Ivan


" iya dia mengamuk mau apa lagi , syukur Alex menahan citra setelah citra di bawah paksa Alex ,tiba tiba dia bilang keram " ucap Brian


" syukur calon anakmu Baik baik saja " ucap Ivan


" Alex sudah mengurusnya " Ivan mengaguk


"syukurlah ,tapi kau tidak menyuruh anak buah mu membunuhnya kan " ucap ivan melihat Alex


" apa kau ingin menolong nya " ucap Alex sinis


" aku hanya bertanya " ucap Ivan kesal


" aku hanya memberikan hadiah sederhana untuknya " ucap Alex


" hadiah pemberian mu itu sama saja dengan kematian " ucap Ivan


" karena aku malas berurusan dengan orang yang sama , membuang-buang waktu " ucap Alex


" iya iya aku tau, makan siang bareng mau " tanya Ivan


" apa perlu kamu makan dengan kami " tanya Alex


" ayolah kita sudah lama dag seperti ini " ucap ivan


" di mana " tanya Brian


" terserah " ucap Ivan


" di tempat biasanya saja" Brian dan Ivan mengaguk


sedangkan di kampus Raya dan indah di bikin pusing Naya.


" Raya ayo " rengek naya


" kami takut Naya ,bukannya tidak mau memang kamu bisa makan seafood " ucap indah


" bisa koh " ucap Naya


" kata siapa " tanya Raya


" tapi aku pengen " ucap Naya dengan mata berkaca-kaca karena sedari tadi Raya dan indah tidak mengiyakan keinginan nya


" iya iya ,aku telepon Abang dulu,hapus air matamu nanti di tahu Sama orang " indah memberikan tisu pada Naya

__ADS_1


" jangan nangis iya kalau bisa pasti di turuti " ucap Indah,Naya mengaguk saja


tuttt.tut....


" hallo kenapa dek "


" Abang ini Naya nangis "


" istriku kenapa dek "


seketika suara Brian menjadi panik mendengar Naya menangis


" dia pengen makan seafood tapi Ade takut nanti di larang kalau ibu Hamil makan itu karena kami sudah baca di artikel kami takut salah salah "


" jadi kaya mana "


" Ade bingung Naya pengen itu ,coba Abang telepon tanya Kaka Ivan "


" ini ada dia di sini "


" iya sudah tanya dulu, adek matikan dulu "


" iya "


setelah sambungan telepon terputus Raya melihat Naya


" tunggu iya Abang masih tanya Kaka Ivan " ucap Raya


" iya " ucap Naya


" makan buah saja dulu iya ,kalau bisa nanti makan siang kita makan seafood ,mau Kan " ucap indah ,Naya mengaguk membuat Raya dan indah bisa bernapas lega berhadapan dengan ibu hamil membuat mereka darah tinggi


kenapa " tanya Ivan melihat Brian


" kepala ku pusing Van ,semenjak hamil ada saja makanan yang di inginkan ,bahkan kami harus menemaninya makan lalapan nasi Padang yang sebelumnya kami tidak tau bentuk makanan itu " ucap Brian memijat kepalanya


" memang dia kenapa " tanya Ivan


" apa dia bisa makan seafood " tanya Brian menatap Ivan


" boleh malahan bagus tapi di batasi seminggu atau dua Minggu sekali, seafood nya juga harus di perhatikan dan di masak dengan benar jika tidak bisa berbahaya untuk mereka " ucap Ivan


" apa saja yang bisa " tanya Alex


" kepiting ,udang ,kerang tapi harus di masak dengan baik " Ucap Ivan


" Carikan restoran seafood yang bagus Lex ,kita makan siang itu saja "ucap Brian


" iya tuan " ucap Alex ,lalu dia berdiri agak menjauh dari mereka


" bersabar lah hamil trimester pertama memang seperti itu " ucap Ivan


" iya Van ,syukur ada dia yang selalu temani kadang dia bangun jam 1 atau 2 malam di mana orang lagi asiknya bermimpi " Ivan tertawa kecil mendengar curhatan Brian


" sudah telepon adek dulu , supaya mereka bisa tenang " Brian mengambil HP nya yang di atas meja


tuttt...Tut....


" iya bang "


" nanti kita makan siang sama sama saja iya ,kata Ivan boleh "


" apa tidak papa bang "


" nanti ada Ivan ,jadi nanti dia yang pilihkan "


" iya kalau gitu "


" Naya ngapain "


" lagi makan buah "


" iya sudah,nanti kita singgahi atau nanti sama sopir saja "


" iya bang "


" iya sudah "


Brian menutup teleponnya lalu menyimpan HP nya di atas meja


" sudah " tanya Brian menatap Alex


" iya tuan " ucap Alex

__ADS_1


__ADS_2