Sayangi Aku

Sayangi Aku
Baz dan Bryana


__ADS_3

mama Lila membuka perlahan kertas nama itu sambil melihat ekspresi yang lainnya


" mama " panggil Ilham kesal, membuat mama Lila tersenyum


" Baz dan Bryana " ujar mama Lila sambil memperlihatkan kertas pada yang lainnya


" lagi² Abang " celetuk Naya kesal


" maaf sayang " ucap Brian tertawa kecil


" nama yang bagus " ucap ibu sisil


" laki² Abang Baz dan yang cewe Ade Bryana" ujar ayah abbas tersenyum


" iya bapak juga setuju namanya bagus " ucap pak Jhoni tersenyum


" kamu tidak suka yank, iya sudah kita kocok lagi iya " ucap Brian karena Naya sudah menekuk wajahnya


" tidak usah ,Naya suka koh namanya juga bagus tapi kenapa selalu Abang, wajah mereka sama dengan Abang bahkan warna rambutnya juga sama ,begitu juga nama lalu Naya dapatnya apa " ujar Naya kesal


" kamu dapat popoknya " celetuk Ilham


" Kaka " rengek Naya


" iya² nanti kalau kita buat lagi, Abang bikin mirip dengan kamu iya " ucap Brian seketika wajah Naya bersemu merah


" Abang " pekik ayah abbas dan ibu Sisil


" yang ini saja baru sehari Lo umurnya sudah bahas buat adik buat baby Az dan baby Ana " celetuk ibu Sisil


" otak Ilham sudah tidak sehat " ucap Ilham


" sudah sana bawa anak² ke kamar " ucap ayah abbas


" biar Naya saja yah " Naya mengambil Abang ay di gendongan mertuanya


" kamu bisa yank " Naya mengaguk


" Abang bisa kan bawa baby Ana" Brian mengaguk meski tidak yakin


" pelan² nak, pasti nanti terbiasa " ucap mama Lila


" iya ma , kalian istirahat saja dulu " mereka mengaguk


" kami ke atas dulu iya " ucap Naya


" iya kalau butuh papa nanti telepon aja iya " ujar ibu sisil


" iya Bu, ibu juga istirahat sudah " ucap Brian


" Ilham boleh jalan² tidak bang " celetuk Ilham tiba²


Brian menatap Ilham lalu mengaguk


" minta sopir yang antar, kamu punya uang " Ilham mengaguk


" siapa yang kasih " tanya Brian heran bukannya dia baru pulang atau di sana di sana di perbolehkan bawa uang


" mama, uang yang Abang kasih dulu " Brian mengaguk mengerti


" iya sudah,kalau kenapa² nanti telepon di luar ada pengawal yang siap mengikuti mu " ucap Brian


" boleh sendiri " tanya Ilham ragu


" bawa satu " ucap Brian lalu meninggalkan mereka


" terimakasih Abang " ujar Ilham lalu dia pun meninggalkan ruangan tengah itu


" Kaka yang aneh² iya " ujar mama Lila ,Ilham hanya mengagukan kepala nya


" dia sudah besar ,siapa tau nanti pulang bawakan mba menantu " ucap ibu sisil


" semoga saja, biar di rumah ramai " ujar mama Lila


setelah itu mereka masuk ke kamar untuk istirahat


karena sebentar lagi waktunya makan siang


sedangkan di kamar besar itu Brian dan Naya sedang bermain dengan ke dua anaknya

__ADS_1


" nanti mereka tidur di box kan yank " Naya mengaguk


" iya, soalnya kalau di sini takut mereka terganggu karena kita tidurnya suka tidak tenang " ujar Naya


Brian tersenyum ternyata istrinya itu mengetahui isi pikirannya


padahal tadi dia hanya bertanya saja


"kalau begitu Abang simpan mereka di box iya " ujar Brian


" Lo kenapa " tanya Naya bingung


" Abang lelah yank,mau istirahat mumpung mereka juga tidur " Naya mengaguk paham


lalu Naya membawa si kembar ke box masing²


" sini sayang kita istirahat " ujar Brian sambil menepuk tempat kosong di sampingnya


" Naya baru bangun Lo bang ,masa mau tidur lagi " ujar Naya


" kamu kan tau ,Abang tidurnya harus peluk kamu " Naya membuang napasnya kasar


lalu naik di atas tempat tidur


" ingat sudah ada anak " Brian hanya menaikan bahunya


Brian memeluk Naya dengan erat sambil mengelus punggung Naya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" mas " Alex menatap indah lalu meletakkan jarinya di bibir


" lagi rapat "tanya indah hanya dengan gerakan bibir Alex mengaguk ,lalu mengalikan camera sehingga memperlihatkan dinding kamarnya


" sini " Alex menepuk pahanya,indah langsung mendekat ke arah Alex dan duduk di pangkuan Alex


" lanjutkan " titah Alex,lalu pandangan nya fokus pada layar iPad nya sendang kan tangannya mengelus perut buncit indah


sedangkan indah hanya diam saja sambil memainkan HP Alex yang di letakan di atas meja itu


dengan iseng indah membuka akun Instagram milik Alex


indah di buat kaget bagaimana tidak Alex tidak memposting apa pun di akun itu bahkan temannya hanya terhitung jari bisa di bilang hanya orang terdekat nya misalnya Brian,raya,Siska,Boby, Ivan, Nisa dan dirinya


sebenarnya indah sudah tau karena dia pun berteman dengan Alex tapi aneh saja menurut nya


indah menggeleng heran,apa Alex tidak terlalu menyukai media sosial lalu untuk apa dia membuat akun


membutuhkan waktu 1 jam lebih akhir nya rapatnya selesai juga


Alex menutup laptopnya lalu membenamkan wajahnya di punggung indah


" jika kamu tidak suka blok saja " ujar Alex,indah menggeleng


" kenapa harus di blok,indah tidak sekejam itu kali mas kan kalian berteman bahkan sebelum ada indah,terlepas dia bagaimana terhadap mas itu urusannya " ujar indah jujur


" aku hanya tidak ingin kamu berpikiran aneh² tentang aku " ucap Alex lalu meletakkan dagunya di bahu indah


" memang mas aneh² dengan nya " Alex menggeleng


" mungkin lusa dia akan ke sini " ucap Alex ,indah mengaguk


" jika kamu tidak nyaman untuk sementara di rumah ayah dulu " ujar Alex


" indah baik² saja " ucap indah yakin


"baiklah " ucap Alex


" apa kamu belum lapar " indah menggeleng


" barusan indah makan sebelum ke sini " ujar indah


" mas sudah lapar iya " Alex menggeleng


" aku hanya tanya,biasa juga jam segini kamu sudah duduk dengan piring nasi mu " indah terkekeh geli


" apa indah sudah gemuk iya mas " Alex mengaguk


" kamu sudah Seperti gajah " ucap Alex ketus

__ADS_1


" lepas " pekik indah kesal


" kau sudah berani melawan " indah hanya berdecak saja


" aku hanya bisa fakta kenapa kamu marah, kalau aku bicara badan mu sepeti gitar spanyol baru itu kamu marah karena tidak sesuai " ucap Alex datar


" tapi jangan terlalu jujur juga ,indah juga tau kalau badan indah gemuk ,itu juga karena hamil anakmu " ucap indah kesal


" kalau sudah tau kenapa bertanya " ujar Alex lagi


" tau ah debat sama mas bikin darah tinggi " ucap indah mengalah


" kan kamu yang duluan " ucap Alex


" iya iya iya semua indah " Alex tertawa kecil


" kau tau, aku suka bentuk badanmu seperti ini karena empuk enak di peluk " indah mencubit tangan Alex


" kau sudah berani melakukan KDRT " ujar Alex sekalipun cubitan itu bukan papa tapi dia hanya mencoba menggoda indah karena dia sangat suka saat melihat indah kesal


" lalu mas mau pergi visum lalu melapor gitu " Alex mengaguk


" bahkan aku bisa menelpon pengacara sekarang juga " ujar Alex


" telepon saja kalau berani " Alex menarik hp nya dari tangan indah


lalu mencari no pengacara nya, sementara indah masih diam


hingga akhirnya indah menarik hp Alex ,saat dia benar² menelpon pengacara


" apa mas gila " pekik indah


" bukannya tadi kamu menantang ku "ujar Alex lagi


" mas dia menelpon balik " indah langsung memberikan HP nya pada Alex


sedangkan Alex hanya tersenyum saja


lalu mengakat telepon nya


" hebm"


" maaf tuan, apa tadi anda menelpon " tanya sang pengacara


" tadi tidak sengaja gajah di rumah Ku melacak no di hp ku " ujar Alex santai


" Baik tuan, selamat pagi " ucap pengacara sekali pun bingung dengan alasan Alex


indah menatap Alex tajam


bisa² nya dia di bilang gajah


" apa kau marah " indah memaksakan senyumnya


" tidak, aku sangat bahagia sekali mendapatkan suami yang sangat jujur tidak suka bohong " ucap indah tersenyum tapi tangannya ingin sekali mengacak Wajah Alex


" indah " panggil Alex lembut sambil mengelus perut indah


" apa " jawab indah ketus


" i love you " indah langsung melotot kan matanya menatap Alex yang juga menatapnya


" terimakasih sudah sabar menghadapi ku, tapi aku suka melihatmu kesal " ujar Alex tertawa kecil


" percuma,padahal aku sudah terharu " cibir indah


" apa pun itu aku berterimakasih, sudah mau mengandung anak²ku, mengerti kesibukan ku dan mengalah untuk keluarga Brian " ujar Alex lembut


" aku tidak butuh terimakasihmu " lanjutnya lagi saat indah akan membuka suara , indah hanya mengangguk


" apa nanti mas yang akan menjemput Nisa " tanya indah


" kenapa ?? apa kau takut aku belok ke hotel sebelum mengantar nya menghadap Brian " tanya balik Alex


" aku akan membunuhmu mas " Lae hanya tersenyum saja


" kerjaan ku banyak dear, bahkan menumpuk , dia akan di jemput anak buah ku " ujar Alex ,indah bernapas lega


sedangkan Alex hanya terkekeh geli

__ADS_1


__ADS_2