Sayangi Aku

Sayangi Aku
nasehat seorang teman


__ADS_3

sesuai janjinya kini Brian sudah menunggu istrinya di parkiran kampus 15 menit lagi mereka akan ke luar, sedangkan pekerjaan sebagian di urus Alex


tidak berselang lama dia sudah melihat istrinya dengan Raya dan indah


Brian menyembunyikan klakson mobilnya membuat Naya tersenyum


" kamu langsung ke rumah bapak mu " tanya Raya


" iya, kamu langsung ke rumah Dafa" tanya balik Naya


" iya aku mau ketemu mommy dulu baru pulang " ucap Raya


" kamu tidak papa kan pergi sendiri " tanya Raya


" iya aku tidak papa " ucap indah


Naya membuka pintu mobil Brian lalu masuk


" aku duluan iya ,by " ucap Naya


" hati ² bang " Brian mengaguk " jangan pulang larut jika tidak ingin di bunuh Alex " Raya hanya tersenyum kecut ,setelah itu Brian meninggalkan mereka di parkiran


" ayo aku antar ke mobil " indah mengaguk


" kamu pergi sendiri di sana ,Dafa mana " tanya indah


" dia masih ada kelas, sore baru pulang makanya aku bawa mobil " ucap Raya


" kalau sudah sampai kabarin iya " ucap Raya ,saat indah sudah sampai di mobil


" iya kamu juga hati² bawa mobilnya tidak usah balap " Raya mengaguk


" pak hati² bawa mobilnya iya " ucap Raya


" iya non " ucap sang sopir


setelah melihat mobil yang di tumpangi indah pergi ,raya juga bergegas menuju mobilnya sendiri, takut mommy cira menunggunya terlalu lama sekalipun masih banyak waktu


" kita singgah beli apa dulu yank buat mereka " tanya Brian


" tidak usah bang,kita ke sana selalu bawa barang " ucap Naya


" tidak papa yank, seminggu sekali juga kita ke sana " ucap Brian


" tidak usah Abang " ucap Naya kekeh


" baiklah, gimana Ade rewel " tanya Brian


dia mengangkat tangannya mengelus perut Naya


" sayang gimana hari ini temani mami belajar, apa kamu lelah " tanya Brian sedangkan matanya fokus ke jalanan


bugh


bugh


Brian menatap Naya ,lalu menepikan mobilnya agak kepinggir jalan


" sayang " Naya hanya tersenyum


" Ade, coba sekali lagi " titah Brian bahkan kini matanya sudah berkaca²


bugh


bugh


"apa sakit " tanya Brian saat mendengar Naya meringis


" tidak bang , hanya geli saja " ucap Naya,sambil menghapus air mata Brian yang sudah jatuh tanpa permisi


" kita ke rumah kakek iya ,nanti sampai di sana baru papi cerita " ucap Brian lalu menjalankan mobilnya


" apa Ade selalu seperti itu " tanya Brian senyum bahagia di wajahnya tidak bisa dia tutupi


" iya,tapi baru kali ini keras seperti itu biasanya hanya sedikit² saja Naya rasa " ucap Naya


" sejak kapan " tanya Brian


" Naya sudah lupa tapi tendangan nya tidak sekuat tadi " Brian hanya tersenyum


" Abang pengen cepat sampai, mau lihat Ade kaya tadi lagi " ucap Brian tidak sabar Naya hanya menggeleng saja


"apa Abang senang " Brian mengaguk " sangat yank ,Abang sudah tidak sabar menunggunya lahir yank " ucap Brian lagi

__ADS_1


"kapan Naya periksa " tanya Naya


" nanti malam Abang tanyakan sama Alex " ucap Brian


"oh iya tadi kenapa Kaka tidak jemput indah ,malah sopir " tanya Naya


" Alex masih di perusahaan ada yang dia urus " ucap Brian


" Naya penasaran sama hasil periksa nya indah ,apa lagi jenis kelaminnya nya " ucap Naya


" kenapa " tanya Brian


" penasaran saja ,Abang pengen anak berapa "tanya Naya


" terserah kamu saja yank,Abang ikut saja " ucap Brian ,Naya hanya mengangguk


" Naya pengen nya 2 atau 3 jadi rumah tidak terlalu sepi " ucap naya


" iya sayang,apa pun untukmu " ucap Brian ,Naya tersenyum


sedangkan di perusahaan indah sudah di tunggu Irma di depan perusahaan ,saat melihat mobil yang berhenti depan kantor ,Irma langsung mendekat


" Kaka di suruh kaka Alex " tanya indah saat pintu mobilnya sudah terbuka


" iya non " ucap indah


" panggil indah saja ,kan Kaka pacarnya Kaka fajar " Irma hanya tersenyum


" maaf non " ucap irma, mana mungkin dia memanggil indah dengan nama , sekalipun dia kekasih Kaka nya


" Kaka,indah boleh tanya " tanya indah ,kini mereka sudah berjalan memasuki perusahaan


" iya non bisa " ujar Irma


" yang namanya Anggi yang mana " tanya indah sambil melihat ke arah resepsionis


" yang sebelah kanan non, ada yang bisa saya bantu non " ucap Irma ,dia sedikit bingung kenapa indah menanyakan Anggi temannya selama dia bekerja di sini


" tidak kak, indah hanya penasaran saja ,cantik " ucap indah tersenyum lalu jalan menuju lift bahkan dia tidak canggung merangkul lengan Irma dan itu membuat Irma serta karyawan yang berlalu-lalang di loby merasa kaget


cantik juga ,apa aku butuh bantuan Kaka Alex iya atau Kaka Irma iya ,semoga saja nanti Kaka Ivan bisa membuka hati nya batin indah tersenyum licik


" Kaka,dekat sama Anggi " tanya indah


" nanti kapan² kita hangout bareng iya " ujar indah


" tapi non..


"jangan menolak ,nanti Kaka fajar juga aku ajak " ucap indah ,Irma hanya mengangguk pasrah


" baik non " ucap Irma


bertepatan juga dengan pintu lift terbuka ,mereka berjalan ke arah ruangan Alex


" makasih Kak,sudah jemput indah " Irma hanya menunduk kepalanya


ceklek


" mas " Alex tersenyum saat melihat istrinya berdiri di ambang pintu


" sini dear " indah menutup kembali pintunya ,sedangkan irma sudah berjalan ke arah meja nya


" kamu istirahat aja dulu iya ,aku mau selesaikan ini dulu " ucap Alex


" aku temani mas saja boleh iya " ucap indah tanpa menunggu jawaban Alex ,dia langsung duduk di pangkuan Alex menghadap ke arah Alex dan membenamkan wajahnya di bidang dada Alex


CUP


" iya sudah, tapi kamu tidak papa kan ,aku selesai kan yang ini dulu " indah hanya mengangguk saja


Alex kembali fokus pada berkas yang ada di depannya tanpa merasa terganggu dengan ulah indah


sedangkan indah ,karena merasa nyaman dan juga lelah tanpa di sadari mulai terlelap dalam mimpi membuat Alex tersenyum


ceklek


Alex menatap pintu, lalu kembali fokus pada pekerjaan nya


" apa dia tidur " Alex hanya mengangguk saja


" sudah lama " Alex menggeleng


" kenapa tidak di bawah di kamar " tanyanya lagi

__ADS_1


" dia tidak mau, kenapa ke sini apa tidak kerjaan di rumah sakit " tanya Alex menatap Ivan ,yang kini menarik kursi nya duduk di dekat Alex


" hanya melihat nya saja bekerja apa dia Beta atau tidak " ucap Ivan


" apa kamu tidak ingin kembali menyekolahkannya,dia masih sangat muda " ucap Alex


" nanti aku tanya, tapi kalau dia sekolah gimana kerjaan nya" tanya Ivan


" dia sudah tidak mau menerima bantuan ku ,jika aku menyuruh nya sekolah sudah pasti dia akan berhenti kerja " ucap Ivan lagi,Alex mengaguk membenarkan


" dia langsung ke sini saat pulang kampus " tanya Ivan


" iya belum sejam dia datang ,tapi sudah tidur mungkin dia kecapean " ucap Alex


" kapan jadwal pemeriksaan nya ,bukannya ini sudah lewat " tanya Ivan


" nanti aku jadwalnya mungkin Minggu depan ,karena Brian juga lagi di rumah mertuanya " ucap alex


" kabari jika sudah mau periksa. " Alex menatap Ivan


" aku hanya ingin melihat hasil nya saja " sambung Ivan lagi saat melihat tatap Alex yang siap menguliti nya


" hebm "


" bawalah ke tempat tidur, nanti badannya sakit jika tidur seperti itu " ucap Ivan


" apa tidak mengganggu tidurnya nanti " Ivan mengangguk


dengan pelan dan lembut Alex menggendong indah, sesekali Alex harus berhenti saat indah bergerak mencari tempat ternyaman nya


ivan membantu Alex membukakan pintu kamar pribadi Alex yang menggunakan kode pin


CUP


" aku tinggal sebentar iya " ucap Alex lirih lalu ke luar dari ruangan itu saat melihat indah sudah nyaman dengan tidur nya tidak lupa dia menyelimuti nya dan samping Kanan nya memberikan bantal guling untuk indah peluk


" sudah " Alex mengaguk


" kenapa ,apa yang ingin kamu bicarakan " tanya Alex


" ibu menyuruhku menikah dan itu membuat ku sakit kepala " ucap Ivan


" kamu tinggal menikah kenapa harus sakit kepala " ucap Alex lalu duduk kembali di kursi kerjaannya


" apa belum ada calonnya ,itu Anggi atau cari di rumah sakit sesama profesi atau perawat yang menurutmu baik " ucap Alex lagi


" jika aku harus sama Anggi aku seperti pedofil Lex ,dia masih 18 ,lalu aku astaga bahkan kami beda jauh " ucap Ivan


" apa aku pura² berpacaran sama perawat atau dokter yang ada di rumah sakit " tanya Ivan lagi


" jika itu membuat mu tenang , lakukan saja " ucap Alex


" tapi jangan sampai kamu terperangkap sendiri dengan permainan mu " ucap Alex mengingat kan


" tenang saja ,kamu sudah mengenalku bukan ,ah iya gimana kabar Nisa " tanya Ivan


" iya dia baik² saja " ucap Alex


" apa masih seperti dulu " Alex mengaguk " bahkan dia sudah tau jika indah hamil " ucap Alex


"jangan terlalu dingin dengan indah ,bahkan dia sempat mengeluh karena sikapmu yang terlalu hangat dengan Nisa sedangkan dengannya kamu tampak acuh " Alex meletakkan penanya lalu menatap Ivan menunggu kalimat selanjutnya yang akan di ucap kan Ivan


" sebelum kamu pulang dia sempat cerita, apa dia egois atau salah karena menginginkan mu dan dia merasa bersalah karena nya Nisa tidak bisa bersama mu dan membuat kalian Seperti orang lain " ucap Ivan


" iya aku tau ,kamu sangat menyayangi Nisa ,sekalipun hanya sebagai teman begitu juga aku dan Brian ,tapi sikapmu terhadap Nisa itu yang membuat nya berharap padamu, bahkan kamu lupa jika sudah memiliki indah " ucap Ivan lagi


" bukannya begitu van ..


" iya aku tau ,kamu tidak mungkin menyakiti nya tapi dia merasa seperti orang asing ,aku sudah bicara padanya jika kamu mempunyai cara lain menyampaikan rasa sayang mu pada orang yang menurutmu berarti salah satunya pada keluarga Brian " ucap Ivan


" hormon orang hamil tidak menentu Lex,jadi sebisa mungkin kamu banyak mengalah " Alex hanya mengangguk saja


" kenapa aku malah curhat tentang kalian ,padahal masalah ku saja sudah membuat ku pusing belum lagi mengahadapi ibu " Ivan menarik kasar rambutnya


" mereka hanya ingin melihat ada yang mengurus mu " ucap Alex


" aku bisa mengurus diriku sendiri lex " ucap Ivan ,Alex hanya mengangguk saja


" bicara lah sama mereka dan kamu bisa berpikir lagi langkah apa yang akan kamu ambil " ucap Alex


" sudah Lex, tapi hasilnya sama menantu ,cucu aakkhh , memikirkan saja membuat kepala ku sakit apa lagi menjalani nya " ucap Ivan frustasi


Alex hanya membiarkan Ivan mengeluarkan keluh kesahnya, dari pada dia bersuara akan tetap ada saja jawabannya yang ke luar dari mulut Ivan yang menurutnya kalah dari mulut ibu² kompleks karena memang diantara mereka hanya Ivan yang cerewet setelah Nisa

__ADS_1


__ADS_2