Sayangi Aku

Sayangi Aku
mecoba bersabar


__ADS_3

hari telah berganti hubungan Brian dan Naya masih tetap sama ,Brian selalu sibuk dengan kerjaan nya begitu juga dengan Naya yang sibuk dengan kuliahnya tapi dia tetap melakukan kewajiban sebagai istri ,menyambut , mengantar dan menyimpan semua yang kaitan dengan Brian


seperti sebelumnya Naya selalu mengantar Brian ke depan saat akan ke kantor dengan genggaman sekotak bekal untuk Brian dan Alex


" Kaka Alex " Alex mengambil bekal itu


" makasih nyonya " ucap Alex setelah itu masuk dalam mobil


" Salim dulu " Brian memberikan tangannya ,Naya mencium punggung tangan Brian,setelah itu Brian masuk dalam mobil ,Naya hanya bisa memaksakan senyumnya


" Jagan lakukan apa pun " ucap Brian ,Alex mengaguk saja


" termaksud ulang tahun Naya " tanya Alex


" aku akan selesaikan semuanya " Ucap Brian


" baiklah " ucap Alex


sedangkan di rumah besar Naya hanya diam dalam kamar karena dia tidak memiliki mata kuliah hari ini dia bingung harus berbuat apa sehingga di kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur


dia ingin membikin kue tapi dia benar-benar malas hanya utuk ke luar dari kamar nya,Naya memainkan HP sambil berbaring ,tapi ada notifikasi pesan yang masuk dalam hp membuat dia untuk melihatnya


πŸ“₯ Hay Nay ,aku Dafa selamat ulang tahun iya


πŸ“€ maaf dafa siapa ??


πŸ“₯ Dafa Anggara


πŸ“€ Kaka Dafa ,koh bisa tahu nomorku dan makasih


πŸ“₯ apa kamu tidak suka Kaka tau nomormu


πŸ“€ ,gimana kabar Kaka ??


πŸ“₯ aku baik dek, kamu sendiri gimana kabarnya


πŸ“€ aku baik Kak


πŸ“₯ selamat iya akhirnya kamu bisa kuliah sesuai keinginan mu


πŸ“€ Kaka tahu dari mana 🀨🀨


πŸ“₯ kan kita satu kampus


πŸ“€Kaka serius koh Naya tidak pernah lihat Kaka


πŸ“₯ kita kan beda tingkat dek ,nanti waktu siang Kaka lihatin kamu


πŸ“€ baik Kak tapi hari ini aku kosong jadwalnya , iya dha sampai ketemu di kampus Naya masih ada kerjaan


πŸ“₯ iya dek


setelah itu Naya tidak membalas lagi pesan dari Dafa dia menyimpan hpnya di atas meja dan ke luar dari kamarnya untuk membuat kue seperti keinginan nya tadi


" panggil ibu kali iya " ucap Naya lalu dia mendekati kamar mertuanya


tok tok tok


" ibu ini Naya ,Naya mau bikin kue apa ibu mau ikut " tanya Naya depan pintu


"ayo ibu akan ikut " Ucap ibu setelah membuka pintu


Naya tersenyum " semngat sekali Bu " tanya Naya


" harus , Raya mana " tanya ibu


" hari ini kami kosong Bu, jadi mungkin dia lanjutkan tidur nya " ucap naya


" kebiasaan ,apa besok ada yang mau menikah dengannya " tanya ibu sisil


" pasti ada Bu ,kan anak ibu cantik " ucap Naya sambil tersenyum


" ayo kita bikin kue ,kamu mau bikin kue apa " tanya ibu


" terserah ibu saja mau kue apa " ucap Naya


" nastar " ucap ibu


" baik lah ayo kita mulai Bu " ucap naya tersenyum


lalu dia mengambil bahan bahan nya di bantu oleh ibu dia sambil memperhatikan Naya agar dia bisa membuatnya nanti saat sendiri


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


sore telah tiba waktunya Brian pulang kerja Naya buru buru membersihkan badannya setelah seharian membuat kue dengan ibu dan Raya,bahkan ayah juga ikut lebih tepatnya gangguin sih

__ADS_1


setelah selesai mandi dia menunggu Brian di ruangan tamu di sana sudah ada pak Mamat


" paman " panggil Naya


" sedikit lagi mereka sampai nak " Naya hanya mengangguk saja


benar saja tidak lama ada mobil yang masuk dalam pekarangan rumah mewah itu Naya berdiri mendekat ke arah pintu


Alex ke luar membukakan pintu untuk Brian setelah itu dia mendekati ayah nya setelah Brian sudah turun


" kalian balik lah " ucap Brian dingin Alex hanya bisa menahan nafasnya


Naya mengikuti belakang Brian sambil memegang tas kerjanya


" ada apa nak " tanya ayah


" jangan lakukan apa pun kosongkan semau rumah utama suruh pelayan ke belakang " ucap Alex


" baik nak " ucap pak Mamat jika sudah seperti ini dia sudah paham


setelah itu mereka ke paviliun untuk membersihkan badannya sedangkan pak Mamat melakukan tugasnya yang telah di suruh kan pada nya


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" berikan HP mu " ucap Brian tegas,Naya memberikan hpnya pada Brian tanpa curiga


dia melihat Brian membuka SIM card nya lalu membuang nya ke tempat sampah setelah itu membanting HP Naya


praaaanggg


Naya melotot kan matanya tidak percaya


" sayang " panggil Naya sambil mendekati Brian


" apa kamu lupa isi dari surat kontrak itu " sambil menatap tajam Naya


" maaf Naya yang salah " ucap Naya lirih


" jangan melakukan yang sudah tertulis di kontrak" ucap Brian sambil memejamkan matanya menahan emosinya yang sedari pagi tadi


" iya " ucap Naya pasrah


setelah itu Naya menyiapkan air mandi untuk Brian


apa yang aku harap kan ,aku sampai lupa isi kontrak itu " gumam Naya sambil tersenyum kecut


" ayo sudah selesai mandi dulu " Brian hanya membiarkan saja dia enggan membuka matanya


hingga akhirnya dia membuka matanya dan menarik Naya ke atas tempat tidurnya Naya hanya bisa memejamkan matanya membairkan Brian melakukan apa pun


" ke kamar sekarang "


tok tok tok


" belikan HP untuk Naya yang sama " ucap Brian saat melihat Alex depan pintu kamar, Alex masuk dalam kamar tapi di tahan Brian


" Naya tidur " Alex paham


" baik aku akan belikan " ucap Alex lalu pergi dari situ


flashback on


Brian meremas HP di tangannya setelah membaca laporan masuk di hp nya ternyata itu dari HP Naya


Alex yang melihat itu hanya bisa memejamkan matanya


" maaf tuan kendalikan emosi anda " ucap alex pelan


" seperti nya aku terlalu baik dengannya Lex " ucap Brian dingin


" kita belum tau hubungan mereka tuan " Ucap Alex


" dia tidak memiliki hak apa pun untuk dekat dengan pria apa pun itu alasannya " ucap Brian,Alex hanya diam


" saya akan menyelidiki nya tuan " ucap Alex dengan tenang


flashback off


Brian mendekati ranjang tempat tidur mereka setelah membersihkan tubuhnya,dia melihat wajah pucat Naya. Brian ke luar dari kamar nya untuk makan malam


di meja makan sudah ada orang tuanya raya Alex dan pak Mamat


" Naya mana bang " tanya Raya


" tidur karena lelah " Ucap Brian lalu duduk di tempat

__ADS_1


" pasti karena seharian bikin kue tadi ,ibu sih mintanya satu yang jadi kuenya banyak amat ,ayah juga bukannya bantuin malah gangguin " ucap Raya


" kan ikut belajar dek " Ucap ayah Abbas


" lalu ibu harus ngapain,anak gadis ibu tahunya cuma makan saja " ucap ibu


" Raya sekarang bisa masak iya Bu ,sekalipun dag sehebat Naya " ucap raya kesal


" diam ,makan makanan mu " ucap Brian pada Raya


setelah selesai masak Brian melihat Alex ,Alex menyodorkan kotak kecil sesuai permintaan nya tadi


" Abang beli hp lagi " ucap Naya saat melihat kotak itu


"HP buat Naya " Ucap Brian


" baru lagi, yang kemarin saja masih bagus Lo bang " ucap Raya cemberut


"HP nya rusak tidak sengaja abang injak ,karena lepas dari tangan Naya " Kilah Brian


" ah kasian HP nya sungguh malang nasibnya ,coba sini adek mau lihat " Ucap Raya sambil meminta kotak Hpnya


" jauhkan tangan mu " ucap Brian , dingin


" ayah ambil leptop di kamar Raya " raya menatap Alex sedangkan pak Mamat langsung berdiri untuk ke kamar raya


" kamu sudah beberapa lama ini selalu begadang bahkan di mobil kamu juga tertidur" ucap Alex tanpa melihat raya


ibu dan ayah sudah biasa dengan keadaan ini


" Ade sih di kasih tau dag perna mau dengar " ucap ibu sisil


" kan paman sering kasih teguran kalau sudah waktunya tidur " ucap ayah abbas


" Kaka , Raya janji " Alex tidak bergeming sedikitpun


" ini barang nya " Ucap pak Mamat , Raya melihat laptopnya yang ada di depan Alex


" Kaka yang satunya jangan iya itu khusus untuk kuliah Ade " ucap Raya memelas


" bahkan tugasmu kebanyak Naya yang mengerjakan " ucap Alex


"Raya " panggil ayah Abbas dengan suara rendah


" kerja bersama ayah,Naya bantuin " Ucap raya sambil memohon pada Alex ,Alex memberikan leptop kuliah Raya ,sedangkan satunya tetap dia tahan


" uang jajan mu Kaka sudah kirim " Raya langsung melihat HP-nya tapi matanya membela seketika


" Abang,Kaka " panggil Raya


Brian berdiri dari duduknya sambil mengambil kotak yang di berikan alex tanpa menghiraukan rengekan Raya


"bulan depan akan seperti sebelumnya jika kamu berubah " ucap Alex lalu berdiri dari duduknya meninggal meja makannya


" kan Ade sudah sering di kasih tau sama Alex ,koh masih saja nakal sih " ucap ibu sisil sebenarnya dia tidak tega tapi siapa yang bisa membantah ucapan Brian


" sudah jangan nangis nanti ayah tambahin " ucap ayah abbas


" ayah tidur di luar sampai bulan depan " ucap ibu sisil sambil menatap tajam suaminya


" maaf Ade kali ini ayah dag bisa bantu tapi nanti ayah bilang sama Alex iya " ucap ayah abbas


" iya ayah , Raya ke kamar dulu " Ucap raya


" iya dek ,jangan nangis lagi iya " Raya hanya menggaguk saja


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Brian masuk dalam kamar sudah tidak melihat Naya , tapi sebaliknya tempat tidur mereka sudah rapi dia mendengar gemircik air dari dalam kamar mandi


Brian menunggu Naya di sofa kamar sambil melihat ke arah luar jendela


Naya ke luar dari kamar mandi langsung menuju walk in close ,setelah selesai dia mendekati Brian


" sudah makan " tanya Naya pelan ,Brian hanya mengangguk saja


" ini " Naya menerima kotak itu dari tangan Brian


" makasih " ucap Naya tersenyum


" mau Naya buatkan minum "Brian hanya menggeleng saja


" maaf jika Naya sudah melanggarnya aturan yang kamu bikin " ucap Naya lirih


hebm

__ADS_1


sebenarnya Brian bukan ingin Naya meminta maaf tapi dia ingin Naya mengeluarkan semua yang di rasakan kenapa wanita ini selalu saja bersikap seolah tidak terjadi papa ,apa karena dia sering di perlakukan tidak adil selama bersama orang tuanya,entah lah Brian pusing


tapi satu yang dia rasakan sekarang bahwa dia tidak menyukai siapapun mendekati Naya ,sekalipun itu tidak tertulis di kontrak mereka


__ADS_2