
tok ....tok ....
" Abang, Naya boleh masuk " tanya Naya dari balik pintu kerja Brian
" biar aku saja Alex " ucap Brian,saat melihat Alex berdiri
ceklek
Naya tersenyum lembut saat melihat suaminya yang membukakan pintu
" ayo masuk " ujar Brian menuntut istrinya masuk di ruangan kerja
" kenapa hm ???"
saat Naya sudah Duduk di sofa samping nya
" Abang bnyak kerjaan iya " tanya Naya
" katakan saja kenapa " ucap Brian, Naya tersenyum kuda
" Abang tau iya, hm boleh tidak Naya izin ke luar " Brian mengeritkan kening nya
" cuma mau beli es krim " lanjut Naya
" minta pelayan ....
" Naya sendiri saja iya , pelayan juga kan kerja semua Abang " potong Naya
" iya sudah Abang yang antar ???" ucap Brian
" Abang Masih banyak kerjaan,Naya bisa koh sendiri Abang tenang saja " Brian menatap Naya , sedang kan Alex hanya diam mendengar kan
" tidak, jika kamu ingin ke luar sendirian Abang tidak izinkan " seketika wajah Naya terlihat mendung
" baiklah, Naya ke kamar dulu bang " ucap Naya ,dia berdiri ingin ke luar dari ruangan itu
" baik kamu bisa pergi " putus Brian, seketika wajah Naya berbinar dia membalikkan badannya lalu mendekati Brian dan mencium bibir nya
" terimakasih Abang ' Brian hanya mengangguk ,Naya ke luar dari ruangan itu
" ingat hati² jangan lama² " Naya hanya mengaguk
" Lex kawal Naya, suruh mereka menjaga istri ku " ucap Brian
" sudah tuan " ucap alex ,Brian tersenyum Alex selalu seperti itu bekerja dengan cepat tanpa menunggu di perintah
" silahkan non " ucap sang sopir
" makasih pak " ucap Naya
Naya membuka kaca mobil setelah mobil itu sudah mulai jalan
" akhirnya aku bisa jalan sendiri setelah sekian lama " ujar Naya ,tanpa dia sadari bahwa di belakang nya ada pengawal yang selalu mengikutinya
"maaf nyonya muda ,kita mau ke mana " tanya sang sopir
" di mana saja cafe juga boleh terserah bapak saja yang penting tempat nya asik buat duduk ,yang dekat sini saja " ucap Naya ,dia lupa bahwa dia meminta izin hanya untuk membeli es krim mungkin karena merasa senang dia bisa jalan sendiri lagi dia merindukan kebebasan nya dulu
" baik,nya " ucap sang sopir
sedangkan di kampus Raya merasa kesal karena sejak tadi menunggu Naya dan indah hingga jam mata kuliah ke dua mereka belum juga datang
" Hei sayang " ucap Dafa,yang baru datang bersama dengan Ricko
" kenapa hm " tanya Dafa lembut
" Naya sama indah mana tadi kami singgah di ruangan juga tidak ada " tanya Ricko
" entah ,tadi izinnya ke rumah sakit periksa tapi sampai sekarang mereka belum datang " ucap Raya kesal
" berarti tadi mereka tidak ikut kuliah " Raya hanya mengangguk
" mungkin mereka ikut tuan Brian dan tuan Alex ke perusahaan " ucap Dafa
" tau ah sebal " ucap Raya menghentakkan kakinya
" calon istri mu lagi PMS iya ,seram amat " Dafa memicing kan matanya ,sedangkan Ricko hanya tersenyum kuda
" mau makan apa yank " tanya Dafa lembut karena mereka sedang berada di kantin kampus
" bakso saja kak, aku lagi kesal makan yang pedas bikin mood ku baik " ucap Raya
" yang lain " titah Dafa
" kakak"
"NO " ricko hanya memperhatikan perdebatan dua sejoli itu
"ayo Ric kita pesan makan dulu " tanya Dafa
" traktir iya " Dafa hanya mengangguk saja
setelah menunggu beberapa lama Dafa dan ricko datang dengan membawa makanan dan segelas jus
" makan lah ,jangan membantah " ucap Dafa, karena dia melihat wajah raya yang sudah terlihat kesal
__ADS_1
" iya " ucap ketus, sekalipun kesal dia tetap memakan nya
Ricko menendang kaki Dafa yang ada di bawah meja
" marah "ucap Ricko tanpa suara ,Dafa hanya mengaguk
" hebm Ray gimana persiapan pertunangan kalian " tanya ricko mencair kan suasana
" memang kalau tunangan harus ada persiapan ,kan hanya pertemuan dua keluarga saja " ucap Raya
"kalian sudah punya pasangan semua,Lah aku gimana dong masa sendirian " ucap ricko sendu
" Kaka tenang saja ,nanti Raya bantu cari kan ,yang kaya mana kriteria nya " tanya Raya
" yang kaya kamu ,manja ,imut dan menyenangkan " Dafa menatap ricko tajam , sedangkan Raya wajahnya sudah memerah
" Kaka Ricko, Raya serius " ucap raya
" aku juga serius,jika saja Dafa tidak duluan ,aku pasti yang akan melamar mu " goda ricko, Dafa mengepalkan tangannya melihat senyuman licik ricko sedangkan raya semakin di buat salah tingkah
" ah kalau kemarin aku duluan dari pada Dafa apa kamu akan menerima Kaka " tanya ricko lagi
" Ricko " ucap Dafa penuh penekanan
" kan belum resmi daf, siapa tau Raya mau belok kan Raya sayang " ucap Ricko lagi dia semakin suka melihat wajah orang yang kini duduk di depannya
enak saja aku jomblo sendirian sedangkan kalian mesra² an berdua NO batin Ricko
" gimana nanti kita nonton Ray, berdua ada film baru Lo romantis lagi " ucap Ricko
" hm hm maaf kak kalau sama Kaka Dafa aku mau ikut" ucap Raya sedikit takut
" ayo lah, kapan lagi kan kita bisa jalan berdua,Dafa juga tadi sudah ada janji sama Monica katanya mau temani dia belanja di mall " ucap Ricko lagi
" Ricko " bentak Dafa , seketika tawa ricko meledak melihat Wajah Dafa yang memerah menahan emosi nya
" Kaka benaran mau jalan sama Monica ,koh tidak bilang sama Raya kenapa Kaka mau di ajak dia " ucap Raya bahkan kini matanya sudah berkaca² siap untuk ke luar menahan sesak
" sshiitttt " umpat Dafa ,karena ulah Ricko dia harus terjebak
"sayang, Ricko hanya bercanda aku tidak ...
" hiks hiks kak tidak sayang lagi sama raya " Dafa mengusap wajahnya kasar , sedang kan Ricko hanya tertawa kecil membuat Dafa semakin kesal
" Raya aku hanya bercanda,tapi kalau mengajak mu nonton aku tidak bercanda " ucap Ricko
astaga ricko kenapa masih menggoda mereka
apa kamu tidak tau takutnya Dafa gimana
pasti dia akan di kuliti hidup²
" iya Raya sama Kaka Ricko saja " Dafa menatap tajam Raya
" jangan berani² pergi tanpa aku,jika kamu berani pergi berarti kamu siap di hukum " ucap Dafa datar
" Kaka juga mau pergi sama nenek sihir itu " ucap Raya sesegukan
" kan tadi ricko sudah bilang dia bercanda sayang,kamu juga selama ini lihat bagaimana aku menolak dia ,lalu bagaimana ceritanya aku bisa menerima ajakan nya " ujar Dafa
" Kaka serius tidak menerima ajakan nya " tanya raya lagi
" selesaikan makan mu, seperti nya kamu merindukan hukuman mu " ucap Dafa tersenyum licik, raya melanjutkan makannya tanpa menjawab ucapan Dafa
Dafa menatap ricko yang mengejek nya
" tunggu lah saatnya kau ric " ancam Dafa
" aku tidak takut " ucap Ricko tersenyum
" gimana Ray jam berapa aku jemput " ucap ricko
" aku takut di hukum kak " Ucap raya,membuat Ricko tertawa kecil
" memang hukuman apa " tanya Ricko
" itu anu hebm " Raya menatap Dafa yang hanya fokus pada makanan nya
" apa kah sesuatu yang mengasyikkan, aku bisa menggantikan nya " ucap Ricko lagi
" Ricko sepertinya kau sudah bosan hidup " Dafa mengeluarkan senjatanya dari balik jaket miliknya membuat Ricko angkat tangan
" bercanda Dafa,getho saja mainnya pistol sepertinya aku harus ikut belajar " ucap Ricko
" dulu di ajak tidak mau " cibir Dafa
" itu duku sekarang tidak, lagi 2x kan latihan mu aku akan ikut " Dafa hanya mengaguk
" sudah " Raya hanya mengaguk " tunggu aku di dalam mobil, kamu tau kan hukuman apa " bisik Dafa ,membuat Raya berdecak
" langsung balik ke ruangan iya ,Kaka duluan soalnya sudah mau masuk lagi " ucap Dafa
" iya " jawab raya ketus ,membuat Dafa tertawa kecil
" by honey " ucap Ricko
__ADS_1
bugh
" shittttttt " umpat Ricko
"mba saya pesan Mango smoothie dan crispy chicken " ucap Naya
kini dia sudah sampai di cafe seusai kenginginan nya adem tenang dan sejuk
" baik mba ,di tunggu iya " Naya hanya mengaguk
Naya memainkan HP nya sambil menunggu pesanan nya datang
ada rasa bahagia yang dia rasakan bisa duduk dan melihat sekeliling nya
dia memilih duduk di ruangan terbuka jadi dia bisa merasakan angin yang menerpa wajah nya
" Naya "
Naya mengangkat wajahnya melihat orang yang kini di depannya
" maaf anda memanggil saya " tanya Naya formal
" iya ,kamu Naya pranata kan " Naya mengaguk membenarkan
" maaf kamu siapa kenapa bisa tau namaku " Ujar Naya
" aku Abian teman sekelas mu dulu apa kamu sudah lupa " Naya melotot kan matanya
" nanti masuk lalat Nay " Naya langsung menutup rapat mulutnya
" maaf² sumpah aku benar² lupa ,wah kamu terlihat dewasa Bi " ucap Naya
" aku memang sudah dewasa ,apa bisa ikut gabung " tanya Abian
" ah silahkan,bukannya siapa saja bisa duduk " ucap Naya
" ah iya kenalkan ini sahabatku namanya Cakra " ucap Abian
" Cakra " Naya menerima uluran tangan nya
" Naya " ucap Naya
" kamu hamil " Naya tersenyum kuda
" selamat wah sepertinya aku ketinggalan berita ini " ujar Abian
" maaf, baru 6 bulan lagi 2 Minggu masuk 7 bulan " ucap Naya
" pantasan sudah besar sekali ,kamu ke sini sendirian suamimu mana " tanya Abian sambil mencari keberadaan suami Naya
" dia kerja ,aku ke sini sendirian " ucap Naya
" apa tidak papa ,aku takut dia salah paham " Naya tertawa kuda
" tenang saja, dia orang nya baik koh kabar kamu gimana " tanya Naya
" baik Nay ,ah iya Raya gimana kabarnya " tanya Abian
" baik koh, dia sekarang di kampus dia mengambil jurusan sesuai cita² nya " ucap naya ,Abian tersenyum kuda
" bisa aku minta no hp nya " Naya menggaguk lalu menerima HP Abian
" sekalian no mu iya " Naya hanya mengangguk
" maaf kak, Naya melupakan Kaka " ucap Naya sopan
" senyaman nya saja bukannya kita seumuran apa wajahku sangat tua makanya aku di panggil Kaka " tanya Cakra
" maaf, bukan begitu tadi hanya bingung saja " ucap Naya tertawa kecil
cantik batin Cakra tersenyum
" permisi mba,maaf lama " ucap pelayan
" tidak papa mba , makasih banyak iya " Ucap Naya tersenyum
" mba saya pesan seperti ini iya ,kamu Cakra " tanya Abian
" samakan saja " ucap Cakra
" baik di tunggu iya " ucap pelayan lalu meninggalkan mereka
" makan saja Naya" ucap Cakra
" aku nunggu kalian saja tidak papa " ucap Naya
" makan saja ,kamu lagi hamil apa kamu akan membuat bayimu kelaparan " ujar Abian
" maaf iya kalau Naya duluan makan " ucap Naya ,mereka hanya mengangguk
" nanti kapan ² kita nongkrong iya bersama gimana " Naya mengangkat jempol nya setuju karena memang mulut nya masih ada isinya
mereka melanjutkan cerita nya sambil menunggu pesanan Abian dan Cakra sedangkan Naya sesekali makan sambil menimpali cerita Abian dan Cakra
mereka hanya menceritakan tentang masa SMA dan masa kuliah mereka
__ADS_1